Istri Cantik Tuan Muda Kejam 2

Istri Cantik Tuan Muda Kejam 2
Om Mau kita pacaran?


__ADS_3

^^H A P P Y R E A D I N G^^


🌹🌹🌹🌹🌹


Sepanjang perjalanan Achel banyak diam, begitu pun dengan Rangga yang fokus menyetir.


keduanya sama-sama gugup karena ini pertama kalinya Achel keluar rumah malam-malam bersama seorang pria yang bukan Papi nya.


Sedangkan Rangga sendiri dia gugup karena ini adalah awal pertama untuk nya mendekati Achel, sebenarnya sudah dari dulu Rangga ingin mengajak Achel makan atau sekedar menonton flm di bioskop, tapi mungkin memang belum waktu nya.


Tapi sekarang dia tidak akan menyia-nyiakan waktunya, apalagi Achel sudah mulai membuka kedekatan di antara mereka, terlihat dari sikap Achel yang malu-malu sekarang.


"Kamu kenapa mau makan keluar sama aku?." tanya Rangga tiba-tiba, membuat Achel bingung harus menjawab apa.


"Em, ngak ada salahnya kan aku nerima tawaran baik Om, apalagi aku memang lagi laper banget." jawab Achel, tapi matanya lurus ke depan.


Jujur saja dia gugup, entah kenapa perasaan Achel menjadi aneh, dimana detak jantungnya mulai berdegup kencang.


Apa iya Achel menyukai Om Rangga?.


Achel menggelengkan kepalanya cepat, kenapa pikiran nya jadi seperti ini, kenapa dia malah menyukai Om nya sendiri.


"Kamu makan nya dimana?." tanya Rangga lagi.


"Terserah Om aja, aku ngikut." jawab Achel singkat.


Rangga berpikir cepat, dia ingin obrolan nya menjadi panjang, bukan hanya sekedar tanya satu dua kata saja, tapi obrolan sampai tertawa.


"Om." panggil Achel tiba-tiba.


Yang mana membuat Rangga langsung menghentikan mobilnya mendadak, membuat kepala Achel hampir terbentur ke dashboard beruntung Rangga dengan sigap menutupi kepala Achel dengan tangan nya.


"Maaf, kamu ngak apa-apa kan?, ada yang sakit ngak? bagian mana yang sakit, ini..ini?." tanya Rangga sambil menatap Achel dengan wajah khawatir.


Deg..


Tatapan khawatir yang Rangga berikan padanya membuat Achel semakin merasa gugup, apalagi kini Rangga masih memberikan tatapan penuh perhatian nya.


"Om." Achel terbata-bata merasa gugup.


"Iya, mana yang sakit?."


"Ngak ada yang sakit ko, Om."


"Yakin?."


Achel mengangguk pelan.


"Iya, Om ngak sakit." kata Achel. "Om tangan Om, bisa tolong lepasin ngak?." lanjut Achel.


Yang mana membuat Rangga langsung gugup, apalagi melihat Achel yang memalingkan wajahnya.


"Seharusnya aku bisa menahan dan tidak memperlihatkan ekspresi yang berlebihan seperti ini, Achel pasti berpikir jika aku adalah prodofil, astaga." Batin Rangga.


"Astaga, jantung aku benar-benar berdetak kencang, masa iya sih aku suka sama Om-om, tapi ini Om-om nya hot banget, bukan Om ompong." batin Achel.

__ADS_1


Sesampai nya di restoran Achel langsung duduk di kursi yang saling berhadapan dengan kursi yang di duduki oleh Rangga.


"Mau makan apa Chel?." tanya Rangga.


"Hah?." Achel tidak konek, dia tidak mendengar dengan baik pertanyaan Rangga.


"Mau makan apa?." tanya Rangga akhirnya mengulang lagi pertanyaan nya.


"Terserah Om aja, aku ngikut." jawab Achel tersenyum tipis.


Akhirnya Rangga pun memilih memesan kan steak dan spaghetti, dia tau Achel sangat suka dua makanan itu.


Keduanya kembali terdiam, Achel melirik sekitarnya, dia mengerutkan keningnya aneh saat melihat di sekitar nya yang di penuhi dengan anak muda yang berpasang-pasangan.


"Pantes aja banyak pengunjung yang berpasangan, ternyata ini malam jahat." batin Achel.


Dia lupa jika malam ini adalah malam jahat untuk jomblo, apalagi kalau bukan malam Minggu.


Rangga melirik ke arah Achel, entah kenapa dia juga menjadi malu-malu seperti ini, padahal Rangga yang biasanya akan bersikap biasa saja, tapi sekarang dia bahkan menjadi kucing jinak yang menggemaskan.


"Kamu ngak malu makan bersama pria tua?." tanya Rangga tiba-tiba.


