
^^H A P P Y R E A D I N G^^
🌹🌹🌹🌹🌹
Acara yang di tunggu-tunggu sudah berjalan lancar sesuai dengan rencana awal.
pemasangan cincin pun sudah di lakukan terlihat di jari manis kiri Achel dan Rangga yang sudah sama-sama memakai cincin couple.
Meski tak banyak tamu undangan acaranya masih tetap meriah, kumpulnya sanak saudara dari keluarga Parisky dan keluarga Rafasya pun menjadi pelengkap di hari bahagia nya Achel dan pria pilihan nya.
Di meja bundar nya nampak Achel Dilla Kinara, dan kedua pasangan nya.
ralat hanya Achel dan Dilla, tidak dengan Kinara yang menjadi nyamuk yang harus menonton kemesraan sepupunya.
Jika bukan acara besar Achel mana mau dia memakai pakaian seperti ini, tapi Mamih nya malah memaksanya untuk berdandan secantik mungkin.
Katanya biar ada yang suka, siapa jatuh cinta pada pandangan yang pertama, mana ada seperti itu, yang ada juga kalau sudah jatuh ya sakit.
"Achel."
"Hemm."
"Kamu cantik."
Blus..
Pipi Achel merona bak kepiting rebus, ucapan calon suami nya itu benar-benar membuat tubuhnya panas dingin.
Ini masih acara lamaran tapi rasanya sudah seperti mau malam pengantin, tegang dan juga bingung harus apa.
Uhukk.. uhukk..
"Kalian tebar pesona terus, bikin yang masih pacaran gagal fokus aja." goda Dilla yang sedang di suapi cake.
Jika dulu saat pernikahan Arfan dan Syifa, Dilla harus mencari alasan untuk memeluk Zico maka lain hal nya dengan sekarang yang berbeda, Sekarang Zico yang terus memandangi wajah Dilla, bahkan tak malu meladeni sikap manja Dilla.
"Syirik ya?, yang jomblo aja diem tuh, makanya cepet-cepet minta di lamar, kalau perlu langsung minta di sah in aja." sahut Achel ingin balas menggoda sepupunya.
Tapi sepertinya dia salah besar, Kinara yang memakai gaun dan make tipis-tipis nya nampak santai makan di samping Dilla.
Mengabaikan tatapan aneh kedua sepupunya dan semua orang yang memandang nya, dia tidak pernah perduli dengan apa kata orang tentang dirinya, menurut nya selagi dia tidak membuat ulah dan selama itu juga dia tidak perduli dengan tanggapan mereka.
"Suapin lagi sayang." pinta Dilla
Dan langsung mendapatkan anggukan kecil dari sang kekasih.
"Cie sayang." goda Achel lagi.
Kali ini cukup.. dia sudah menahan nya!, dan Kinara jengah ada di antara kedua sepupunya yang menyebalkan.
Tiba-tiba Kinara berdiri, membuat Dilla Achel dan yang lain nya replek melihat ke arah nya.
Malu di tatap oleh sekeliling nya membuat Kinara langsung duduk lagi.
__ADS_1
Dan pada akhirnya melampiaskan kekesalan nya pada makanan di piring nya.
Jika di meja bundar Dilla dan Achel terlihat Kinara yang bad mood, maka lain halnya dengan meja panjang yang di peruntukan untuk keluarga besar Parisky dan keluarga besar Rafasya, Mereka nampak menikmati jamuan yang sudah di sajikan pihak catering.
"Achel sudah besar, tinggal menunggu satu lagi menuju sah." kata Papa Arka yang tidak menyangka jika mantan asisten matre alaihim gambreng nya yang sudah memiliki menantu.
"Dan setelah itu aku akan kesepian tanpa anak." sahut Papi Andrian dengan helaan nafas kasar nya.
Yang mana hal itu membuat Daddy Rico yang sedari tadi diam langsung ikut menyahut.
"Lebay, kau bisa meminta putri mu untuk segera membuat anak, masalah selesai bukan?." ujar Daddy Rico santai.
Uhukk..
Uhukk..
Semuanya ikut terbatuk-batuk mendengar ucapan mantan Casanova hot itu, sudah tua tapi kemesuman malah semakin menjadi-jadi.
"Hey, dasar mesum, suruh saja Putri mu untuk membuat anak, putri ku bukan kucing."
"Memang manusia tidak membuat anak?, hey pak tua apakah sudah setua ini membuat kau melupakan cara bercinta?."
Obrolan nya malah semakin panas, beruntung tamu undangan sudah pulang dan yang tersisa hanyalah sanak keluarga inti saja.
Para wanita hanya bisa melanjutkan acara makan nya.
