
^^H A P P Y R E A D I N G^^
🌹🌹🌹🌹🌹
Kedua pria dewasa itu duduk di sopa dengan kesibukan masing-masing.
Rangga yang sedang bermain game di ponselnya, sedangkan Zico nampak sibuk melihat foto-foto Dilla di akun sosial media Dilla.
Belum ada rasa kantuk yang menerpa keduanya, Rangga masih memikirkan Achel yang tadi menangis saat curhat pada Dilla.
Begitupun dengan Zico yang masih memikirkan Dilla yang mengatainya Gy.
Ceklek..
Suara pintu terdengar, membuat kedua pria itu langsung melirik ke sumber suara.
"Belum tidur Om?, hoam.." Dilla dengan santai menguap.
Karena tak mendapatkan jawaban Dilla pun berjalan begitu saja meninggalkan sosok yang menatap nya dengan wajah yang tidak bisa di artikan.
"Urgent tuan." kata Zico, lalu berjalan mengekori Dilla.
Sesampainya di dapur Dilla langsung mengambil gelas, mengisi gelas di tangan nya dengan air hangat agar perutnya tidak terus berisik.
Kebiasaan nya di saat malam hari adalah selalu kelaparan mendadak, dan Dilla sadar ini bukan rumahnya yang membuat dia lebih memilih meminum air hangat.
Sebenarnya bisa saja Dilla memasak, tapi ia tidak melakukan hal itu, Dilla tidak pandai memasak.
"Dilla."
"Astaga, Om." pekik Dilla kaget melihat Zico yang ada di samping nya.
"Haus?." tanya Zico.
Dilla terdiam kikuk, bingung mengatakan apa sampai akhirnya keheningan menerpa keduanya.
Tiba-tiba..
Kriuk..
Suara alrm alam perut Dilla keluar, membuat Dilla langsung memegangi perut nya.
"Bukan perut aku Om, itu suara cicak." kata Dilla tidak mau mengakui.
Tanpa menjawab perkataan Dilla Zico langsung berjalan mendekati kulkas, mencari bahan makanan.
"Mau ngapain Om?." tanya Dilla yang melihat Zico mengambil bahan masakan seperti telor, wortel dan kol.
Dan kembali tidak mendapatkan jawaban lagi, tapi karena penasaran Dilla pun akhirnya memilih tinggal di dapur, duduk di kursi dekat meja dapur sambil menatap Zico yang sedang sibuk memasak.
Begitu cekatan dan seperti sudah sangat ahli, membuat Dilla sedikit terpukau dengan keahlian Zico dalam memasak, benar-benar selevel dengan chef yang di TV-TV.
"Om Zico hot banget ya, perfect Daddy." batin Dilla.
Beberapa menit berlalu..
"Om." panggil Dilla.
"Iya."
"Masak apa sih Om wangi banget."
"Nanti kamu bakalan tau sendiri, kamu lapar kan?."
__ADS_1
Dilla mengangguk sambil menguap.
"Hem, lapar, jadi Om buat makanan nya buat aku? hoam.." kali ini Dilla benar-benar tidak bisa menahan rasa kantuk nya.
"Iya, khusus untuk mu, gadis paling cantik." jawab Zico sambil tersenyum, tapi masih enggan melihat ke belakang, dia menyembunyikan senyuman nya dari Dilla.
Menurut buku-buku panduan anak remaja yang di baca nya kalau biasanya gadis remaja itu akan mudah lapar, dan cara pertama mendekati gadis remaja adalah berawal dari perut, nanti naik ke hati.
Zico meletakkan makanan nya di piring, dengan wajah senang dia berbalik, tapi yang di lihat nya malah membuat senyuman nya pudar.
"Lalu aku masak omlet spesial ini untuk siapa?." gumam Zico menatap iba pada omlet yang sudah di buatkan nya dengan penuh cinta itu.
Tak tega melihat Dilla yang tertidur di kursi membuat Zico mendekati gadis itu, tanpa bicara apa-apa Zico langsung memangku tubuh kecil Dilla ke dalam pelukan nya.
Jantung nya berdebar kencang, rasanya sangat aneh entah mungkin karena dia sudah tidak mengenal wanita selama 20 tahun atau apa, tapi rasanya benar-benar mendebarkan.
Saat baru beberapa langkah tiba-tiba Dilla bersuara, membuat Zico kaget.
"Mommy, Daddy.. lapar."
Astaga..
Zico menggelengkan kepalanya, ternyata Dilla hanya mengigau dia tidak habis pikir ternyata rasa lapar anak remaja sampai kebawa mimpi seperti ini.
"Mom, Dad, kak Lucas jahat dia nolak aku dan milih di jodohkan sama Achel, Mom emang kurang cantik apa aku." Dilla kembali mengigau.
Tapi kali ini mengigau nya Dilla membuat jantung Zico terasa sakit.
"Secinta itu Dilla pada pemuda itu, apa aku memang harus mengalah setelah sejauh ini?." gumam Zico sambil terus melangkah.
