Istri Cantik Tuan Muda Kejam 2

Istri Cantik Tuan Muda Kejam 2
Kondangan mantan.


__ADS_3

^^H A P P Y R E A D I N G^^


🌹🌹🌹🌹🌹


"Sayang, cepat." ucap April yang sudah menunggu lama.


Mungkin biasanya pria yang menunggu wanita, tapi lain hal nya dengan April, ia yang harus menunggu lama suaminya yang sedang berpakaian.


"Sudah." sahut Boy sambil berjalan santai mendekati istrinya yang duduk di kursi depan meja rias.


April menatap dari atas sampai bawah, lalu beranjak dari duduknya.


"Lama banget si." kesal April sambil mengerutkan bibirnya.


Buru-buru di sambar oleh Boy yang mencium bibir istrinya.


"Manis." ucap Boy sambil tersenyum menggoda.


"Ih, tuhkan jadi abis lipstik nya." sungut April semakin kesal karena suaminya mencium nya mendadak.


"Ngak baik liatin muka masam gitu, harusnya kamu senang karena suami kamu yang tampan dan kaya raya ini selalu bersikap manis sama kamu." ucap Boy seraya mengulurkan tangan nya.


April terdiam, ucapan suaminya memang benar juga si, tapi entahlah mungkin dia yang terlalu risih.


"Yakin ngak mau?." Boy mengangkat sebelah alisnya ke atas, melihat istrinya yang tak kunjung menyambar uluran tangan nya.


Huh..


"Iya mau." sahut April akhirnya mengambil uluran tangan suaminya, dan berjalan seraya bergandeng tangan dengan suaminya.


Mobil yang di tumpangi Boy dan April membelah jalanan kota, suasana kota yang padat dan berisik dengan suara kendaraan umum maupun pribadi menjadi hal biasa untuk di dengar setiap orang, begitu pun April dan Boy.


Boy melirik istrinya yang terus melihat ke sembarangan arah.


"Kalau ragu jangan aja, nanti kamu ngak kuat liat dia yang di pelaminan." ucap Boy tiba-tiba.


"Apaan sih." April melirik tak suka pada suaminya.


Dan hal itu membuat Boy tersenyum kecut.


"Yakin udah ngak cinta?, muka nya ko kaya masih ada rasa sih." Boy masih ingin menggoda istrinya.


April melirik suaminya, lalu memegang lengan Boy dengan wajah yang tidak bisa di artikan.


"Dengar baik-baik suamiku yang ganteng dan kaya raya, aku ngak akan pernah mungkin punya rasa lagi sama dia, aku dan dia sudah selsai, dan aku sudah tidak mencintai dia." tegas April.


Ucapan April membuat Boy jumawa, dia langsung tersenyum percaya diri.


"Kamu benar, memang tidak ada yang bisa mengalahkan ketampanan suami mu ini, selain tampan aku juga kaya raya, kamu pasti beruntung sayang." ujar Boy lagi semakin percaya diri.


"Ya kamu benar, aku memang beruntung, tapi lebih beruntung lagi kalau aku punya suami yang ganteng tapi ngak narsis dan tengil, iya kan?." sahut April lagi dengan santai.

__ADS_1


"Tapi pria narsis ini bisa membuat kamu mendesah nikmat bukan?, bahkan sampai meminta lagi-lagi dan lagi?." Boy berkata seraya tersenyum menggoda.


Blush..


Seketika pipi April memerah bak kepiting rebus, ucapan suaminya benar-benar membuat nya malu akan kebiasaanya saat bermain di kamar, memang meskipun sakit tapi April tidak munafik, dia menyukai permainan hot suaminya.


"Cie malu." Boy semakin menggoda istrinya. "Tenang saja sayang, pria tampan mu ini akan selalu menjadi milik mu, si Joni pun milik mu." lanjut Boy lagi.


Bukk..


Satu pukulan April berikan pada suaminya yang tidak bisa memfilter ucapan nya, bukan kesal hanya saja April kaget karena bisa-bisa nya suaminya mengatakan hal itu di depan supir yang mengendarai di jok depan.


Di tempat lain Benny dan Irene sedang melangsungkan pernikahan nya, setelah kata Sah yang di ucapkan para saksi di pernikahan nya, kini keduanya sudah resmi menjadi suami istri.


Gladis yang kebetulan jadi saksi pernikahan Irene mengepalkan tangannya kesal, harusnya dia yang ada di sana.


Dan bukan Irene, karena sejatinya Gladis juga mencintai Benny.


"Awas aja, mungkin sekarang Benny menjadi milik mu, tapi setelah aku mendapatkan harta si tua bangka jangan harap kamu bisa memiliki Benny lagi." batin Gladis sambil tersenyum menyeringai.


Sedangkan Irene nampak tersenyum senang, tidak sia-sia keluarga nya membantu perusahaan keluarganya Benny yang sedang bangkrut, kini akhirnya Irene bisa memiliki Benny sepenuhnya.


Saat sedang mengalami tamu nya tiba-tiba mata Irene dan Benny membulat sempurna, bagaimana tidak mereka melihat wanita cantik dengan pakaian nya yang nampak anggun tersenyum santai mendekat ke arah nya.


"Sial, Gladis bilang April sudah mati, tapi kenapa wanita jala*g ini masih bisa menghadiri pernikahan ku." batin Irene kesal.


"Selamat untuk pernikahan kalian, Irene dan kamu kak (langsung melirik Benny), aku ngak nyangka ternyata aku punya teman yang sebaik kamu, teman yang sukanya makan teman nya sendiri." ucap April sambil tersenyum santai.


