
^^H A P P Y R E A D I N G^^
🌹🌹🌹🌹🌹
Setelah selesai acara pernikahan April dan Boy memilih pulang, dan sepanjang perjalanan keduanya terus berpegangan tangan, memperlihatkan kemesraan keduanya pada dunia bahwa mereka adalah suami istri yang sah.
Sesampainya di parkiran Apertemen April menjadi gugup, membuat Boy menyerhitkan dahinya bingung.
"Kamu kenapa sayang?." tanya Boy sambil berjalan mendekat istri nya yang masih mematung di dekat pintu mobil.
"Tidak apa, hanya gugup." sahut April pelan.
Boy yang paham menyungingkan senyuman nya, dan tanpa aba-aba dia langsung memangku tubuh April ala bridal style.
"Aaa..!! sayang malu." pekik April kaget, tangan nya memukul pelan dada suaminya.
Bukan nya menjawab Boy malah terus melangkahkan kaki nya dengan cepat ke arah lobby Apertemen.
saat memasuki Lift April hanya bisa memeluk tubuh suaminya untuk menyembunyikan wajah nya karena tatapan orang-orang kini terarah padanya.
Boy membaringkan tubuh istri nya dengan lembut di tempat tidur, setelah itu dia ikut naik ke atas tempat tidur.
"Memang nya harus sekarang banget ya?." tanya April tanpa malu.
"Tentu saja, aku sudah menahan nya sejak lama." sahut Boy cepat.
April menarik nafasnya dengan panjang, membuka satu persatu kancing piyama nya.
tapi saat melihat suaminya yang terus menatapnya penuh hasrat membuat April menghentikan aksinya.
"Kenapa berhenti?." tanya Boy sudah tidak sabar lagi.
"Aku mau tanya satu hal sama kamu, dan kamu harus jawab dengan jujur." ucap April sambil menatap suaminya.
Boy mengangkat sebelah alisnya ke atas, "Tanyakan saja, aku akan menjawab semua??? pertanyaan mu dengan jujur." sahut Boy.
"Kapan terakhir kamu melakukan nya." tanya April.
"Melakukan apa?." tanya balik Boy tidak paham.
"Kapan terakhir kamu melakukan hubungan intim dengan wanita-wanita itu?." tanya April mengulang kembali pertanyaan nya.
"Tiga bulan, aku sudah tidak melakukan nya selama tiga bulan." sahut Boy dengan jujur.
April menatap netra biru suaminya, dan dia hanya melihat mata kejujuran, membuat April tersenyum lalu tiba-tiba menarik tangan suaminya.
Membalikan posisinya menjadi di atas dan suaminya menjadi di bawah nya.
Dengan cepat April membuka pakaian nya, dan yang tersisa hanyalah CD dan bra nya, lalu matanya kembali melihat suaminya.
__ADS_1
perlahan April membuka semua pakaian yang melekat di tubuh suaminya.
Namun saat dia akan membuka bra nya tiba-tiba Boy membalikan posisinya menjadi di atas istrinya.
"Biarkan aku yang menghapus jejak masa lalu kita, kamu diam saja dan jika kamu merasa nikmat maka.." ucap Boy terhenti karena tersenyum.
"Mendesah lah." lanjut Boy sambil membuka pengait bra yang di pakai istrinya.
Boy mencium bibir ranum April dengan lembut, tangan nya tidak tinggal diam.
layaknya orang kelaparan begitupun dengan Boy yang sudah lama tidak merasakan surga dunia.
Meski demikian Boy membedakan April dari wanita-wanita yang pernah menjadi penghangat malam nya, dia memulai penyatuan nya dengan wajah yang penuh cinta dan juga penuh kebahagiaan terlihat dari wajahnya yang penuh bersemangat.
Karena biasanya Boy selalu di layani, dan sekarang untuk kedua kalinya dia yang melayani nya, dengan wanita yang sama tentunya.
"Jangan diam, aku mau kamu mendesah." kata Boy masih belum melakukan hal lebih, namun lengan nya tak hentinya memainkan gundukan kembar milik istrinya.
April menarik nafasnya setelah Boy melepaskan ciuman nya.
"Kamu mencium ku terlalu rakus, bagaimana bisa aku mendesah." kata April seraya mengalungkan tangan nya ke leher suaminya.
Boy memulainya, saat April melihat ke bawah sana dia hanya bisa menggigit bibirnya pelan, memejamkan matanya beberapa kali, kaget dengan sesuatu yang ada di bawah sana.
"Kenapa besar sekali, apa masuk?." gelisah April sambil memejamkan matanya.
"Tentu saja masuk, dulu juga milik mu masih sangat sempit, tapi tenanglah aku ini hebat dan kamu akan melihat kehebatan ku saat kamu merasakan rasa nikmat saat si Joni masuk ke dalam milik mu." kata Boy dengan penuh percaya diri.
