
^^H A P P Y R E A D I N G^^
🌹🌹🌹🌹🌹
Karena perkara rendang membuat kedua pasangan pengantin baru itu memilih untuk gosok gigi.
seperti yang terlihat sekarang Dilla sedang menggosok giginya dan di sampingnya suaminya juga sedang melakukan hal yang sama seperti Dilla.
Yaitu gosok gigi.
Konyol memang, keduanya tidak jadi berciuman hanya karena perkara bau rendang, dan rasanya sangat aneh untuk Dilla yang juga baru makan ayam gulai.
Hah!.
"Gimana harum ngak?." tanya Zico sambil nyengir memperlihatkan gigi nya yang putih dan rapih.
Dilla mencium aroma nya, lalu sedetik kemudian dia mengacungkan kedua jempol nya.
"Wangi." sahut nya sambil tersenyum.
Hah!
"Wangi ngak?." Dilla ikut meniupkan udara dari mulut nya.
Dan Zico yang mencium nya juga ikut mengacungkan kedua jempol nya.
"Harum, ayo." ajak Zico dengan menampilkan senyuman terbaik nya.
Dilla menatap suaminya, lalu sedetik kemudian dia tertawa..
Haha..!
"Cie yang ngebet banget malam pertama." ucap Dilla sambil tertawa.
Tapi sedetik kemudian Dilla yang tertawa malah di buat bungkam dengan ciuman mendadak dari suaminya.
Hemphh..
Tidak ingin menunda kesempatan nya Zico langsung menggendong Dilla ke dalam pangkuan nya, bahkan tidak hanya itu tangan Zico sudah mulai meraba kemana-mana membuat Dilla mengeliat kegelian.
Zico berjalan ke arah kamar, dia merebahkan tubuh Dilla di tempat tidur.
menatap Dilla yang terbaring seolah pasrah untuk di gauli nya.
"Sekarang?." tanya Dilla.
Zico langsung mengangguk cepat.
"Boleh?." tanya balik Zico.
"Boleh dong, ayo ajarin aku suhu." ucap Dilla sambil terkekeh.
Zico tersenyum senang, lalu mendekatkan wajahnya dengan wajah sang istri.
"Mau gaya apa? 69 atau___" ucap Zico terhenti karena Dilla menutup bibirnya dengan satu jari manis nya.
"Jangan ngomong yang aneh-aneh sayang, langsung aja, biar ngak geli." kata Dilla lalu tersenyum.
Mendengar ucapan Dilla membuat Zico langsung memangutkan bibir nya dengan bibir sang istri, keduanya mulai saling memberi rasa nyaman saat berhubungan.
Sesekali Dilla mengeliat manja saat Zico mulai mencumbui leher jenjang nya.
__ADS_1
tangan Zico bahkan tak tinggal diam dan malah terus meraba kemana-mana.
Keduanya saling memberikan kenyamanan dalam bercinta dengan penuh gair*h, apalagi Zico yang notabene nya adalah mantan duda yang sudah lama tidak merasakan kehangatan di ranjang panasnya.
Pakaian keduanya tanpa terasa sudah lolos dari tubuh masing-masing, tubuh polos kedua nya manyatu dan saling menghangat kan.
Erengan kecil keluar dari bibir tipis Dilla saat Zico mulai melakukan nya.
Buliran air mata jatuh ke pipi nya merasakan sensasi sakit yang diciptakan saat detik-detik penyatuan nya.
Akhirnya Zico dan Dilla saling melepaskan masa lajang dan duda nya.
Getaran aneh mulai menerpa, Dilla berteriak kencang saat merasakan untuk yang pertama kali nya, membuat Zico yang sedang dalam keadaan penuh gairah birahi menjadi tersadar dan membuka mata nya.
"Sayang."
"Aku pipis di kasur, tapi rasanya geli banget." kata Dilla pelan.
Lalu kembali menikmati permainan suaminya, untuk yang sekarang Zico tidak membiarkan Dilla Istri nya untuk bisa bernafas lega.
Zico terus menghujami titik inti istri nya dengan ritme yang menurut Dilla terlalu keras.
Tapi ritme sedang untuk Zico yang memang entah kenapa sangat bersemangat.
"Hufh.. Pelan dikit dong say__" baru juga Dilla ingin berkomentar Zico sudah membungkam nya dengan sebuah ciuman.
Mengalihkan rasa sakit Dilla, dan berakhir membuat Dilla jadi lupa sakit di bagian inti nya, Dilla malah memeluk suaminya dengan erat membuat dada keduanya bertabrakan.
