
^^H A P P Y R E A D I N G^^
🌹🌹🌹🌹🌹
Lisa menatap dua bayi mungil yang tubuhnya banyak di alat medis itu, perlahan air matanya jatuh saat melihat kedua bayi kembar nya sedang mengeliat, terharu sekaligus kasihan karena bayi nya harus berjuang hidup dengan bantuan alat medis.
Bian yang berdiri dengan tangan yang memegang roda yang di duduki sang istri nya hanya bisa menatap kedua putra kembar nya dengan senyuman nya.
"Mereka sangat mungil sayang." Lisa berucap sambil memegang kaca penghalang antara dia dan kedua bayi nya.
Kedua bayi nya memang di tempatkan di tempat khusus, proses persalinan yang masih belum cukup bulan membuat bayi harus di rawat secara intensif, dengan bantuan alat dan tenaga medis.
Kesehatan bayi prematur memang membutuhkan keseriusan, selain kesehatan nya yang lemah, organ tubuhnya juga belum berkembang sempurna, maka dari itu para dokter menempatkan cicit dari pemilik rumah sakit tempat mereka bekerja di ruangan NICU, ruangan khusus untuk bayi prematur dengan proses penjagaan dua puluh empat jam.
"Kamu benar sayang, lihatlah mereka mengeliat." ucap Arka sambil melihat kedua bayinya yang kembali mengeliat.
Rasa sakit yang Lisa rasakan saat sebelum persalinan seolah sirna saat melihat sosok dua malaikat kecilnya, dan tergantikan dengan rasa syukur karena telah di beri kepercayaan dengan melahirkan dua putra kembar nya.
Kini statusnya kembali bertambah menjadi istri sekaligus seorang ibu dari dua putra kembar nya.
"Sayang apa kamu sudah punya nama untuk bayi kita?." tanya Lisa sambil melirik suaminya.
Bian terdiam, lalu mengangguk.
"Untuk kakak nya aku beri nama Azielsya Ammar Raid, dan untuk adik nya aku beri nama Azelosya Ammar Raid, bagaimana?." Bian melirik balik istrinya.
Alena tersenyum sambil mengangguk.
"Aku setuju, namanya bagus aku harap mereka berdua menjadi anak-anak yang sholeh dan bertanggung jawab." ujar Lisa kini beralih melirik sosok bayi kembar nya.
Seolah paham dengan obrolan kedua orang tuanya Aziel dan Azelo kembali mengeliat bersamaan, membuat Lisa dan Bian ikut tersenyum melihat Aziel dan Azelo yang seperti setuju dengan nama yang mereka berikan pada bayi kembar itu.
"Hallo Aziel..Azelo, ini Mommy sayang, cepet sembuh ya sayang biar kita bisa kumpul bersama, Mommy menyayangi kalian Aziel, Azelo." lirih Lisa sambil terisak.
Rasa bahagia bercampur haru selama tujuh bulan dia mengandung dengan penuh rintangan, kini telah lahir dua bayi kembar yang sangat tampan.
__ADS_1
Setelah melihat dua bayi kembar nya Lisa kembali ke ruangan nya, begitupun dengan Bian yang kini tengah mengusap kepala istrinya dengan penuh sayang.
"Mau tidur sekarang?." tanya Bian.
Lisa menggeleng pelan, dia belum mengantuk. "Ngak ahk, aku mau di peluk kamu aja." kata Lisa manja.
Bian terkekeh dan langsung menuruti keinginan sang istri, Bian naik ke ranjang sang istri, beruntung ukuran ranjang istrinya cukup besar membuat Bian bisa ikut berbaring di samping istrinya.
Pelukan hangat penuh sayang Bian berikan pada sosok wanita yang telah melahirkan putra nya, Lisa menggesek-gesekan kepalanya ke dada suaminya, mencari kenyamanan di dada Bian.
"Kenapa?." tanya Bian saat Lisa menatap nya.
Bukan nya menjawab Lisa malah membalas pelukan nya, rasanya dia tidak percaya jika kini dirinya telah melahirkan anak dari pria yang di cintai nya, bahkan bukan hanya itu Lisa juga mendapatkan cinta suci dari pria tampan yang memiliki sikap arogan itu.