Dan saat Boy memasukan nya April langsung mangap, merasa kaget saat merasakan miliknya penuh dengan sesuatu yang panjang.
"Bagaimana? apa sakit?." tanya Boy sambil memainkan gundukan kembar yang menjadi favorit nya.
April terdiam nampak sedang merasakan sensasi nya, tapi tidak ada yang bisa dia rasakan selain rasa ingin yang lebih dari ini..
"Sayang." panggil Boy, memaju mundurkan tubuhnya dengan ritme pelan.
Deg..
"Ini, emm..terlalu pelan." cicit April pelan, sambil mendekatkan kepala suaminya agar wajah mereka saling berhadapan.
Dan setelah itu April mencium bibir suaminya.
Boy tersenyum saat merasakan jika istrinya benar-benar menginginkan nya.
Boy mulai melakukan aksinya, namun ritme yang semula pelan kini berubah menjadi lebih kasar, dan malah bertambah menggila membuat April melotot, namun saat ingin berontak karena rasa sakit dia malah di buat bungkam kembali dengan ciuman mendadak yang di berikan suaminya.
Hufhh..
April menggelengkan kepalanya prustasi saat dia akan mengeluarkan nya untuk yang pertama kalinya, namun Boy tidak membuat nya bisa merasakan pelepasan nya, Boy malah semakin menambah kencang ritme nya, membuat April hanya bisa mencengkram leher suaminya sebagai bentuk rasa nikmat yang sulit dia artikan.
__ADS_1
Beberapa kali April hanya bisa mencengkram kuat leher suaminya, Boy yang tidak mau melepaskannya malah kembali menghujani milik April dengan milik nya.
Beberapa jam berlalu, April benar-benar lelah dan sudah tidak kuat, entah berapa kali dia merasakan pelepasan nya.
tapi semua itu nihil tak membuat suaminya berhenti untuk membuatnya bisa menikmati sensasi pelepasan nya.
Boy masih belum kunjung merasakan pelepasan nya, sepertinya pria bule hot itu masih butuh beberapa waktu lagi untuk merasakan sensasi nya.
"Sayang..ahk..ini sudah tiga jam ahk.." April berkata dengan nafas yang naik turun dan terbata-bata.
"Mungkin satu jam lagi sayang, tenanglah sayang aku pria tampan yang kuat, aku tau kamu pasti bangga memiliki pria sehebat diriku, maka dari itu nikmati aku, aku milik mu sayang." sahut Boy sambil memejamkan matanya.
Lagi-lagi April harus di buat bungkam dengan kenarsisan suaminya, bisa-bisa nya Boy bersikap narsis di saat-saat penyatuan keduanya.
"Aku lelah, milik ku sakit." kata April lagi yang sudah merasakan lelah.
Boy tersenyum menyeringai.
"Kamu tau obat nya apa?." tanya balik Boy masih dengan melakukan aksinya.
"Salep, ahk.." sahut April sambil mendesah.
"Bukan itu, tapi si Joni, dia akan membuat milik mu kembali tidak sakit, tenang saja si Joni selain bisa membuat mu merasakan nikmat dia juga bisa membuat milik mu kembali tidak sakit." kata Boy lagi.
Dan tak lama setelah itu Boy mulai merasakan nya, dengan cepat Boy mengangkat paha istrinya sedikit ke atas, pada akhirnya Boy melepaskan benihnya setelah empat jam penyatuan nya, Boy memasukan semua benih nya di rahim istrinya, bahkan dia tidak mengijinkan sedikitpun benihnya jatuh ke seprainya.
Tubuh April bergetar sambil memejamkan matanya merasakan kehangatan yang masuk ke rahim nya.
sedangkan Boy nampak tersenyum senang setelah memastikan jika benihnya benar-benar masuk ke rahim istri nya.
Tidak ada noda merah di seprai, tapi hal itu tidak membuat Boy goyah dari cinta nya, karena sejatinya dia lah pria pertama yang mengambil kesucian istrinya.
Cup..
Satu kecupan Boy berikan pada istrinya yang sedang berbaring lemas tak berdaya di samping nya.
"Terimakasih." ucap Boy dengan wajah penuh cinta.
April hanya tersenyum lalu memeluk suaminya, sepertinya mulai saat ini dia harus terbiasa melayani suami bule nya, benar kata orang jika memiliki suami bule lebih menantang.
________
🌹🌹🌹🌹🌹
Maaf kemarin ngak Up, Author kemarin sibuk nonton lomba 17 Agustus,
Selamat hari kemerdekaan Indonesia yang ke 76🇮🇩
Doanya pasti banyak, tapi yang utama adalah semoga Indonesia ku cepat sembuh dari wabah yang menakutkan itu (C**ona).
__ADS_1
Jangan lupa jejak, ♥️