Istri Cantik Tuan Muda Kejam 2

Istri Cantik Tuan Muda Kejam 2
Rencana yang gagal.


__ADS_3

^^H A P P Y R E A D I N G^^


🌹🌹🌹🌹🌹


Perry mengepalkan tangan nya saat mendengar kabar lahirnya anak dari sepupunya itu, jika Kakek nya tau bisa-bisa harta warisan nya akan langsung jatuh pada anak-anak Lisa.


"Cepat campurkan obat itu pada minuman kakek?." perintah Perry pada perawat yang merawat kakek nya.


"Tapi tuan, saya takut akan masuk penjara, tuan." sahut si pelayan dengan gugup.


Perry menatap tajam wanita matang di depan nya itu, "Jika kau tidak mau melakukan nya akan aku pastikan anak-anak mu akan mati dan tidak mendapatkan semua yang di impikan nya." kata Perry mulai mengancam.


Dia tau perawat kakek nya itu sedang butuh uang banyak untuk menyekolahkan anaknya, dan Perry memanfaatkan hal itu untuk membuat rencana membunuh kakek nya dengan mengambinghitamkan hitamkan perawat kakek nya.


Dengan uang dia sangat yakin kalau pengasuh kakek nya itu akan melakukan nya, bahkan Perry sudah memberikan sebagian uang bayaran nya pada anak si perawat itu.


Mendengar ucapan cuci majikan nya membuat wanita matang itu terdiam, dia ingat akan perkataan anak-anak nya tempo hari.


"Pokonya ibu harus melakukan apapun perintah tuan muda Perry, ibu tau kan aku dan adik membutuhkan banyak uang untuk bayar kuliahan dan buat modal usaha, ibu harus berkorban demi kesuksesan anak ibu."


"Jika ibu tidak melakukan nya kami tidak akan pernah menganggap ibu sebagai ibu kami lagi, kami tidak butuh seorang ibu yang miskin dan tidak berguna seperti ibu."


Tragis menang anaknya lebih memilih uang dari pada ibunya sendiri, sekali pun ibunya harus masuk penjara karena demi uang anak-anaknya tetap menyuruhnya untuk melakukan persengkokolan itu.


Sedih tentu saja, tapi melihat anak-anak nya yang sangat mengharapkan menjadi kaya bisa apa dia, kebahagian anak-anaknya adalah segalanya, dia tidak bisa melihat anaknya terus di hina karena miskin.


"Baik tuan, saya permisi akan mengantarkan makan sing untuk tuan besar." ucap perawat itu sambil berjalan pergi dari dapur.


Perry tersenyum menyeringai, dengan begini dia akan terbebaskan dari tuduhan kematian kakek nya, sekarang yang harus dia lakukan adalah menunggu kematian kakeknya dan mengumpulkan air mata buaya nya untuk pemakaman kakek nya.


Di ruang tamu nampak kakek Surya yang sedang duduk di kursi rodanya, dia sudah struk selama tiga tahun ini karena terjatuh dari tangga saat menyaksikan kelakuan cucunya yang sangat tidak pantas.


Kakek Surya tidak habis pikir dengan apa yang di lakukan cucunya Perry dan Laras yang bisa-bisa nya berciuman di kamar.


"Kakek." teriak Laras manja sambil mencium pipi kakek tirinya, lebih tepatnya pura-pura manja, dia hanya ingin mengambil hati kakek nya agar memberikan beberapa persen warisan kepadanya.


Kakek Surya hanya diam melihat cucu nya yang baru pulang dengan beberapa tas belanjaan di tangan nya, Laras memang sangat boros dan suka menghamburkan uang.


"Laras ke atas dulu ya kek, jangan lupa baca doa kek makan nya." ucap Laras sambil tersenyum menyeringai.


"Dan sampai bertemu di akhirat kakek, haha." batin Laras yang sudah mengetahui rencana sepupunya.

__ADS_1


"Sudah waktunya makan tuan besar." ucap perawat itu dengan wajah yang penuh ketakutan.


Kakek Surya hanya mengangguk, tidak bisa berbuat apa-apa dia hanya bisa membuka mulutnya perlahan-lahan.


"Maafkan saya tuan, saya melakukan ini demi anak saya, maafkan saya tuan." batin si perawat.


Perlahan-lahan perawat itu memberikan suapan demi suapan pada majikan nya, kakek Surya memakan makanan nya tanpa merasa curiga karena perawat itu sudah bekerja selama dua tahun bersamanya, jadi kakek Surya sangat mempercayai perawatnya.


Di ruangan atas nampak Perry dan Laras yang sedang tertawa karena telah berhasil melakukan rencana nya, keduanya merasa senang karena sebentar lagi mereka akan mendapat apa yang mereka inginkan.


