Istri Cantik Tuan Muda Kejam 2

Istri Cantik Tuan Muda Kejam 2
Rejeky dari Tuhan.


__ADS_3

^^H A P P Y R E A D I N G^^


🌹🌹🌹🌹🌹


"Mas.."


"Mas.."


"Iya kenapa sayang?."


Rere tersenyum akhirnya dia mendapatkan sahutan dari suaminya, sedari tadi Reyhan sibuk bergelut dengan layar laptop nya, mengabaikan nya.


"Yakin ngak akan kerja?." tanya Rere.


Reyhan menganggukkan kepalanya, "Iya, kan hari ini aku mau temanin istriku yang lagi sakit." kata Reyhan seraya tersenyum.


"Temenin ko main laptop terus, itu yang namanya temenin." berkata dengan wajah kesalnya, membuat Reyhan yang duduk di kursi beranjak berdiri dan berjalan mendekati istrinya yang tiduran di ranjang.


Di usap pelan pipi istrinya, lalu beralih ke kening sang istri.


"Ngak panas, sakit apa sih istriku yang manis ini." Reyhan menyentil hidung minimalis milik sang istri tercinta nya.


Rere terkekeh mendapatkan sikap suaminya yang selalu manis, Reyhan memang tidak seromantis Bian, tapi jelas Reyhan lebih lembut dari Bian dan sepertinya Rere sudah benar-benar mencintai suaminya.


"Sayang." panggil Rere.


Mendengar kata sayang yang keluar dari bibir tipis istrinya membuat Reyhan berdebar jantung nya, Kata yang selama ini ingin dia dengar kini telah terlontar dari bibir Istri nya.


Apa ini artinya..


"Sayang." panggil Rere lagi sengaja dengan nada yang menggoda, membuat Reyhan sumringah ke arah sang istri.


"Katakan sekali lagi, aku mau dengar." ucap Reyhan, masih ingin mendengarkan panggilan sayang dari istrinya.


"Sayang." lanjut Rere dengan raut wajah yang malu-malu.


Keduanya saling menatap satu sama lain, sampai terdengar suara alrm perutnya membuat Rere tersenyum kikuk.


"Hehe, kaya nya kita harus makan lagi deh." kata Rere merasa malu dengan kelakuan perutnya yang tidak tau situasi dan tempat saat berdering.


Keduanya memutuskan untuk makan makanan yang di pesan di restoran terdekat, saat makan tak henti-henti nya Reyhan menatap istrinya yang menurutnya sangat berbeda dari biasanya, Rere yang sekarang bukan lah Rere yang di kenal.

__ADS_1


"Kenapa Mas?." tanya Rere yang sadar akan tatapan suaminya.


Reyhan menggelengkan kepalanya. "Tidak ada, hanya aneh saja kamu makan tumben banyak, ngak diet?." tanya Reyhan, biasanya istrinya akan makan sedikit, dan alasan nya pasti selalu sama yaitu..


"Aku lagi diet Mas."


Dan sekarang Rere bahkan memakan makanan berlemak itu dengan porsi yang cukup untuk dua orang, dan lebih parahnya lagi sepertinya steak daging miliknya pun akan menjadi incaran selanjutnya.


"Mas." panggil Rere, tapi tatapan nya menatap ke arah steak daging yang sedang melambaikan tangan padanya, menyuruh untuk segera di santap olehnya.


Sadar akan tatapan istrinya yang menginginkan makanan miliknya membuat Reyhan langsung memberikan steak daging miliknya pada piring sang istri.


"Makasih sayang, muachh.." kata Rere sambil tersenyum senang karena mendapatkan apa yang dia mau.


Reyhan semakin aneh dengan tingkah istrinya, apa istrinya salah makan?, tapi sepertinya tidak karena Reyhan selalu memberikan makanan yang sehat-sehat untuk istrinya, tapi kenapa istrinya bertingkah aneh seperti ini?.


Apa jangan-jangan Rere...


"Sayang.." panggil Reyhan lembut.


Rere mendongkak dengan wajah imutnya.


"Kenapa sayang?."


Rere terdiam nampak sedang berpikir, namun saat dia mengingat nya tiba-tiba saja Rere merasa mual yang sangat dahsyat, membuatnya bergegas berlari ke arah toilet...


Dengan sigap Reyhan mengikuti kemanapun istrinya pergi, bahkan saat Rere muntah pun Reyhan tetap berdiri di samping istrinya, membantu memijat leher istrinya agar mual nya cepat keluar.


