Istri Cantik Tuan Muda Kejam 2

Istri Cantik Tuan Muda Kejam 2
Drama Papi.


__ADS_3

^^H A P P Y R E A D I N G^^


🌹🌹🌹🌹🌹


Selesai acara sarapan yang kesiangan Achel dan Rangga memilih untuk kembali ke kamar, dan di kamar keduanya hanya saling mendiamkan karena fokus pada ponselnya masing-masing.


Achel yang sedang mencari informasi tentang malam pertama di internet nya nampak panas dingin saat membaca nya.


Apa harus? begitulah kebimbangan Achel saat membaca beberapa cara jitu malam pertama.


"Masa iya harus pake baju dari si Dilla, tipis banget.. udah gitu pas tidur nanti pasti kedinginan." gumam Achel sambil menggelengkan kepalanya.


Rangga yang sedikit mendengar suara gumaman nya sang istri sedikit melirik ke arah Achel, membuat Achel yang pandangan nya tak sengaja berpas-pasan menjadi salah tingkah.


"Kamu kenapa sayang?." tanya Rangga merasa tingkah istri kecilnya aneh.


"Ngak apa kok, terusin aja maen game nya." jawab Achel sambil memalingkan wajahnya.


Kembali fokus lagi pada layar ponselnya, Achel kembali panas dingin saat melihat Vidio berdurasi lima detik yang tak sengaja dia klik di kolom pencarian yang ada di bawah sana.


Vidio berciuman berjeda lama itu sedikit membuat Achel kembali merinding, apa harus dia seagresif itu.


Achel masih bimbang untuk mempraktekkan cara yang nomer berapa.


Sampai akhirnya..


Diam dan menunggu ajakan suami, biarkan suami yang memulai duluan.


"Ini baru betul." kata Achel sambil tersenyum.


"Betul apa nya sayang?." tanya Rangga aneh melihat Achel yang tersenyum.


Achel menutup bibirnya yang tidak bisa terkontrol, dia langsung menggelengkan kepalanya sambil tersenyum kikuk.


"Bukan apa-apa ko, hanya cara menghadapi malam pert_____" Achel menutup bibirnya.


Rangga bernajak dari duduk nya, menaruh ponselnya di sopa lalu berjalan mendekati sang istri.


"Kamu ngak perlu cari informasi tentang malam pertama di internet sayang." ucap Rangga sambil duduk di samping Achel.


"Emang kenapa?, aku kan cuman cari tau aja." jawab Achel malu-malu.


"Itu hak kamu kalau kamu penasaran sama malam pertama, tapi sayang kamu cari tau informasi tentang malam pertama emang kamu udah siap buat malam pertama?." tanya Rangga sambil mengusap pelan pipi Achel.


Blush..

__ADS_1


Pipi Achel memerah bak kepiting rebus, ucapan Rangga barusan benar-benar membuatnya menjadi salah tingkah.


"Sayang.." panggil Rangga.


Achel melirik suaminya, dia bingung menjawab apa, karena jika di tanya siap tentu jawaban nya belum, tapi meski jawaban nya belum Achel tidak bisa membohongi hati terkecil nya jika Achel memang penasaran dengan malam pertama nya.


Terlebih lagi dia tau suaminya pasti sudah lama tidak merasakan nya.


dia ingat pesan Mommy Kelle pada nya saat di pelaminan kemarin.


"Jangan tutup garasi Chel, inget kamu punya suami yang usia nya lagi hot-hot nya, santuy aja nikmatin enak nya, jangan buat dia nunggu lama nanti keburu karatan, kalau udah karatan baru tau kamu nanti suami kamu cari ranjang panas lain."


Begitulah pesan mesum yang di berikan Mommy nya Dilla, entah pesan apa yang akan Dilla terima dari Mommy nya, Achel yakin nanti saat Dilla menikah sudah pasti dia juga akan mendapatkan pesan penuh kemesuman dari Mommy nya.


"Aku siap, tapi takut." jawab Achel pelan.


"Serius kamu siap?."


Dan Achel hanya mengangguk kecil tanpa mengatakan apapun, membuat Rangga gemas dan langsung mendaratkan sebuah ciuman di pipi sang istri.


"Malam ini kita pulang ke rumah kita ya sayang, kamu mau kan?."


"Tapi Mami Papi? gimana?."


