
^^H A P P Y R E A D I N G^^
🌹🌹🌹🌹🌹
April menarik nafasnya perlahan, sungguh remuk rasanya tubuhnya akibat pergulatan nya semalam dengan suaminya.
Boy benar-benar gila, dia bermain tanpa henti yang membuat April selalu kelelahan jika melayani suaminya.
Tapi yang membuat April kesal adalah dia dan Boy adalah 10 banding satu, dimana April sudah empat kali melakukan pelepasan dan Boy masih tetap memakai celana nya dan belum merasakan pelepasan sedikitpun.
"Kamu curang." ucap April sambil memukul pelan perut suaminya.
Perlahan mata Boy terbuka, dan yang pertama dia lihat adalah wajah kesal istrinya.
"What happened to you honey, why are you frowning?"
"Apa yang terjadi dengan mu sayang, kenapa cemberut?." tanya Boy sambil menatap istrinya dengan santai.
Bukan nya menjawab April malah kembali memberikan pukulan di lengan suaminya.
dan itu semakin membuat Boy bingung.
"Jangan bilang kamu mau kembali merasakan si Joni yang gagah ini?." Boy mengangkat sebelah alisnya ke atas, "Aku tau si Joni milik mu ini sangat gagah, karena pemilik nya sangatlah tampan rupawan dan juga kaya raya, tapi sayang ini masih pagi, aku masih mengantuk." lanjut Boy berkata dengan percaya dirinya.
April bungkam bukan main, ini masih pagi dan suaminya masih bisa sempat-sempatnya bersikap narsis?.
"Tapi demi istriku yang cantik ini aku siap, sebagai suami yang baik aku tidak akan menolak keinginan istri tersayang ku ini, baiklah kau menang, kau yang memimpin di atas dan aku yang menikmati nya." ucap Boy berlaga pasrah, dan merentangkan tangan nya bersiap menerima pelukan istrinya.
Buk..
Buk..
Dua pukulan berhasil April berikan pada suami mesum nya, bahkan bekas semalam pun April masih merasakan rasa nyeri di bagian pahanya, tapi dengan percaya diri nya Boy malah kembali mengajak nya bercinta.
"Kau marah?." tanya Boy mengubah posisinya menjadi duduk.
"Kamu selalu memakai celana saat bercinta, sedangkan aku selalu saja polos tanpa sehelai benang pun, itu tidak adil." sungut April kesal.
Boy terkikik geli mendengar keluhan istrinya, lalu dia melihat ke arah kakinya yang memang masih lengkap dengan pakaian tidur nya.
Entahlah Boy sudah terbiasa melakukan aksinya dengan pakaian yang utuh.
"Jadi? kau mau apa?, mau aku membuka pakaian ku? menjadi polos seperti dirimu?." tanya Boy seraya meraba paha istrinya yang masih belum menggunakan apapun dan tertutupi oleh selimut.
April memegang lengan suaminya lalu mencubit nya dengan gerakan cubitan kecil namun sakit nya tidak bisa di ungkapkan.
"Sakit." ringis Boy buru-buru menarik tangan nya.
"Rasain." sungut April sambil beranjak berdiri.
Glekk..
__ADS_1
Boy menelan ludah nya kasar saat melihat istrinya yang polos tanpa sehelai benang pun.
"Sayang kau mau menggodaku?." Boy ikut berdiri.
Namun baru satu langkah April malah berjalan ke arah lain, dan mengambil handuk.
"Masih pagi, jangan mesum." ucap April sambil masuk ke dalam kamar mandi.
Saat ingin menutup pintu tiba-tiba Boy ikut masuk, membuat April melotot.
"Mau ngapain?."
Boy dengan santai membuka baju nya.
"Ikut mandilah, mau ngapain lagi?." sahut Boy santai.
"Yakin mandi?." April tidak percaya dengan bualan suaminya, yang lain di mulut lain juga di hati.
"Yakin, kalo ngak khilaf." sahut Boy lagi sambil tertawa, membuat April kesal setengah mati.
Tapi baru juga April ingin memberikan pukulan tiba-tiba dia terpeleset, dan hampir jatuh, beruntung Boy langsung sigap menangkap tubuh istrinya.
April terdiam, merasakan ada yang mengganjal di bawah sana, sesuatu yang berdiri.
Tapi baru juga April ingin melepaskan dirinya tiba-tiba di merasa merinding.