Dan mengatakan satu kata..
Drama di mulai..
tapi meski demikian hubungan mereka tetap harmonis dan selalu menjaga kekeluargaan nya, karena itu adalah pesan dari orang tua mereka.
Mungkin diantara mereka hanya Papih Kiano lah yang santai dengan wajah tenang nya, seperti opa Zex di masa hidupnya dulu selalu santai dengan ocehan kedua teman nya.
dan semua itu menurun juga pada Kinara putri nya.
Tiba-tiba suara tangisan Babby Arsy menggema, membuat Syifa dan Arfan memilih undur diri dari area menegangkan itu.
Saat acara cekcok mantan pesaing cinta Mommy Kelle mulai adu mulut, hal itu di gunakan oleh bocah yang ada di kolong meja yang sedang sedang sibuk dengan aksi nakal nya.
Saat keluar dari kolong meja Zelo langsung mendapatkan pelotottan kakak kembaran nya, Ziel.
"Ngapain?." tanya Ziel.
"Ngak ngapa-ngapain ko."
"Bohong hidung nya goyang tuh."
"Ngak ihk, ngak goyang."
Saat Ziel akan mengadukan kenakalan adiknya pada sang Mom, tapi baru saja Ziel akan melangkah tiba-tiba Zelo menarik ujung jas yang di kenakan nya, membuat jas itu sobek.
Melihat tatapan maut sang kakak membuat Zelo menelan ludahnya, tanpa pikir lama Zelo langsung berlari, dan berakhir kejar-kejaran yang tak ada cape nya.
__ADS_1
Sedangkan Papi Andrian dan Daddy Riko yang sedang baru beranjak berdiri di buat bungkam dengan sepatu yang penuh saus cabai.
dan yang membuat mereka melongo adalah gambar nya yang abstrak.
"Mami sayang." panggil Papi Andrian.
"Ngak ada lap aja sendiri, nih tisue nya." Mami Nana memilih berjalan ke arah mobil nya, dia lebih memilih untuk menunggu di mobil saja.
"Mom cantik." Panggil Daddy Rico.
Mommy Kelle melihat ke arah suaminya, lalu ke arah sepatu yang di pakai suaminya.
dan menatap ke arah kuku-kuku cantik nya.
"Daddy ngak liat ya kalau tangan Mom itu baru beres medi pedi?."
Achel sang calon pengantin nampak terlihat bahagia, sepanjang perjalanan pulang tatapan nya tak lepas dari wajah pria yang membuat dia melupakan faktor U (usia).
Dia tidak perduli dengan semua kata orang, cinta tidak bisa di paksa untuk siapa dan di balas oleh siapa, Cinta adalah rasa sederhana yang tidak bisa di ungkapkan, dan hanya bisa di rasakan oleh orang yang sedang jatuh cinta.
"Makasih untuk pembuktian nya." kata Achel.
"Apakah kamu senang Babby?." tanya Rangga.
"Babby?."
Rangga tersenyum, satu tangan nya yang menggenggam tangan Achel langsung mencium tangan Achel dengan gemas.
"Babby adalah panggilan baru kita, dan kamu juga harus panggil aku Daddy."
"Kenapa?." tanya Achel tidak mengerti.
"Usia mu dan usia ku sangat jauh, rasanya akan sangat mengundang tanggapan aneh dari masyarakat luar jika aku memanggil mu Sayang."
"Jadi kamu malu mengakui ku di umum?." tanya Achel kecewa.
Dengan cepat Rangga menggeleng, dia bahkan langsung menghentikan mobilnya di pinggir jalan.
Rangga menatap Achel, dan langsung mendapatkan balasan tatapan penuh pertanyaan dari mata indah Achel.
"Dengarkan aku sayang, aku tidak malu mengakui mu di umum, bahkan kalau perlu aku akan memberi tahu semua mahluk di bumi ini jika kamu adalah milik ku, tapi semuanya berbeda sayang, yang aku khawatirkan adalah tanggapan orang tentang hubungan kita, aku takut kamu___" ucap nya terjeda karena Achel tiba-tiba mengeluarkan suara nya.
"Aku ngak malu, aku cinta kamu dan kamu cinta aku, itu semua sudah cukup."
Dan setelah itu Rangga langsung memeluk Achel, butuh waktu lama keduanya berpelukan sampai akhirnya suara ketukan kaca mobil membuat keduanya tersadar.
Bukk..
Bukk..
"Selamat Malam, tuan dan nyonya, apakah anda memiliki SIM?."
________
__ADS_1
🌹🌹🌹🌹🌹
Jangan lupa jejak ♥️