
^^H A P P Y R E A D I N G^^
🌹🌹🌹🌹🌹
"Saya terima nikahnya dan kawin nya.."
Ulangi lagi!.
Zico menarik nafasnya perlahan, entah kenapa dia benar-benar merasa sangat tegang sekali, padahal ini jelas bukan pertama kalinya dia mengucapkan ijab kobul nya, tapi untuk kedua kalinya.
Untuk kedua kalinya Zico kembali melakukan nya, tapi lagi-lagi bibir nya terasa kelu, membuat suasana yang semula tegang kini menjadi pecah.
Beberapa dari mereka menertawakan Zico yang bisa-bisanya dua kali gagal ijab kobul, padahal mereka jelas-jelas mengetahui status duda pria yang masih terlihat segar di usianya yang kepala empat itu.
Sadar akan kegugupan calon suaminya Dilla langsung memegang tangan Zico.
"Kenapa? apa sangat susah mengeja nama Aradilla Sycila putri Febrian?." tanya Dilla menatap Zico.
"Kita coba lagi sekali lagi ya, jika salah lagi mungkin pernikahan nya harus di tunda dulu." jelas si penghulu.
Mendengar ucapan penghulu membuat semua orang resah, apalagi Dilla yang nampak sedih karena pernikahan nya akan gagal jika Zico terus menerus gagal dalam mengucapkan ijab kabul nya.
"Sayang." cicit Dilla pelan.
Mommy Kelle menatap suaminya, yang di balas dengan jari yang menempel di depan bibir oleh Daddy Rico.
Samar-samar sudah terdengar suara cekikan tamu undangan, membuat Zico menggeleng kan kepalanya, dia menghela nafasnya panjang.
tinggal satu langkah lagi, dia tidak boleh mengecewakan Dilla.
Akhirnya Zico kembali mengulangi nya, dan..
SAH!!!
"Alhamdulillah." ucap Dilla hampir bersorak, untung bokong nya ditepuk Zico membuat Dilla tersadar dengan tingkah konyol nya.
"Hihi, replek sayang." bisik Dilla.
Semua saksi termasuk keluarga besar Dilla akhirnya bisa bernafas lega setelah di buat tegang oleh Zico tadi.
kini putri bungsu dari pernikahan Mommy Kelle dan Daddy Rico akhirnya sudah memiliki kebahagian nya sendiri.
Dilla yang baru duduk di singgasana raja dan ratu sehari itu kembali harus berdiri karena kedatangan keluarga nya.
"Dill, jaga image dong." bisik Mommy Kelle yang masih sempet-sempet nya menyuruh Dilla untuk bisa menjaga sikap.
__ADS_1
Dilla tidak menjawab ucapan Mommy nya, dia langsung memeluk tubuh wanita yang melahirkan nya itu.
"Makasih Mommy, Dilla bakalan kangen banget sama Mommy." ucap Dilla hampir menangis, untung dia ingat jika make up nya itu make up mahal, jika menangis mungkin saja make up akan luntur.
"Kaya mau kemana aja kamu, Mommy juga kan bakalan stay di Indonesia untuk sekarang-sekarang ini, pengen nunggu cucu Mommy dari kamu." sahut Mommy Kelle yang membuat Dilla langsung melepaskan pelukannya.
"Baru juga nikah udah ngomongin cucu aja." Dilla mengerucutkan bibirnya sebal mendengar Mommy nya yang arah pembicaraan nya selalu ke situ.
Beralih memeluk Daddy nya, yang langsung di balas dengan pelukan hangat lagi oleh sang Daddy.
"Dad, I love you." ucap Dilla sambil mencium pipi sang Daddy.
Sejak kecil Dilla memang sangat dekat dengan Daddy nya di bandingkan dengan Mommy nya.
apalagi Daddy Rico selalu memanjakan nya dengan membelikan semua yang di inginkan nya, sedangkan Mommy nya sangat pelit dan juga galak.
"I love you too princess Daddy, bahagia selalu ya sayang." ucap Daddy Rico sambil mengusap pipi Putri kesayangan nya.
Dia senang akhirnya putri nya menikah tanpa mengenal rasanya pacaran bebas, memiliki anak gadis adalah sebuah tanggung jawab yang sangat besar, dimana sebagai seorang Ayah dia harus bisa membimbing anak gadis nya supaya menjadi gadis baik yang bisa menjaga dirinya.
