Istri Cantik Tuan Muda Kejam 2

Istri Cantik Tuan Muda Kejam 2
Masalah warisan.


__ADS_3

^^H A P P Y R E A D I N G^^


๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน


Di suatu ruangan dengan interior desain ruangan yang ala Eropa nampak seorang pria yang sedang memeluk seorang wanita seksi, bahkan tak hanya itu pria itu juga mencumbui wanita seksi itu dengan lihai nya.


"Tubuhmu itu memabukkan Babby." ucap pria itu sambil membuka satu-persatu kancing baju yang di pakai wanita yang ada di pangkuan nya.


Wanita itu tersenyum percaya diri, tentu saja tubuhnya memabukkan, dia bahkan merawat tubuhnya seperti merawat sesuatu barang berharga, dan harga nya tentu saja tidak murah.


"Nikmati aku." ucap wanita itu sambil kembali mengeliat manja saat dirasa tangan pria itu mulai liar meraba kemana-mana.


Haha..


Tawa keduanya pecah, dan tak lama kemudian keduanya langsung menghentikan aktivitas panas itu.


"Astaga kak, kau memang sangat gila jika Masalah ranjang." ujar wanita itu sambil membenarkan kancing baju nya.


Pria itu tersenyum. "Tentu saja kau tau kan aku ini kuat, dan tentunya barang milik ku bisa membuat mu mengaduh kenikmatan." sahut pria itu sambil tertawa.


Perry Pratama Diningrat, seorang pengusaha kaya.


dan wanita yang ada di pangkuan nya itu adalah adik nya, lebih tepatnya adik sepupunya yang selalu melayani nya di saat dia menginginkan pemuas nafsu nya.


"Ya, kalau itu aku tidak bisa meragukan nya lagi kak." kata Laras sambil tertawa lagi.


Keduanya membenarkan posisinya, keduanya memang aktif dalam bermain bersama dalam hal ranjang, Laras tentu saja tidak menolak selain dia merasa terpuaskan dia juga mendapatkan bayaran dari sepupunya itu.


"Jangan lupa transferan nya kak, kau tau harga tubuhku ini sangat mahal bukan." ucap Laras sambil meliuk-liuk kan tubuhnya dengan gaya nya.


Perry mengangguk. "Ya, aku akan mentransfer mu, tapi seperti biasa aku tidak bisa membayar mu lebih dari harga biasanya, kau tau sendiri bukan kakek sangat pelit padaku." kata Perry dengan nada kesalnya.


Laras duduk di sopa lalu menatap pria yang membuatnya hampir terbang itu, "Kakek memang pelit, aku tidak sabar untuk kematian kakek." ucap Laras.


Dia memang bukan cucu kandung dari kakek Surya Pratama Ningrat, ibu nya Laras adalah anak tirinya Kakek Surya, berbeda dengan Perry yang lahir dari Mama Isaya Putri Diningrat, putri kedua dari kakek Surya.


Sedangkan anak pertama dari pernikahan kakek Surya dan Almrhum Nenek Adinda Putri adalah Ananda Pratama Diningrat.


"Kamu benar, aku juga menginginkan kematian Kakek, tapi sebelum kakek mati seharunya cucu dari anak pertama kakek juga harus mati dulu." ucap Perry dengan tatapan yang berganti menjadi tajam.

__ADS_1


"Kakak benar, dia harus mati agar harta warisan dari kakek Surya tidak jatuh pada dia." kata Laras menyetujui ucapan Perry.


"Kita harus mencari cara untuk membunuhnya Laras, jika dia masih hidup maka semua kekayaan kakek tidak akan menjadi miliki kita melainkan menjadi milik Lisa karena Lisa adalah anak pertama dari Om Nanda." kata Perry lagi.


Ya memang kakek Surya sudah mengatakan jika semua hartanya akan di berikan pada anak nya Ananda, dan karena Ananda sudah meninggal jadi semua harta warisan nya akan di berikan pada cucunya, anaknya pertama dari pernikahan Ananda dengan Miranda Sisila.


Adapun warisan yang akan di berikan untuknya yaitu hanya rumah yang di tempati nya dan dua puluh persen saham di perusahaan, serta beberapa restoran yang kini di pegang nya.


Tidak, Perry tidak akan membiarkan warisan nya sedikit, dia menginginkan semua harta kakek nya menjadi milik nya, karena itu juga amanah dari almarhum ibunya.


"Teruskan semua perjuangan Mama, jangan biarkan anak kak Ananda mendapatkan semua harta kakek mu, kamu harus menghabisi mereka karena mereka yang membuat Almrhum papa mu meninggal."


