Istri Cantik Tuan Muda Kejam 2

Istri Cantik Tuan Muda Kejam 2
Kiriman Bunga.


__ADS_3

^°H A P P Y R E A D I N G^^


🌹🌹🌹🌹🌹


"Ngak kenal, kalau kenal udah aku datengin rumah nya, kalau perlu ya aku bakalan bilang kalau dia itu pelakor."


Pelakor!!


Kata-kata itu terus menerus terngiang di kepala Achel, apa yang harus dia lakukan sekarang?.


Dilla teman nya pasti akan kecewa padanya jika mengetahui semua ini.


Achel menatap makanan yang ada di depan mata nya dengan wajah yang tidak bisa di artikan, rasanya selera makan nya hilang bersamaan dengan kata perjodohan yang di bicarakan Mami dan Papi nya.


Bingung dengan situasi ini, Achel berdiri menatap satu persatu mata yang kaget melihat nya berdiri.


"Maaf, aku mau ke toilet dulu."


Setelah mendapatkan persetujuan Achel langsung pergi, setiap langkahnya penuh dengan rasa yang berat, Achel benar-benar bingung dengan situasi yang ada di depan nya.


Di toilet Achel mencuci tangan nya, wajahnya masih memperlihatkan kegelisahan nya.


menanggapi hal yang benar-benar tidak pernah dia bayangkan sebelumnya membuat Achel benar-benar tidak bisa berpikir untuk saat ini.


"Ya Tuhan, bagaimana dengan Dilla, apa jadinya kalau Dilla tau kalau orang yang di jodohkan dengan kak Lucas itu adalah aku, teman nya sendiri." ucap Achel sambil menatap wajahnya yang ada di cermin.


"Apa dia akan menerima kenyataan jika orang yang dia cintai selama enam tahun di jodohkan dengan teman nya sendiri."


Tidak.. Achel tidak bisa membayangkan semua itu, terlalu sulit untuk dia membayangkan bagaimana ekspresi Dilla saat mengetahui kebenaran tentang nya.


Dilla adalah teman sekaligus kakak terbaik nya, meski mereka hanya selisih beberapa bulan saja tapi Achel menganggap Dilla adalah kakak kembar nya.


Dan jahat rasanya kalau Achel membuat Dilla terluka dengan cara yang mengecewakan seperti ini.


"Mami, Papi, kalian benar-benar membuat aku kecewa."


Achel keluar dari toilet, menghela nafasnya panjang lalu melangkahkan kaki nya untuk berjalan ke meja dimana orang tuanya dan keluarga Lucas duduk.


"Maaf lama, Tante, Om." melirik orang tua Lucas, "Kak Lucas." melirik Lucas.


Suasana kembali seperti semula dimana orang Mami dan Papi juga keluarga Lucas membicarakan antar kedekatan mereka.


Dan disini Achel juga baru tau kalau Mama nya Lucas sudah meninggal, dan wanita yang bernama Tante Amanda itu ternyata adalah ibu sambung nya, sekaligus mantan rekan kerja Papi nya saat bekerja dengan Om Arka.

__ADS_1


Mobil Achel dan keluarga nya sampai di halaman rumah nya, Achel yang sedang badmood langsung keluar begitu saja, meninggalkan Mami dan Papi nya yang masih di dalam mobil.


"Achel marah ya Pi."


"Kaya nya iya Mi, seharusnya kita emang ngak jodohin putri kita."


"Papi mau emang punya mantu Rangga?."


Papi Andrian menggelengkan kepalanya cepat.


"Ngak, dia udah tua Mi, usianya sudah 43, Achel masih muda Papi ngak mau masa depan Achel nanti malah banyak masalah."


Pernah memiliki masalah yang bertubi-tubi jelas membuat Mami Nana dan Papi Andrian tau seperti apa konsekuensi nya.


mereka tidak mau membiarkan putri nya satu-satunya masuk kedalam jeratan keluarga Rangga yang rumit.


Harapan mereka jelas hanya ingin melihat Achel putri semata wayangnya bahagia, dan sebagai orang tua mereka juga menginginkan yang terbaik untuk putri nya.


Sedangkan Achel yang baru membuka pintu kamar nya langsung menutup pintunya, bahkan tak hanya menutup pintu Achel juga mengunci pintunya.


Berjalan malas ke arah tempat tidur nya yang serba pink itu.


tapi saat kaki Achel akan naik ke tempat tidur Achel melihat sebuah bruket bunga lili di nakas.