Dan Daddy Rico berhasil menjaga putri kesayangan nya, sehingga Dilla tidak mengenal dunia luar yang bebas.
suatu kebanggaan untuk nya karena dia bisa mengantarkan anak gadis nya pada hubungan yang halal, dan sekarang tugasnya hanya untuk melihat kehidupan putrinya di masa tua nya nanti.
Zico tersenyum melihat Dilla yang sangat menyayangi Ayah mertuanya.
namun senyuman nya luntur seketika saat mendengar suara ibu mertuanya.
"Jangan senyum-senyum Co, kamu punya hutang banyak cucu buat Mommy Daddy, iyakan Dad." celetuk Mommy Kelle membuat Zico dan Dilla seketika salah tingkah.
"Halah pura-pura polos pake salah tingkah segala lagi, padahal di hatinya udah pengen ngamar tuh." celetuk Boy sambil tertawa, tak lupa Dion yang ada di gendongan nya.
"Kakak!." Dilla mengerucutkan bibirnya sebal.
Jika sudah ada kakaknya maka di pastikan habis lah sudah dia mendapatkan banyak godaan kemesuman keluarga nya.
"Boy, sudahlah ayo kita turun, banyak tamu undangan yang lain, mending kita makan." ajak Mommy Kelle.
Namun Boy yang masih belum puas menggoda adik kesayangan nya memilih untuk masih stay di atas pelaminan, membuat Dilla melirik suaminya.
"Biarkan saja, anggap aja Jaelani yang ngak penting." kata Dilla sambil memalingkan wajahnya dari kakak nya.
"So cantik banget ya Aunty kamu Dion, liat pipi nya kalau marah udah kaya roti bakpao ya." celetuk Boy, membuat mood Dilla semakin terjun bebas.
Melihat Dilla yang benar-benar bad mood membuat Boy terkekeh, dia memberikan Dion pada Istri nya lalu tanpa aba-aba dia memeluk adik tersayang nya itu.
__ADS_1
"Maafin kakak, kakak hanya bercanda sayang, adik kakak udah besar ya, udah nikah juga..kakak doain ya semoga pernikahan kamu bahagia selama nya, I love you adik kakak yang cantik." ucap Boy masih memeluk Dilla.
Dilla menghela nafasnya, memang salah satu sifat kakak nya itu adalah suka bercanda dan pecicilan, jangan lupakan tengil dan percaya dirinya, karena itu adalah sifat bawaan nya sejak lahir.
"Makasih kak, I love you too." sahut Dilla membalas pelukan Kakak nya.
Setelah memeluk adik nya dia beralih menatap adik ipar nya, pria yang usianya lebih tua dari dirinya.
"Titip Dilla ya Co, kalau Dilla ngompol kasih aja perlak di kasur nya." celetuk Boy yang langsung mendapatkan tatapan tajam dari Dilla.
"Kakak!."
Haha
Boy tertawa dan langsung turun dari area pelaminan, meninggalkan adiknya yang masih memasang wajah kesal nya.
April mendeuhem melihat Dilla yang marah, suaminya benar-benar keterlaluan memang.
Bisa-bisa nya menggoda pengantin baru, apalagi yang menjadi pengantin baru itu adalah adiknya Dilla.
"Maafin ya Dill, kakak kamu emang kebangetan ngak tau situasi, semoga pernikahan kamu menjadi pernikahan yang sakinah mawadah warahmah ya Dill, doa kakak yang terbaik untuk kamu Dill, iya kan Dion." April melirik putranya.
Dion hanya diam enggan mengeluarkan suara, sampai akhirnya terdengar suara yang sangat tidak asing yang berasal dari belakang Dion.
Seketika bau sumerbak langsung tercium di hidung Dilla, Zico dan April.
sedangkan sang pelaku yang mengeluarkan bau tidak sedap itu nampak santai memainkan rambut April.
"Dion ihk jorok banget sih, kentut terus!."
April mengelengkan kepalanya.
"Maaf ya Dill, keponakan kamu emang suka banget kasih kamu kentut, mungkin kentut nya hadiah dari Dion" setelah mengatakan itu April langsung turun dari pelaminan, membuat Dilla dan Zico saling berpandangan.
"Bau ngak?." tanya Dilla.
Zico hanya mengangguk kecil.
"Bau dikit, ngak apa anak kecil."
_________
🌹🌹🌹🌹🌹
Jangan lupa like coment and Vote ya ♥️
__ADS_1