Beberapa waktu berlalu..
Hari sudah mulai mulai larut malam, tapi Dilla dan Zico yang baru bangun dari tidur panjang nya masih belum ingin turun dari ranjang nya, bahkan keduanya masih belum memakai sehelai benang pun, keduanya hanya menutupi tubuh nya dengan selimut.
"Gimana enak?." tanya Zico memecahkan keheningan malam.
"Jangan goda aku deh, masih sakit tau." sahut Dilla sambil mengembungkan pipi nya.
Membuat Zico gemas dan langsung mencium nya, posisi Dilla yang ada di samping nya dan memeluknya membuat Zico bisa dengan mudah mencium Dilla.
"Sakit tapi enak kan."
"Apanya?."
"Itu nya, yang ada di bawah."
Blush..
Pipi Dilla kembali memerah lagi.
kenapa suaminya makin kesini jadi malah semakin mesum ya.
"Jangan bahas itu lagi, nanti bangun repot sayang, aku ngak mau ya di tusuk lagi, masih sakit juga." kata Dilla mewanti-wanti.
Membuat Zico terkekeh pelan.
"Iya sayang ku, tapi ngak janji ya soalnya kalau bangun pasti mau masuk, apalagi punya sarang.".
Dilla kehabisan kata-kata, dia memilih untuk diam dan memeluk suaminya.
lama keduanya terdiam lagi sampai akhirnya suara Zico memecahkan keheningan yang tercipta tadi.
"Makasih ya sayang."
__ADS_1
"Untuk?.".
"Mau menerima duda yang pas-pasan kaya aku."
"Duda hot, atau duda ganteng?." Dilla mencolek hidung mancung suaminya.
Membuat Zico terkekeh.
"Duda tua juga ya." ucap Zico merendah.
"Ngak papa tua juga, yang penting ganteng dan hot." sahut Dilla lagi.
Membuat Zico gemas dan langsung memberikan ciuman di kening istrinya.
Cup..
"Makasih untuk cinta kamu, aku janji akan membuat kamu bahagia selama nya."
Dilla tersenyum.
"Sama-sama, jangan tinggalin aku ya, aku udah nyaman sama kamu, I Love you."
"Aku janji ngak akan tinggalin kamu, I love you too."
Tiba-tiba terdengar suara bel di pintu luar, membuat Zico dan Dilla saling berpandangan.
Bel itu terus berbunyi beberapa kali, membuat Zico memilih beranjak berdiri, dan hal itu membuat Dilla syok, karena kembali melihat si adik suaminya yang ternyata sebesar itu.
"Jangan di lihat nanti pengen lagi." kata Zico menggoda.
"Ihk apaansih, sana buka pintu gih."
Zico mengambil pakaian yang berserakan di lantai, dan kembali memakai nya lagi.
meninggalkan Dilla di kamar dan berjalan ke arah pintu luar.
Ceklek..
"Permisi tuan, saya dan istri saya ingin mengajak tuan untuk makan bersama di rumah, itung-itung perayaan pernikahan saya dan istri." ucap kakek Juan sopan.
Si Nenek yang mengintip di pintu nampak mengerucutkan bibirnya, ternyata dia baru tau kalau jabatan Zico di kantor lebih tinggi dari suaminya.
"Gini nih kalau kebelet kawin, Zico sayang andai waktu bisa ku ulang kembali, kita pasti bersama." batin si Nenek yang menatap kedua pria berbeda usia itu dengan pandangan penuh drama nya.
Zico terdiam mendengarkan ajakan makan malam dari kakek Juan.
bingung untuk menolak apalagi kakek Juan adalah bawahan nya dan sudah lama bekerja di perusahaan Rangga.
"Iya, saya mau pak, terimakasih ya pak"
Dan setelah itu kakek Juan kembali masuk ke dalam Apartemen istri nya.
saat akan membuka pintu dia di kagetkan dengan istri nya yang juga ternyata ada di ambang pintu.
"Ngapain sayang?, jangan sekarang deh aku kan udah bilang kalau malam ini encok aku masih sakit." ucap Kakek Juan yang menganggap jika istri nya ingin meminta itu.
Nenek Kinan menggelengkan kepalanya, dia masuk ke kamar nya dengan wajah di tekuk.
"Kalau sama Zico pasti enak, masih seger ngak keriput."
________
__ADS_1
🌹🌹🌹🌹🌹
Jangan lupa like coment and Vote ya kak ♥️