Istri Cantik Tuan Muda Kejam 2

Istri Cantik Tuan Muda Kejam 2
Kentut.


__ADS_3

^^H A P P Y R E A D I N G^^


🌹🌹🌹🌹🌹


Setelah hari dimana Syifa di kenalkan kepada semua keluarga besar Arfansya dia menjadi sulit di hubungi, bahkan Arfan sampai bingung sendiri karena perubahan mendadak yang di lakukan Syifa padanya.


Beberapa kali Arfan menelpon Syifa bahkan sampai spam chat Syifa tapi nihil tidak ada tanggapan yang di berikan gadis itu untuk nya, membuat Arfan kesal benar-benar kesal karena merasa di abaikan.


"Dia pikir dia siapa bisa mempermainkan seorang Arfansya." decak Arfan kesal dan kecewa.


Dua hari tidak mendengarkan suaranya membuat Arfan gelisah, apalagi Syifa pergi dari Apertemen nya, Arfan sudah mencari gadis itu ke kontrakan Syifa yang dulu, tapi nihil gadis itu menghilang bak di telan bumi.


Mama Alena melirik putranya, aneh rasanya melihat Arfan yang diam saja tanpa kata, membuat mereka kehilangan sosok yang biasanya narsis dan pecicilan.


"What happened?, why did Mama's handsome son become as silent as a statue."


"Apa yang terjadi?, kenapa putra Mama yang tampan menjadi diam seperti patung." tanya Mama Alena dengan berbahasa Inggris.


Lalu memasukan sesendok nasi kedalam mulut nya, mengunyah makanan yang ada di mulutnya seraya menunggu jawaban dari sang putra yang masih enggan menjawabnya.


Arfan hanya menghela nafas beratnya.


entahlah dia sedang tidak berselera makan ataupun sekedar berbicara, dia sedang kesal pada kandidat calon istrinya.


Bisa-bisa nya pria tampan dan sekaya dirinya di abaikan oleh Syifa, gadis itu sepertinya ingin menguji kesabaran nya, dia tidak tau saja jika Arfan mudah bosan, apalagi harus menunggu kepastian yang tidak jelas, sungguh itu bukanlah sifat Arfan.


"Er scheint sein Leben verloren zu haben, ist das Mädchen verschwunden?"


"Dia seperti kehilangan kehidupan nya, apa gadis nya menghilang?." Papa Arka ikut menimpali dengan menggunakan bahasa Jerman.

__ADS_1


Sebenarnya Papa Arka tau kenapa putra nya seperti itu, hanya saja dia sengaja ingin mengetes sampai dimana Arfan tahan dan bisa menyikapi masalah yang di hadapinya sekarang.


Syifa tidak lah hilang, nyatanya adalah Syifa di sembunyikan di tempat yang bisa membuat Syifa cantik, Mama Alena dan Papa Arka sengaja melakukan itu karena tidak mau nantinya Syifa di anggap remeh.


Keduanya ingin Arfan bisa melihat jika Syifa pantas untuk di sayang, dan tidak pantas di permainan oleh putranya, apalagi setelah mereka tau jika alasan Syifa mau menikah dengan putranya itu hanya karena Syifa mau balas budi akan kebaikan Arfan yang membantunya lepas dari jeratan hutang seorang renternir.


"Ja, Papa hat Recht, dass mein Mädchen verschwunden ist, bevor ich sie überhaupt geküsst habe."


"Ya, Papa benar gadis ku hilang bahkan sebelum aku mencium nya." sahut Arfan sambil melahap sesendok nasi nya.


Jika dulu dia hanya bisa diam saja saat mendengarkan percakapan Papa dan kakaknya Bian menggunakan bahasa Jerman, maka lain halnya dengan sekarang, Arfan sudah banyak menguasai berbagai bahasa asing, dan Jerman adalah salah satu nya.


Papa Arka melotot mendengar ucapan putra tengil nya, bisa-bisa nya putranya itu mengatakan hal sensitif itu pada nya, bahkan wajah Arfan nampak santai.


