
^^H A P P Y R E A D I N G^^
🌹🌹🌹🌹🌹
Di dalam kamar Achel nampak wajah Rangga yang menangis karena terharu mendengar ucapan Dokter, dia masih berasa mimpi karena akhirnya dia akan memiliki seorang anak.
"Sayang ko nangis sih." Achel terkekeh melihat suaminya yang menangis.
Achel tau ini adalah keinginan suaminya sejak lama, Rangga memang sudah sangat menginginkan seorang anak dari Achel, dan beruntung nya sekarang Tuhan telah memberikan kepercayaan itu padanya.
Cup..
Satu kecupan mendarat di kening sang istri tercinta nya.
"Aku bahagia, terimakasih sayang." kata Rangga sambil tersenyum.
Achel ikut meneteskan air mata nya, lalu memberikan kecupan di pipi suaminya.
Cup..
"Aku juga bahagia, makasih juga untuk kasih sayang kamu." ucap Achel sambil memeluk suaminya.
Dokter yang memeriksa Achel hanya terdiam di dekat jendela setelah memeriksa Achel, dan sekarang dia harus menyaksikan tontonan romantis yang di perlihatkan Achel dan Rangga.
Sama hal nya di kamar Achel, di kamar sebelahnya tepatnya di kamar yang di tempati Dilla kedua pasangan yang baru menikah satu bulan itu juga merasakan rasa bahagia yang amat dalam.
Akhirnya setelah penantian nya yang cukup lama yaitu 21 tahun, Zico bisa menjadi seorang Ayah di usianya yang sudah kepala 4, tidak ada hal yang menggembirakan lagi selain kabar kehamilan sang istri.
"Aduh." pekik Dilla.
"Kenapa sayang?." tanya Zico panik.
"Anak kifa nendang, nih." celetuk Dilla konyol yang sekita mengundang tawa Zico dan si dokter.
"Ko ketawa sih." tanya Dilla.
"Sayang janin yang masih muda ngak akan bisa nendang, anak kita masih berbentuk gumpalan darah tau." jelas Zico.
Yang membuat Dilla melirik suaminya.
"Masa sih, tapi ko aku ngak tau ya." kata Dilla konyol yang langsung di jawab dengan kecupan singkat di bibir nya.
Cup..
"Kamu gemesin, makasih ya sayang." kata Zico sambil tersenyum bahagia.
Dilla mengangguk kecil, dia memilih menikah muda dan melepaskan masa muda nya, tapi apalah artinya masa muda nya di bandingkan dengan cinta dari pria pilihan hatinya.
"Anak kita cwe atau cwo dok?." celetuk Dilla bertanya.
Membuat Dokter dan Zico hanya menggeleng-gelengkan kepalanya karena pertanyaan Dilla itu sangat aneh.
Sedangkan di luar sebagian anggota keluarga yang semula hadir di acara lamaran Lucas dan Kinara satu persatu mulai pulang, seperti Bian dan Lisa yang di sibukkan dengan Ziel dan Zelo, Boy dan April yang pulang mendadak karena Deon yang menangis.
Kini tinggallah tiga keluarga yang berbahagia, Papih Kiano dan Mamih Anaira yang bahagia karena akhirnya Kinara di lamar, Mami Nana dan Papi Andrian serta Mommy Kelle dan Daddy Rico yang sama-sama sedang menunggu kabar baik nya.
"Bagaimana Dok?." tanya Mommy Kelle dan Mami Nana bersamaan saat melihat dua dokter yang keluar dari kamar yang di tempati Achel maupun Dilla.
Dua dokter itu hanya terdiam, lalu..
Ceklek..
Pintu terbuka, menampilkan wajah sumringah Dilla maupun Achel, begitupun dengan suami-suami nya yang sama-sama tersenyum.
Membuat semua mata yang melihat nya ikut tersenyum, karena mereka merasa ada aroma kabar baik yang akan mereka dapat.
__ADS_1
"Achel." panggil Mami Nana.
"Dilla." Panggil Mommy Kelle.
"Aku hamil." ucap Achel dan Dilla bersamaan sambil tersenyum.
Hamil?
"Pi, akhirnya kita punya cucu." kata Mami Nana.
"Iya Mi, akhirnya kita bakalan punya cucu." melirik Papih Kiano dengan wajah meledek.
Membuat Papih Kiano hanya menggelengkan kepalanya, dia memang selalu kalah star dari ketiga sepupu nya, baik masalah menikah punya anak maupun memiliki cucu.
Achel langsung memeluk Papi nya, begitupun dengan Dilla yang memeluk Daddy nya.
menghiraukan Mommy Kelle dan Mami Nana yang menunggu giliran di peluk.
"Ekhem." kedua wanita yang menolak di sebut tua itu mendeuhem.
Membuat Achel dan Dilla terkekeh pelan.
