Istri Cantik Tuan Muda Kejam 2

Istri Cantik Tuan Muda Kejam 2
Bahaya datang


__ADS_3

^^H A P P Y R E A D I N G^^


🌹🌹🌹🌹🌹


Lisa menutup bibirnya saat mendapatkan kabar kematian Han, pria yang memiliki sejuta misteri di kehidupan nya, mantan tetangga nya sekaligus orang di balik penculikan kedua orang tuanya.


Banyak kejanggalan setelah kematian Han, apalagi setelah kata-kata terakhir saat pertemuan nya di rumah sakit beberapa hari lalu.


"Hati-hati Lisa, Jangan terkecoh dengan sosok yang kamu anggap baik, kamu tidak akan tau seperti apa mereka di balik semua itu."


Polisi mengatakan jika Han meninggal dengan beberapa luka tembakan, dan polisi juga memperkirakan jika kematian Han adalah karena percobaan pembunuhan berencana karena di tubuh Han juga terdapat luka benturan yang di perkirakan itu adalah luka bekas jatuh atau tabrakan.


"Kamu kenapa sayang?." tanya Bian, sambil mendekati Lisa yang nampak mematung setelah mendengar kabar kematian Han.


Lisa duduk, dia tidak tau harus berekspresi seperti apa, apa dia harus lega karena orang yang mengajahati nya kini telah tiada? atau sebaliknya apa dia harus sedih karena bagaimana pun Han pernah ada di saat hari-hari sedih nya dulu saat menjadi janda?.


Huhh..


"Tidak apa sayang, hanya kaget." kata Lisa sambil menatap ke sembarangan arah.


Bian melihat perubahan istrinya merasa aneh, dia juga merasa ada yang jangal dengan kematian Han yang tiba-tiba, kesannya seperti di sengaja.


Yang dia pelajari dari musuh-musuhnya yang lalu, seharusnya Han melakukan hal-hal di luar pemikiran nya, tapi dia salah pria itu bahkan tidak melakukan apapun untuk menyakiti Lisa, dan malah menculik mertuanya saja tanpa membuat ulah lain nya.


"Aku harus mencari tau siapa yang membunuh Han, aku rasa di balik kematian Han pasti ada banyak kesan tersembunyi, dan Han adalah kuncinya." gumam Bian sambil mengusap kepala istrinya dengan lembut.


Keduanya sudah ada di rumah, kondisi Mama Dini dan Papa Heri juga sudah melewati masa kritisnya, keduanya siuman sehari sebelum polisi mengabari kematian Han, dan Itu sedikit membuat Bian aneh.


Kematian Han seolah menukarkan dua nyawa yang semula hampir tidak tertolong, dan Han adalah pengganti nya.


"Hari ini kamu di rumah saja, biar aku saja yang menjaga Mama dan Papa." kata Bian.


Lisa mengangguk kondisinya sekarang memang merasa sedikit cape, dia juga ingin istirahat apalagi kehamilan nya kini sudah enam bulan dan perut nya juga sudah besar karena dia hamil anak kembar.


"Aku mau ke rumah Mama Alena, tolong antarkan aku ke rumah Mama ya sayang." pinta Lisa, di rumah memang ada beberapa penjaga, tapi entah kenapa Lisa merasa takut jika berdiam di rumah, dia lebih memilih tinggal bersama mertuanya, Lisa yakin rumah mertuanya lebih aman.


Selain itu Lisa juga memiliki teman bicara, dia butuh sosok yang bis menjadi sandaran di saat keluh kesah nya, dan Mama Alena adalah sosok ibu mertua yang sangat sensasional, wanita yang selalu menjadi panutan nya.

__ADS_1


"Baiklah, ayo." ucap Bian mengulurkan lengan nya.


"Gendong." kata Lisa manja.


Bian tersenyum, dengan senang hati dia menggendong sang istri tercintanya.


di perjalanan tak henti-henti nya Lisa melihat ke luar jendela, sedangkan Bian nampak fokus menyetir dengan tatapan lurus ke depan.


Sampai tiba-tiba dari arah yang berhadapan sebuah mobil nampak mengarah ke arahnya, membuat Bian melotot beruntung dia langsung sigap menghindar.


Srett..


"Aw..


Pekik Lisa langsung replek memegangi perutnya.


"Kamu tidak apa?." tanya Bian khawatir.


Lisa menggelengkan kepalanya, "Tidak, hanya terkejut saja, ada apa? kenapa bisa oleng?." tanya Lisa, sambil melihat suaminya.


