
^^H A P P Y R E A D I N G^^
🌹🌹🌹🌹🌹
"Jangan aneh-aneh sayang, aku tau apa maksud mu." ucap Papih Kiano membuat Mamih Anaira langsung mengerucut kan bibir nya sebal.
"Papih ihk, Mamih kan ngak mau aneh-aneh cuman mau kenalin Ara sama anaknya Bara." ucap Mamih Anaira.
"Cukup kita yang di jodohkan, biarkan Ara memilih jalan nya sendiri sayang, lagi pula aku yakin sekarang Ara pasti sudah memiliki dambatan hati nya."
Mamih Anaira menatap suaminya dengan wajah bingung, dia juga mendengar isu akan Kinara yang sudah memiliki kekasih, hanya saja dia belum pernah tau siapa pemuda yang bisa menerima ke tomboian putri nya.
"Papih tau Ara punya pacar dari mana, bukan nya itu hanya isu?." tanya Mamih Anaira.
"Tentu saja Papih tau, Ara itu anak Papih sayang, mana mungkin Ara bisa menyembunyikan masalah itu dari Papih." ucap Papih Kiano.
Meski pada kenyataan nya dia hanya melihat sinar di wajah putri kesayangan nya, dia tau Putri nya itu sedang jatuh cinta.
Papih Kiano melirik sang istri yang nampak terlihat merajuk.
tangan nya terulur untuk mengusap lengan sang istri.
"Ayo tidur." ucap nya lagi.
Mamih Anaira melirik suaminya, marah nya meluntur karena melihat wajah suaminya yang sangat menawan di mata nya.
Mana tahan Mamih Anaira untuk mengabaikan tatapan tajam yang mendebarkan hati nya itu.
Meski semuanya sudah berlalu lebih dari 24 tahun tapi suaminya masih tetap menjadi pria yang sangat tampan di mata nya.
tidak akan terganti dan tidak akan pernah membuat nya bosan dengan rasa cinta nya.
"Mamih cinta Papih." ucap Mamih Anaira sambil memeluk tubuh suami nya.
Papih Anaira tersenyum kecil.
"Papih juga." ucap nya singkat namun berhasil membuat hati Mamih Anaira berbunga-bunga.
Kedua nya tidur sambil berpelukan, tapi baru beberapa menit mereka akan memejamkan matanya pintu kamar nya terbuka lebar.
Membuat keduanya replek membuka mata nya, dan kaget melihat kedatangan Kinara yang berdiri di ambang pintu dengan memeluk bantal nya.
"Ara, ada apa?." tanya Mamih Anaira.
"Ara mau tidur bersama Mamih, Papih, boleh kan?." tanya Kinara masih belum mau melangkah masuk.
Mamih Anaira dan Papih Kiano saling melirik, lalu keduanya melepaskan pelukannya dan langsung memberikan jarak antara keduanya, mengosongkan di tengah-tengah nya.
"Kemarilah." ucap Mamih dan Papih bersamaan.
Membuat Kinara tersenyum lalu menutup pintu nya, dengan semangat Kinara berjalan mendekati ranjang kedua orangtuanya.
Kinara merebahkan tubuhnya di tengah-tengah Mamih dan Papih nya.
"Mamih Papih, dekettan dong." ucap Kinara.
__ADS_1
Dan Mamih Anaira langsung melakukan nya, begitu pun dengan Papih Kiano yang ikut merapat.
"Cium Ara Mih Pih." pinta Kinara.
Cup..
Cup..
Dua kecupan di pipi masing-masing nya sudah mendarat dari Mamih dan Papih nya, membuat Kinara tersenyum.
"Makasih." ucap nya, lalu mulai menguap lebar dan langsung tertidur.
Papih Kiano dan Mamih Anaira saling melirik, keduanya tidak menyangka jika Kinara akan secepat itu untuk tidur.
"Ara kaya nya cape ya Pih."
Papih Kiano mengangguk kecil sebagai jawaban.
"Sebaiknya kita juga tidur Mih, ini sudah larut malam." kata Papih Kiano sambil memeluk putrinya.
Melihat suaminya yang memeluk putri nya membuat Mamih Anaira ikut memeluk putri nya, dan pada akhir nya keluarga kecil Kinara pun tertidur dengan saling berpelukan.
Kinara membuka mata nya setelah beberapa menit dia berpura-pura memejamkan mata nya, dia tersenyum melihat Mamih dan Papih nya yang memeluk nya.
Nama Kinara adalah singkatan dari Kiano dan Anaira, gabungan dari kedua orang tuanya.
