Istri Cantik Tuan Muda Kejam 2

Istri Cantik Tuan Muda Kejam 2
Keinginan Boy.


__ADS_3

^^H A P P Y R E A D I N G^^


🌹🌹🌹🌹🌹


Boy menatap aneh wajah sepupunya yang nampak kusut, tidak biasanya Bian terlihat tidak bersemangat seperti ini, apalagi setelah Bian dan Lisa bersama lagi, yang Boy lihat hanya senyuman manis yang terukir dari wajah calon ayah itu.


"Kau ini kenapa?." tanya Boy, kepo.


Bian menoleh ke arah sepupunya lalu menghela nafasnya kasar.


"Aku bertemu dengan Reyhan." kata Bian dengan wajah menahan kesal.


"Suami mantan pacar mu?." sahut Boy lagi.


"Ya, menurut mu siapa lagi." sungut Bian sewot.


Apa sepupunya sedang cemburu? Boy benar-benar tidak paham dengan sikap sepupunya, bukan nya Bian yang memutuskan untuk tidak bersama dengan Rere dan memilih rujuk dengan Lisa, lalu sekarang apa lagi?.


Bian kembali mengingat pertemuan nya dengan Reyhan tadi rumah sakit, saat matanya beradu pada suami dari mantan kekasih nya.


Sebenarnya Bian tidak kesal dengan Reyhan hanya saja melihat Reyhan Bian merasa malu, dia pernah berniat mengambil Rere dari pria alim itu, dan yang di perebutkan hanyalah wanita yang tidak bisa menghargai arti pernikahan, benar-benar lucu.


Di tambah lagi Lisa yang sekarang sedang merajuk, bahkan tadi saat pulang dari rumah sakit Lisa malah meminta di antar ke rumah Oma Opa nya.


"Ayolah, kau belum move on? Astaga apa kurang nya Lisa? apa goyangan nya jelek? atau kau yang kurang berstamina? aku punya banyak obat kuat, kau mau yang mana aku akan memberikan semua merek mahal untuk mu." kata Boy, dengan gaya nya yang angkuh.


Shitt..


"Diamlah sialan, suara bising mu membuat aku semakin kesal." kata Bian dengan kesal.


Sepupunya yang satu ini memang selalu membicarakan hal-hal berbau ranjang, membuat Bian heran kenapa dia memiliki sepupu yang menyukai hobby gila.


"Baiklah aku akan keluar, haha.. tapi jika kamu mau bertanya cara bermain di ranjang lagi, jangan lupa hubungi aku." Boy berkata lagi.


"Cepat menikah, agar kau tau rasanya memiliki istri yang mood nya berubah-ubah." Bian beranjak dari sofa, lalu duduk di kursi kebesaran nya.


Boy terdenyum menyeringai, memang niatnya ke perusahaan sepupunya adalah untuk berkonsultasi tentang perihal warisan nya.

__ADS_1


"Itu yang ingin aku bicarakan padamu, menryut mu wanita seperti apa yang pantas untuk ku?." Boy duduk di kursi yang ada di depan meja kerja Bian.


Bian melihat wajah sepupunya, tidak ada keseriusan sedikitpun dari mimik wajah sepupunya itu, membuat dia menggelengkan kepalanya.


"Jangan main-main Boy, kau harus melihat pernikahan ku, di awali dengan main-main dan kau lihat sekarang hubungan ku dan Lisa kita harus saling menyakiti, meski pada akhirnya dia memaafkan ku, tapi aku yakin kau seberuntung diriku."


Boy mengangkat sebelah alis nya ke atas, dia merasa tidak perlu khawatir dengan apa yang akan terjadi di masa mendatang, karna tujuan awal nya hanya untuk mengambil posisi CEO saja.


"Aku bertanya dengan sungguh-sungguh, katakan padaku seperti apa wanita yang pantas untuk menjadi istriku." Boy mengulang pertanyaan nya lagi.


Sebenarnya dia bisa saja memilih sendiri, tapi untuk sekarang sepertinya Boy akan meminta bantuan sepupunya, dia tau Bian sangat hafal dengan sikap nya, dan Bian pasti tau wanita seperti apa yang cocok dengan nya.


"Apa di club malam kau tidak menemukan pemuas mu? apa mereka kurang hot?." Bian malah balik bertanya.