"Sayang Mami." kata Achel memeluk Mami Nana.
"Sayang Mom." kata Dilla memeluk Mommy Kelle.
Ucapan selamat pun di dapatkan Achel dan Dilla dari semua anggota keluarga nya, terkecuali dari pasangan yang baru bertunangan yang kini entah pergi kemana.
"Pih Ara kemana sih? dari tadi ngak kelihatan." tanya Mamih Anaira baru sadar jika putrinya menghilang entah kemana.
Papih Kiano mengadahkan pandangan nya ke semua arah, mencari sosok putri kesayangan nya.
"Mungkin Ara pergi sama Lucas, biarin aja lagi pula Papih tau Ara pasti pandai menjaga diri." kata Papih Kiano.
Mamih Anaira tidak mah berkomentar lagi tentang sang putri, Kinara memang selalu seperti itu dan percuma kalau dia terus mengeluhkan nya paling ujung-ujungnya Kinara akan di bela suaminya lagi.
"Ara foto yuk." ajak Lucas.
Dia ingin memamerkan foto tangan nya yang sudah memiliki cincin pertunangan.
seperti yang di lakukan beberapa teman-teman nya yang lain nya.
"Ngapain ihk, lebay banget pake foto-foto an segala." sahut Kinara acuh.
"Ayo dong Ara, biar orang tau kalau kamu itu punya aku." kata Lucas lagi membuat Kinara tertawa.
"Lebay ihk kamu, ya udah sini." Kinara menepuk kursi nya agar lebih berdekatan.
Sampai akhirnya jadilah beberapa foto yang sama sekali tidak ada keromantisan nya.
baik Kinara maupun Lucas sama-sama tidak pandai bergaya ataupun berpose di depan kamera.
"Coba senyum Ara." kata Lucas.
"Banyak gaya banget nih tunangan aku." dengkus Kinara tapi tetap melakukan nya.
Lucas mengelengkan kepalanya lalu memegang pipi Ara.
"Itu namanya nyengir cantik, senyum sayang senyum." kata Lucas tidak sengaja memanggil sayang.
Membuat Kinara terkekeh pelan.
"Cie cie manggilnya udah sayang-sayangan nur." sahut Kinara lagi sambil terkikik geli.
"Ara yang bener, dong lihat foto nya miring." ucap Lucas. "Sekali lagi ya, ayo yang bener dong foto nya biar bagus hasilnya." lanjut Lucas.
__ADS_1
Kinara terkekeh pelan mendengar ucapan Lucas.
mau tidak mau dia harus berpose cantik sesuai dengan apa yang di inginkan tunangan nya.
Dan ya Lucas berhasil mendapatkan foto yang pas untuk di kirimkan ke akun sosial media nya.
tidak perduli dengan beberapa komentar orang yang di luaran sana, dan tidak perduli dengan banyak nya followers nya yang akan hilang karena jeleus dengan Kinara.
"Ara." panggil Lucas.
"Heum." sahut Kinara sambil tersenyum karena melihat caption di foto yang di kirimkan Lucas di akun sosial media nya.
"Milik ku, dia milik ku." caption Lucas di foto yang di unggah nya.
Lucas menatap Kinara, membuat jantung Kinara berdegup dengan kencang.
"Makasih ya karena kamu mau menerima aku." kata Lucas.
Membuat Kinara tersenyum.
"Makasih juga udah mau nerima gadis tomboi ini." sahut Kinara sambil tersenyum.
"Ara."
"Iya."
"Boleh aku cium kamu?." tanya Lucas.
Mendengar ucapan Lucas membuat Kinara melotot dan seketika langsung memberikan bogeman nya.
"Pilih aja mau di tonjok atau di tendang?." kata Kinara dingin.
"Ara, aku serius." kata Lucas.
"Aku dua rius." sahut Kinara.
"Ara." rengek Lucas lagi.
Membuat Kinara menatap Lucas tajam lalu mengusap pipi Lucas.
"Mereum." kata Kinara.
Lucas mengangguk dan melakukannya.
Kinara tersenyum pelan melihat Lucas yang memejamkan mata nya, dia menempelkan lengan nya untuk menutupi bibir Lucas lalu memberikan ciuman sesuai yang di minta Lucas.
"Udah." kata Kinara.
"Ara, kamu menipu."
"Ngak nipu, aku cium tempel ko, lagian ngapain cium-cium kan kita ngak halal, entar kalau udah ciuman malah mau nambah gimana?."
"Ya lanjut."
Bukkk !!
Lucas mendapatkan pukulan di lengan nya, bukan nya meringis Lucas malah tertawa karena berhasil menggoda Kinara.
"Ngapain ketawa?." tanya Kinara cemberut.
"Aku makin sayang sama kamu, I love you Ara."
________
🌹🌹🌹🌹🌹
__ADS_1
Jangan lupa like coment and Vote ya kak ♥️