Istri Cantik Tuan Muda Kejam 2

Istri Cantik Tuan Muda Kejam 2
Syifa dan Arfan.


__ADS_3

^^H A P P Y R E A D I N G^^


🌹🌹🌹🌹🌹


Semua pandangan yang semulanya terarah ke pengantin baru kini beralih pada sosok gadis yang berpegangan tangan nya dengan Arfan.


"Arfan siapa gadis yang bersama mu?." tanya Mama Alena seraya melihat gadis yang terus menundukkan kepalanya itu.


"Perkenalkan semuanya, dia Syifa calon istri ku." ucap Arfan dengan bangga nya.


Seketika suasana yang semula membicarakan perihal kerjaan berubah riuh menjadi kepo pada pada sosok gadis yang terus menunduk itu.


Arfan memegang lengan Syifa, menyuruh Syifa untuk memperkenalkan dirinya pada keluarga nya.


"Aku Syifa, Om.. Tante." ucap Syifa memperkenalkan diri nya, lalu menyalami satu persatu orang yang ada di depan nya.


Sebelumnya Syifa sudah menghapal wajah-wajah keluarga Arfan, meski Syifa tidak tau siapa nama orang-orang yang ada di depan matanya itu.


Mama Alena dan Papa Arka saling melirik, lalu tersenyum melihat sifat Syifa yang santun, sekaligus bangga ternyata Arfan benar-benar pandai memilih calon istri.


"Cantik, dan baik. kamu pinter sayang cari calon istrinya." puji Mama Alena sambil mencium gemas pipi sang putra.


"Mam, aku bukan anak kecil lagi Mam." kata Arfan sambil memberi kode untuk sang Mama berhenti menciumi pipi nya.


karena sekarang tatapan semua orang malah terus terarah padanya.


Mama Alena menggelengkan kepalanya, ternyata putranya masih punya urat malu juga.


"Ngak apa, Syifa juga pasti sudah tau kan sikap kamu yang pecicilan?." tanya Mama Alena sambil melirik calon mantu nya.


Syifa hanya mengangguk sambil tersenyum kikuk, bingung berkata apa, meski dia memang mengiyakan ucapan calon mertuanya itu.


"Seorang Arfan memiliki calon istri yang pemalu?." suara tidak asing tiba-tiba terdengar di telinga Arfan, yang tak lain adalah Bian kakak nya.


"Tidak apa, awalan mungkin masih malu tapi jika sudah lama pasti ngak akan sungkan lagi, iya kan Ma." Lisa yang menggendong Bayi nya.


Mama Alena menganggukkan kepalanya.


"Iya, lagian Syifa cocok ko sama Arfan, sosok tengil pecicilan kaya Arfan memang harus punya istri yang kalem, tenang kaya Syifa." kata Mama Alena ikut mengiyakan ucapan Lisa, menantunya.


Hari ini Syifa benar-benar menjadi pusat perhatian, tidak pernah Syifa bayangkan jika dia akan berada di tengah-tengah keluarga terpandang seperti ini.

__ADS_1


Sungguh ini terasa bagaikan mimpi untuk Syifa, mimpi yang sangat indah dimana dia bisa merasakan hidup dengan di kelilingi keluarga yang sangat terkenal di kota nya, siapapun pasti akan tau keluarga Rafasya, begitupun dengan Syifa.


Arfan menegang lengan Syifa lagi, dia tau gadis di sampingnya itu sedang gugup karena tidak terbiasa berada di posisi ini, dimana mereka menjadi sorotan orang-orang, atau pemeran utama nya, mengalahkan pengantin baru.


"Jangan gugup, kamu berada di dekat seorang Arfansya, pria tampan mu ini tidak akan mempermalukan mu, tenanglah." bisik Arfan tepat di telinga Syifa.


"Arfan, aku mau ke toilet, apa boleh?." balas Syifa berbisik.


Arfan langsung membawa Syifa dari kerumunan keluarga nya yang pasti akan terus menggoda nya, Syifa berjalan dengan hati-hati karena hari ini dia memakai heels yang cukup tinggi, membuat jalan nya susah.


Tapi Arfan yang terburu-buru melupakan heels yang di pakai Syifa, ia malah berjalan cepat dengan lengan yang terus berpegangan dengan Syifa.


Sampai akhirnya..


Brukkk..


"Awww.."


