Istri Cantik Tuan Muda Kejam 2

Istri Cantik Tuan Muda Kejam 2
Nikahan Arfan.


__ADS_3

^^H A P P Y R E A D I N G^^


🌹🌹🌹🌹🌹


"Akhirnya kamu menikah sayang." Mama Alena menatap hari pada putranya yang sedang menggunakan kopiah di kepalanya itu.


Merasa lega karena setelah Arfan menikah dia akan terbebas dengan semua masalah yang di buat putra bungsu nya itu, harapan nya tentu saja sama seperti seorang ibu pada umumnya, dia menginginkan putranya bisa bertanggung jawab dengan kehidupan nya sendiri.


Arfan terkekeh pelan lalu memeluk wanita yang sudah melahirkan nya itu. "Jangan sedih Mam, setelah menikah aku akan selalu mengunjungi Mama, aku tau Mama pasti sedih karena akan banyak kehilangan moment bersama putramu yang tampan ini." ucap Arfan sambil cekikikan.


Pletak..


"Sakit Mam." ucap Arfan sambil mengerucutkan bibirnya kesal karena mendapatkan jitakan di kening nya.


"Jangan membuat istri mu kesusahan, ingat dia gadis baik jangan buat dia menangis." ucap Mama Alena menasehati.


Dengan cepat Arfan mengangguk. "Asyiap Mam, tenang saja Arfan putra Mama yang tampan rupawan ini akan cepat memberikan Mama cucu." celetuk Arfan tanpa malu.


Berhasil membuat Mama Alena melongo tidak percaya dengan apa yang di dengar nya.


dia melirik Papa Arka yang ada di sudut ruangan dengan ekspresi garang nya.


"Sayang, apa kita salah taktik saat membuat nya?." tanya Mama Alena sambil menatap suaminya.


Papa Arka mengangkat bahunya tidak tahu, "Entahlah, dia tumbuh dengan sifat yang sangat kontras dengan kita." sahut Papa Arka ikut heran dengan tingkah putranya yang satu ini yang entah mirip siapa.


Untuk ketampanan yang di miliki Arfan mungkin Papa Arka mengakui jika itu gen dari nya, tapi untuk sifat nya? entahlah.. Papa Arka tidak mengerti dengan tingkah putranya yang semakin hari semakin jadi.


"Ini sudah jam tujuh Mam, kenapa kita masih disini? bukan kah seharusnya kita melangsungkan ijab kabul?." Arfan berucap santai sembari menatap kedua orang tuanya dengan wajah yang penuh percaya diri.


Lagi-lagi Mama Alena dan Papa Arka harus menggelengkan kepalanya. Selain tengil putranya juga tidak sabaran, bahkan Mama Alena sampai heran kenapa tidak ada rasa canggung atau gelisah sedikit pun di wajah putranya, biasanya jelang orang akan menikah pasti merasa gugup akan ijab kabul nya, takut salah mengucapkan nya, tapi hal itu sepertinya tidak berlaku untuk putranya.


Arfan benar-benar lain dari yang lain, putranya ini istimewa dengan semua kelakuan nya yang di luar akal kepala.


Di tempat lain nampak Syifa yang duduk di kamar hotel nya.


Hari ini dia akan memutuskan untuk menikah muda, menerima pinangan pria yang baru di kenalnya tiga bulan ini.


Ada rasa bahagia saat menyambut hari penting di kehidupan nya ini, tapi di sisi lain Syifa juga merasa sedih karena di hari bahagia nya Ayah nya tidak ada, kondisi Ayah nya yang selalu mengamuk tidak memungkinkan untuk sang Ayah bisa hadir di pernikahan nya.


"Ayah, Syifa akan menikah bersama pria yang Syifa yakini bisa membahagiakan Syifa. Ayah.. do'akan Syifa agar pernikahan ini bisa menjadi pernikahan yang pertama dan yang terakhir untuk putri mu ini." batin Syifa.


"Syifa, ayo keluar akad nikah nya akan di mulai." ucap Lisa yang ada di ambang pintu.


"Kak apa aku cantik?." tanya Syifa merasa minder meski nyatanya dia baru saja selesai di dandani oleh MUA profesional.

__ADS_1


Lisa berjalan mendekati calon adik iparnya itu. "Cantik, bahkan kakak sampai minder melihat wajah kamu yang sangat cantik ini." ucap Lisa sambil tersenyum.


Syifa tersenyum mendengar ucapan calon kakak iparnya, ada rasa bahagia karena dia mendapatkan keluarga baru yang bisa menyangi nya tanpa mengenal kasta nya, namun tiba-tiba dadanya terasa sakit.


"Syifa!, kamu kenapa?." tanya Lisa bingung melihat Syifa yang terdiam dengan memegangi dada nya.


Buru-buru Syifa menggelengkan kepalanya.


"Aku ngak papa, kak. Ayo." ucap Syifa sambil berjalan di ikuti oleh Lisa yang memegangi lengan calon adik iparnya itu.


Beberapa menit berlalu, setelah mengucapkan ijab kabul yang dua kali gagal karena terburu-buru akhirnya Arfan berhasil mengucapkan ijab kabul nya.


