
^^H A P P Y R E A D I N G^^
๐น๐น๐น๐น๐น
Pagi hari nya setelah selesai sarapan Dilla dan Zico pamit pulang karena memiliki pekerjaan, meninggalkan sepasangan pengantin baru yang tengah di landa hawa panas.
"Sekarang?."
"Udah ngak ada halangan lagi, jadi ayo."
Achel yang baru menutup pintu itu memandang suaminya dengan wajah yang tidak bisa di artikan.
Sampai akhirnya sebuah tangan kekar memeluk nya dari depan.
Achel tersenyum karena posisi keduanya kini sangat intim.
Hemphh..
Achel mencium Rangga, melupakan rasa malu nya Achel mulai menjadi sedikit agresif.
Karena tidak nyaman dengan posisi nya Rangga langsung membalikan posisinya menjadi Achel yang di bawah nya, keduanya saling membalas tautan bibirnya sampai akhirnya keduanya kehabisan nafas.
"Pindah ke kamar?, mau."
Malu-malu Achel mengangguk kecil, dia mengulurkan tangannya tapi Rangga malah balik menggendong tubuh kecil istrinya, dan berjalan ke arah kamar nya dengan Achel yang ada di gendongan nya.
Sesampainya di kamar Rangga langsung merebahkan tubuh istri kecilnya di tempat tidur, Achel menatap sosok pria yang sedang mengunci pintu kamar nya itu.
"Sudah siap menjadi milik ku seutuh nya?." tanya Rangga dengan wajah yang penuh cinta.
Dia berjalan mendekati Achel yang sedang berbaring di tempat tidur.
"Aku siap, siang ini aku milik mu." jawab Achel sambil tersenyum manis, membuat Rangga yang mendengarnya semakin bersemangat.
Tanpa ragu Rangga langsung menindih tubuh kecil istri nya, menatap wajah cantik Achel dengan wajah yang penuh cinta.
Ciuman lembut berhasil keduanya lakukan, tautan bibir keduanya menyatu beriringan dengan degupan jantung keduanya yang sama-sama beriringan.
Hemphh..
Tangan Rangga mulai aktif kemana-mana, Achel hanya bisa mengeliat kecil saat merasakan sensasi geli yang belum pernah dia rasakan sebelumnya.
Suara merdu mulai Achel keluarkan, membuat suasana di kamar itu semakin terasa panas,
apalagi di pendengaran Rangga suara desa*an Achel terasa sangat merdu dan membuat nya semakin bersemangat.
__ADS_1
"Apa sudah selesai?." tanya Achel sudah panas dingin dengan tubuh yang bergetar, permainan pria yang berpengalaman memang membuat merinding.
Rangga menatap kaget mendengar penuturan Achel barusan, apa Achel berpikir jika permainan nya hanya sampai di titik saling berciuman dan meraba beberapa titik saja?.
"Sayang bukan seperti itu cara main nya, ini bahkan masih awal sayang, belum sampai ke titik yang enak." jelas Rangga sambil mengusap pipi istrinya dengan gemas.
"Aku sudah tidak tahan, panas dan geli rasanya." kata Achel malu-malu.
"Baiklah kita ke inti nya, tahan ya sayang mungkin awal nya akan terasa sedikit sakit" jelas Rangga lagi
"Lakukan lah, aku penasaran." kata Achel sudah tidak tahan.
Rangga membuka satu persatu pakaian nya, begitupun dengan Achel yang juga membuka pakaian yang menempel di tubuhnya.
Sebenarnya dia ingin bermain dengan perlahan, tapi sepertinya Achel sudah menginginkan hal yang lebih, maka dari itu Rangga langsung tancap ke intinya saja.
Saat Rangga menciumi bagian leher jenjang nya Achel hanya bisa mengigit bibir bawahnya pelan, sensasi nya benar-benar membuat tubuhnya panas dingin.
Apalagi saat tangan nakal Rangga mulai seenaknya memainkan bagian dada nya, Achel benar-benar tidak tahan lagi..
Sampai..
Aaaaaa !!
Achel menjerit sakit saat merasakan sensasi yang sangat menyakitkan di bawah sana, rasanya seperti di tusuk-tusuk oleh sesuatu benda tumpu, dan Achel benar-benar merasakan sensasi sakit nya.
