Istri Cantik Tuan Muda Kejam 2

Istri Cantik Tuan Muda Kejam 2
Salah pukul


__ADS_3

^^H A P P Y R E A D I N G^^


🌹🌹🌹🌹🌹


Setelah masalah nya selesai Achel dan Rangga langsung makan, keduanya makan berdua saja karena yang lain nya sudah makan.


"Ayo makan."


"Kamu juga makan."


"Ini makan bareng terakhir kita, karena besok kita harus mulai di pingit."


Uhukk..uhukk..


Rangga terbatuk-batuk mendengar kata pingit, bukan kah sejak awal Achel sendiri yang menolak di pingit sebelum pernikahan, kenapa sekarang malah sebaliknya.


"Minum dulu nih." Achel memberikan segelas air dingin.


Dan langsung di terima Rangga yang langsung meminum separuh air nya.


lalu menaruh gelasnya kembali.


"Kenapa mendadak?." tanya Rangga.


"Ngak mendadak, emang nikahan kita kan sebentar lagi, seminggu lagi." jawab Achel sambil makan.


"Baiklah, hanya seminggu kan?." Rangga masih tidak rela meski hanya satu Minggu.


Membuat Achel jengah, dan memilih fokus pada makanan nya.


Rangga yang tidak mendapatkan jawaban lagi memilih ikut fokus pada makanan nya.


"Rangga mana Chel?." tanya Mami Nana.


"Udah pulang barusan, katanya masih ada kerjaan." jawab Achel.


Mami Nana duduk di samping sang putri, tangan nya terulur untuk memainkan rambut sang putri.


Membuat Achel yang sedang memainkan ponselnya fokusnya menjadi teralihkan.


"Mami kenapa, ko kaya sedih?." tanya Achel bingung melihat ekspresi wajah sedih sang Mami.


"Mami ngak sedih sayang, Mami cuman masih ngak nyangka aja anak gadis Mami bentar lagi bakalan di pinang oleh pria yang di cintai nya." ucap Mami Nana.


"Aaa Mami, Achel kan jadi ikut sedih." Achel mulai berkaca-kaca.


"Nanti kalau sudah nikah sering-sering main ke rumah ya, ini rumah Achel jadi kapan pun Achel mau main pintu rumah Mami Papi akan selalu terbuka." lanjut Mami Nana lagi.


Seminggu bukan waktu yang lama, dia harus merelakan putri nya pergi bersama pria yang di pilih untuk membahagiakan nya.


Dan itu mungkin akan sangat susah di terima, karena setelah menikah dia tau kehidupan putrinya bukan hanya akan berputar di rumah nya saja, tapi kehidupan Achel akan berubah dan mungkin akan sibuk dengan rumah tangga nya.


"Mami." panggil Achel.


"Janji dulu, harus sering main."


Achel tak mampu berkata-kata lagi, dia langsung memeluk tubuh Mami nya dengan erat.

__ADS_1


"Mami jangan sedih-sedih dong, aku janji setelah nikah aku bakalan tinggal sama Mami deh."


"Ngak boleh gitu sayang, kamu harus ikut kemanapun suami kamu pergi."


"Tapi kalau Mami sedih kaya gini aku bisa sampai hati ninggalin Mami."


"Sebenarnya rasanya berat kalau Mami harus jauh sama kamu, tapi Mami juga ngak boleh egois karena setelah menikah kamu bukan lagi hak Mami dan Papi." jelas Mami Nana.


"Tumben peluk-pelukan gitu, ngak ngajak Papi lagih." Papi Andrian ikut duduk di samping anak istri nya.


Achel mencium pipi sang Papi dan Mami nya, lalu memeluk keduanya.


untuk beberapa menit ketiga nya berpelukan dengan hangat.


Papi Andrian dan Mami Nana memberikan ciuman di pipi Achel.


membuat Achel senang karena Mami dan Papi nya selalu membuat nya menjadi seperti princess.


Di tempat lain Kinara yang baru pulang dari kantor Arfan nampak sedang mengendarai motor kesayangan nya.


Seperti biasanya dia mengendarai motor besar nya dengan kecepatan cepat.


"Astaga aku melupakan pesanan Mamih." gumam Kinara sambil menghentikan motornya di pinggir jalan.


Tadi Mamih nya meminta untuk di belikan rujak, dan beruntung dia melihat tukang rujak di pinggir jalan.


"Dua porsi bang, bumbunya pisah aja." kata Kinara sambil duduk di kursi plastik yang di sediakan.


Sambil menunggu rujak Kinara memainkan ponselnya, beberapa menit berlalu sampai akhirnya penjual nya mengatakan pesanan nya sudah selesai.


Kinara bangun dari duduknya, saat akan membayar tiba-tiba saja dia mendengar suara teriakan maling, membuat Kinara langsung mengarahkan pandangan nya ke sumber suara.


