Istri Cantik Tuan Muda Kejam 2

Istri Cantik Tuan Muda Kejam 2
Campur tangan Mama Alena.


__ADS_3

^^H A P P Y R E A D I N G^^


🌹🌹🌹🌹🌹


Plakkkk..!!


Satu tamparan berhasil Mama Alena berikan pada pipi putra bungsu nya.


tidak habis pikir dengan Arfan yang masih suka pergi bersama gadis lain selain Syifa.


"Mam."


"Berhenti memanggilku, aku tidak punya putra yang memalukan seperti mu." teriak Mama Alena sambil menatap tajam wajah putra bungsu nya yang menunduk.


Kemarin malam Mama Alena melihat putranya sedang makan siang di cafe bersama gadis lain, membuat nya curiga dengan pernikahan putranya yang selama sebulan ini tidak pernah terdengar ke telinga nya.


Yang dia tau hanya Arfan dan Syifa yang hidup menjalin pernikahan dengan bahagia, dia tidak memikirkan masalah buruk, karena Mama Alena ingin putranya bisa mengurusi masalah nya sendiri karena sejak Arfan memutuskan untuk menikah itu tandanya putra nya susah ingin memulai kedewasaan.


Tapi sekarang dia harus mendapatkan kabar dari orang suruhan nya jika pernikahan putranya tidak dalam keadaan baik, bahkan beberapa Vidio dan foto juga memperlihatkan Arfan yang selalu pulang pagi.


"Katakan pada Mama, apa yang kau mau saat ini hah!." tanya Mama Alena semakin kecewa.


Arfan tak menjawab, dia hanya menunduk diam.


Syifa menangis melihat Arfan yang terkena kemarahan mertuanya, Arfan memang sering pergi sore pulang pagi, tapi ini bukan salah Arfan, Syifa paham Arfan masih marah padanya.


"Mam, sudah."


Syifa berjalan mendekati mertuanya.


"Bukan Arfan yang salah, tapi aku yang salah." kata Syifa sambil menatap mertuanya.


Mama Alena menggelengkan kepalanya.


"Tidak, bukan kamu yang salah sayang, Mama tau kamu itu ngak salah, tapi disini Arfan yang salah karena dia telah menjadi pengecut dan pecundang yang bersembunyi di balik kata kecewa."


Ucapan Mama Alena membuat Syifa tertegun, apa ini artinya mertuanya tau satu hal?.


Mama Alena membawa tubuh kecil menantunya ke pelukan nya, membuat Syifa tiba-tiba terisak-isak.


"Kamu pantas bahagia, dan pria yang tidak bisa menerima kekurangan mu adalah pria bodoh, pria yang tidak bisa melihat kekurangan nya sendiri, jika dia mencintai mu dia tidak akan melihat mu dari sisi pandang nya ego nya, tapi dia akan menjadikan mu ratu nya, bukan sebaliknya." kata Mama Alena seraya mengelus punggung menantunya.

__ADS_1


Pernah di posisi yang sama dengan Syifa membuat Mama Alena prihatin, dia tau baik Syifa maupun Arfan keduanya tidak ada yang salah, tapi takdir mereka yang salah karena mempertemukan mereka di usia yang masih labil.


Seharusnya dia mempertimbangkan permintaan mertuanya, putranya belum cukup dewasa untuk bersikap.


Syifa adalah korban dari kebejatan seseorang, dan disini mungkin Mama Alena juga sedikit menyayangkan karena Syifa tidak mau jujur pada Arfan sebelum pernikahan nya.


Tidak mudah mungkin menceritakan kisah masa lalu, apalagi masa lalunya cukup membuat nya trauma berat bahkan yang mempengaruhi masa depan nya.


"Syifa katakan pada suamimu kalau kamu bukan seperti yang dia pikirkan, kamu harus memberikan penjelasan mu, meski fakta itu tidak mudah untuk di terima." kata Mama Alena masih memeluk Syifa di pelukan nya.


Arfan menangis dalam diam, Pecundang?, pengecut? Arfan hanya melampiaskan kekesalan dan kekecewaan nya saja.


"Mam." panggil Arfan seraya berjalan mendekati Mama nya.


"Mama kecewa pada kamu Arfan.! "


Setelah mengatakan itu Mama Alena pergi begitu saja, meninggalkan Syifa yang menangis dengan Arfan yang masih mematung di tempat nya.