Rangga melakukan lagi permainan nya dengan masih mencium Achel agar Achel bisa sedikit melupakan rasa sakit nya, tapi dia salah Achel malah menangis.
"Sakit!, hiks !! " jerit Achel saat Rangga melepaskan tautan bibir nya.
"Iya tau, makanya tahan ya sayang."
"Aku ngak tahan, Hiks.."
"Sabar sayang, ini hanya sakit sementara."
Beginilah kalau bermain dengan gadis polos, Rangga harus bisa menahan hasrat nya yang menggebu itu, memberikan jeda sebentar agar Achel tidak terlalu syok dengan rasa sakit nya lagi.
Beberapa menit berlalu, Achel mengeliat saat merasakan sensasi yang akan di keluarkan oleh bagian intim nya sekarang.
Seperti ingin pipis, Achel menutup matanya perlahan, tangan nya masih memegang erat-erat pinggir seprei.
Sampai..
Ahkk!!
Tubuh Achel bergetar hebat tak kalah merasakan sensasi pelepasan nya yang untuk pertama kalinya.
__ADS_1
Rangga yang masih belum merasakan pelepasan nya masih terus melakukan nya.
Dia memberikan jeda sebentar untuk Achel merasakan pelepasan keduanya, sedangkan dirinya sendiri masih belum mengeluarkan pelepasan nya, entah dia yang tahan dan memang hot, atau karena dia sudah lama tidak merasakan nya, makanya sekali merasakan jadi tahan lama.
"Kapan selesainya? sayang." tanya Achel yang kini sudah melupakan rasa sakit nya.
"Bentar lagi, aku masih belum merasakan nya." sahut Rangga di sela permainan nya.
"Merasakan apa, ahk..aku sudah pipis tiga kali, maaf." Achel malu saat mengatakan dia pipis tiga kali.
Rangga tersenyum di sela permainan nya, istrinya benar-benar sangat menggemaskan.
"Tidak apa pipis sesuka mu, dan aku akan merasakan pelepasan nya sebentar lagi, tahan ya sayang." jelas Rangga lagi.
Achel mengangguk, tapi beberapa saat kemudian dia merasakan cairan panas yang menerobos masuk ke intim nya, bahkan milik nya terasa sangat penuh.
Tanpa pikir panjang Achel langsung menjambak rambut Rangga.
Rangga ambruk di samping Achel setelah pelepasan nya.
Rangga membawa Achel ke pelukan nya, lama keduanya saling berpelukan dengan tubuh yang masih sama-sama polos.
"Terimakasih karena telah memberikan sesuatu yang paling berharga mu untuk ku." kata Rangga menatap mata bengkak Achel.
Memang saat di awal-awal permainan nya Achel menangis karena kesakitan, beruntung Rangga bisa memberikan ritme lebih pelan agar Achel tidak terlalu kesakitan.
"Sama-sama, jangan buat aku kecewa ya sayang."
"Aku janji akan selalu membahagiakan mu, aku mencintaimu."
"Aku juga mencintaimu, suami ku."
Karena lelah keduanya memilih tidur siang, ada kebahagiaan tersendiri di hati Rangga karena dia menjadi yang pertama mendapatkan kehormatan istri kecilnya, dia berjanji akan selalu menjadi suami terbaik untuk istri kecilnya.
"Tuhan aku mohon berikan aku umur yang panjang, aku ingin membahagiakan istri kecil ku, rasanya tidak ikhlas jika aku harus meninggalkan istri kecil ku yang menggemaskan ini, I love you honey." batin Rangga.
"Sekarang ataupun nanti, aku akan selalu mencintaimu suami ku, pria yang pertama dan terakhir untuk menjaga cinta ini, I love you my husband." batin Achel.
___________
๐น๐น๐น๐น๐น
Gimana udah panas dingin belum?.
Ngak terlalu pulgar soalnya malas revisi, ribet๐คง udah gitu lama riviews nya.
Segini cukup kan?.
__ADS_1
Karena aku baik jadi Jangan lupa like coment and Vote ya โฅ๏ธ biar aku tambah semangat ๐ dan mungkin bisa Double up๐คญ