Istri Cantik Tuan Muda Kejam 2

Istri Cantik Tuan Muda Kejam 2
Saran sang Opa.


__ADS_3

^^H A P P Y R E A D I N G^^


🌹🌹🌹🌹🌹


Bian menatap ke tiga pria paruh baya di depan nya dengan tatapan sebal, karna ketiga istri pria paruh baya itu di gagal menjalankan malam sunah rosulnya, tidak dapat merasakan hangatnya malam Jumat yang dikatakan horor untuk kaum jomblo.


Ketiga pria paruh baya yang di tinggalkan istrinya itu nampak sedang bercengkrama mengobrol sambil menunggu jam tayang sepak bola kesayangan nya.


"Menurut kalian siapa yang akan memenangkan pertandingan nya?." tanya Opa Rafa.


"Tentu saja timnas kebanggan ku, mereka kan raja nya." sahut Opa Rey dengan antusias.


Segera Opa Zex menyenggol lengan kakak ipar nya, "Timnas kebanggaan mu sebentar lagi K.O dengan timnas unggulan ku, lihat saja mereka pernah memenangkan 2 kali berturut-turut dalam dua tahun ini, sudah pasti mereka yang akan menang." sungut Opa Zex ikut menimpali.


"Sombong, lihat saja siapa yang akan menang nanti." Opa Rey memandang remeh pada Opa Zex.


"Siapa takut." Opa Zex balik menatap remeh kakak iparnya.


Huhh...


Jika sudah begini Bian hanya bisa menggelengkan kepalanya melihat interaksi kedua aki-aki yang berstatus ipar itu, tidak heran kenapa keduanya menjadi ipar apalagi melihat kelakuan kedua Oma nya yang tak lain istri dari dua Opa nya yang sedang ribut mempermasalahkan siapa pemenang pertandingan sepak bola.


Lain hal nya dengan Opa Rafa yang nampak menikmati kopi panas nya, sesekali Opa Rafa melirik ke arah cucu nya yang nampak cemberut bak tutut.


"Kenapa? apa ada Maslaah?." tanya Opa Rafa, kepo melihat cucunya yang menampakan wajah kesal.


Bian menghela nafasnya pelan lalu melirik Opa nya. "Tidak apa, hanya kesal." sahut Bian singkat.


Jelas Opa Raffa melihat wajah ketidaksukaan nya Bian saat berada di sekelilingnya dan teman-teman nya, "Hari apa sekarang?." tanya Opa Rafa pada teman nya.


Opa Rey dan Opa Zex yang semula berselisih tentang pemenang permainan sepak bola langsung kompak melihat pada Bian, dan yang di tatap hanya memasang wajah kesal.


"Astaga hari ini hari Jumat, apa istrimu mengabaikan mu?." tanya Opa Rey menahan tawa nya.

__ADS_1


Hening Bian tak menjawab membuat ketiga pria paruh baya itu seketika tertawa, membuat Bian kesal karna ketiga Opa nya tidak mengerti dirinya.


Sadar akan kekesalan sang cucu tersayang, Opa Rafa langsung menepuk punggung cucu nya dengan pelan. "Tidak apa, mereka pada wanita memang selalu berubah-ubah mood nya, tidak perlu khawatir nanti juga istrimu akan kembali lagi." kata Opa Rafa memberikan semangat.


"Ibu hamil memang seperti itu, bahkan saat Oma mu dulu hamil permintaan nya membuat kami terjebak, tapi kita mendapatkan keuntungan besar yaitu kita bisa lebih dekat dengan jodoh kita, benar kan Zex." Rey berkata dengan senyum nya, lalu menyenggol adik iparnya.


Opa Zex mengangguk, masih teringat jelas di ingatan nya saat permintaan Oma Ririn saat mengandung Papa nya Bian, dimana dia harus melakukan liburan ke tempat yang sangat jauh dari keramaian, bahkan Opa Zex masih ingat betul jika ciuman pertamanya dia berikan pada Oma Hanny saat sedang berlibur bersama di tempat terpencil itu.


"Coba belikan makanan kesukaan nya atau barang kesukaan nya, biasanya ibu hamil akan senang jika di belikan barang kesukaan nya." ucap Opa Zex memberikan solusi.


Bian terdiam memikirkan apa yang di ucapkan Opa Zex barusan, barang yang di sukai istrinya? seketika Bian teringat akan sesuatu hal yang belum pernah dia lakukan bersama Lisa selama mereka menikah.


"Terimakasih Opa, aku tau apa yang harus aku lakukan sekarang." ucap Bian wajah nya nampak tersenyum mengembang.