Syifa terjatuh karena kaki nya terpeleset, Arfan yang melihat nya langsung melihat sekitarnya, beruntung tidak ada yang melihat ke arah mereka jadi Arfan langsung buru-buru memangku Syifa dan berjalan cepat ke arah toilet.


"Maaf merepotkan kamu." ucap Syifa yang menyembunyikan wajahnya di dada bidang Arfan.


Tak jauh dari tempat itu tiba-tiba dua gadis cantik muncul dari tempat persembunyiannya, mereka tak lain adalah Achel dan Dilla.


keduanya bersembunyi karena melihat kemesraan Syifa dan Arfan.


Dilla melirik sahabat nya yang nampak cemberut, membuat dia iba seraya ngeri karena Achel menggembungkan pipinya seraya memakan terus cake yang ada di meja depan nya.


"Patah hati sih patah hati Chel, tapi inget badan Chel, itu cake bisa habis kalo terus di masukin ke perut karet kamu." ucap Dilla sambil ikut memakan cake nya.


Achel tidak perduli dia terus memakan cake nya, sampai tidak terasa sudah menghabiskan lima potong cake yang ada di wadah kecil di depan nya.


"Cocok ya mereka." ucap Achel akhirnya mengeluarkan suaranya, namun dengan nada yang sangat lirih.


"Cantikan juga kamu, tenang kamu menang dari semua segi Chel, dia mah apa badan nya lurus gitu, ngak kaya kamu montok bin semok." kata Dilla memuji sahabatnya agar Achel tidak sedih lagi.


Tapi nihil jawaban itu bukan yang tepat seperti nya, bahkan semakin membuat Achel patah hati.


Dia mengusap pipi nya yang penuh dengan daging empuk, lalu beralih ke perutnya yang memang sedikit buncit.


"Kaya nya aku harus diet deh Dil, aku gendut." ucap Achel tiba-tiba mengatakan kata yang belum pernah dia ucapkan selamat persahabatan nya.

__ADS_1


Dilla mengambil cake kedua nya, dan mengangguk.


"Kamu bener, jadi cwe semok dan montok susah cari pacar, cwo suka nya cwe lurus kaya tempe." Dilla ikut mengiyakan ajakan sahabat nya.


Memang iya selama tujuh belas tahun keduanya jomblo karena badan mereka dan hobby makan keduanya yang memang tidak bisa terkontrol.


Saat ingin mengambil cake lagi tiba-tiba telinga kedua gadis itu di jewer oleh seseorang.


membuat kedua gadis itu replek membalikan tubuh nya.


"Mimi..!! "


"Mommy..!! "


"Makan manis terus, udah sakit gigi baru tau rasa, nangis! " ucap Mimi Nana dengan tangan yang masih menjewer putri nya yang terus makan manis.


"Maaf Mi, nanti sikat gigi tiga kali ko, janji." kata Achel sambil nyengir kuda, membuat Mimi Nana hanya bisa menggelengkan kepalanya.


Putri nya ini memang sangat nakal, padahal Mimi Nana selalu mewanti-wanti putri nya agar tidak memakan makanan manis banyak-banyak karena Achel selalu mengeluhkan sakit gigi setelah makan-makanan yang manis.


Sekarang tatapan Mommy Kelle yang nampak menatap putri nakal nya dengan gemas.


"Si mbul, Mommy bilang jaga image, bukan malah mojok sambil makan cake, dasar ya anak Rico." sungut Mommy Kelle masih dengan tangan menjewer telinga putri nya.


"Bukan Mbul ihk, Mom." sungut Dilla mengembungkan pipi nya. "Bukan anak Daddy Rico doang, tapi anak Mommy juga." lanjut Dilla sambil mencolek cake di samping nya lalu dia jilat dengan bibirnya.


"Endorse? ya Mom?." tanya Dilla.


"Iya, lumayan kemarin dapat job foto kue." kata Mommy Kelle sambil tersenyum, ya, selain ibu rumah tangga Mommy Kelle juga masih menjadi model, hanya saja job nya tidak sebanyak dan selaku seperti muda dulu.


________


🌹🌹🌹🌹🌹


Mampir ke cerita baru ya, judulnya ^^I Love You Boss^^


sudah epsd 13 loh,😍



Jangan lupa Jejak, ♥️

__ADS_1


__ADS_2