
^^H A P P Y R E A D I N G^^
๐น๐น๐น๐น๐น
Karena kedatangan Dilla dan Zico pasangan pengantin baru itu akhirnya menunda acara malam bersejarah nya.
dan memilih untuk mengadakan party kecil-kecilan yang hanya di lakukan di rumah mewah Rangga.
"Untung tadi aku membeli cake banyak, jadi semuanya kebagian." ucap Achel sambil tersenyum memakan cake.
"Iya, untung ada cake kesayangan, kalau ngak kita makan yang berlemak terus Chel." Dilla ikut menggangguki ucapan Achel, tangan nya masih sibuk menyiapkan sesuap cake ke mulutnya.
Rangga dan Zico yang mendengar penuturan dua gadis remaja berbeda status itu hanya tersenyum hambar.
mana semua kebagian, hanya mereka berdua yang makan cake dengan khitmat, tidak dengan Rangga dan Zico yang hanya kebagian satu cup berdua.
Tapi apalah daya keduanya, melihat pasangan mereka terlihat senang makan cake sambil tersenyum manis membuat keduanya ikut bahagia.
Ternyata bahagia itu sangat sederhana, cukup melihat orang yang di sayang bahagia, dan itu sudah cukup untuk bisa menjadi alasan mereka bahagia.
"Sayang, kaya nya malam ini aku mau nginep deh di rumah Achel." ucap Dilla yang sekarang sudah kekenyangan karena makan terlalu banyak.
"Ya sudah kamu nginep aja, aku juga akan nginep di sini." kata Zico membuat Rangga seketika langsung memberikan tatapan tajam nya.
Teman nya yang satu ini seperti tidak tau waktu saja, sudah tau teman mau unboxing, ehk malah ikut-ikutan menjadi penghalang malam pertama nya.
"Achel boleh kan aku nginep?." tanya Dilla sambil menguap lebar.
Melihat Dilla yang menguap seperti itu membuat Achel menjadi tidak tega, dia memberikan tatapan memohon pada suaminya, dan hanya terdengar suara helaan nafas panjang dari Rangga.
"Iya boleh." jawab Rangga sambil tersenyum miring.
Dilla tersenyum mendengar nya, dia langsung berjalan masuk ke kamar pengantin, kamar yang seharusnya di tempati Achel dan Rangga.
"Ehk ko masuk nya ke kamar ini." tanya Rangga kaget.
"Emang harus nya tidur dimana Om?, kan emang biasanya tidur di sini, iyakan Chel, hayu tidur." Dilla membawa Achel untuk masuk ke dalam kamar bersamanya.
Namun Rangga cepat menahan tangan Achel, "Sayang." panggil nya memasang wajah imut.
Dilla menepuk jidatnya pelan, dia lupa kalau teman nya ini sudah menikah.
"Hehe lupa, Achel kamu temenin suami kamu aja, aku tidur nya di kamar tamu aja ya." kata Dilla keluar dari kamar dan langsung mendapatkan tatapan lembut Zico.
"Ngak boleh satu kamar, kita belum sah." kata Dilla sambil berjalan begitu saja meninggalkan Zico yang mematung di tempat nya.
__ADS_1
Rangga tersenyum puas melihat Zico yang di abaikan, setidaknya dia sudah Sah dan tidur ada yang menemani, sedangkan Zico dia masih sendiri dan butuh perjuangan yang ekstra untuk mendapatkan kepercayaan Dilla yang utuh.
Karena sampai sekarang pun Dilla masih belum konek jika di sambung-menyambung kan dengan masalah pernikahan.
"Sabar, aku akan berjuang dulu doakan semoga hasilnya sekali tembus langsung tiga." ucap Rangga sambil tersenyum penuh kemenangan.
Tanpa menunggu jawaban dari Asisten nya Rangga langsung menutup pintu dan mengunci pintu kamar nya agar tidak ada lagi yang menganggu malam pertama nya.
"Benar-benar harus ekstra sabar, huh." Pada akhirnya Zico memilih merebahkan tubuhnya di sopa saja.
Menunggu Dilla yang bangun tidur karena kalaparan seperti biasanya, semoga malam ini berpihak pada nya.
Sedangkan di dalam kamar pengantin baru, nampak Achel yang sedang merebahkan tubuhnya dan terus berguling kesana kemari, membuat Rangga yang baru selesai mencuci wajah itu menjadi kebingungan.
"Kamu ngak papa sayang?." tanya Rangga khawatir.
Achel menggelengkan kepalanya.