"Du verdienst es, verlassen zu werden, ein Mann, der Verpflichtungen nicht respektieren und einhalten kann, muss weggeworfen werden."


Arfan tidak menyahut lagi, dia marah di sebut tidak bisa menghargai wanita, padahal dia sudah sebisa mungkin merubah sikapnya lebih baik, dan mendapatkan Syifa juga termasuk hal yang sangat sulit, bahkan Arfan sampai menghabiskan uang jajan bulanan nya untuk menebus Syifa pada si juragan botak waktu itu.


Papa Arka menghela nafasnya saat melihat wajah yang di tekuk sang putra, sebenarnya dia mengatakan hal itu karena tidak mau putranya seperti dirinya dulu, kesalahan Papa Arka saat masih muda dulu yang menikahi Mama Alena hanya karena sudah mendapatkan kesucian nya, dan setelah nya melupakan jika istri bukanlah pembantu, ataupun mainan nya.


Ketakutan itu membuat Papa Arka berani menceramahi putranya, dia tidak mau kesalahan yang sama terjadi pada Syifa, dimana Arfan bersikap seenaknya dan membuat harga diri Syifa sebagai seorang wanita hilang karena keangkuhan dan kemewahan yang putranya miliki.


"Versprich, Frauen nicht als Spielzeug zu betrachten, und danach kannst du sie treffen, dies zum Beginn deines Lebens machen und Syifa zur einzigen Frau machen, die Glück hat, weil sie dich hat."


"Berjanjilah untuk tidak menganggap wanita sebagai mainan, dan setelah itu kamu bisa menemuinya, jadikan ini adalah awal untuk kehidupan mu, dan jadikan Syifa sebagai satu-satunya wanita yang mendapatkan keberuntungan karena memiliki kamu." kata Papa Arka sambil menatap sosok putranya dengan wajah yang serius.


Mama Alena melirik putra dan suaminya yang memperlihatkan keseriusan, hal itu membuat Mama Alena mendengkus kesal pasalnya dia tidak bisa berbahasa Jerman, lebih tepatnya tidak mau belajar.


Arfan menatap keseriusan yang di perlihatkan sang Papa, tapi belum sempat dia mengatakan sesuatu tiba-tiba Arfan merasakan sesuatu yang sangat menganjal di tubuhnya.

__ADS_1


Dia merasakan ingin..


Buru-buru Arfan berlari ke arah dapur, dan hal itu membuat Mama Alena dan Papa Arka saling melirik.


"Paling kentut." celetuk Mama Alena seraya memasukan kembali makanan ke mulutnya.


Papa Arka tidak menjawab, dia hanya menggelengkan kepalanya, heran dengan putranya yang bisa-bisa nya ingin kentut saat mendapatkan ceramah dari nya.


Dan benar saja Arfan yang sudah ada di dapur nampak mengelus perutnya lega setelah ia berhasil membuang kentut nya, tapi saat Arfan ingin berjalan kembali ke arah dapur dia merasakan ada yang memperhatikan nya, membuat Arfan membalikan tubuhnya.


Oops..


Arfan kikuk saat melihat salah satu bibi pembantu di rumah nya yang sedang menutup hidung, tapi sedetik kemudian Arfan nyengir kuda, merogok sesuatu di saku celana nya.


"Jangan sebar kan aib ini, Bibi cantik deh, ini buat Bibi nanti kapan-kapan Arfan kasih Bibi daster baru deh biar Bibi tambah cantik." ucap Arfan seraya memberikan uang berwarna merah dua lembar, dan setelah itu Arfan berlari terbirit-birit ke arah kamar nya.


Tidak ada niat makan lagi, Arfan adalah sosok yang menjaga image nya di depan orang, ya meski di tengil tapi dia selalu menjunjung tinggi ketampanan nya, tapi sekarang image nya hilang setelah dia ketahuan kentut oleh Bibi pembantu nya.


________


🌹🌹🌹🌹🌹


Mampir yuk di cerita baru ^^I Love You Boss^^


udah UP sampai Epsd 17 ya,😍



Jangan lupa jejak, ♥️

__ADS_1


__ADS_2