"Makasih April, tapi maaf sekarang Benny sudah menjadi suamiku." ucap Irene seraya mengandeng lengan Benny.


dia dan Benny saling bertatapan, namun buru-buru April membuang wajahnya saat di rasa tatapan Benny padanya nampak seperti Benny yang dulu, Benny yang dulu di cintai nya.


"Aku tau dia memang suamimu, tapi kamu harus ingat sesuatu yang kamu ambil dari hasil yang curang tidak akan bertahan lama, Irene aku tau kamu sangat mencintai kak Benny, tapi maaf aku sudah tidak berminat untuk menjadi pesaing mu lagi, aku sudah tidak mencintai suami mu lagi." ucap April dan setelah mengatakan itu April berjalan santai melewati kedua pengantin baru.


"Dasar jala*g, baguslah kalau kamu tidak berniat merebut Benny dariku, karena jika kamu benar melakukan hal itu aku tidak akan segan-segan untuk membunuh mu dengan tangan ku sendiri." batin Irene.


"Jangan lihat dia, kamu suamiku, milik ku." ucap Irene sambil melepaskan gandengan tangan nya.


"Aku hanya melihatnya, Irene." sahut Benny pasrah.


Dalam hatinya dia masih sangat mencintai April, tapi Benny tidak bisa berbuat banyak, perusahaan keluarganya membutuhkan nya.


jika dulu perusahaan nya bisa maju karena bantuan Papa April maka lain halnya dengan sekarang, karena perusahaan Papa April sudah memutuskan kerja sama nya dengan perusahaan nya.


"Maafkan aku April, aku tidak bisa melawan kemauan Irene, meski rasa cintaku padamu lebih besar dari rasa cintaku pada Irene." batin Benny.


April yang sedang ingin mengambil minum tiba-tiba tidak jadi karena mendengar suara yang tidak asing di telinga nya.


"Astaga, ternyata anak yang di buang masih hidup, aku tidak menyangka kamu masih bisa berdiri tegak setelah melihat pernikahan mantan tunangan dan sahabat mu sendiri." ucap Gladis sambil menatap sinis April.


"Aku pikir siapa, ternyata nenek sihir, ups maksud ku ibu tiri ku, emm kasihan sekali mungkin disini bukan aku yang harus patah hati, tapi mungkin sebaliknya, yaitu kamu nenek sihir." jawab April sambil menatap tajam ibu tiri nya.

__ADS_1


Jelas April tau seperti apa perasaan nya ibu tirinya pada mantan kekasihnya itu, dari semua sikap dan tingkah ibu tirinya April sudah mencium bau busuknya lebih awal, sebelum Gladis menikahi Papa nya.


"Berani nya kamu.." ucap Gladis ingin menampar April.


Namun tangan nya di tahan oleh seseorang.


"Tuan Giorgino." Gladis langsung mengubah ekspresi nya menjadi ramah.


Dengan santai April meraba dada suaminya, lalu mengusap pipi suaminya, dan mencium nya di depan Gladis.


"Sayang, aku mau di tampar dia, hiks.. takut." ucap April manja sambil memeluk suaminya.


Gladis melotot. Sayang? sejak kapan April kenal pria kaya seperti tuan Giorgino?.


"Maaf tuan, teman saya telah bersikap tidak sopan, dia memang jala*g yang tidak tau malu, bahkan tunangan nya memutuskan nya di saat beberapa hari lagi menuju pernikahan nya, dia suka melayani om-om." ucap Gladis dengan dramatis, berharap April di buang dan di permalukan.


Namun dugaan nya salah.


Boy malah mencium bibir April tepat di depan mata Gladis, bahkan di lihat oleh semua mata yang memandang ke arahnya, begitupun dengan si pengantin baru yang ikut menyaksikan aksi fulgar yang di lakukan Boy dan April.


"Dia istriku, dan jaga ucapan anda nyonya Gladis, disini yang jala*g itu bukan istri saya tapi anda sendiri, anda bermain dengan dua pria muda dengan status anda yang sudah memiliki suami, jadi siapa yang jala*g disini? anda atau istri saya?." ucap Boy dengan wajah dingin nya.


Bagai disambar petir di siang bolong, ucapan Boy barusan membuat Gladis malu dan marah.


buru-buru Gladis pergi dari pernikahan Irene, dia tidak mau menjadi pusat perhatian, terlebih lagi dia takut suaminya mengetahui kabar ini.


"Sudah lepaskan, malu tau di liat orang." bisik April pelan di telinga suaminya agar melepaskan pelukan nya.


Namun Boy tetap memeluk istrinya.


"Jangan dulu, lihat ke belakang ku, kamu yakin mau melepaskan pelukannya?." bisik Boy di telinga istri nya.


Langsung April melihat ke arah yang di katakan suaminya, dan benar saja dia melotot saat melihat Kirana yang nampak menatap ke arah nya.


Cup..


Dengan sengaja April mencium pipi suaminya.


memperlihatkan ke romantisan nya pada Kirana, wanita yang sempat di jodohkan dengan suaminya.


Merasa April tau keberadaan nya Kirana langsung membawa tangan Andri untuk mengikuti langkah nya.


niatnya ingin mencoba melupakan Boy dengan ikut kondangan dengan Andri tapi dia malah bertemu dengan Boy dan April, bahkan menyaksikan betapa romantis nya pasangan itu.


"Kamu kenapa?." tanya Andri heran dengan perubahan wajah teman nya.


"Ngak papa, pulang yuk Dri." ajak Kirana.


"Kita belum makan loh, yakin mau pulang?." tanya Andri, meski sebenarnya dia juga melihat jika perubahan Kirana karena melihat keromantisan Boy dan istri nya.


_________

__ADS_1


🌹🌹🌹🌹🌹


Jangan lupa jejak ♥️


__ADS_2