
^^H A P P Y R E A D I N G^^
🌹🌹🌹🌹🌹
Semakin mesra dan semakin lengket, itulah yang di perlihatkan dua sejoli yang sudah menyandang status halal itu.
siapa lagi kalau bukan Rangga dan Achel.
Hari-hari panas selalu di lalui pasangan yang sudah menikah selama satu Minggu itu, sampai akhirnya rutinitas panas itu harus terhenti karena Achel si merah, menstruasi.
"Gimana masih sakit?." tanya Rangga sambil mengusap kepala istri nya penuh sayang.
Achel hanya mengangguk pelan.
"Sakit banget, biasanya ngak sesakit ini kalau Menstruasi, tapi sekarang ko sakit banget ya." wajah yang biasnya ceria seketika berubah menjadi murung karena rasa sakit yang di rasakan nya.
"Kan udah bilang jangan makan pedes, ngeyel sih di bilangin ngak nurut." Rangga masih betah mengusap kepala istri nya, bahkan dia tidak masuk kerja hari ini karena Achel yang merengek meminta di temani.
Tidak bisa menolak permintaan istri kecilnya, Rangga memilih untuk bekerja di rumah saja, lagi pula tidak ada pertemuan atau meeting yang harus dia lakukan, pikir nya.
"Tapi kan enak cimol nya, suka." Achel mengerucutkan bibirnya, membuat Rangga gemas tidak bisa marah pada istri nya yang tidak menurut untuk tidak makan pedas terlalu banyak.
Tadi malam Achel memang makan cimol pedas yang di kirimkan Dilla, sebenarnya Achel jarang makan pedas, makanya sekali makan pedas dia langsung sakit perut.
"Iya deh, sekarang mau makan apa? biar bibi masakin." tanya Rangga.
Achel terdiam nampak menimbang, seperti nya sup enak di makan saat sedang sakit seperti ini.
"Mau sup ayam aja, tapi pake bakso juga ya."
Rangga mengangguk, dia langsung beranjak berdiri dan memesankan makanan pesanan Istri kecilnya lewat panggilan telpon.
"Sayang, di bawah ada Mami."
Mami?.
Achel langsung berdiri, berjalan keluar kamar nya dengan langkah terburu-buru.
Rangga yang melihat nya hanya menggeleng-gelengkan kepala nya melihat tingkah Achel yang selalu menggemaskan di mata nya.
"Hati-hati nanti jatuh sayang." kata Rangga ikut berjalan di belakang Istri nya.
__ADS_1
"Mami!" panggil Achel sedikit berteriak, merentangkan kedua tangannya ingin memeluk Mami nya.
"Aduh anak Mami, udah nikah masih aja kaya anak kecil." Mami Nana langsung menyambut pelukan putri kesayangan nya.
Achel memeluk erat tubuh sang Mami, padahal baru dua hari yang lalu dia bertemu dengan Mami Papi nya, tapi entah kenapa rasanya seperti sudah satu tahun saja.
Mungkin karena terbiasa apa-apa dengan Mami Papi nya, jadi saat jauh Achel merasa merindukan Mami Papi nya.
"Papi mana Mi?." tanya Achel melirik ke semua juru, mencari sosok Papi nya.
"Papi lagi kerja sama Om Arka, Mami kesepian jadi Mami main deh ke rumah kamu."
Achel hanya manggut-manggut saja, lalu kemudian melirik suaminya yang kini menatap nya.
"Sayang aku kerja dulu ya, ngak apa kan?." tanya Rangga, kedatangan mertuanya membuat dia punya kesempatan untuk bekerja.
Lagi pula Rangga masih canggung jika harus mendengarkan obrolan istri dan mertua nya, kalau ada Papi Andrian mungkin saja dia akan ikut bergabung, tapi sekarang tidak ada, jadi Rangga memilih untuk bekerja saja.
"Iya deh, aku mau makan sama Mami bentar lagi, kamu mau bareng ngak?." tanya Achel.
"Nanti aja, aku masih kenyang tadi udah sarapan roti soalnya." jawab Rangga cepat.
