Istri Cantik Tuan Muda Kejam 2

Istri Cantik Tuan Muda Kejam 2
Mual+kentut.


__ADS_3

^^H A P P Y R E A D I N G^^


🌹🌹🌹🌹🌹


Setelah dua tahun lebih menikah akhirnya Arfan dan Syifa mendapatkan kepercayaan dari Tuhan, kini Syifa sedang hamil.


dan tentu saja hal itu membuat Arfan senang bukan main dan semakin menyayangi istrinya.


Proses kehamilan pertama ini cukup berat untuk Syifa, dimana dia harus melewati mual di setiap pagi nya.


Tapi beruntung dia punya Arfan, sosok yang selalu bisa membuat nya menjadi wanita beruntung.


Hoekk..


Hoekk..


"Sayang, apa tidak apa di tinggalkan kerja?." tanya Arfan sambil memijat leher istrinya.


"Ngak apa, kamu pergi kerja aja, aku ngak papa ko lagian di sini ada bibi." sahut Syifa tidak mau kehamilan nya ini menganggu pekerjaan suaminya.


"Tapi muka kamu pucat banget loh sayang, yakin mau di tinggal sama suami tampan mu ini?."


Syifa menggelengkan kepalanya, ingin mengeluarkan suaranya namun tiba-tiba kembali merasa mual lagi, dan pada akhirnya kembali memuntahkan isi perutnya lagi.


Arfan tetap siaga menemani istrinya, sebenarnya ada rasa kasihan di hati Arfan melihat Syifa yang nampak tidak bertenaga seperti ini.


Tapi mau bagaimana lagi, Dokter bilang awal kehamilan memang seperti ini, dan yang Arfan bisa lakukan mungkin hanyalah membantu memijat istrinya.


"Benar kamu ngak apa kalau di tinggal?." tanya Arfan lagi, masih berat untuk meninggalkan istrinya yang sedang merasakan mual yang hebat.


"Ngak sayang, kamu kerja aja." sahut Syifa yang kesekian kalinya.


Tapi meski Syifa sudah mengatakan hal itu tentu saja Arfan masih berat meninggalkan istrinya, dia ingin menemani istri nya, tapi sekarang Arfan juga memiliki tanggung jawab besar di perusahaan nya.


Ya, setelah beberapa bulan lulus S2 Arfan memang langsung mendapatkan pekerjaan, lebih tepatnya menempati jabatan CEO di perusahaan Opa nya.


Dan sebagai CEO Arfan harus bisa menjadi panutan untuk semua karyawan nya, memberikan contoh di yang baik.


Tapi melihat Syifa yang lemas karena terus menerus muntah membuat Arfan bimbang.


Melihat Arfan yang tidak kunjung berangkat bekerja membuat Syifa membenarkan posisi nya menjadi duduk.


memegang tangan suaminya.


"Aku beneran ngak Papa sayang, pliss kerja ya, jangan kaya gini, kamu tau kan Papa udah ngasih harapan besar sama kamu, aku ngak mau membuat kamu malas-malasan dan jadi lupa diri kalau kamu itu seorang CEO yang harus mengayomi karyawan kamu." kata Syifa meyakinkan.


Dia tidak ingin hanya karena dirinya Arfan jadi bolos, Syifa tau Papa Arka dan Mama Alena sedang memantau kinerja Arfan, Syifa ingin Arfan berhasil, dan bisa membanggakan keluarga nya.


Arfan menghela nafas nya pelan, lalu mengusap perut Istri nya dengan lembut penuh sayang.


"Sayang Papa, kamu ngak boleh nakal ya, kasian Mama tau, kamu tau Papa aja yang tampan ngak pernah bikin Mama kesel, jadi kamu juga harus kaya Papa, harus bisa buat Mama bahagia." kata Arfan mengusap perut rata Istri nya.


"Kalau mau apa-apa panggil Bibi, atau kalau mau makan sesuatu kamu bisa telpon aku, nanti aku beliin."

__ADS_1


"Iya, sayang nanti aku telpon kamu kalau mau sesuatu."


"Jangan banyak gerak, inget lagi hamil."


"Iya, aku akan diam di kamar, paling ke kamar mandi doang buat pipis."


"Jangan lupa makan dan minum vitamin dari Dokter nya, berapa kali minum vitamin nya?."


"Tiga kali sehari."


Arfan tersenyum, dan masih enggan untuk pergi.


Syifa tersenyum melihat tingkah bawel suaminya, tidak munafik jika Syifa suka sikap Arfan yang perhatian seperti ini kepada nya, meski terkesan positif.


"Iya sayang, aku akan selalu ingat pesan kamu."