"Aku mencintaimu." ucap Lisa kembali memeluk tubuh pria yang kini sedang memeluk nya.
Bian tersenyum. "Aku juga mencintaimu, sangat." sahut Bian sambil mengecup kening istrinya.
Ceklek.. pintu terbuka.
Mendengar suara cempreng yang tidak asing membuat Lisa dan Bian seketika mengangkat wajahnya dan melirik ke arah pintu.
Disana terlihat sosok yang tidak asing sedang nyengir kuda di ambang pintu, tak lupa dengan wajah menyabalkan nya membuat Bian hendak melepaskan pelukan nya tapi di tahan Lisa.
"Tidak apa, dia adik mu, kenapa harus malu?." Lisa tersenyum senang setelah mengatakan itu.
"Arfan kapan kamu pulang? kenapa tidak memberi kabar?." tanya Lisa pada adik ipar nya.
Arfan memang kuliah di luar negri, usianya baru dua puluh tahun.
dia tinggal di luar negri bersama dengan Tante Anaira dan om Kiano.
"Aku ingin memberikan surprise untuk kedua keponakan ku." sahut Arfan lalu dia menyengir lagi. "Kakak sejak kapan si mister arogan ini bucin padamu?." sambung Arfan sedikit berbisik, membuat Bian yang masih bisa mendengarkan ucapan adiknya langsung ingin memberikan pukulan ke wajah adik tengil nya itu.
"Sialan kau." Bian berniat berdiri, namun lagi-lagi Lisa menarik tubuh Bian lagi.
__ADS_1
"Jangan berdiri, aku masih mau di peluk kamu sayang." kata Lisa manja.
Hal itu membuat Arfan menganga, tidak menyangka jika kakak nya kini sudah takluk pada Lisa, kakak ipar nya.
"Astaga kakak ipar kau benar-benar bisa membuat kakak ku takluk padamu, aku bangga padamu kakak." kata Arfan sambil tertawa.
Lisa tersenyum malu, tentu saja dia bisa menaklukkan hati suaminya, Bian telah terikat padanya dan tidak akan pernah lepas darinya karena Lisa sudah memiliki dua anak dari nya.
Arfan berjalan ke sana kamari dan pada akhirnya dia langsung duduk di sopa.
matanya terarah pada sosok kedua kakak nya yang masih betah berpelukan di atas ranjang pasien itu.
"Sampai kapan kalian seperti itu, kak." tanya Arfan yang lama kelamaan merasa jengah melihat kemesraan yang di ciptakan dua pasutri itu.
Bian yang mendengarnya melirik adik nya. "Tentu saja sampai kami puas." sahut Bian tersenyum mengejek.
Cupp...
Bian malah mengecup bibir istrinya sekilas dan hal itu berhasil di lihat oleh kaca mata Arfan, membuat Arfan merasa kesal bisa-bisa nya kakak nya berbuat kejam padanya dengan berciuman di depan nya.
"Kalian berdua benar-benar menyebalkan, lebih baik aku pulang ke rumah Mama dari pada terus melihat kalian yang terus bermesraan." sungut Arfan sebal, lalu berdiri.
Saat ingin berjalan ke luar ruangan itu Arfan kembali melirik kedua kakak nya yang masih belum ingsyaf mengumbar kemesraan di depan nya itu.
"Selamat untuk anak pertama dan kedua mu kak, aku tidak menyangka jika kakak ku yang galak itu sangat pandai bermain di ranjang, good job kak, jangan lupa ajari aku cara membuat anak sekali tancap langsung dua." Arfan berbicara sedikit berteriak.
Dan saat melihat tatapan tajam dari kakak nya buru-buru Arfan pergi keluar ruangan panas itu, begitulah Arfan sosok yang pecicilan dan tengil, membuat Bian heran kenapa Arfan memiliki sifat yang kontras dengan keluarga nya.
"Arfan benar-benar gila, bocah itu tumbuh menjadi pemuda yang sangat tengil." sungut Bian heran.
Lisa terkekeh. "Tidak apa, Arfan adalah pelengkap di kelurga besar kita, keluarga kita memerlukan sosok Arfan yang ceria dan periang, meski ya sedikit tengil." kata Lisa sambil tertawa.
__________
🌹🌹🌹🌹🌹
__ADS_1
Jangan lupa jejak, ♥️