"Gampang, aku akan ngomong ke Papi sama Mami, kamu percaya kan sama aku?." tanya Rangga.


__


"Ngak boleh, Achel tidak boleh meninggalkan rumah ini, putri ku harus di sini bersamaku." tegas Papi Andrian tanpa melirik ke arah menantu nya.


Sadar akan situasi yang akan panas, Mami Nana memilih untuk undur diri, dia mengajak Achel untuk ke kamar nya, dari pada Achel harus melihat betapa posesif nya suaminya akan putrinya.


"Tapi aku dan Achel sudah menikah, aku bertanggung jawab akan kehidupan Achel." ucap Rangga takalah tegas dari mertuanya.


"Kamu suaminya, tapi aku Papi nya."


"Apa kita harus mempermasalahkan hal kecil ini?, Papi mertua aku dan Achel sudah menikah, dan apakah Papi mertua mau memiliki menantu yang bergantung hidup pada mertuanya?."


"Tidak, yang benar saja anak ku menikahi pria tidak bertanggung jawab."


Rangga menghela nafas nya panjang, dia tau betapa posesif nya mertuanya akan Achel istrinya.


Tapi sudah sepantasnya anak gadis yang sudah menikah mengikuti langkah kemana pun suaminya pergi.


"Aku hanya ingin mengajak Achel untuk mandiri, bukan untuk menjauhkan Achel dari Papi mertua."

__ADS_1


Papi Andrian membuang wajahnya ke samping, dia benar-benar berat membiarkan putrinya keluar dari rumah nya, jika Achel pergi rumah nya akan kembali sepi lagi.


Dan Papi Andrian tidak mau hidup dengan kesepian itu lagi, dia tidak akan membiarkan putri kesayangan nya pergi meninggalkan nya.


"Papi.." panggil Achel tiba-tiba.


Tadi Achel sudah mendengarkan pengertian dari sang Mami, kini Achel tau betapa takutnya Papi nya akan dirinya.


lebih tepatnya rasa sayang Papi nya untuk nya begitu besar hingga bersikap posesif pada Achel.


"Papi, ijinin Achel memulai hidup mandiri ya, Papi kan sayang Achel." pinta Achel sambil memeluk sang Papi.


Tidak ada jawaban, Achel kepo dia membalikan posisinya menjadi menghadap sang Papi, dan saat melihat ke arah mata Papi nya Achel bungkam seribu bahasa melihat Papi nya yang menangis.


"Papi nangis?."


Tanpa mengucapkan sepatah kata pun Papi Andrian langsung memeluk tubuh putrinya, mencium beberapa titik wajah sang putri kesayangan nya.


"Papi ngak bisa jauh dari kamu sayang, Papi." ucap Papi Andrian malah menangis sesegukan.


Mami Nana menepuk jidatnya pelan, dia lupa seperti apa suaminya, Papi Andrian mudah menangis bahkan di saat dulu-dulu awal pertemuan nya dia sering melihat suaminya itu menangis karena teringat akan mendiang istri dan putrinya, Ansela dan Lily.


Setelah drama tangis Papi Andrian terasa berat merelakan putrinya Achel, kini keadaan sudah mulai tenang.


Dan Papi Andrian pun sudah mulai bisa tenang tidak seperti tadi yang terus keukeuh untuk tidak mengijinkan Achel keluar dari rumah nya.


"Kamu boleh pergi sama suami kamu, asal kalian bisa cepat kasih kami Cucu." kata Papi Andrian.


"Siap." jawaban cepat dan singkat berhasil Rangga ucapkan.


"Makasih Pi, aku janji akan selalu main ke rumah Papi Mami." kata Achel sambil memeluk Papi Mami nya.


Rangga tersenyum lega karena sekarang tidak akan ada yang mengganggu nya lagi saat malam pertama.


Dan untuk persyaratan tadi dia siap memberikan cucu sebanyak yang mertuanya mau.


Seolah paham dengan senyuman penuh kemenangan yang di perlihatkan Rangga, Papi Andrian menatap tajam menantunya itu.


"Awas saja kalau pria tua ini buat Princess ku menangis, akan ku sunat dua kali dia." batin Papi Andrian.


"Siap-siap buat anak yang banyak." batin Rangga.


_________


🌹🌹🌹🌹🌹

__ADS_1


Yakin pasi nunggu MP 🤣


Jangan lupa like coment and Vote ya♥️


__ADS_2