Mencari tulisan pengirim nya.


dan saat melihat tulisan nya senyuman Achel mulai terlihat dari sudut bibirnya.


"Selamat malam ke dua tahun peri kecil, pasti wajah nya sekarang lagi senyum kan, jangan sedih-sedih ya peri kecil, kamu tau malam ini bulan dan bintang sedang cemberut kamu tau Kenapa?."


Achel terdiam, lalu sedetik kemudian menggelengkan kepalanya.


"Ngak tau tuh, emang kenapa?." tanya Achel seolah sedang mengobrol dengan si pengirim bunga lili, lalu membalikan kertas nya, dan ada tulisan lagi.


"Mereka sedang iri dengan kecantikan yang di miliki mu peri kecil ku, bagiamana apa kamu merasa cantik?, tapi bagiku kamu adalah gadis paling cantik peri kecilku."


Achel tersenyum.


"Aku merasa biasa-biasa saja, tapi di mata Mami Papi, aku adalah yang tercantik."


Setalah mengatakan itu Achel mengambil ponselnya, lalu memotret bunga lili cantik itu, mengirimkan foto cantik nya yang sedang memeluk bruket bunga lili ke sosial media nya.


"Dua tahun bersama Mr, misterius. terimakasih."

__ADS_1


Hari ini memang dua tahun Achel mendapatkan kiriman hadiah dari pria misterius, sosok yang tidak pernah dia kenal, tapi Achel serasa sangat dekat dengan pengirim nya, bahkan tanpa Achel sadari dia memiliki rasa yang lebih sekedar rasa kagum pada sosok yang sering memberikan nya hadiah itu.


"Siapapun kamu, aku yakin kamu pasti orang yang sangat romantis." gumam Achel sambil membaringkan tubuh nya di tempat tidur.


Dari berat badan nya yang 57kg saat Achel awal masuk kuliah sampai sekarang berat badan nya yang hanya 47kg, pria misterius itu terus menjadi pengagum rahasia nya, membuat Achel selalu merasa di cintai.


Di tempat lain Dilla yang sedang memainkan ponselnya menadapatkan sebuah notif pesan dari nomer yang tidak di kenalnya, dimana ada foto Lucas yang sedang duduk berhadapan dengan sosok gadis berambut pendek.


Posisi yang membelakangi membuat Dilla tidak bisa melihat siapa gadis yang berani mengambil Lucas dari dirinya.


"Rambut nya ngak asing, kaya si Achel. Haha tapi ngak mungkin, Achel mana mau sama kak Lucas, orang Achel suka nya sama si Mr. misterius." ucap Dilla sambil tertawa.


Tapi sedetik kemudian Dilla kembali mendapatkan satu pesan lagi, bukan dari nomer yang sama tapi dari nomer berbeda, dan sialnya Dila mengenal sosok itu.


Malas membaca pesan yang panjang kali lebar itu membuat Dilla langsung mengalihkan ke panggilan Vidio call.


"Apaa!!." tanya Dilla ketus.


Mata Dilla menatap pada layar ponselnya yang sama sekali tidak terlihat apa-apa, alias gelap.


"Jangan di taruh di celana Om, liatin dong muka nya yang ngak ada ganteng-ganteng nya itu." lanjut Dilla lagi, sambil mengambil cemilan nya.


Dengan sengaja Dilla mendekatkan ponselnya ke mulutnya, di mengunyah makanan yang ada di mulut nya dengan cepat, menimbulkan suara bising untuk di sebrang telpon.


Puas mengerjai sosok di sebrang telpon Dilla menghentikan acara ngemil nya.


menatap layar ponselnya dengan wajah yang di buat-buat mengantuk, sesekali dia menguap lebar.


Sampai akhirnya panggilan nya terputus, dan bukan Dilla yang mematikan panggilan nya, melainkan si pria yang di namai Om Gy.


"Haha, rasain emang enak, seenaknya nyuruh bersih-bersih Apertemen, emangnya aku babu nya apa." oceh Dilla seraya memasukan makanan ke mulutnya.


Tapi baru beberapa detik Dilla kembali mendapatkan pesan lagi, dan pesan itu berhasil membuat Dilla kesal bukan main.


"Dasar gila." sungut Dilla kesal saat melihat layar ponselnya, pria itu mengirimkan pesan berupa foto, lebih tepatnya foto saat dirinya sedang menguap lebar.


"Yakin ngak mau datang?, foto ini akan saya sebar besok."


_______


🌹🌹🌹🌹🌹


Jangan lupa jejak ♥️

__ADS_1


__ADS_2