Achel menggelengkan kepalanya.


"Ngak, kenapa harus malu? kan kita Om dan keponakan." jawab Achel santai, tapi dalam hati dia benar-benar gugup saat di tanya-tanya oleh Rangga.


Jawaban yang benar tapi entah kenapa membuat Rangga menjadi kecewa, apalagi dia sudah menaruh harapan yang lebih.


Apa salah dia menyukai gadis muda?.


Melihat tatapan Achel yang meminta jawaban membuat Rangga terdiam.


ia menghela nafasnya panjang sebelum mengugkapkan yang sebenarnya, mungkin ini adalah waktunya dia mengakui perasaan nya.


"Apa kamu akan senang jika mengetahui pengagum rahasia mu adalah pria tua?." tanya Rangga.


Achel mengangkat bahunya ke atas tanda dia tidak tau.


"Entah, tapi mungkin aku akan kecewa." jawab Achel yang membuat jantung Rangga seketika berhenti berdetak.


Apa ini tandanya Achel menolak nya?.


Saat Rangga akan mengakui jika penggemar misterius Achel itu adalah dirinya tiba-tiba pelayan datang, membuat Rangga tidak meneruskan kata-katanya.


"Makan lah."


Achel mengangguk dan langsung makan salah satu makanan yang di pesan kan Rangga untuk nya, dan pilihan nya jatuh pada spaghetti karena Achel tidak mau gendut lagi, dia akan mengurangi makan-makanan yang akan membuat nya cepat gendut itu.


Bersamaan dengan itu tiba-tiba ada seorang wanita yang tiba-tiba duduk di samping Rangga, membuat Achel yang sedang makan menjatuhkan sendok nya.


"Kak Rangga, ya ampun aku kira siapa, kak Rangga apa kabar?." kata wanita itu sambil tersenyum ramah.


"Kabar kakak baik, Tasyi." jawab Rangga, dia melirik Achel yang menatap nya seolah meminta jawaban.


"Kak siapa gadis itu? pacar Kakak ya?." tanya wanita bernama Tasyi itu.

__ADS_1


Yang mana hal itu membuat Achel kaget, dan langsung menggelengkan kepalanya.


"Bukan, kak. aku sama Om Rangga itu__ " belum juga Achel melanjutkan ucapan nya Rangga langsung mengeluarkan suara nya.


"Iya, dia calon istri kakak, nama nya Rachel Putri Pariska." kata Rangga lagi.


"Om." Achel menatap Rangga kaget.


Wanita bernama Tasyi itu nampak tersenyum, membuat Achel menggaruk tengkuknya yang tidak gatal.


"Aku tunggu undangan pernikahan kalian, oh iya sebentar lagi anak pertama aku mau di sunat, kakak datang ya ke acara nya nanti aku kirim alamat nya ke kakak." kata Wanita bernama Tasyi itu.


Lalu melirik Achel dengan wajah ramah nya.


"Calon istri kakak juga ajak ya, dia cantik banget masih muda juga, kakak pintar cari calon istri." lanjut nya lalu pergi meninggalkan Achel yang bersemu merah karena malu.


Setelah kepergian Tasyi Achel kembali makan, begitu pun dengan Rangga.


keduanya saling berdiam diri, Rangga yang merasa takut Achel marah karena dia mengaku-ngaku jika Achel calon istrinya.


Setelah beres makan Rangga dan Achel memilih pulang, di perjalanan seperti awal tadi keduanya kembali terdiam.


Sampai akhirnya..


"Achel, maaf untuk yang tadi, Om ngak maksud buat kamu malu karena ucapan Om yang mengakui kamu sebagai calon istri Om." kata Rangga merasa bersalah.


"Om.."


Rangga menatap Achel begitu pun sebaliknya.


"Apa Om Mr. misterius itu?." tanya Achel.


"Baiklah aku akan mengaku, memang benar Mr. misterius itu adalah aku, maaf membuat mu tidak nyaman tapi aku hanya ingin membuat mu tau kalau kamu itu cantik, dan pria yang menyayangi mu tak akan melihat mu dari segi fisik mu saja, kamu adalah ___" belum juga Rangga selesai mengatakan semua nya Achel sudah membungkam bibir Rangga dengan satu telunjuk jari nya.


"Jangan katakan lagi Om." kata Achel menatap Rangga.


"Maaf."


Achel mengelengkan kepalanya, lalu tersenyum, dia memeluk Rangga sebentar, lalu melepaskan pelukan nya.


Rangga kikuk melihat ekspresi Achel yang membingungkan.


"Om suka aku?."


Hah?


"Jadi Om mau kita pacaran??"


Apa!!


________


🌹🌹🌹🌹🌹


Jangan lupa jejak ♥️

__ADS_1


__ADS_2