Istri Cantik Tuan Muda Kejam 2

Istri Cantik Tuan Muda Kejam 2
Terserah Achel.


__ADS_3

^^H A P P Y R E A D I N G^^


🌹🌹🌹🌹🌹


Brugkkk..


Brugkkk..


Beberapa pukulan berhasil di layangkan Papi Andrian, bagaimana tidak.. hati seorang ayah mana yang tidak terluka saat mendengar cerita jika putri kesayangan nya di perlakukan tidak baik oleh seorang pria.


Kesal dan marah itu lah yang Papi Andrian rasakan sekarang.


putri bungsunya Achel telah di hina dan perlakukan kasar, Achel sudah mengatakan semua nya.


Dan berapa sakitnya hati seorang ayah yang mendengar cerita sedih, di barengi dengan suara isakan pilu.


selama hidupnya dia bahkan tidak pernah memarahi Achel atau pun bersikap kasar pada putrinya.


Tapi Lucas?, pria yang telah di pilih nya malah membuat Putri nya trauma, gara-gara Lucas Achel juga hampir saja menjadi korban preman jalanan.


"Ampun!! Om." kata Lucas.


"Tidak ada ampun untuk pria yang tidak bisa menghargai seorang wanita seperti mu." tegas Papi Andrian.


Brugkkk..


Papi Andrian kembali memberikan pukulan nya.


Hal itu membuat Lucas kembali meringis sakit,


tenaga nya seolah tidak bisa menandingi kekuatan pria yang usianya jauh di atas nya itu.


"Om, tolong Om sudah." pinta Lucas memohon lagi.


Dia tidak menyangka jika niat nya bermain-main dengan Achel malah berakhir seperti ini, belum lagi dua hari lalu dia mendapatkan banyak teror dari seseorang misterius.


"Mulai saat ini perjodohan kalian batal." kata Papi Andrian, membenarkan kerah baju nya lalu berjalan meninggalkan Lucas yang terpapar tak berdaya di aspal jalanan.


Setelah kepergian Papi Andrian Lucas memegang pipinya yang terasa nyeri.


Sial..dia kalah dengan bapak-bapak.


"Lagi pula siapa juga yang mau sama anak nya, pede sekali." sungut Lucas kesal.


Sebenarnya Lucas juga enggan di jodohkan oleh orang tuanya, apalagi dengan gadis yang sama sekali tidak membuat nya merasa tertarik, tapi setelah mendengar kata batal tentu saja Lucas sangat senang.


Karena itulah yang di inginkan nya, perjodohan nya di batalkan.


"Akhir nya aku terbebas, haha mudah sekali ternyata membuat mereka tertipu, seorang Lucas di jodohkan?, yang benar saja." lanjut nya lagi sambil tersenyum kecut.


Dia berjalan mendekati motor nya, pada akhirnya Lucas memilih pulang, sebenarnya dia memiliki jadwal pemotretan sore ini, tapi dengan kondisi nya saat ini yang tidak memungkinkan membuat Lucas memilih untuk tidak dulu mengambil pekerjaan nya itu.


Motor Lucas membelah jalanan kota dengan kecepatan cepat, meski pun tubuhnya terluka karena mendapatkan pukulan bertubi-tubi tapi Lucas masih bisa mengendarai motor nya.


Setelah beberapa menit motor Lucas sampai di sebuah kontrakan minimalis.

__ADS_1


Lucas memarkirkan motornya di halaman kontrakan nya.


"Dek Lucas wajah nya kenapa?, bonyok gitu?." tanya salah satu tetangga nya.


"Jatuh Bu, saya permisi dulu ya Bu." jawab Lucas singkat, lalu berjalan masuk ke kontrakan nya.


Lucas sengaja tidak pulang ke rumah nya, dia malas berhadapan dengan Papa dan Mama nya, meski ibu sambung nya itu baik tapi tetap saja tidak membuat Lucas nyaman tinggal di rumah karena sejak kecil dia sudah terbiasa hidup bersama almarhum nenek nya.


Di tempat lain Papi Andrian yang baru sampai di rumah nya langsung masuk, dan di sambut dengan wajah sedih sang istri.


"Gimana Pi?."


"Sudah Papi beresin, Lucas dan Achel ngak jadi kita jodohkan." jawab Papi Andrian.


Mami Nana menghela nafasnya tenang, ibu mana yang bisa rela menikahkan putrinya dengan pria kasar dan juga tidak bisa menghargai wanita seperti Lucas?.


Tidak, Mami Nana tidak akan rela.


"Achel?."


"Tadi sih abis makan langsung naik ke atas lagi, mungkin lagi tidur soalnya lagi ngak enak badan katanya." ucap Mami Nana seolah paham dengan wajah suaminya yang memperlihatkan banyak pertanyaan.


Bodoh, sekarang dia bahkan malu untuk berhadapan dengan putrinya.


Papi Andrian benar-benar merasa bersalah karena telah menjodohkan Putri nya pada pria yang salah.


"Mi, kita kaya nya harus pertimbangkan lagi pinangan Rangga." kata Papi Andrian tiba-tiba.


