Istri Cantik Tuan Muda Kejam 2

Istri Cantik Tuan Muda Kejam 2
Kamu cantik.


__ADS_3

^^H A P P Y R E A D I N G^^


🌹🌹🌹🌹🌹


Pagi harinya Dilla yang bangun lebih pagi dari suaminya langsung mencoba melepaskan pelukan suaminya.


tapi bukan nya terlepas Dilla malah merasa jika lilitan di pinggang nya itu semakin erat.


"Sayang, aku harus bangun. aku harus masak." ucap Dilla sambil mengusap pipi suaminya.


"Ngak boleh, aku masih mau meluk istri cantik aku " sahut Zico yang masih santai memejamkan mata nya.


Dilla tersenyum kecil, dengan gemas dia mencubit hidung mancung suaminya membuat Zico replek membuka mata nya.


dan saat Zico sudah membuka mata nya Dilla langsung mendaratkan sebuah kecupan di pipi suaminya.


Cup..


Cup..


"Jangan bangunkan sesuatu yang sudah tertidur, kalau sudah bangun nanti kamu yang repot sayang." ucap Zico sambil menatap wajah Dilla yang baru bangun tidur.


Cantik!


"Emang kalo bangun bakal ngapain? gituan lagi? ngak ahk masih sakit." kata Dilla sambil membuang wajah nya ke samping.


Dan hal itu tentu saja membuat Zico gemas dan langsung mengubah posisinya menjadi duduk, dengan santai dia menarik tengkuk istrinya dan mencium rakus bibir pink alami milik sang istri, bukan hanya itu Zico juga ******* habis bibir Istri nya membuat Dilla hampir saja kehabisan nafas.


Hemphh..


Dilla menggelitik perut suaminya agar Zico menghentikan aktivitas berciuman nya, Dilla tidak mau suaminya malah menjadi tergoda untuk melakukan hal yang lebih dari ini karena jujur saja area bagian paha nya masih terasa sakit.


Haha.!!


"Geli sayang."


"Biarin, rasain tuh balasan nya, udah tau aku masih junior."


"Junior? berarti kan harus banyak dari senior dong." sahut Zico santai sambil menarik sebelah alisnya ke atas.


Dilla langsung menaruh satu jari nya di depan bibir, seolah memberi isyarat untuk Zico tidak bersuara lagi.


"Jangan macam-macam, bekas semalam aja masih sakit." kata Dilla sambil beranjak turun dari tempat tidur.


Membuat Zico langsung ikut mengikuti langkah istri kecilnya yang tertatih-tatih.


Ada senyuman bahagia saat Zico melihat istri nya yang berjalan seperti itu karena ulah nya, tadi malam dia benar-benar sudah memiliki Dilla seutuhnya.


"Mau kemana sayang, aku bantu ya jalan nya." Zico ikut membantu Dilla berjalan.


"Aku mau masak, laper banget." sahut Dilla sambil terus melangkah dengan di bantu suaminya.


Sesampainya di dapur minimalis nya Dilla langsung memasak di bantu suaminya, Zico bagian memotong bawang dan Dilla yang menyiapkan wajan.


"Masak nasi dulu ya."


"Ehk aku lupa sayang, kaya nya persediaan beras habis deh." ucap Zico yang ingat jika dia memang tidak memiliki persediaan beras, beberapa waktu ini dia kan fokus dengan pernikahan nya jadi Zico melupakan masalah bahan makanan di rumah nya.


Dilla terdiam sebentar lalu dengan santai menggoyangkan ponselnya.

__ADS_1


"Kita pesan nasi sama ayam aja, nah jadi sekarang aku mau mandi aja deh." Dilla berjalan keluar dari area dapur minimalis nya.


"Ngak jadi masak nya?." tanya Zico yang sudah memotong bawang-bawangan dan sayuran yang tadi di pilih Dilla.


Dengan santai nya Dilla menggelengkan kepalanya.


"Kan udah pesen, ngapain harus masak lagi coba?." Dilla menaikan sebelah alisnya ke atas.


Membuat Zico menghela nafas nya panjang, kalau tau akhirnya seperti ini dia mungkin tidak akan mau memotong bawang-bawangan ini, istri nya benar-benar mengerjai nya.


Dilla melihat wajah Zico yang terlihat kesal, dia pun tersenyum misterius lalu dengan santai nya dia bersiul pelan.


membuat Zico yang mendengar siulan nya langsung melirik ke arah Dilla.


"Om ganteng, main yuk." ucap Dilla dengan senyuman menggoda nya.


Glekkk..


Sekali lagi Zico sudah mulai terpancing, hawa panas mulai menerpa nya, tanpa basa basi dia berjalan mendekati Dilla dan langsung menarik pinggang istrinya.


Tapi saat tangan Zico yang satu nya lagi ingin menyentuh pipi Dilla dan menarik tengkuk istrinya tiba-tiba Dilla menutup hidung nya.


"Ihk bau ihk.. jorok ihk bau bawang!."


Apa!!


Istrinya benar-benar selalu ada saja alasan saat detik-detik seperti ini.


"Aku cuci tangan dulu ya."


Dan setelah mencuci bersih tangan nya akhirnya Zico dan Dilla melakukan siang panas kedua nya, yang tentunya penuh dengan desah*n dan kepuasan bersama.


Zico yang sedari tadi menunggu istrinya hanya menggelengkan kepalanya melihat Dilla yang terus berkutat dengan alat make up nya.