SAH.. !!


Setelah resmi menjadi suami istri Arfan mencium kening Syifa, begitupun dengan Syifa yang mencium punggung tangan suaminya.


Ucapan demi ucapan Arfan terima dari keluarga nya, maupun tamu undangan yang kebanyakan nya adalah rekan bisnis keluarga nya.


"Heh mau kemana?." tanya Bian melihat adiknya ingin membawa Syifa.


Arfan menatap sang kakak dengan wajah santai.


"Ya buka puasa lah, masa iya udah punya istri di anggurin kaya jemuran." sahut Arfan sambil menaikkan sebelah alisnya ke atas.


"Duduk disini, masih banyak tamu undangan yang harus kamu sapa Arfan." kata Bian sambil memijit pelipisnya yang terasa pusing melihat tingkah konyol adik nya.


Huh..


Arfan melirik Syifa yang menundukkan kepalanya. "Sabar ya istriku, walau pun kita ngak bisa buka puasa sekarang tapi kita aku janji kita akan melakukan setelah acara selesai, jangan sedih ya." celetuk Arfan dengan tidak tau dirinya.


Membuat Syifa bungkam seribu bahasa, dia baru beberapa jam menjadi istri Arfan, dan rasanya sangat luar biasa.


Syifa tidak tau tingkah apa lagi yang akan menjadi kejutan untuknya, setelah melihat kenarsisan Arfan sekarang.


"Kasihan Syifa, dia harus menikah dengan pria yang memiliki tingkah keanehan seperti Arfan." batin Bian sambil melirik adiknya, namun tanpa di duga Arfan juga melihat ke arah nya.


"Jangan mengumpat di dalam hati kak, kakak pikir kak Lisa beruntung memiliki kakak yang galak dan dingin?, Syifa beruntung memiliki pria tampan dan baik seperti diriku." kata Arfan seolah tau apa yang di ucapkan Bian di dalam hatinya.


Jengah melihat tingkah Arfan akhirnya Bian memilih menemui si kembar yang sedang bersama istri dan keluarga besar nya yang sedang makan bersama di meja tengah.


"Kamu ngak sabar ya?." celetuk Arfan lagi sambil menyolek pinggang istrinya.


"Ngak." sahut Syifa cepat.


"Yakin?, aku lagi baik loh hari ini, kalau kamu mau langsung main juga ngak papa ko, aku siap." lanjut Arfan semakin tidak tau malu.

__ADS_1


"Ngak."


"Aku tampan loh, yakin mau nyuekin pria sejuta pesona ini?."


Syifa menghela nafasnya panjang, lalu menatap suaminya.


"Bisa ngak ngomongin hal itu dulu ngak?, aku risih Arfan, kamu mesum." ucap Syifa pelan.


Dan saat Arfan akan kembali melayang kenarsisan nya tiba-tiba datanglah dua sosok yang selalu menjadi bahan godaan Arfan semasa lajang.


"Nyanyi gih Chel, aku tau kamu pasti sedih liat pria setampan aku udah nikah." ucap Arfan dengan raut wajah penuh drama nya.


"Enak aja, aku udah punya pacar tau." sahut Achel. "Iya kan Dil." melirik sahabatnya Dilla.


"Iya, Achel udah punya pacar yang jauh lebih tampan dari kamu, putih, tinggi dan yang lebih penting pacar baru Achel itu seorang CEO yang hot." sahut Dilla sambil tersenyum.


Meski fakta yang di ucapkan nya hanyalah ilusi saja, nyatanya baik Achel maupun dirinya tidak berhasil diet ataupun punya pacar, keduanya masih menjadi gadis berpipi chubby dengan body nya yang aduhai dan juga jomblo.


Arfan melirik kedua sahabat nya itu bergantian, merasa tidak percaya dengan apa yang di ucapkan Achel maupun Dilla barusan.


Sampai tiba-tiba Dilla melihat dua pria yang sedang mengobrol dengan Daddy Rico, membuat Dilla menyenggol lengan Achel lalu keduanya tersenyum.


"By, pacar kita udah nungguin." ucap Dilla, di angguki Achel.


Dengan santai Dilla dan Achel mendekati dua pria dewasa yang sedang mengobrol bersama Daddy Rico, dan keduanya mengambil posisi untuk masing-masing mengandeng tangan pria dewasa di samping nya, lalu kompak melambai ke arah Arfan.


"Dil kita ngak sopan." bisik Achel.


"Biarin, dari pada terus di ledek jomblo." balas Dilla masih menggandeng dengan senyuman sangat manis.


Di kejauhan Arfan melihat kedua teman masa kecilnya itu sambil terkikik geli.


"Jaman sekarang emang aneh, banyak pria muda tapi kenapa gadis jaman sekarang malah suka nya Om-om." ucap Arfan sambil menggelengkan kepalanya.


_________


🌹🌹🌹🌹🌹


Yuk mampir di cerita baru Author.


Judul nya ^^ I Love You Boss ^^


Sudah Up sampai Epsd 25 ya ♥️


Jangan lupa Jejak ♥️

__ADS_1


__ADS_2