" Kita harus membuat rencana baru untuk membunuhnya, aku tidak akan membiarkan mereka mengambil hak ku." ucap Perry dengan senyum devil nya.


"Dan setelah itu aku akan mengambil hartamu kakak, siapa yang sudi menjadi cadangan?, aku juga menginginkan harta mu bodoh." batin Laras sambil tersenyum menyeringai.


Sedangkan di tempat lain nampak Bian yang sedang menatap sosok di depan nya, begitupun dengan para Opa dan Papa nya yang sama sedang menatap ke arah pria yang sedang duduk memasang wajah matre nya, tentunya.


Sosok itu tidak asing, siapa lagi kalau bukan Om Andrian, si hackers handal yang Opa Rey banggakan.


"Bagaimana?." tanya Bian tidak sabaran.


"Lisa adalah putri pertama tuan Ananda Pratama Diningrat dengan nyonya Miranda Sisila, kakek nya adalah Surya Pratama Diningrat pemilik perusahaan Surya Groups." sambung Andrian lagi.


Mereka nampak terkejut mendengar penuturan dari Andrian, siapa yang menyangka jika Lisa ternyata adalah cucu dari seorang pengusaha kaya di kota B.


"Tapi kenapa Lisa di besarkan oleh keluarga Sanjaya? bukankah keluarga Sanjaya dan keluarga Surya tidak memiliki masalah?." bukan Bian melainkan Opa Rafa yang merasa aneh.


Om Andrian mengangkat bahunya tidak tau.


"Semua jawaban nya ada di Dini dan Heri, mereka pasti tau apa yang terjadi di masa lalu." kata Andrian lagi.


Bian langsung berdiri, "Aku akan kerumah sakit dulu, aku harus menanyakan masalah ini langsung pada Mama dan Papa." ucap Bian hendak pergi.


"Bayaran nya mana?." tanya Om Andrian.


Brughh..


"Pergilah, jangan hiraukan si matre ini." kata Papa Arka yang barusan telah menimpuk Om Andrian dengan bantal.

__ADS_1


Setelah kepergian Bian Om Andrian melirik teman nya dengan wajah kesalnya. "Sialan kau, rasakan ini." Om Andrian melemparkan bantal ke wajah Papa Arka.


Dan semua itu di lihat oleh ketiga Opa yang sedang menonton drama di depan nya.


namun hal itu tak membuat Papa Arka dan Om Andrian menghentikan keributan nya, keduanya malah asyik saling melemparkan bantal lagi.


Sedangkan di rumah sakit Bian yang baru sampai di depan ruangan mertuanya mengerutkan dahinya saat melihat ruangan nya kosong.


Kemana mertuanya?.


Bian mendekat ke arah meja kecil yang di atasnya ada selembar surat yang di tindihi oleh pas bunga.


"Ada banyak hal yang Mama sembunyikan dari mu Lisa, maafkan Mama karena telah membuat mu sedih dengan apa yang terjadi padamu sekarang, setelah membaca ini Mama tau kamu pasti akan membenci Mama sayang.


Tapi satu hal yang harus kamu tau kalau Mama dan Papa sangat menyayangimu putri kecil kami."


"Kamu memang bukan anak kami sayang, kamu adalah anak tuan Ananda dan nyonya Miranda Sisila sayang, mereka adalah orang tua kandung mu, maafkan Mama dan Papa telah menyembunyikan fakta itu, Mama hanya ingin menjaga mu sesuai dengan amanah orang tuamu, mereka menginginkan keamanan mu, dan kami sengaja menikahkan mu dengan cucu dari Keluarga Rafasya karena kami tau kalau mereka bisa melindungi mu dari orang-orang yang menginginkan harta warisan dari kakek mu, Tuan Surya Pratama Dinigrat."


Setelah membaca isi dari selembar kertas itu Bian langsung meremas kertas itu, dan langsung berlari keluar ruangan VIP itu, Bian yakin nyawa mertuanya sekarang sedang dalam bahaya.


Drett...


Ponselnya berdering, membuat Bian langsung mengangkat telpon nya.


"Hallo." ucapnya cepat.


"Lisa jatuh dan pendarahan, kami sedang dalam perjalanan ke rumah sakit." ucap Mama Alena di sebrang telpon.


Deg..


"*Hallo Bian? kamu jangan panik kami akan segara sampai di rumah sakit."


___________


๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน*


Mulai tegang๐Ÿ˜…


Jangan lupa jejak, โ™ฅ๏ธ

__ADS_1


__ADS_2