"Sayang ini sudah jam 7 lebih, maks up kamu kapan selesainya?." ucap Zico yang secara tidak langsung menyindir istri nya.


Dilla yang sedang menatap pantulan wajah nya di cermin itu melirik sekilas ke arah suaminya, lalu kembali melakukan aktivitas merias wajah nya lagi.


"Aku kan harus dandan cantik sayang, saingan yang mau deketin suami aku kan banyak." sahut Dilla.


"Lagian ya sekarang ini kita akan ke rumah nya Nek Kinan, kalau aku ngak dandan cantik nanti kalah saing lagi sama Nek Kinan, apalagi Nek Kinan kan centil nya pake banget, pasti bentar lagi juga ganjen lagi sama kamu." lanjut Dilla lagi.


Ingatan akan Nek Kinan yang selalu mengatakan jika Zico adalah calon berondong nya selalu Dilla ingat.


Dan Dilla akan antisipasi jika suatu saat Nek Kinan kembali berulah lagi.


Apalagi dari banyak nya tetangga kenapa hanya mereka yang di undang?, kenapa yang lain nya tidak? bahkan kah itu aneh?.


Mendengar ucapan istri nya membuat Zico gemas, secara tidak langsung Istri nya telah memperlihatkan kecemburuan nya, dan tentu saja itu sangat membuat nya senang bukan main.


Zico berjalan mendekati istrinya, dengan santai dia mencium lembut pipi istri nya.


Cup..


"Makasih."


Hah?.


"Untuk apa? makasih!." tanya Dilla sambil berdiri, mencoba mensejajar kan tubuhnya dengan suaminya meski kenyataan nya Dilla tetap lah lebih pendek dari suami nya.

__ADS_1


Zico menatap Dilla dengan lekat lalu tersenyum.


"Makasih karena kamu udah cemburu, ya meski cemburu nya salah alamat, masa iya cemburu sama nenek-nenek."


"Iya Nenek-nenek, tapi Nenek satu ini tuh beda, ganjen dan suka berondong kaya kamu."


"Kamu cantik."


Blus..


Wajah marah seketika berubah menjadi malu-malu, bahkan pipi nya merah merona bak kepiting rebus.


"Kamu denger baik-baik ya sayang, mau kamu pakai make up atau tanpa make up pun kamu akan selalu terlihat cantik di mata ku, jadi ngak perlu dandan berlebihan seperti ini, kamu tetap cantik dan seksi ko." kata Zico sambil tersenyum.


"Gombal kamu." sahut Dilla malu-malu.


Kini keduanya sudah duduk di meja makan Apartemen Nenek Kinan, Dilla menatap sekeliling nya yang ternyata penuh dengan panjang foto anak cucu nya.


"Terimakasih sudah datang Tuan, nona, saya dan istri sangat senang sekali karena Tuan dan nona berkenan menghadiri acara makan malam sederhana untuk perayaan pernikahan ke tujuh saya." ucap Kakek Juan.


Hah? Tujuh?.


Dilla menatap tak percaya pada kakek Juan, lalu menelan ludahnya.


entah apa yang di pikirkan Dilla tapi sepertinya Dilla nampak ngeri mendengar kata tujuh kali menikah.


Lain hal nya Dilla yang terus melihat kakek Juan, Nek Kinan malah curi-curi pandang ke arah Zico, bahkan sesekali Nek Kinan mengedipkan sebelah matanya pada Zico, membuat Zico merinding.


Astaga..


Dilla yang ternyata melihat tingkah Nek Kinan langsung tersenyum kecut.


"Kek."


"Iya, nona."


"Kaya nya Nek Kinan cacingan deh, itu mata nya ngapain cob ngedip-ngedip terus, cacingan tuh pasti." kata Dilla santai sambil menatap puas pada Nek Kinan.


"Sayang?, kamu ngak apa?." tanya Kakek Juan khawatir.


Nek Kinan menggelengkan kepalanya.


"Ngak apa ko, ayo kita makan, Dilla bantuin aku yuk ke dapur buat siapin makanan nya."


Dilla menuruti ucapan Nek Kinan, Zico sebenarnya was-was takut jika Dilla malah melakukan yang aneh-aneh pada Nek Kinan.


Sedangkan di dapur Dilla langsung membawa yang di suruh di bawa oleh Nek Kinan, namun saat akan melangkah tiba-tiba Nek Kinan mengeluarlan suara nya membuat Dilla menghentikan langkah nya.


"Selamat atas pernikahan kamu, ternyata saya kalah jauh hebat kamu bisa dapatin cwo ganteng kaya Zico."


"Selamat juga buat pernikahan Nenek, jangan sia-sia kan seseorang yang ada di samping kita Nek, kita ngak akan tau sampai kapan kita akan mendapatkan orang yang benar-benar tulus sayang sama kita, kalau Nenek ngak mau kehilangan dan kesepian lagi lebih baik Nenek hargai seseorang yang sedang ada di samping Nenek." kata Dilla bijak, dan setelah itu berjalan pergi meninggalkan Nenek Kinan yang terdiam mematung setelah mendengar ucapan Dilla.


Huh..


"Apa yang di katakan gadis itu benar, aku sudah tua, aku ngak mau kesepian lagi, mungkin Juan adalah pasangan yang akan menemani aku sampai mati nanti."


________


🌹🌹🌹🌹🌹

__ADS_1


Ada yang mau ikutan halu ke Korea ngak? Dilla Achel mau Honeymoon nih 🤣


__ADS_2