"Maafkan Daddy sayang." Bian mengelus perut istrinya. "Aku juga tidak tau kenapa mobil di depan seperti sengaja mengarah ke arah mobil kita, sepertinya mereka sengaja ingin mencelakai kita." sambung Bian sambil melihat ke spion luar yang memperlihatkan mobil hitam yang langsung melaju dengan cepat.


"Sayang." Lisa menyenggol lengan suaminya.


Bian langsung tersadar dari lamunan nya, lalu menatap Lisa, "Kita harus cepat." kata Bian langsung tancap gas.


Lisa melihat Bian yang nampak gelisah membuatnya replek memegang tangan suaminya. "Jangan khawatir, aku akan baik-baik saja." kata Lisa mencoba menenangkan suaminya.


"Kamu akan tinggal bersama Mama, atau Oma, aku mau kamu aman." kata Bian.


Tak ada jawaban, Lisa merasa itu terlalu berlebihan, tapi melihat wajah suaminya Lisa tidak bisa menolak perintah suaminya, ini semua demi keselamatan nya.


"Ini demi kamu, dan bayi kita sayang." sambung Bian.


"Aku tau, tidak apa aku mau di rumah Mama ataupun Oma." kata Lisa seraya tersenyum.


Mobil Lisa sampai di rumah Mama Alena, nampak Lisa yang langsung mendapatkan pelukan hangat dari sang mertua.

__ADS_1


"Kalian kesini kenapa tidak mengabari Mama dulu?, Mama kan jadi tidak membuatkan mu puding kesukaan mu." kata Mama Alena masih dengan memeluk menantu kesayangan nya.


"Tidak apa Ma, kita bisa membuat nya lain kali, lagi pula Lisa sedang tidak mau makan yang manis-manis." sahut Lisa seraya tersenyum.


Sedangkan di ruang tamu nampak Bian yang masih memperlihatkan wajah khawatir nya, dan hal itu dapat di lihat oleh Arka yang memang mengetahui seperti apa sifat putranya.


"Ada apa? kenapa dengan wajahmu?." tanya Papa Arka sambil melihat putranya.


Bian menatap pria matang yang masih nampak berkharisma di usianya yang sudah matang.


"Tadi aku hampir saja kecelakaan." kata Bian sambil menyeruput teh manis nya.


Arka membulatkan matanya mendengar ucapan putra nya.


"Kenapa bisa? kau pasti ceroboh." sungut Papa Arka hampir marah.


"Aku tidak ceroboh Pa, tapi sepertinya ada orang yang ingin mencelakai istriku." ucap Bian, membuat Papa Arka semakin melotot.


Siapa yang berani menganggu keselamatan anak dan calon cucu nya?, apa mereka sudah bosan hidup kembali membangkitkan amarahnya?.


"Siapa? katakan pada Papa siapa yang berani menganggu keselamatan mantu dan calon cucu papa?." Papa Arka menampakan raut wajah menahan emosi nya.


"Aku tidak tau siapa mereka, tapi aku yakin semua itu pasti ada kaitan nya dengan kematian Han, pria yang menculik mertua ku." ucap Bian.


Papa Arka terdiam, dia kembali mengingat apa besan nya pernah punya Masalah dengan orang lain?, tapi dia rasa tidak, Papa Heri adalah teman sekaligus rekan bisnisnya, dan Papa Arka tau banyak tentang berapa banyak musuh Papa Heri.


"Kita harus bicarakan semua ini pada Opa, Papa yakin Opa dan rekan nya akan membantu masalah kita." ucap papa Arka.


Bian mengangguk. "Ya, itu lebih baik, tapi Lisa tidak mengijinkan aku untuk terlibat dalam hal berbau darah." kata Bian lagi.


"Dan membiarkan istri dan anak mu dalam bahaya?, tenang saja, Papa akan ikut andil dalam masalah ini, mereka harus tau seperti apa lawan yang mereka usik saat ini, Papa akan mengumpulkan keluarga kita agar keselamatan Lisa dan bayinya aman." Papa Arka berucap santai.


Sudah lama tidak bermain dengan senjatanya, dan Papa Arka yakin jika keluarga nya akan membantunya, terutama Daddy nya pasti Opa Rafa akan maju paling depan meski kondisi tubuhnya yang sekarang tidak semuda dulu lagi.


___________


🌹🌹🌹🌹🌹

__ADS_1


Jangan lupa jejak, ♥️


__ADS_2