Boy menggelengkan kepalanya, jika ada sudah pasti dia akan menculik wanita itu, tapi bukan itu masalah nya, dia tidak mau menikahi gadis yang tidak memiliki harga diri, meski seorang penjahat wanita tapi dia juga menginginkan istri yang bisa menjaga nama baik nya.


"Aku tidak mau wanita seperti itu, mereka hanya mau uangku." kata Boy, dengan helaan nafasnya kasar.


Bian menatap wajah sepupunya, melihat kesungguhan dari sepupunya dan yang dia lihat hanyalah wajah menyebalkan milik Boy.


"Kau bisa menikahi wanita yang kau ambil kesucian nya, tidak ada salahnya jika kau bertanggung jawab dengan apa yang telah kau perbuat." kata Bian akhirnya memberikan saran nya.


"Aku tau siapa yang akan ku nikahi, tubuhnya memabukkan." kata Boy bersemangat, lalu beranjak berdiri dari duduk.


Tak menunggu jawaban dari Bian, Boy malah berjalan dengan riang keluar dari ruangan Bian, membuat Bian menggelengkan kepalanya melihat tingkah Boy yang semakin menjadi-jadi.


"Dasar gila." Sungut Bian kesal.


Tring.. (Anggap aja notif pesan).


Bian melirik ponselnya yang menyala, lalu dia mengambil dan mengusap ponselnya, di lihat nya ada notif pesan dari istri nya.


"Jangan mengangguku, aku akan tidur dengan ketiga Oma ku, bye."


Bian menghela nafasnya kasar setelah membaca pesan singkat yang di kirimkan istri nya, kesal tentu saja, apalagi hari ini adalah hari Kamis, dan sudah di pastikan Lisa ingin menyiksa nya secara tidak langsung.


"Dia benar-benar mengabaikan ku." gumam Bian dengan wajah sedihnya.

__ADS_1


Di dalam mobil Boy nampak sedang berbincan dengan seseorang di sebrang telpon nya.


"Bawa wanita itu ke tempat ku, dua jam lagi." ucapnya sambil menatap lurrus ke luar mobil.


"Baik tuan muda." kata seseorang di sebrang telpon.


Tut..Tut..


Boy menutup panggilan nya sepihak, lalu mengusap layar ponsel nya.


"Nona Aprilia, gadis itu akan menjadi istriku, ya..dia akan menjadi istri dari pria setampan setajir diriku." gumam nya sambil tersenyum menyeringai.


Setelah mengatakan itu Boy langsung mengendarai mobilnya dengan kecepatan kencang, mobil sport milik nya membelah jalanan yang tidak terlalu ramai.


Sedangkan di tempat lain tepatnya di rumah besar Rafasya nampak Lisa yang sedang menjadi princess, dimana dia di layani oleh ketiga Oma nya.


Oma Ririn yang sedang membuatkan cemilan untuknya, Oma Dian yang bercerita tentang pengalaman nya saat hamil dan Oma Hanny yang sedang menatap layar ponsel lebih tepatnya melihat barang-barang untuk bayi.


"Ini bagus, baju nya warna nya pink." ucap Oma Hanny.


Lisa melihat nya, lalu dia ingat akan kelamin calon anaknya yang akan berjenis kelamin laki-laki.


"Oma twins berjenis kelamin laki-laki, sepertinya warna pink tidak cocok, Maaf Oma." kata Lisa merasa tidak enak hati.


Oma Ririn duduk dengan beberapa makanan yang di bawanya, "Laki-laki? Astaga buyut kita laki-laki guys." kata Oma Ririn sambil mendudukkan bokong nya di sofa, terlihat dari wajahnya nampak antusias.


Berbeda dengan Oma Dian dan Oma Hanny yang nampak terdiam, membuat Lisa heran.


"Oma kenapa?." tanya nya menatap kedua Oma nya.


Oma Dian dan Oma Hanny saling melirik. "Tidak apa, Oma hanya teringat tentang anak Oma." ucap Oma Hanny.


Oma Ririn yang mengerti dengan perasaan teman nya langsung memegang tangan Oma Hanny. "Mereka sudah tenang, jangan sedih lagi, ayo makan." ucap Oma Ririn mengalihkan pembicaraan nya, jika terus membicarakan masalah anak sudah pasti kedua teman nya akan sangat sensitif.


___________


🌹🌹🌹🌹🌹

__ADS_1


Jangan lupa jejak, ♥️


__ADS_2