Ketiga Opa nya kompak memasang wajah cool nya, jelas saja mereka pandai pengalaman menikah selama empat puluh tahun jelas membuat mereka tau hal apa saja yang di sukai seorang istri, meski terkadang wanita memiliki sifat yang berbeda-beda tapi jelas pengalaman hidup selama enam puluh tahun lebih membuat mereka lebih tau banyak hal.


Di tempat lain tepat nya di mansion tengah hutan milik Bian nampak Boy yang sedang duduk dengan santai nya, di depan nya nampak sosok yang tidak asing sedang menatapnya dengan penuh kebencian.


Jelas saja dia marah, siapa yang tidak marah jika tiba-tiba ada segerombolan pria yang menculik nya dan yang membuat nya marah lagi ternyata dalang dari penculikan nya adalah sosok yang kini tengah dia benci.


Boy menatap wajah cantik April dengan senyum mengembang, tidak salah dia memilih April sebagai calon istrinya, selain cantik April juga nampak cerdas dan yang lebih penting dari keluarga yang kaya.


"Jangan marah-marah April, kamu tau wajahmu yang cantik jelita itu akan jelek jika kau marah pada pria setampan, dan sekaya diriku ini." kata Boy dengan wajah percaya diri.


Cihh..


Narsis sekali pria di depan nya, benar-benar pria hidung belang yang tidak tau malu, sudah melakukan kesalahan masih saja tidak tau malu dan tidak ingat akan kesalahan terbesar nya padanya.


"Antar aku pulang, aku tidak mau disini bersama mu pria gila." sungut April dengan wajah marah nya.


Boy menggeleng. "Tidak semudah itu, kamu harus setuju dulu dengan permintaan ku." kata Boy, dengan senyuman devil nya.


Membuat April merinding melihat senyuman yang terukir di wajah Boy si pria bejat yang merenggut keperawanan nya, "Aku tidak ada lagi urusan nya dengan mu, setelah apa yang kau lakukan aku bahkan tidak mengacaukan kehidupan mu, tapi kenapa kau malah kembali mengusik kehidupan ku, hah!." April benar-benar tidak bisa menahan emosi nya.

__ADS_1


Itulah yang tidak Boy sukai dari April, emosian dan juga galak, apalagi kalau sudah marah April benar-benar sama persis dengan Mommy nya, sama-sama galak.


"Aku paham dengan apa yang telah aku lakukan, maka dari itu aku menemui ku kembali, aku akan bertanggung jawab untuk mu, aku akan menikahi mu April." Boy berkata dengan wajah yang seserius mungkin, mencoba meyakinkan wanita di depan nya.


Namun bukan nya terharu April malah tertawa garing mendengar kata yang terucap dari pria bule di depan nya.


Plakkk...


April memberikan tamparan di wajah tampan Boy, membuat pria yang selalu memuji ketampanan nya itu meringis merasakan sakit di area aset berharga nya.


"Wajahku, kenapa kau menamparku hah!." pekik Boy terlihat marah.


"Kau pantas mendapatkan tamparan itu, bahkan lebih dari itu, dan tamparan itu tidak berarti apa-apa di bandingkan dengan sejuta luka yang kamu taburkan pada wanita yang di tiduri mu." kata April tegas, hilang sudah kesabaran nya, dia benar-benar tidak bisa bersikap baik pada si bule narsis di depan nya.


Jedar...


Bagai di sambar petir tengah bolong, Boy benar-benar kaget mendengar ucapan April barusan, seorang Giorgino Boy Febrian di tolak? what? wanita di depan nya benar-benar tidak bisa di spelekan, dan hal itu tentu membuat Boy merasa lebih penasaran untuk mengenal sosok April.


"Aku tidak perduli, aku akan menikahi mu secepatnya." kata Boy, dia tetap teguh pada pendirian nya.


April ingin melayangkan tinjuan nya pada Boy, namun hal itu jelas lebih dulu di ketahui Bog dan berakhir cekakan di tangan April.


"Jangan marah-marah, sudah ku bilang kecantikan mu akan luntur." sambung Boy lagi sambil tersenyum manis.


Di tepis tangan Boy oleh April, "Jangan sentuh aku dengan tangan kotor mu, dan satu hal lagi aku tidak sudi menikah dengan pria narsis sepertimu." tegas April sambil menatap tajam Boy.


___________


🌹🌹🌹🌹🌹


Peran April ngak lemah ya guys, jadi untuk Boy siap-siap aja banyak nelan ludah karna April yang tidak bisa di rendahkan.


Jangan lupa jejak, ♥️

__ADS_1


__ADS_2