
^^H A P P Y R E A D I N G^^
🌹🌹🌹🌹🌹
Hari berganti hari, kondisi Babby Ziel dan Babby Zelo semakin sehat, terlihat dari berat badan nya yang kini sudah lebih berat dari beberapa Minggu lalu.
Tak bisa Lisa bohongi jika keberadaan Ziel dan Zelo membawa banyak pengaruh di kehidupan nya, tapi meski begitu Lisa tetap senang meski peran seorang ibu yang dia lakoni sekarang cukup melelahkan, apalagi dia mengurus dua bayi sekaligus.
Meski memiliki pengasuh tetap saja Lisa tidak membiarkan kedua pengasuh yang di pekerjakan nya menggantikan peran nya, Lisa tidak mau kedua putranya nanti lebih dekat dengan pengasuhnya, dia ingin kedua putra nya mendapatkan perhatian darinya.
Kedua bayi nya sangat menggemaskan membuat Lisa ingin sekali mencubit gemas pipi kedua bayi nya, tapi dia tidak bisa melakukan nya, kasihan takutnya nangis.
"Gemesin banget sih sayang, anak Mommy uuh." Lisa geregetan sendiri.
Apalagi saat kedua bayi nya mulai mengeliat lagi, dan Ziel mulai membuka matanya, membuat Lisa langsung mengelus pipi putra nya, dan benar saja Ziel langsung tertidur kembali, Ziel memang gampang tidur, tidak seperti Zelo yang sangat sulit di tidurkan tapi kalau sudah tidur sangat susah untuk bangun.
"Dasar anak Bian." kata Lisa sambil terkekeh melihat Zelo yang tangan nya tidak bisa diam saat tertidur.
Suaminya sudah aktif kembali ke kantor, membuat Lisa kesepian karena tidak ada suaminya yang menemani nya, tapi semuanya demi masa depan putra nya.
"Maaf menganggu nona, di luar ada orang yang ingin bertemu dengan anda." ucap salah satu pengasuh si kembar.
"Siapa?." tanya Lisa heran, setahunya dia tidak memiliki janji untuk bertemu dengan siapapun hari ini.
"Saya kurang tahu nona." kata si pengasuh jujur.
Lisa menghela nafasnya, lalu melirik kedua bayi nya yang masih tertidur.
"Tolong tungguin dulu Twins Z, ya.. saya mau temuin tamunya dulu sebentar." kata Lisa, di angguki si pengasuh.
Sepanjang perjalanan Lisa terus berpikir siapa yang berkunjung ke rumah nya, rumah nya baru dan juga tidak mudah untuk seseorang bisa masuk ke rumah nya karena di jaga ketat oleh bodyguard Opa Rafa.
"Rika." pekik Lisa senang bukan main saat melihat sosok yang duduk di sopa itu ternyata adalah sahabat lama nya.
"Tega kamu Lisa ngelahirin ngak bilang-bilang sama aku." adegan peluk-pelukan mulai di lakukan oleh kedua sahabat itu.
Lisa benar-benar tidak menyangka jika yang datang adalah sahabatnya, sosok yang sedari kecil menemani nya.
"Kangen." ucap Lisa sambil memeluk tubuh langsing Rika.
Setelah pelukan terlepas keduanya duduk di sopa yang sama, tentunya dengan jiwa kepo yang meningkat.
__ADS_1
"Mana keponakan aku?." tanya Rika, celingak-celinguk melihat ke setiap juru.
"Ada di kamar, lagi bobo." sahut Lisa sambil tersenyum.
"Kapan nyusul?." celetuk Lisa membuat Rika yang ingin meminum-minuman nya hampir tersedak.
Rika melotot ke arah teman nya, setelah berbulan-bulan tidak ketemu bisa-bisa nya teman nya itu menanyakan masalah serius itu, sungguh sangat menyebalkan.
Melihat ekspresi teman nya yang seperti itu membuat Lisa yakin jika teman nya yang satu ini masih jomblo, aneh rasanya padahal teman nya sudah hampir dua puluh tiga tahun, tapi masih saja tidak tertarik dengan memiliki kekasih.
"Jangan cemberut, aku cuman bercanda Rika." ucap Lisa tidak enak hati, apalagi saat melihat Rika diam saja.
Huh..
"Kamu tau aku bukan cwe yang mudah jatuh cinta kaya kamu, ngak tau kenapa aku masih tetap sulit jatuh cinta." ucap Rika, sambil menghela nafasnya kasar.