Acara mual itu berlanjut selama lima belas menit, dan selama itu juga Reyhan menemani istrinya di kamar mandi.


"Ngak jijik?." tanya Rere yang sudah mencuci wajahnya..


Reyhan menggeleng. "Ngak ada, masa iya sama istri sendiri jijik, kamu cantik mana ada aku jijik." jawab Reyhan membuat Rere tersenyum.


Namun senyuman itu memudar saat Rere merasa kepalannya pusing dan pandangan nya mulai tidak jelas.


Rere pingsan di pelukan suaminya.


"Astaga sayang." gumam Reyhan segera membawa tubuh istrinya ke luar dan dia baringkan di tempat tidur.


Reyhan yang panik menelpon dokter, dia mengambil segelas air putih untuk di minum saat istrinya sudah sadar nanti.

__ADS_1


sembari menunggu dokter Reyhan berjalan mondar mandir, namun saat dia melihat istrinya yang tak berdaya di atas tempat tidur membuatnya langsung menepuk kepalanya merasa bodoh.


Dia lupa jika dia juga seorang dokter, dan seharunya sedari tadi yang di lakukan nya adalah mengecek kondisi istrinya bukan malah mondar mandir tidak jelas tanpa melakukan sesuatu.


Dengan alat-alat seadanya Reyhan mencoba mengecek kondisi istrinya, namun nihilnya dia tidak menemukan apapun penyebab istrinya pingsan, dari hasil ilmiah yang dia simpulkan istrinya sehat dan tidak memiliki riwayat apapun.


Jadi Rere sakit apa?..


"Permisi tuan, di luar ada dokter yang akan mengecek kondisi nona Rere." kata bibi pembantu.


"Suruh masuk kamar aja bi." kata Reyhan pelan.


Dan tak lama kemudian dokter datang.


Reyhan langsung mempersilahkan rekan sesama Dokter di rumah sakit tempatnya bekerja itu untuk memeriksa istrinya.


Dokter wanita nampak menampakan wajah tak biasa saat memeriksa Rere, terlihat raut wajah kebencian yang tersirat dari tatapannya pada Rere, seperti nya dia memiliki dendam tersendiri untuk istri dari rekan kerjanya itu.


"Bagaimana kondisi istri saya Mel?." tanya Reyhan, dia senagaja memanggil Dokter wanita, Reyhan tidak mau istrinya di pegang-pegang oleh pria yang bukan mahrom nya.


"Kondisi istri anda baik-baik saja dokter Reyhan, dan selamat tuan istri anda sedang hamil, istri anda mudah lemas karena kondisi kehamilan nya ini masih sangat muda dan masih renta." kata Dokter Melani, menjelaskan.


"Terimakasih Mel, kamu boleh pulang saya akan mentransfer mu." kata Reyhan berjalan melewati rekan dokter nya itu.


Melani mengepalkan tangan nya, dia benar-benar kehilangan Reyhan, dokter muda berbakat yang sangat di kagumi nya, apalagi sekarang harapan nya tambah kecil karena Reyhan sudah memiliki anak dari wanita lain.


Sepertinya mulai saat ini Melani harus melupakan harapan nya untuk menjadi nyonya Reyhan.


"Aku benar-benar sudah kehilangan kamu dokter, sayang sekali padahal aku sudah berharap banyak." batin Melani.


Dia tau sosok Reyhan adalah pria baik yang berasal dari keluarga baik-baik, Melani sendiri tau siapa Umi Abi nya Reyhan, dia tau karena Abi nya Reyhan berteman baik dengan Papa nya, pada akhirnya Melani keluar membawa rasa kecewa nya.


Reyhan menatap wajah istrinya yang masih betah terpejam, tak ada satupun kata syukur yang terlewati setiap detik menit dia menghirup nafasnya, Reyhan benar-benar bahagia dengan hadirnya si buah hati yang menjadi pelengkap di keluarga kecilnya.


"Terimakasih Tuhan atas nikmat yang kau beri, aku benar-benar merasa bersyukur dengan semua takdir yang kau berikan pada keluarga kecil kami, rejeky yang engkau anugrah kan pada rahim Istri ku akan kami jaga dengan sepenuh hati." ucap Reyhan sambil tersenyum.


___________


🌹🌹🌹🌹🌹


Selingan ya,

__ADS_1


jangan lupa jejak, ♥️


__ADS_2