"Ngak tau, tapi perut aku rasanya kembung banget, pengen sendawa tapi ngak bisa." sahut Achel merasa tidak nyaman saat merebahkan tubuhnya.
"Coba tarik nafas yang panjang, siapa tau langsung sendawa." usul Rangga.
Achel menurut, dia melakukan seperti yang di katakan suaminya.
Tapi nihil cara itu tidak berhasil membuat dia sendawa, malah Achel semakin merasa sakit di perut nya.
Yang mana hal itu membuat Rangga semakin panik, dia terlihat gusar, di coba oleh-nya melihat perut Achel yang rata, tapi dia bukan dokter, mana tau apa yang sedang di rasakan oleh istrinya.
"Masih sakit ngak?." tanya Rangga.
"Masih hiks, sakit banget.. hiks." jawab Achel kembali terisak.
"Aku telpon dokter ya, mau."
Zico yang ada di luar merinding mendengar isakan di balik pintu kamar pengantin baru itu, Achel sampai menangis seperti itu karena ulah teman nya, dia jadi kepo gaya apa yang di lakukan Rangga saat unboxing malam pertama nya.
"Kasihan Achel, pasti sakit mendapatkan hentakan dari bom karatan." batin Zico yang merinding membayangkan nya.
Tapi satu sisi dia juga jadi merasa panas dingin, kalau saja dia sudah menikah, tentu saja dia juga akan menghabiskan malam-malam nya dengan penuh kehangatan, tidak kedinginan seperti ini.
"Jangan telpon dokter, hiks..tolong olesin pake minyak angin aja, biar anget." pinta Achel sambil terisak.
Ini pasti karena makan berlebihan, Achel lupa kalau semenjak diet dia memang selalu sakit perut jika makan terlalu banyak, apalagi tadi Achel memakan makanan manis dan di lanjut dengan makanan berlemak, yang tak lain ayam panggang, dan itupun porsi jumbo habis dimakan oleh nya dan Dilla.
Rangga melakukan nya, dia mengoleskan minyak angin ke perut istrinya.
__ADS_1
dan setelah di olesi perut nya Achel baru merasakan enak kan bahkan beberapa menit setelah itu dia langsung sendawa.
"Alhamdulillah udah sendawa." ucap Achel merasa enak kan.
Rangga menghela nafas nya lega.
"Tidur lah, malam ini kita tunda dulu aja, kesehatan kamu yang utama." kata Rangga sambil mengusap lembut kepala Achel.
"Makasih sayang." ucap Achel sambil tersenyum.
Dia menepuk tempat tidur di sebelahnya, dan Rangga yang paham langsung merebahkan tubuhnya di samping Achel.
Keduanya saling berhadapan, dan beberapa detik kemudian keduanya tersenyum.
"Aku cinta kamu." kata Achel sambil menatap suaminya.
"Aku juga cinta kamu, Istri ku." sahut Rangga sambil mengusap lembut pipi Istri nya.
Tiba-tiba Achel mendekatkan wajahnya ke wajah Rangga, membuat wajah keduanya sangat dekat, Rangga tersenyum melihat Achel yang seolah menantang untuk di cium.
Tanpa di minta seolah paham Rangga langsung memangutkan bibir nya ke bibir Achel, tapi karena ini adalah ciuman pertama Achel dia malah menjadi salah tingkah dan berakhir mengigit bibir Rangga.
Awwww !!
"Sayang?, ngak papa.. maaf aku ngak sengaja." kata Achel menunduk malu.
Rangga tersenyum lalu menarik dagu istrinya, dan kembali memangutkan bibir nya ke bibir Achel lagi, dengan gerakan pelan tapi pasti Achel mulai mencoba membalas ciuman suaminya.
Tangan Rangga tak tinggal diam, merasa tidak ada penolakan dia langsung menarik tubuh Achel agar semakin merapat ke pelukan nya.
Hemphh..
"Kita lanjutkan besok, malam ini biarlah seperti ini, masih ada besok bukan?." ucap Rangga sambil mengusap bibir Achel dengan satu jari nya.
Achel tersanjung dengan perlakuan manis suaminya, dia memeluk tubuh suaminya dengan posesif, lalu menciumi dada bidang suaminya.
"Makasih, aku janji besok akan menjadi hari istimewa kita, I love you."
"I Love You too."
________
๐น๐น๐น๐น๐น
Pasti masih nunggu MP nya, ya kan๐คฃ
__ADS_1
Jangan lupa like coment and Vote ya โฅ๏ธ