
^^H A P P Y R E A D I N G^^
🌹🌹🌹🌹🌹
Kehidupan adalah rahasia Tuhan, dan tidak ada satupun manusia yang tau kapan seseorang akan kembali menghadap sang pencipta.
rencana adalah sebuah wacana, dan semua yang sudah di rencanakan akan kalah dengan ketetapan dan takdir ilahi.
Seminggu setelah berpulang Oma Ririn dan Opa Rafa ternyata bukan akhir dari kisah cerita mereka, dimana satu persatu teman terdekatnya ikut menghembuskan nafas terakhir nya dengan kurun waktu yang berdekatan.
Opa Zex dan Opa Rey telah pergi meninggalkan kedua istri tercinta nya, Opa Zex meninggal setelah dua hari pemakaman Opa Rafa dan Oma Ririn, sedangkan Opa Rey ia meninggal setelah satu Minggu pemakaman adik iparnya, Opa Zex.
Kesedihan di tinggalkan ternyata membuat kesehatan Oma Hanny dan Oma Dian kian menurun, keduanya ikut menyusul suami nya yang menghadap sang pencipta.
Ya Oma Dian dan Oma Hanny menhembuakan nafas terakhirnya di hari yang sama dengan perbandingan waktu yang berbeda menit.
Haru biru tangis seolah mengurung keluarga Rafasya dan Parisky, meninggal nya para Opa dan Oma membuat mereka sadar jika tidak ada yang bisa menghindari kematian, jika ajal sudah tiba maka tidak ada waktu yang tersisa, dan yang di bawa hanyalah amal.
Kisah cinta Opa Rafa dan Oma Ririn akan menjadi kenangan yang indah di hati para anak dan cucunya, begitupula dengan kisah cinta Opa Zex dan Oma Hanny, Opa Rey dan Oma Dian, yang akan sama pula menjadi kisah cinta yang bersejarah untuk keluarga nya.
Cinta yang tidak semula membenci, tidak mengenal cinta, dan cinta yang salah menjadi awal mula kehidupan tiga pria yang jauh dari kata sempurna itu.
______
"Siapa gadis yang bersama mu waktu itu?." tanya mommy Kelle.
dia ingin menanyakan masalah ini sudah sejak lama, dia jelas melihat tiga kali Boy membawa seorang gadis ke pemakaman kakak nya.
"Mom pls.. I already said I don't want my personal affairs to be interfered, I don't like it."
"Mom pliss.. aku sudah bilang aku tidak mau urusan pribadi ku di campuri, aku tidak suka." tegas Boy.
Mommy Kelle menghela nafas nya panjang.
"Tapi Mommy harus tau siapa gadis itu, jika dia pacarmu bawa dia kesini, jangan membuatnya seperti kekasih ranjang mu yang lain nya, kau paham maksud Mommy." kata Mommy Kelle lagi.
Boy mengambil gelas berisi air minum nya,
__ADS_1
dan menghabiskan setengah nya, selera makan nya menghilang setelah mendengar ucapan Mama nya.
"Mau kemana?, kalau orang tua ngomong itu dengerin bukan malah pergi." Mommy Kelle mulai meradang karena sikap putranya yang tidak bisa di ajak bicara baik-baik.
"Aku sudah tidak lapar." sahut Boy ingin pergi, namun terdengar suara yang menggema di ruangan itu, membuat Boy menghela nafasnya kesal.
"Duduk, dia wanita yang melahirkan mu apa kau tidak tahu adab menghargai ibumu? bule." Daddy Rico yang sedari tadi menjadi pendengar mulai membuka suara nya, dia tidak suka dengan sikap Boy yang seenak nya begitu.
"Siapa gadis itu, apa dia wanita malam mu?." tanya Mommy Kelle lagi.
"Dia bukan wanita malam, dia bukan wanita seperti itu." tegas Boy dengan lantang, membuat Daddy Rico menatap putranya tajam.
"Kecilkan suara mu jika berbicara dengan Mommy mu." kata Daddy Rico takalah tegas.
Lalu jika bukan wanita seperti itu siapa gadis itu?, kenapa putranya membawanya ke acara pemakaman kakaknya Minggu lalu, apa jangan-jangan wanita itu adalah kekasih putranya?.
Mommy Kelle semakin kepo.
"Dia bukan kekasih ku, dia sudah memiliki kekasih." lanjut Boy, lalu beranjak berdiri dan berjalan pergi meninggalkan ruangan makan.