Membuat Mami Nana heran, karena selama ini memang suaminya yang keukeuh ingin menjauhkan Achel dari Rangga, tapi sekarang?


"Sebenarnya bukan masalah Achel dan Rangga yang usianya beda jauh, Papi ngak masalah meskipun jodoh Achel lebih tua dari Achel, asalkan Achel bahagia Papi ikhlas dan akan setuju."


"Tapi ini berbeda, Rangga memiliki masalah besar dengan Mama Lilly, aku takut Rangga hanya ingin membalaskan rasa sakit hatinya karena istri nya di bunuh oleh Mama."


"Kamu tau bukan, Rangga kehilangan anak pertama nya, seorang Ayah mana yang bisa menerima fakta jika anak dan istrinya nya di bunuh?."


Papi Andrian berkata panjang kali lebar, inilah yang dia takutkan selama ini.


dia takut Achel menjadi korban, meski Achel tidak bersangkutan dengan Mama Lilly tapi tetap saja membuat dia takut, apalagi mengingat Achel yang sangat mirip dengan almarhum istrinya semasa hidup nya dulu.


"Jangan soudzon, Mami yakin Rangga ngak akan kaya gitu."


Meski dia juga memiliki ketakutan yang sama dengan suaminya tapi Mami Nana masih bisa berpikir positif.


"Bagaimana menurut Mami?." tanya Papi Andrian.


Mami Nana mengangkat bahunya ke atas.


"Mami ngak tau, tapi sekarang lebih baik kita jangan ngurusin itu dulu, sekarang yang lebih penting adalah mental putri kita, Achel lagi butuh kita." kata Mami Nana.


"Untuk masalah Rangga, biarlah hubungan mereka berjalan dengan semestinya, Achel berhak memilih jalan hidupnya." lanjut Mami Nana.


Papi Andrian terdiam, benar apa yang di ucapkan oleh istrinya.


Dia memang terlalu sibuk mencarikan jodoh yang terbaik untuk putri nya, sampai-sampai di mengabaikan perasaan putrinya yang entah menerima atau tidak kedinginan nya.

__ADS_1


Di kamar nampak Achel yang sedang mendapatkan panggilan Vidio call dari Dilla, sahabatnya.


"Gimana udah lebih tenang belum?." tanya Dilla di sebrang telpon sana, seperti biasanya terdengar suara kunyahan cemilan yang menjadi aktivitas Dilla jika sedang bete.


"Udah, Mami bilang aku sama kak Lucas udah ngak ada hubungan apa-apa lagi, perjodohan nya udah di batalin." jawab Achel.


Dilla terdiam, entah senang atau apa dia tidak mengerti, perasaan nya saat ini sangat membingungkan dimana dia merasa biasa-biasa saja saat mendengar Lucas sudah single lagi.


Tidak seperti saat mendengar Lucas di jodohkan dengan Achel, membuat hati Dilla bagai di cabik-cabik, terluka dan kecewa berlebihan.


"Dill." panggil Achel, di ragu mengatakan nya, tapi Achel juga tidak mau jika Dilla memiliki cinta yang salah, apalagi Lucas adalah pria kasar.


"Apaan Chel?."


"Itu, anu.." Achel bingung harus memulai dari mana.


"Kamu tenang aja, aku dan kak Lucas ngak akan pernah bersama kok." kata Dilla tiba-tiba, membuat Achel bingung.


"Maksud nya?." tanya Achel masih belum mengerti.


Dilla menghela nafasnya, menatap layar nya dengan wajah serius.


"Entah kenapa aku ngerasa ngak suka lagi sama kak Lucas, sebenarnya aku udah lama tau sikap kak Lucas yang kaya gitu, dan aku juga tau alasan kak Lucas kaya gitu karena dia broken home." kata Dilla.


"Jadi sekarang kamu ngak mau berharap lagi sama kak Lucas?."


Dilla mengangguk.


"Kaya nya gitu, akhir-akhir ini aku malah kebayang terus si Om, tau ngak sih waktu kita nginep di rumah Om Rangga beberapa hari lalu sebenarnya aku udah ngetes si Om, aku buat dia salah tingkah dengan menindih tubuhnya, dan kamu tau apa reaksinya?."


Achel menggelengkan kepalanya, mulai penasaran.


"Apa, emang?."


"Si Om tegang dong, apa iya Gy bisa tegang, ko aku jadi ngak yakin sih si Om Gy." Dilla mulai ragu dengan tuduhan yang dia tau dari Achel, dan Achel juga tau itu dari Papi nya.


Memang benar, Achel juga merasa aneh.


masalahnya beberapa kali Om Rangga juga kepergok salah tingkah saat di dekatnya.


"Jangan-jangan si Om.."


Dilla dan Achel saling pandang ke layar ponselnya.


"Bukan Gy."


"Hot Daddy."


__________


🌹🌹🌹🌹🌹


Lisa Bian, Arfan dan Syifa mungkin akan numpang lewat aja, kenapa?


karena Lisa Bian, Arfan dan Syifa sudah bahagia.

__ADS_1


Jangan lupa jejak ♥️


__ADS_2