
^^H A P P Y R E A D I N G^^
🌹🌹🌹🌹🌹
Sepeninggal Dilla ke kamar mandi Zico hanya bisa terdiam duduk di pinggir ranjang, dia merasa malu karena tadi hampir saja dia kelepasan untuk unboxing lebih cepat.
"Astaga kenapa aku jadi tidak terkendali seperti ini." gumam Zico aneh.
Gerakan tubuh nya seolah mengatakan, Lama tidak mendapatkan, dan sudah dapat malah tidak di terkam.
Dia harus bisa menahan nya lebih sabar lagi, tidak mungkin dia memaksa Dilla, yang ia inginkan adalah Dilla dengan suka rela menyerahkan segalanya untuk nya, bukan memaksa Dilla hanya untuk memenuhi naf*u hasrat nya saja.
Zico bangkit dari duduk nya, dia berjalan ke arah kamar mandi, handuk kecil masih melilit sempurna di pinggang nya.
entah kapan Zico akan segera memakai pakaian nya, tubuhnya seolah menyuruh nya untuk masuk dan ikut mandi bersama.
"Sudahlah, aku kan suami nya lagi pula kita sudah sah dan untuk mandi bersama bukan kah itu boleh?." pikir Zico yang sudah benar-benar tidak polos lagi.
Saat tangan Zico benar-benar akan memegang klop pintu tiba-tiba Dilla membuka pintu, dan keluar dengan santai nya, bahkan seolah tidak sadar dengan handuk kekecilan nya yang tidak sepenuhnya menutupi bagian tubuhnya.
"Kenapa?, kamu ko dari tadi aneh banget sih sayang." tanya Dilla sambil berjalan ke arah ranjang nya.
Zico ikut mengikuti langkah kaki istrinya, ikut duduk di pinggir ranjang tepatnya di samping Dilla.
"Kenapa ngak pake baju?, emang tadi ngak sempet bawa koper ya?, bukan nya tadi ada ya?." tanya Dilla bingung.
Mendengar ucapan Istri nya membuat Zico melihat ke bawah sana, dia lupa untuk memakai pakaian nya.
Zico beranjak dari duduknya, ingin memakai pakaian nya.
"Di tanya ko malah diem sih, marah ya?." tebak Dilla sambil ikut berdiri dan berjalan ke arah koper nya seperti yang di lakukan Zico.
Saat membuka koper keduanya saling lirik, Zico yang mengambil CD nya, begitu pun dengan Dilla yang mengambil CD berwarna pink nya, membuat Zico kecil menjadi sesak.
"Sayang." panggil Zico.
"Hemmm." sahut Dilla yang sedang fokus memiliki Bra, dan pada akhirnya pilihan nya jatuh pada bra pink juga.
Hening keduanya saling terdiam, jika Dilla sedang fokus mengambil baju nya maka lain halnya dengan Zico yang terus melihat ke arah punggung putih dan paha mulus Istri nya.
Membuat iman nya semakin menipis, lama-lama di dalam kamar bisa-bisa di langsung menyergap istri kecilnya bulat-bulat, apalagi Dilla masih tetap santai duduk berjongkok seperti itu.
__ADS_1
"Tahan adik kecil, nanti kamu akan mendapatkan nya, tapi bukan sekarang."
Setelah selesai berpakaian Dilla langsung mengambil ponselnya, kembali memainkan ponselnya.
sedangkan Zico sendiri, pria itu memilih keluar kamar karena berlama-lama di dalam kamar membuat nya ingin khilaf dan unboxing.
Zico memilih untuk membeli coffe di gerai yang ada di sebrang jalan.
dia merasa pikiran nya sudah benar-benar tercemar sejak dia melangsungkan pernikahan beberapa jam yang lalu, apalagi dia terus mendapatkan godaan dari keluarga Dilla yang memang sangat mesum.
"Terimakasih."
"Kembalian nya, tuan."
"Tidak usah, silahkan ambil saja."
"Terimakasih, tuan."