Apalagi memiliki sosok Papa yang tegas dan memiliki Kakak yang seorang tentara, sudah pasti sebelum ada pria yang mendekatinya pria itu harus bisa melewati dua bodyguard nya dulu.
"Nanti juga nemu jodoh nya, jangan pesimis gitu, aku yakin bentar bakalan ada cwo yang nyantol, siapa sih yang ngak mau sama calon pengacara hukum, udah pinter cantik lagi, paket komplit banget." puji Lisa, terdiam sebentar, "Ya meski tomboy." sambung Lisa sambil tertawa, membuat Rika sebal.
"Mana ada tomboy, ngak liat nih udah rok an." sungut Rika sebal, sambil berdiri dan meliuk-liukan tubuh langsing nya.
Lisa menatap tak percaya dengan apa yang di lihatnya, ternyata sedari tadi teman nya itu memakai rok, sesuatu yang dulunya hampir tidak mungkin di bayangkan oleh Lisa mengingat Rika selalu mengatakan jika cwe pakai rok itu ribet.
Tapi saat Rika meliuk-liukan tubuhnya tiba-tiba
pintu terbuka, memperlihatkan sosok suami tercintanya, membuat Rika replek kembali duduk.
"Loh kenapa pulang lagi sayang?." tanya Lisa heran.
Bian berjalan mendekat lalu memberikan ciuman di kening istrinya. "Ngak tau kenapa aku merasa.." ucap Bian menggantung, tapi tetap menatap istrinya.
"Merasa? apa?." Lisa menaikan sebelah alisnya ke atas, tak paham.
"Rindu kamu." kata Bian sambil tersenyum, lalu memberikan kecupan di pipi istrinya.
"Gombal kamu." Lisa terkekeh pelan.
Meleleh Lisa di buatnya, suaminya selalu bisa membuat wajahnya merah bak tomat, dan menenangkan hati nya.
tapi raut wajah sebal di perlihatkan oleh Rika.
"Pamer terus, pamer." sungut Rika sebal.
__ADS_1
Bian dan Lisa malah tersenyum, lalu melirik sosok yang sedang menyeruput teh hangat itu.
"Syirik tanda tak mampu." sahut Bian dan Lisa bersamaan sambil tertawa.
Meski wajahnya memperlihatkan kesebalan tapi dalam hatinya Rika merasa ikut bahagia dengan kebahagiaan sahabat nya, menjadi sahabatnya Lisa sejak lama jelas Rika tau seperti apa hubungan percintaan sahabatnya.
Dia menjadi tempat curhat Lisa selama memendam rasa pada Bian, dan kini penantian Lisa selama bertahun-tahun sudah terbayar kan karena kini Lisa mendapatkan balasan cinta nya.
Rika menatap kedua sosok bayi gembul di depan nya dengan wajah yang tak terbaca, rasanya haru melihat kedua keponakan nya.
"Mereka sangat tampan." ucap Rika sambil mengelus pipi salah satu twins.
"Tentu saja tampan, aku tampan." Bian tiba-tiba menyahut, membuat Rika menggelengkan kepalanya tidak percaya.
"Ck..percaya diri sekali." sungut Rika sebal.
Lisa hanya tersenyum, melihat intraksi Bian dan Rika.
"Bukan hanya percaya diri, tapi suamiku juga narsis." ucap Lisa sedikit berbisik.
Membuat Rika langsung menggendong Ziel.
"Mancung banget idung nya, udah gitu putih lagi." Rika kembali memuji wajah Ziel yang memang seputih susu dengan hidung yang mancung.
Bian mendekat lalu memeluk istrinya.
"Ziel dan Zelo memang memiliki gen ku, mereka memiliki hidung mancung, tampan dan putih." ucap Bian santai.
Lisa menggeleng. "Yang ini ngak setuju, Ziel mirip sama aku, liat aja muka nya bulat sama kaya aku." ucap Lisa tak terima jika Bian mengaku putra nya hanya mirip dengan nya.
Dan saat melihat Rika berdiri dan mengendong Ziel membuat Lisa menghela nafasnya, dia merindukan tubuh langsing nya.
Bian yang paham dengan penyebab raut wajah sang istri yang masam langsung memegang tangan istrinya.
"Kamu cantik, aku suka kamu yang kaya gini lebih nikmat, dan lebih seksi." bisik Bian dengan kata-kata yang penuh dengan menggoda.
___________
🌹🌹🌹🌹🌹
__ADS_1
Jangan lupa jejak, ♥️