Mami Nana kepo dengan hubungan sang putri, apalagi melihat Achel yang seperti tidak bertenaga.
"Pasti Rangga main nya gercep jadi Achel ngak ada tenaga gitu, mana Achel masih pemula pasti syok nih liat burung." batin Mami Nana menatap putri kesayangan nya.
"Sayang, kalau cape ngak usah di paksain, bilang aja cape gitu sama suami kamu." kata Mami Nana sambil membenarkan anak rambut Achel yang kemana-mana.
"Mami!." Achel malu mendengar ucapan Mami nya, membuat Mami Nana terkekeh pelan, gemas melihat semburat merah di pipi Putri kesayangan nya.
Lagi pula kenapa juga Mami nya menanyakan hal itu, kan Achel jadi malu sendiri, apalagi setiap bermain pasti Achel akan langsung tertidur lelap karena lelah.
"Ngak apa sayang, jangan malu-malu gitu dong, Mami juga dulu gitu ko, kalau cape atau males ya langsung bilang ke Papi, dan Papi selalu nerima apapun keinginan Mami." jelas Mami Nana.
"Tapi Mi, aku lagi menstruasi, ngak bisa gituan lagi, malahan sekarang masih sakit perut Mi." Achel mengadu rasa sakit nya pada sang Mami.
Mami Nana terdiam, menstruasi bagus untuk kesuburan putri nya.
"Ngak apa biasanya kaya gitu kan, semoga aja setelah menstruasi kamu cepet hamil ya sayang, Mami ngak sabar banget pengen cepet-cepet punya cucu dari putri kesayangan Mami."
Achel tersenyum mendengar penuturan Mami nya, dia langsung mengusap pelan perut nya.
__ADS_1
Dia pun juga berharap sama dengan sang Mami nya, ingin cepat hamil.
"Doain ya Mi, semoga aja aku cepet hamil."
"Pasti sayang, Mami akan doain kamu buat cepet hamil dan nanti Mami punya cucu yang lucu-lucu deh."
Harapan baik akan menjadi doa, dan semoga saja doa Mami Nana dan Achel terkabul untuk segera mendapatkan bayi mungil, buah hati nya.
"Non, makanan nya udah siap." ucap Bibi pembantu.
"Makasih ya Bi udah di masakin." ucap Achel sambil tersenyum.
"Sama-sama, non."
Setelah kepergian bibi pembantu yang kembali mengerjakan pekerjaan nya, Achel dan Mami Nana langsung berjalan ke arah meja makan.
"Mau Mami suapin ngak sayang?." tawar Mami Nana.
Achel tersenyum dan mengangguk cepat.
"Mau banget Mi." sahut Achel antusias.
Dan pada akhirnya Achel makan dengan di suapi Mami Nana, biarlah orang berkata jika dia manja dan kekanak-kanakan, toh Mami nya sendiri yang menawari nya, dan Achel senang karena meski menikah Mami nya masih sangat perhatian pada nya.
"Makasih Mi, sekarang giliran Mami yang makan ya." Achel balik menyuapi Mami nya.
Mami Nana tersenyum, semenjak Achel menikah dia memang kehilangan sosok ceria sang putri, dan sekarang saat bertemu dia tidak akan menyia-nyia kan waktu kebersamaan nya dengan sang putri kesayangan nya.
Rangga yang melihat interaksi Achel dan mertua nya tersenyum, dia bahagia bisa memiliki Achel.
meski terlihat manja pada sang mertua tapi Rangga tau kalau istri kecil nya itu pasti ingin menyenangkan hati mertuanya.
"Semoga dengan begini Mami dan Papi ngak ngerasa di jauhkan dari putri nya." gumam Rangga sambil berjalan menaiki satu persatu anak tangga.
Dia tau kerinduan mertuanya akan sosok istri nya, mengingat Achel adalah anak bungsu mertuanya.
________
🌹🌹🌹🌹🌹
Jangan lupa like coment and Vote ya ♥️
__ADS_1