"Maafkan Ara yang selalu berbuat nakal Mih, Pih, Ara janji setelah ini Ara akan berubah menjadi gadis seperti impian Mamih dan Papih." batin Kinara.
"I love you Mih, Pih." gumam Kinara pelan, lalu menutup matanya dan mulai tertidur.
Dia sudah berniat untuk mengubah semua kebiasaan nya yang memang abstrak.
Kebiasaan nya yang selalu bangun siang, tidak pernah menginjakkan kaki nya di dapur, dan juga kebiasaan nya untuk memakai pakaian tomboi yang menurut nya yang penting nyaman di pakai.
"Non Ara!" kaget bibi pembantu di melihat anak majikan nya yang ada di dapur.
Selama dia bekerja tidak pernah dia melihat Kinara ke dapur, ya selain untuk mengambil air dingin di kulkas, dan itupun hanya dapur bersih, bukan dapur kotor.
Tahu akan ekspresi kaget bibi pembantu membuat nya langsung tersenyum.
"Jangan aneh Bi, ekspresi bibi kaya yang baru liat hantu tau." ucap Kinara santai.
"Mau masak apa non?." tanya Bibi Pembantu, dia melihat Kinara yang mulai memotong bawang-bawangan.
"Nasi goreng spesial buat Mamih Papih." sahut nya tersenyum simpul.
Kinara sudah mencari cara memasak makanan yang paling mudah, dan jawaban nya itu adalah nasi goreng.
Jadi Kinara memilih masak nasi goreng saja, toh tinggal kasih garam dan sedikit penyedap rasa, hanya itu kan?.
"Mau bibi bantu ngak?." tawar si bibi.
Kinara menggelengkan kepalanya sebagai jawaban, makanan ini adalah masakan pertama nya, dan Kinara ingin membuat Mamih Papih nya senang dengan makanan yang di masak nya sendiri.
"Bibi beberes aja, untuk urusan dapur santai aja serahkan semuanya pada koki Ara." kata Kinara lagi.
__ADS_1
Meski susah tapi Kinara tetap berusaha memasak dengan semampu nya.
cukup sulit saat tangan yang biasanya memegang motor itu kini malah memegang spatula dan wajan.
"Semangat Ara, kamu pasti bisa ayo demi Mamih Papih." ucap nya mencoba menyemangati diri sendiri.
Satu jam berlalu..
"Selamat pagi Mamih, Papih." sapa Kinara sambil tersenyum manis.
Membuat dua sosok yang baru keluar dari kamar nya itu melihat ke sumber suara, dan kaget dengan penampilan Kinara pagi ini.
"Ara!" kaget Papih Kiano.
"Baju kamu?." Mamih Anaira kaget melihat Kinara yang berjalan menuruni tangga dengan memakai pakaian yang sangat preminim.
"Cantik ngak Pih? Mih?." tanya Kinara sambil berjalan mendekati Mamih Papih nya.
"Cantik." sahut Mamih dan Papih bersamaan.
Cup..
Cup..
"Morning kiss Mih, Pih!" ucap nya sambil tersenyum kecil.
Mamih Anaira memegang dahi putrinya, tidak panas dan juga tidak dingin.
membuat nya menatap putri nya dengan aneh.
"Kemarin kamu makan apa Ara?." tanya Mamih Anaira.
"Masakan Mamih lah, apa lagi coba." sahut nya berusaha dengan menggunakan bahasa yang sangat lembut.
Kini ketiga nya sudah di meja makan, Kinara mengambilkan nasi untuk Mamih dan Papih nya.
dan hal itu tentu saja membuat Mamih Anaira semakin merinding.
Sejak kapan Kinara putrinya bisa bersikap semanis ini? dan juga rajin?.
"Nasi goreng nya agak aneh ya Pi." ucap Mamih Anaira yang melihat nasi goreng nya tidak memiliki daya tarik sedikit pun, apalagi telor ceplok nya yang gosong.
"Ara yang masak Mih, cobain ya. Papih juga." kata Kinara sambil memasukkan makanan nya ke mulut nya.
Beberapa detik berlalu..
Ketiga nya terdiam, dan tidak lagi memasukkan makanan ke mulutnya lagi.
Kinara melirik Mamih Papih nya, dan di balas dengan tatapan yang sama oleh Mamih dan Papih nya.
"Asin ya Mih, Pih, hehe.. nanti Ara akan belajar lagi sama Papih deh."
_______
🌹🌹🌹🌹🌹
__ADS_1
Jangan lupa like coment and Vote ya kak ♥️