"Kenapa pernikahan kedua putraku selalu memiliki masalah yang sama, Albiansya putra sulung ku dan Arfansya putra bungsu ku,. keduanya sama-sama membuat luka di hati istrinya, sama seperti Arkasya dulu padaku."


Kini tinggallah Arfan dan Syifa.


keduanya hanya diam tanpa saling menyapa meski jarak keduanya hanya beberapa langkah saja.


menghela nafas panjang sampai akhir nya dia mengakan kejujuran nya.


"Aku pernah di tiduri tetangga ku, dia datang saat orang tuaku sedang bekerja, waktu itu aku hanya berusia tujuh tahun, aku belum paham akan hal yang sering dia lakukan padaku, yang aku tau dia adalah kakak baik karena selalu memberikan ku makanan di saat aku kelaparan."


Syifa menjeda ucapan nya.


"Pernah aku berontak, tapi dia selalu mengatakan jika saat besar nanti dia akan menjadi penjaga ku, dia akan menjadikan ku ratu, waktu itu aku hanya seorang gadis kecil yang masih minim pengetahuan, aku selalu percaya apa yang dia katakan meski aku sebenarnya menolak apa yang dia lakukan."


Air mata perlahan jatuh tak tertahankan mengenai pipi Syifa.


"Tapi aku hanyalah gadis kecil, aku hanyalah anak yang masih berusia tujuh tahun, aku tidak mengerti apa yang di lakukan nya padaku, aku tidak mengerti."


Syifa menangis sejadi-jadinya, Arfan masih diam dan belum berekspresi apapun.


"Tapi kamu bisa mengakan nya dari awal, mungkin aku tidak akan sekecewa ini padamu."


Akhirnya Arfan mengeluarkan unek-unek yang selama ini dia tahan.

__ADS_1


"Apa kamu pernah bertanya pada ku? apa kamu pernah membiarkan aku untuk bisa mengatakan masa lalu ku, apa kamu pernah sedikit saja bisa mendengar ku?."


Arfan diam, nyatanya dia memang tidak pernah membiarkan Syifa mengatakan sesuatu, bahkan untuk persetujuan pernikahan nya pun hanya karena Syifa merasa berhutang budi padanya, bukan keinginan hati Syifa sendiri.


"Kamu tau, sulit untuk aku mengatakan ini, tapi aku juga tidak bisa diam karena semakin kamu menjauhiku semakin menyedihkan pula diriku." Syifa menatap Arfan.


"Terserah padamu, aku akan menerima semua yang kamu putuskan, dan maaf kalau kamu merasa di bohongi oleh ku." kata Syifa sambil berjalan begitu saja melewati Arfan.


"Syifa."


Langkah Syifa terhenti karena Arfan memanggil namanya.


"Aku tidak akan menceraikan mu, mulai sekarang aku akan menerima mu, maaf karena sikap ku yang kekanakan." Arfan menghela nafasnya.


Berjalan mendekati Syifa, dan menggenggam tangan Syifa.


"Kita lupakan masa lalu, aku sadar akan kesalahan ku, dan setelah ini aku berjanji akan menjaga mu, karena aku baru sadar kalau aku mencintaimu." kata Arfan sambil memeluk Syifa.


Keduanya menangis sambil berpelukan.


usia keduanya memang masih labil tapi takdir mengatakan jika mereka harus bersatu, meski di awal pernikahan nya di penuhi dengan tangis.


Nyatanya tidak ada pernikahan yang berjalan dengan lancar, setiap perjalanan pasti asa rintangan nya.


setiap permasalahan itu memiliki kunci penyelesaian nya sendiri, dan Arfan memutuskan untuk kembali menerima Syifa.


Melupakan semua kekecewaannya yang berganti menjadi penyesalan nya, dan sekarang Arfan ingin kembali menerima Syifa, karena Arfan juga selalu merasa sakit jika melihat Syifa menangis.


Syifa membalas pelukan Arfan.


air matanya mengalir kembali, apalagi setelah mendengar ucapan Arfan yang mau mempertahankan pernikahan nya.


"Terimakasih, aku juga mencintaimu Arfan." kata Syifa sambil mempererat pelukan nya.


Arfan mengusap air mata yang membasahi wajah istrinya.


menatap Syifa lalu mencium pipi Syifa.


_________


🌹🌹🌹🌹🌹.

__ADS_1


Jangan lupa jejak, ♥️


__ADS_2