"Kasian, udah bangun." ucap Boy mengelus si Joni, namun tak melepaskan April dari pelukan nya.
Huh..
Boy langsung mengangguk senang.
tapi setelah si Joni masuk sekarang April yang merasa tidak nyaman, apalagi di bagian inti kewanitaan nya.
Merasa ada yang kurang.
"Kenapa?." tanya Boy dengan wajah mengejek nya.
April masih diam, merasakan sensasi yang sama sekali tidak enak untuk di rasakan.
"Gerakkin tapi pelan, jangan___" ucap April melotot karena saat April mengatakan kata gerakkin Boy benar-benar memasuk mundur kan si Joni ke kewanitaan nya, bahkan April kembali merasakan di bawah sana sangat penuh, sangat penuh.
Hemphh..
"Sayang." ucap April menggila dengan deru nafas yang tidak teratur.
Boy malah asyik kembali menghujani titik inti kewanitaan sang istri dengan gerakan yang cepat, tangan nya mulai aktif ke tempat favoritnya.
Dan mencium bibir ranum sang istri, mengalihkan perhatian istrinya agar tidak memberontak lagi.
Boy heran padahal April dan dirinya sudah sering melakukan nya selama seminggu ini, bahkan hampir setiap hari, tapi kenapa milik April masih saja terlalu sempit untuk si Joni?.
__ADS_1
"Kecilkan." ucap April di sela-sela nafas memburu nya.
"Kecilkan apanya sayang." tanya Boy masih aktif dengan Permainan nya.
April benar-benar menggila.
suaminya selalu bisa membuat nya terbang, dan April kembali melepaskan pelepasan nya lagi, dan lagi.
"Si Joni..hemph.. kecilkan, ah." ucap April terbata-bata karena Boy terus tak mau berhenti.
"Tidak bisa sayang, kalau si Joni kecil kamu tidak akan merasakan nikmat saat kita melakukan nya." sahut Boy menambah cepat gerakan nya.
Di tempat lain seorang gadis nampak sedang membuang banyak kenangan nya, foto-foto masa sekolah nya dia buang karena merasa sakit jika terus membayangkan sosok yang sama sekali tidak bisa dia dapatkan itu.
"Selamat tinggal Boy, kamu sudah bahagia bersama dia, dan aku akan mencoba mengikhlaskan mu." ucap Kirana sambil menatap semua kenangan nya yang sudah ada di tong sampah.
Dia akan melepaskan semua rasa cinta yang bertepuk sebelah tangan nya, mencoba untuk kembali menjadi Kirana yang baru, yang tidak mudah mencintai sosok yang dia anggap bisa menjadi penyempurna nya.
"Kirana." panggil Bunda.
"Iya, kenapa Bunda?." tanya Kirana, beranjak berdiri dan mendekati sang Bunda.
"Di bawah ada Andri tuh, turun yuk kasihan Andri nungguin kamu dari tadi loh." ucap Bunda.
Kirana melirik ke arah tong sampah di kamar nya yang penuh dengan semua kenangan nya, menghela nafasnya perlahan.
"Bun, aku ngak mau ada kata perjodohan lagi." ucap Kirana menatap Bunda nya dengan wajah penuh keseriusan.
Bunda Kirana mengusap pipi Kirana dengan sayang.
"Tidak akan, Andri hanya main dia kan teman kecil mu juga, lagi pula Andri kan tetangga kita." ucap Bunda
"Baiklah, aku akan turun." kata Kirana akhirnya memilih untuk menemui Andri.
Namun langkah nya terhenti, Kirana teringat akan ucapan Andri malam kemarin.
"Aku mau ngajak kamu ke acara teman aku, kalau kamu mau kamu bisa memakai gaun yang sudah aku siapkan."
"Kenapa?." tanya Bunda heran.
Kirana tidak menjawab, dia kembali ke dalam kamarnya, berjalan mendekati meja kerja nya.
perlahan tangan nya terulur untuk mengambil paper bag yang ada di nakas.
"Mungkin aku harus mencoba nya, perlahan." ucap Karina sambil memegang gaun berwarna biru gelap itu dengan wajah yang penuh tekad.
________
🌹🌹🌹🌹🌹
Mampir yuk cerita Rara, ^^I Love You Boss^^
__ADS_1
sudah UP sampai Epsd 21.
Jangan lupa jejak♥️