"Setelah ini kau harus menikahi ku kak, itu janjimu." kata Laras sambil merebahkan tubuhnya di ranjang.


Perry berjalan mendekati Laras, lalu mulai meraba tubuh sepupunya itu.


"Tentu saja, aku tidak akan lupa dengan janji itu." sahut Perry dengan tangan yang semakin liar meraba kemana-mana.


"Tapi sayangnya janji itu tidak akan terpenuhi karena aku rasa terlalu sayang jika aku membagi harta ku pada jala*g sepertimu, aku rasa setelah ini kau harus menyusul kakek." batin Perry menyeringai.


"Kau yang terbaik kakak, ahk.." Laras berkata dengan desahan manja nya.


"Aku tidak sabar untuk segera menguasai harta keluarga Surya, dan membuangmu ke laut yang dalam." batin Laras.


Laras menikmati sentuhan itu sambil mengeliat manja, Perry memang selalu bisa membuatnya terbang saat merasakan sensasi tangan liar itu.


"Cepat, aku tidak tahan." kata Laras mulai mengiba.


Perry mengangkat sebelah alisnya.


"Aku rasa aku mulai bosan, aku menginginkan sesuatu yang baru." ucap Perry sambil tersenyum menyeringai.


Degg..


"Apa maksud mu?." Laras replek menjatuhkan tubuh Perry yang sedang mengkungkung-kung tubuhnya.


Perry mengambil rokok dan menyalakan nya, lalu meniupkan asapnya ke wajah Laras.


"Kau tidak sadar, kau sudah sampah." ucap Perry sambil menikmati rokok nya, membuang sisa hasrat yang masih mengebu di tubuhnya dengan merokok.


"kau." Laras menatap sosok di depan nya dengan wajah marah nya.


Tok.. tok..

__ADS_1


"Masuk." teriak Perry.


"Tuan, tuan besar__" si perawat tidak bisa melanjutkan ucapan nya saat melihat Laras yang tidak memakai pakaian.


"Apa dia sudah mati?." tanya Perry.


Si perawat diam, membuat Perry menyimpulkan sepihak jika Kakek nya sudah meninggal.


"Cepat siapkan pakaian mu karena sebentar lagi polisi akan membawa mu ketahanan." perintah Perry.


"Tuan." penggil si Perawat masih dengan wajah takutnya.


Perry yang penasaran dengan kondisi kakeknya berniat ingin melihat kakek nya yang ada di lantai bawah, begitupun dengan Laras yang langsung memakai pakaian nya di depan si perawat.


Perawat itu menatap tak percaya pada Laras yang sedang memakai pakaiannya di depan nya, ternyata dia bekerja di tempat yang penuh dengan orang-orang yang tidak memiliki hati, dan dia juga telah melakukan hal yang sangat fatal.


Perry mengepalkan tangan nya saat melihat kursi roda yang kosong dengan pecahan piring bekas nasi yang berceceran dimana-mana.


"Sialan siapa yang melakukan semua ini." teriak Perry menggema di tengah rumah.


"Kemana kakek?, dimana kakek?."


Di lihat nya beberapa anak buahnya yang berwajah bonyok, membuat Perry semakin kesal.


"Apa saja yang kalian lakukan hah!, kemana kakek ku?." tanya Perry sambil menatap tajam anak buah nya.


Beberapa anak buah Perry menunduk takut,


"Maaf tuan, tapi tadi ada beberapa anak buah dari keluarga Rafasya, mereka membawa tuan Surya yang pingsan." ucap salah satu anak buah nya, membuat Perry semakin marah.


"Sialan, keluarga Rafasya benar-benar membuat ku marah, awas saja aku akan membalaskan dendam ku." ucap Perry sambil mengepalkan tangan nya.


Sedangkan Laras yang berdiri dengan gaya manja nya nampak tersenyum miris melihat sepupunya, dia sangat bahagia karena sepupunya tidak jadi mendapatkan warisan.


"Aku harus pergi dari tempat sialan ini, lebih baik aku menikahi pria tua kaya dari pada harus hidup bergantungan dengan sosok pria yang bisa saja mengkhianati ku." batin Laras.


Dia memilih pergi jauh dari pada harus berurusan dengan keluarga Rafasya, yang dia tau dari beberapa orang Rafasya adalah mantan Mafia kejam, meski usianya sudah tidak muda lagi tapi Laras tau jika keturunan nya tidak bisa di ragukan.


"Aku tidak mu mati sia-sia di tangan Rafasya." gumam Laras sambil masuk berniat membereskan semua barang-barang nya.


__________

__ADS_1


🌹🌹🌹🌹🌹


Jangan lupa jejak, ♥️


__ADS_2