
^^H A P P Y R E A D I N G^^
๐น๐น๐น๐น๐น
Pagi menyapa, seperti biasa Lisa menyambut pagi nya dengan kesibukan mengurus suami dan kedua bayi kembar nya.
Namun hari ini sedikit berbeda dengan hari biasanya, dimana Lisa tidak mendapatkan ucapan selamat pagi dari suaminya.
Jangankan menyapa Bian bahkan berangkat kerja lebih awal, membuat Lisa kesal dan bingung sendiri.
Apa karena tadi malam Lisa pulang telat?, atau karena tidak dapat jatah?.
"Laki-laki memang sulit di pahami keinginan nya."
Acara bersama Mama Alena kemarin memang sampai malam, belanja dan medi pedi di salon, mertuanya benar-benar membuat Lisa kembali merasakan menjadi lajang lagi.
Setelah selesai memandikan dan memakaikan pakaian Ziel dan Zelo Lisa menitipkan kedua bayi nya ke pengasuh.
Lisa memasak dulu untuk makan siang suaminya, saat sedang mengiris bawang tiba-tiba saja jari nya terkena goresan pisau.
yang membuat Lisa kaget karena melihat darah.
"Pertanda apa ini, kenapa perasaan ku jadi ngak enak." gumam Lisa sambil mencuci jari nya yang terkena goresan, mengambil p3k lalu memakaikan plaster di jari nya yang terluka.
Perasaan nya semakin tidak enak, Lisa benar-benar tidak bisa fokus selama dia memasak.
setalah selesai masak Lisa berjalan ke arah kamar nya, namun baru juga Lisa akan bergegas mandi tiba-tiba ia mendapatkan sebuah telpon.
Dan setelah mendengar suara dari sebrang telpon Lisa kaget bukan main, dia bahkan sampai menjatuhkan ponselnya.
"Inalillahi..!! "
Air matanya seketika jatuh tak tertahankan, rasanya seperti mimpi bahkan Lisa sampai mencubit pipinya keras agar dia segera sadar dari mimpinya.
Namun ini adalah nyata, sebuah kenyataan pahit yang membuatnya sangat terkejut.
__ADS_1
Buru-buru Lisa menyuruh pengasuh untuk membereskan pakaian si kembar, sedangkan dia langsung mandi sebentar karena tubuhnya benar-benar lengket.
Setalah mobilnya menepi Lisa langsung membuka pintu mobilnya.
"Tolong jagain Ziel dan Zelo dulu, saya duluan." kata Lisa, lalu berjalan terburu-buru ke pintu utama.
Suasana di rumah keluarga Rafasya benar-benar penuh air mata, setelah akhir pekan lalu sempat mengadakan acara makan malam bersama ternyata kondisi Opa Rafa dan Oma Ririn benar-benar drop.
Opa Rafa dan Oma Ririn telah menghembuskan nafas terakhirnya di waktu yang bersamaan, meninggalkan anak cucu nya dan orang tersayang nya untuk menghadap sang pencipta.
Kepergian Opa Rafa dan Oma Ririn benar-benar membuat Papa Arka sedih, di waktu bersamaan dia kehilangan dua orang yang sangat di sayang nya, kedua orang tuanya.
Bukan hanya anak cucunya saja yang sedih tapi keluarga Parisky pun ikut sedih dengan meninggal nya dua teman nya itu, terutama Opa Rey dan Opa Zex, keduanya benar-benar kehilangan teman nya.
"Sekali lagi kalian membuatku menangis, selamat jalan teman, tuan muda, tunggu kami." batin Opa Zex, si mantan Asisten tuan muda Rafasya.
"Kisah cinta kalian benar-benar abadi, dan sekali lagi kalian membuat kami ikut terharu dengan takdir cinta kalian, Rafa kau selalu unggul lebih dulu dariku, bahkan untuk menghadap sang pencipta pun kau lebih dulu, tunggu kami, teman." batin Opa Rey.
Oma Hanny dan Oma Dian saling menguatkan satu sama lain, keduanya tadi mendapatkan kabar meninggalnya sahabat nya dari pelayan, kehilangan sahabat sebaik Oma Ririn bukan hal yang mudah untuk keduanya.