Setelah kepergian Boy Mommy Kelle menatap suaminya.
Daddy Rico mengangguk setuju, dia memang sudah sangat mendambakan Kirana untuk menjadi menantu nya, selain cantik Kirana juga miliki kepribadian yang sangat baik, bahkan Kirana juga sangat berprestasi sejak di bangku sekolah.
"Kita akan membuat acara lamaran nya Minggu depan, Boy akan menerima perjodohan nya karena Kirana adalah yang terbaik untuk nya." sahut Daddy Rico ikut menyetujui usulan istrinya.
April menatap sosok di depan nya dengan tatapan aneh, tumben sekali pria sejuta pesona yang selalu memuji diri sendiri itu bisa diam, biasnya pria itu akan mengoceh dengan kata-kata yang penuh dengan pujian untuk diri sendiri.
Apa dia salah makan?
"Apa rencana selanjutnya?." tanya Boy tiba-tiba.
"Kita akan mengikuti kemana ibu tiri ku pergi, aku perlu tau siapa saja yang ikut serta dengan kejahatannya." kata April dengan tatapan tajam nya.
Boy melirik April dengan wajah yang tidak biasa.
"Apa balas dendam bisa membuat mu bahagia?." tanya Boy.
__ADS_1
Apa maksud nya?.
April diam seribu bahasa, dia juga tidak tau kenapa alasan dia ingin balas dendam, tapi kebencian nya akan ibu tirinya benar-benar membuat nya buta segalanya, apalagi ibu tirinya yang telah membuat hidupnya sengsara seperti ini.
"Kenapa diam?." tanya Boy lagi.
"Aku tidak tau, yang aku rasakan hanya kekesalan saat melihat sosok yang membuatku berada di titik ini malah asyik tertawa di atas penderitaan ku." kata April sambil membalas tatapan yang di berikan pria bernetra biru itu.
Boy tersenyum mendengar ucapan April, seperti nya April memang tidak seperti yang ada di dalam pikiran nya, dia bukan sosok yang lemah bahkan mudah melupakan rasa sakitnya, atau pendendam.
"Tidak perlu mengikuti nya, aku sudah mendapatkan semua yang kamu ingin tahu." kata Boy lagi.
April menatap Boy ragu, setahunya akhir-akhir Minggu ini Boy sangat sibuk dengan acara pemakaman keluarganya, dan April tidak melihat Boy melakukan apapun selain pergi ke acara tahlilan keluarga nya.
"Jangan bercanda." sergah April tidak percaya.
"Aku serius, ibu tiri mu berniat untuk membunuh Papa mu, dan dan dia sedang hamil." kata Boy santai.
Namun ekspresi tidak percaya di perlihatkan oleh April, tidak.. dia tidak akan membiarkan Gladis ibu tirinya menyakiti Papa nya, terlepas dengan apa yang di lakukan Papanya dulu padanya, April tetap menyayangi Papa nya.
Dan untuk kehamilan Gladis?, April yakin jika itu bukan anak dari Papa nya, ia yakin jika Gladis Pasti berselingkuh.
Dan April harus mengungkapkan kejahatan Gladis pada Papanya secepatnya.
"Bantu aku untuk memberikan bukti kejatahatan Gladis, aku mohon." kata April sambil menatap Boy dengan wajah yang mengiba.
Boy tertegun, apa ini artinya April tidak akan balas dendam? atau malah sebaliknya? jujur saja dia merasa jika acara balas dendam untuk putri nya bukanlah hal yang benar, Boy sekarang sedang mempersiapkan bukti-bukti kejahatan orang-orang yang membunuh putri nya, dia akan melibatkan polisi dalam hal ini.
Ia tidak mau kehidupan nya sama rumit nya dengan Bian dan keluarga Mommy nya yang lain nya, yang kehidupan nya selalu memiliki drama musuh.
"Baiklah, aku akan membantu mu, tapi libatkan polisi, musuh akan bertambah banyak jika bukan hukum yang bertindak." kata Boy bijak.
entah kenapa setalah mendengar cerita cinta Opa nya Boy menjadi takut, dia tidak mau hidup seperti Oma nya yaitu Oma Alira yang berakhir tragis karena ulah dari perbuatannya sendiri.
_______
🌹🌹🌹🌹🌹
__ADS_1
Jangan lupa jejak, ♥️