"Dia pergi ke sana, dia memakai pakaian serba hitam dan topi bergambar tengkorak." ucap wanita itu dengan wajah yang masih memperlihatkan kepanikannya.


"Tolong aku, hiks.. dia mengambil semua uang untuk pembayaran sekolah adik ku, hiks."


"Tenanglah, aku akan mencari nya."


Dan setelah mengatakan itu, tanpa menunggu waktu lama Kinara langsung mengendarai motornya, mencari keberadaan si maling yang mengambil uang wanita itu.


Beberapa menit berlalu, Kinara yang sedang mencari maling terus melihat sekitar nya, banyak sekali pengendara yang memakai pakaian serba hitam, tapi untuk yang memakai topi bergambar tengkorak?..


Hanya ada satu, dan dia adalah maling nya!.


Brugkkk..!!


Motor Kinara menabrak motor yang ada di depan nya, bahkan pengendara nya pun ikut terjatuh mencium aspal.


Dengan santai nya Kinara turun dan langsung memberikan beberapa pukulan pada maling itu, Kinara bahkan tidak menunggu perlawanan dari lawan nya, dia tidak akan membiarkan lawan nya bisa memiliki waktu untuk membalasnya.


Brugkkk..!!


Brugkkk..!!


"Rasakan ini, dasar maling."


Brugkkk..!!

__ADS_1


Kembali memberikan pukulan lagi, sampai si pria yang di sangka maling itu mengatakan ampun, dan menyerah setelah itu baru Kinara berhenti memukuli maling itu.


"Mana tas wanita itu, kembalikan!." kata Kinara tegas.


"Tas apa?, tas yang mana, aku tidak tau." kata pria yang sedang merasakan nyeri di area wajahnya itu.


Kinara memutar bola matanya jengah, beginilah maling yang tidak tau diri, sudah salah pura-pura bego lagi.


"Cepat kembalikan, dasar maling cari kerjaan itu yang bener, jangan maling hak orang, apalagi yang di malingin nya itu orang yang lagi butuh." Kinara memberikan jurus kebawelan nya untuk menceramahi si pria di depan nya.


Sampai tiba-tiba pandangan keduanya beradu, dan keduanya sama-sama terkejut dengan wajah yang sama kaget nya.


"Kamu!." ucap keduanya bersamaan.


Pria itu membenarkan posisinya, dan Kinara yang melihat itu merasa tidak enak karena salah memukuli orang, memang benar topi bergambar tengkorak itu tidak hanya satu, ternyata banyak yang punya.


"Maaf, aku kira kamu maling yang aku cari." Kinara merasa malu dengan kebodohan nya yang salah memukuli orang.


Lucas menghela nafasnya sambil melirik Kinara, entah kenapa setiap bertemu dengan Kinara dia selalu mendapatkan kesialan.


jika waktu itu Kinara tidak sengaja melemparkan botol padanya, maka lain hal nya dengan sekarang yang membuat nya babak belur dengan tangan kecil itu.


"Kau memang gadis ceroboh." kata Lucas sambil membenarkan posisi motor nya.


"Aku bukan gadis ceroboh, jaga ucapan mu pria lemah." kata Kinara sambil menatap sinis Lucas.


Pria yang dua kali bertemu dengan nya karena sebuah ketidaksengajaan.


Dan entah kenapa Kinara juga merasa tidak mengharapkan pertemuan ini.


"Itu maling nya." teriak Kinara sambil menatap tajam ke arah pria yang ada di belakang Lucas.


Lucas yang mendengarnya langsung membalikan tubuhnya, dan tanpa aba-aba dia langsung memberikan pukulan pada pria itu.


Brugkkk..!!


Brugkkk..!!


"Sudah ini bagian ku." kata Kinara sambil ingin melayangkan pukulan lagi.


Tapi tangan nya di tahan Lucas.


"Aku saja, aku akan memberikan pukulan yang telah kau berikan pada ku tadi, gara-gara dia aku mendapatkan pukulan dari mu." kata Lucas, dan setelah itu kembali memberikan pukulan lagi pada pria yang kini tubuhnya masih mencium aspal itu.


Kinara hanya diam dan melihat Lucas memukuli si maling, sampai akhirnya Kinara melihat lagi pria yang memakai topi bergambar tengkorak lagi, membuat Kinara menggaruk kepalanya yang tidak gatal.


"Astaga, bukan hanya dua, tapi ternyata banyak pria yang memiliki topi bergambar tengkorak itu." gumam Kinara, "Lalu bagaimana dengan pria yang di pukuli Lucas, apa jangan-jangan aku salah mukul lagi, jika iya.. astaga, polisi menanti ku." lanjut Kinara sambil mengigit bibir bawahnya.


"Ara dia pingsan."


"Lucas, sebenarnya.. dia itu bukan lah maling nya."


Apa!!!


________


🌹🌹🌹🌹🌹

__ADS_1


Bantu like coment and Vote ya kak 🙏


__ADS_2