Zico mengangguk dia memilih duduk di kursi yang di sediakan di pinggir gerai, tatapan mata nya terus ke arah hotel yang tinggi.
"Tidak seharusnya aku meninggalkan Dilla di kamar sendiri, tapi jika aku berlama-lama di dalam kamar bersama Dilla aku benar-benar tidak tahan." gumam Zico masih menatap ke arah gedung hotel.
hak itu tentu saja membuat pemikiran pria berpengalaman itu menjadi dangkal.
Dan berpikir jika Dilla secara tidak langsung memperlihatkan penolakan nya, meski Dilla tidak pernah mengatakan jika dia menolak nya tapi melihat Dilla yang risih saat di cium punggung nya tadi membuat Zico semakin yakin jika Dilla masih belum siap.
"Sendiri aja, boleh aku duduk."
Zico melirik ke arah sumber suara, dan di lihat nya seorang wanita yang usianya jauh di bawah nya.
"Ehk maaf Om, aku kira kita seumuran maka nya aku nyapa." gadis muda itu nampak kikuk karena salah sasaran.
"Tidak apa, duduk lah." ucap Zico sambil menyeruput Caffe nya.
Namun si gadis malah menggelengkan kepalanya.
"Ngak mau ahk, nanti di kira sugar Babby nya Om-om lagi, ihk ngak deh jauh-jauh, amit-amit." sahut si gadis sambil bergedik ngeri dan langsung berjalan ke tempat duduk lain yang kosong.
Mendengar ucapan gadis tadi membuat Zico terdiam, gadis tadi juga seusia Dilla.
bahkan mungkin Dilla lebih muda dari gadis tadi.
__ADS_1
Apa mungkin Dilla juga akan malu jika terus bersanding dengan nya?.
Pemikiran pendek itu seketika mengganggu pikiran Zico, jika benar mungkin dia telah membuat Dilla tidak nyaman saat di dekat nya.
Tiba-tiba ponselnya berdering..
"Hallo."
"Sayang, hiks.. kamu di mana hiks.. ngapain keluar cari gadis muda hiks, jahat ya aku di tinggalin sendirian di kamar, mana sepi lagi, awas aja kalau ngak kesini tiga menit aku bakalan pulang ke rumah Daddy dan bilang kalau kamu nolak malam pertama sama aku."
Tut..Tut..Tut..
Sontak saja mata Zico membulat sempurna mendengar kata malam pertama, tanpa pikir panjang lagi Zico langsung meleguk habis coffe yang sedikit panas itu hingga menyisakan sedikit lagi.
Mengambil nafas panjang lalu berjalan dengan cepat ke arah hotel.
"I'm coming Babby!."
Sedangkan di dalam kamar nya Dilla nampak mengusap air mata nya, Zico benar-benar tega meninggalkan dia sendirian di kamar hotel nya.
Achel bilang menikah enak, tapi baru saja Dilla merasakan beberapa jam pernikahan nya malah seperti ini.
Zico pergi tanpa pamit padanya, membuat Dilla kesal.
"Awas saja kalau ngak tiga menit, ngak jadi aku mau di unboxing." gumam Dilla sambil mengunci pintu hotel nya.
Dia berjalan ke arah kamar mandi, dengan sebuah lingerie di tangan nya.
lingerie yang di hadiah kan dari sahabat tersayang nya, siapa lagi kalau bukan Achel.
Bisa-bisa nya sahabat baik nya itu memberikan kado seperti ini, tapi sebenarnya Dilla juga penasaran akan respon suaminya jika dia memakai lingerie seksi seperti ini, apakah Zico akan seperti yang di katakan Achel?.
Seperti Om Rangga yang langsung mengajak main?, seperti cerita pengalaman Achel.
"Udah dua menit setengah, ko belum datang juga, awas aja kalau ngak datang tiga menit, ngak ada malam panas kaya Achel dan Om Rangga, huh, salah siapa tinggalin istri dan milih Caffe."
__________
🌹🌹🌹🌹🌹
Jangan lupa like coment and Vote ya ♥️
__ADS_1