"Kita akan bertemu kembali nanti, nona muda." batin Oma Dian.
Tidak ada yang tau kapan kematian akan datang, hidup adalah misteri.
tapi mereka sedikit tertegun dengan cinta sejati yang di miliki Opa Rafa dan Oma Ririn, Keduanya benar-benar hidup bersama sampai maut memisahkan.
Lisa mengadahkan pandangan nya pada sosok yang ada di sudut ruangan, melihat betapa rapuhnya sosok biasa tengil dan penuh ceria, siapa lagi kalau bukan Arfan.
"Oma, Opa, semoga amal ibadah kalian di terima oleh Tuhan, maafkan Lisa yang tidak ada di saat detik-detik terakhir kalian hidup." Isak Lisa sambil menatap dua jenazah di depan nya.
Bian memeluk istrinya, Lisa dapat merasakan getaran di tubuh suaminya, kehilangan orang tersayang memang berat, bahkan bukan hanya suami nya saja yang menangis, hampir semua orang yang ada di sekeliling nya pun ikut menangis atas kepergian Oma dan Opa nya.
"Oma dan Opa sudah tenang sayang, jangan menangis Oma dan Opa pasti tidak mau melihat cucu Kesayangan nya menangis." kata Lisa sambil mengusap punggung suaminya.
Ternyata bukan hanya suaminya dan Arfan saja yang rapuh, Papa Arka pun nampak sama rapuhnya di pelukan Mama Alena.
__ADS_1
hanya Tenteu Anaira dan Om Kiano yang belum datang, mereka mungkin akan sampai besok pagi karena penerbangan nya di tunda akibat cuaca yang buruk.
Hujan datang dengan lebat seolah langit ikut berduka, pemakaman yang semula akan di adakan siang menjadi berganti jadi sore karena cuaca yang tidak memungkinkan.
"Kak Arfan." panggil seorang gadis remaja.
"Jangan ganggu aku, aku sedang tidak mau di gnaggu." kata Arfan dingin sambil berjalan melewati sosok gadis remaja yang menatap nya dengan wajah sebal.
Sosok itu tak lain adalah Achel, cucu Oma Dian dan Opa Rey.
di lirik nya tangan nya yang memegang makanan, Achel menghembuskan nafasnya kasar lalu berjalan mendekati Opa nya.
Biasanya Arfan selalu mau di beri cemilan jika sedang sedih, Achel yang masih tujuh belas tahun itu hanya mengangkat bahu nya tidak perduli, dia tau Arfan sedang sedih tapi niatnya baik, dia ingin Arfan kembali ceria.
"Arfan." panggil Bian.
Namun yang di panggil malah diam, Arfan masih teringat akan mendiang Opa dan Oma nya.
"Arfan..!! " panggil Bian lagi.
"Aku sedang tidak mau di ganggu, kakak pergi saja." sahut Arfan enggan menanggapi kakak nya.
"Ada gadis yang mencari mu, jangan bilang kamu membuat masalah lagi." kata Bian memijat pelipisnya yang terasa pening, setelah habis menangis dia mendapatkan informasi dari Bodyguard jika ada sosok gadis yang mencari adiknya.
Setelah acara pemakaman di lakukan semua keluarga masih berduka dengan kepergian Oma Ririn dan Opa Rafasya, terlalu banyak kenangan yang sering mereka lakukan membuat mereka merindukan moment itu.
Tapi hidup berjalan bukan untuk menangis dan mengingat masa lalu, yang sudah tiada hanya butuh doa bukan tangisan.
_________
๐น๐น๐น๐น๐น
Selamat jalan Oma Ririn dan Opa Rafa๐ญ Author sad banget nulisnya, yang ngikutin dari awal kisah cinta Opa Rafa dan Oma Ririn pasti tau gimana lika-liku cinta mereka.
Dan Author baru sadar juga guys, Kalau Opa Rafa dan Oma Ririn aja udah jadi Opa, lalu kita apa? Oma Opa online?
__ADS_1
ngak kerasa ya udah punya cucu dan cicit๐