"Cium dulu." Arfan memonyongkan bibirnya nya.


Cup..


Syifa mengecup bibir suaminya singkat.


"Pipi nya belum." tunjuk Arfan pada pipi nya.


Cup..


"Hidung nya juga belum."


Astaga..


Akhirnya Syifa mengecup semua inci wajah suaminya.


Arfan tersenyum senang, lalu menatap wajah istrinya dengan wajah serius nya.


"Yakin nih aku tinggal?, ngak kangen?." tanya Arfan lagi.


Astaga..


Melihat wajah kesal Syifa membuat Arfan langsung mengecup singkat bibir Istri nya, setelah itu dia memeluk tubuh kecil Syifa.


"Semangat!."


"Pasti."


Setelah pintu tertutup Syifa langsung merebahkan tubuhnya, namun beberapa detik kemudian Syifa merasa dirinya di perhatikan, membuat nya langsung melirik ke arah pintu.


"Astaga sayang!!."


Arfan nyengir kuda di ambang pintu, dan yang terlihat hanyalah kepala nya saja.


"Jangan rindu, kamu ngak akan kuat, biar aku saja." ucap Arfan sambil cengengesan.


Syifa menggelengkan kepalanya, begitulah tingkah Arfan setiap harinya, dan Syifa sudah terbiasa dengan tingkah Arfan.

__ADS_1


meski terkesan tengil tapi hal itu tentu berbeda untuk Syifa, dia bahagia memiliki Arfan.


"Terimakasih Tuhan, aku benar-benar bahagia bisa bersama Arfan, dia pria yang sangat baik, dan aku menyayangi nya, sangat."


Dua tahun lebih bukan waktu yang sebentar, Banyak hal yang di lalui Arfan dan Syifa untuk sampai di titik ini, baik Syifa maupun Arfan keduanya selalu menghargai proses yang telah keduanya lalui.


Arfan melangkahkan kaki jenjang nya untuk berjalan ke arah lobby perusahaan nya.


meski tanpa mengumbar senyuman nya pesona Arfansya benar-benar tidak bisa di spelekan.


Terlihat sekarang nampak Arfan yang berhasil membuat semua mata yang melihat nya menjadi terpana akan ketampanan seorang Arfansya.


Mereka juga tau jika Arfan sudah memiliki istri, Arfan dengan sengaja memajang beberapa foto pernikahan nya di ruangan nya, dan hal itu membuat semua mata menjadi iri pada sosok wanita yang bersanding dengan CEO muda nya.


"Aku memang tampan, kaya dan berkharisma, tapi sayang nya aku adalah pria setia, aku hanya menyukai Istri ku, hanya Syifa."


"Jaga mata kalian, aku sudah punya istri." ucap Arfan dingin, lalu berjalan kearah Lift dengan wajah santai nya.


Di dalam Lift Arfan nampak membenarkan dasinya, perutnya terasa sakit hingga tiba-tiba dia merasakan ingin sesuatu..


Pretttt...


Huh..


"Astaga, aku lupa tadi malam Syifa mengajak ku makan ubi." gumam Arfan.


"Bau, tapi tidak apa, aku tampan dan berkharisma, lagi pula disini juga tidak ada siapa-siapa." lanjut nya lagi.


Arfan menutup hidungnya saat merasakan bau tidak sedap yang berhasil dia keluarkan.


kembali memasang wajah dingin nya.


Namun saat pintu Lift terbuka tiba-tiba sosok yang ada di depan nya menutup hidungnya, dan hal itu berhasil membuat Arfan gelagapan, ini kedua kalinya dia ketahuan kentut setelah dua tahun lama nya saat ketahuan oleh bibi pembantu nya.


"Tuan, selamat pagi." kata Sekertaris wanita itu sambil menutup hidung nya.


Arfan mencoba untuk bersikap biasa-biasa saja agar sekertaris nya tidak mencurigai kalau dirinya lah yang kentut.


"Semoga rumor kentut ini tidak tersebar." batin Arfan.


Sesampainya di ruangan nya Arfan langsung duduk di kursi kebesaran nya.


menatap beberapa map dan berkas-berkas yang menumpuk meminta di kerjakan oleh nya.


Huh..


"Oke, Arfan yang tampan ini akan mulai bekerja, semangat calon Papa."


_________


🌹🌹🌹🌹🌹


Yang mau ikutan masuk ke GC bisa langsung masuk aja ya, grup nya masih kosong loh, nanti Di sana Author akan tebar sedikit poin untuk malam ini, jadi yang mau ikutan dapat tebar poin yuk ikutan grup nya😍

__ADS_1


Jangan lupa jejak ♥️


__ADS_2