Pagi harinya Rangga merasakan perut nya yang terasa geli, dan saat dia membuka matanya Rangga terbalak kaget saat melihat Achel yang tengah mengelitiki nya.
"Hentikan, astaga geli."
Rangga terdiam mencoba mengingat sesuatu, sampai akhirnya dia ingat.
tadi malam Rangga hanya ingin melihat Achel yang tertidur, dan saat melihat Achel yang tidak nyaman tidur nya membuat dia mengulurkan tangan nya untuk mengusap kepala Achel.
Tapi setelah beberapa menit dia melakukan nya Rangga merasa sangat mengangguk, dan berakhir tidur di samping Achel.
"Astaga, kenapa aku bisa seceroboh ini ." batin Rangga.
Bukkk..
Achel memberikan pukulan kecil di dada Rangga.
"Jawab Om, jangan diam aja." kata Achel lagi.
Huh..
"Tadi malam aku tidur di sopa, tapi entah kenapa aku jadi bisa ada di sini." kata Rangga berbohong, tidak mungkin dia mengatakan yang sejujurnya, dia takut Achel akan membenci nya, apalagi situasinya Achel masih sangat trauma dengan kejadian kemarin.
Achel terdiam matanya melihat ke arah baju celana lalu wajah si Om lagi, memang tidak ada yang mencurigakan, tapi tetap saja Achel kaget karena Rangga tiba-tiba ada di samping nya lebih tepatnya menempati posisi Dilla.
"Om pergi deh, aku mau sendiri." kata Achel sambil membaringkan tubuhnya lagi, lalu membelakangi Rangga.
Merasa Achel marah padanya membuat Rangga gelisah, tangan nya terulur untuk memegang pundak Achel, tapi dua urungkan niat nya, dia takut membuat Achel semakin marah pada nya.
"Maaf." ucap Rangga, lalu beranjak turun dari ranjang, berjalan ke luar kamar dengan wajah yang merasa bersalah.
Setelah melihat Rangga pergi Achel menatap ke arah langit-langit kamar, kenapa dia harus marah toh mereka berdua tidak melakukan apa-apa, bahkan si Om juga jaga jarak terlihat di tengah-tengah ranjang nya di taruh guling sebagai pembatas.
Tapi tetap saja hal itu tidak benar, Achel merasa sikap Om Rangga padanya itu berlebihan, bukan seperti Om dan keponakan nya tapi seperti seorang pasangan yang mencintai.
__ADS_1
Astaga..
"Apa jangan-jangan Om Rangga suka aku?." gumam Achel.
Di kamar lain nampak Zico yang kaget saat mendapatkan tendangan di kaki nya, dan sekarang saat dia membuka matanya dia terbalak kaget saat melihat kaki berada tepat di depan wajah nya.
"Aku baru tau kalau Dilla tidur seperti anak kecil, Astaga."
Zico berusaha menjauhkan kaki Dilla dari wajahnya, tapi saat bersamaan dengan kaki Dilla menjauh tiba-tiba tangan Dilla menabok wajahnya, yang membuat dia kaget sampai terjatuh ke lantai.
Brukkk..
Zico terjatuh ke lantai..
Mendengar suara jatuh membuat Dilla mengeluarkan suara nya.
"Siapa yang jatuh? maling?." gumam nya sambil menguap.
Tapi setelah beberapa detik Dilla langsung membuka matanya.
"Achel, huhu..maaf."
"Aaaa.. !! " teriak Dilla kaget melihat Zico ad di kamar nya.
Brukkk..!!!
Dilla terjatuh menimpa Zico, lama keduanya terdiam saling berpandangan satu sama lain.
Sampai akhirnya..
"Om tegang ngak?."
Hah..!!
"Om kan Gy, pasti ngak tegang kan kalau gini-ginian sama cwe cantik, iya kan Om."
Apa..!!
"Tapi bentar, ko agak aneh ya.." Dilla menggerakan tubuhnya, membuat Zico yang ada di bawah nya melotot.
"Jangan!" kata Zico.
Tapi Dilla yang penasaran karena tau si Om adalah Gy semakin menjadi-jadi, dengan sengaja Dilla menjatuhkan tubuhnya menjadi semakin rapat, hidung keduanya bertabrakan membuat Zico menutup matanya menahan.
"Om."
Ahk, Dilla benar-benar tidak mengerti, Zico tetap menutup matanya.
"Om, lepasin aku dong mau pipis."
"Tinggal pergi, apa susah nya."
"Lah emang susah Om, tangan Om meluk aku erat banget udah kaya lagi___" ucap Dilla terhenti karena tiba-tiba Zico menjatuhkan tubuhnya, beruntung Dilla bisa menutupi kepalanya sehingga tidak mencium lantai.
"Dasar aneh, Gy gy." ketus Dilla lalu berjalan ke arah kamar mandi.
_________
🌹🌹🌹🌹🌹
Ada yang kepo kenapa dua Om hot bisa jadi duda ngak?.
Jangan lupa jejak ♥️
__ADS_1