Istri Cantik Tuan Muda Kejam 2

Istri Cantik Tuan Muda Kejam 2
Kedatangan Kinara.


__ADS_3

^^H A P P Y R E A D I N G^^


🌹🌹🌹🌹🌹


Syifa benar-benar merasakan hidup yang sebenarnya, dimana dia bisa merasakan kehidupan yang sangat di mimpi-impikan oleh setiap gadis muda seusianya.


Tidak pernah dia bayangkan jika kehidupan nya akan berubah 99%. dari Syifa yang buluk dengan penampilan seadanya kini berubah layaknya Cinderella.


"Ini seperti mimpi.." gumam Syifa sambil menatap penampilan barunya yang sangat berbeda dari sebelumnya.


Kulit nya menjadi lebih fresh dari sebelumya, bahkan kini dia tidak menggunakan kaca mata tebal lagi, Rara sudah bisa melihat dengan jelas tanpa harus menggunakan kacamata besarnya lagi.


Kemarin Syifa melakukan segala trime kecantikan di salah satu clinik terkenal, dan semua biaya nya itu di tanggung oleh calon mertuanya, Syifa benar-benar mendapatkan perhatian dari Mama Alena dan Papa Arka.


Tok..tok..


Suara ketukan pintu itu membuat Syifa langsung tersadar dari lamunan nya.


Dia beranjak berjalan ke arah pintu, dan membukakan pintu.


"Arfan." pekik Syifa kaget.


Bukan nya menjawab Arfan malah langsung masuk ke dalam kamar dengan lengan yang sengaja menarik tangan Syifa untuk mengikuti nya.


Keduanya duduk di tepi ranjang dengan perasaan yang berbeda, Arfan yang kesal karena merasa di abaikan selama berhari-hari, sedangkan Syifa nampak gugup tidak percaya diri dengan penampilannya yang baru.


"Arfan." panggil Syifa lagi.


Yang panggil melirik, lalu melihat Syifa dari atas sampai bawah, Lumayan..


" Kenapa tidak mengabari ku?." tanya Arfan dengan wajah yang menahan kesal.


"Kamu tau aku menelpon mu lebih dari puluhan kali, tapi ponsel mu tidak aktif." lanjut Arfan.


Syifa hanya terdiam dengan sudut bibir yang tersunging ke atas, masih mendengar calon suaminya yang terus berbicara.


"Ponsel aku di ambil Mama mu." sahut Syifa akhirnya memberikan jawaban pertanyaan yang membuat Arfan uring-uringan selama beberapa hari ini.


Tidak puas dengan jawaban Syifa, Arfan kini kesal karena sepertinya Syifa merasa baik-baik saja tanpa nya.


padahal di pikiran nya Syifa akan merengek mengatakan jika dia merindukan nya.


Ekhem..


Kode Arfan, sambil melirik Syifa.


namun yang di lirik nampak diam saja dengan ekspresi wajah yang biasa saja.


Ekhem..


"Arfan apa kamu batuk?." tanya Syifa.


Hah?.

__ADS_1


Arfan menyerhitkan dahinya tidak paham, tapi dia kembali mengulangi kode nya.


Ekhem..


"Arfan, kamu mau minum?." tanya Syifa lagi.


Huh..


"Cium aku." ucap Arfan tiba-tiba.


Sekarang Syifa baru memperlihatkan wajah keterkejutan nya, dan sontak langsung menggelengkan kepalanya.


"Tidak mau." sahut Syifa kembali menggelengkan kepalanya.


"Kenapa?." tanya Arfan.


Syifa tidak menjawab nya, seharusnya tidak di jawab juga Arfan sudah tau jawaban nya.


tapi sepertinya calon suaminya itu masih belum paham dengan penolakan nya.


"Je mist je toekomstige echtgenoot niet, die knap en rijk is? Je bent zeker."


"Kamu tidak merindukan calon suami mu yang tampan rupawan dan kaya ini? kamu yakin?." tanya Arfan dengan menggunakan bahasa Belanda.


"Arfan kamu bicara apa?, emm aku tidak paham." sahut Syifa nampak kebingungan dengan bahasa yang di gunakan Arfan.


"You can't speak Dutch?, gosh how about English."


"Kamu tidak bisa bahasa Belanda?, astaga bagaimana dengan bahasa Inggris?." lanjut Arfan bertanya.


dia memang tidak pandai menggunakan bahasa apapun selain bahasa ibu nya, yaitu bahasa Indonesia.


"Arfan aku tidak mengerti apa yang kamu bicarakan, bicaralah dengan bahasa Indonesia agar aku paham." kata Syifa lagi.


Huh..


Arfan menghela nafasnya pelan, mengusap rambutnya ke samping.


"Ok, kamu beruntung memiliki pria tampan, kaya dan pintar seperti diriku, tenang saja meski kamu tidak pandai bahasa asing aku akan tetap menikahi mu, aku ini pria yang selalu bisa memegang komitmen, kamu benar-benar beruntung." ucap Arfan dengan penuh kata pujian untuk diri sendiri.


Dan Syifa yang sudah paham dengan sikap Arfan hanya bisa menggeleng-gelengkan kepalanya saja, Arfan memang narsis.


"Terserah sampeyan, angger sampeyan seneng."


Terserah kamu, asalkan kamu senang." sahut Syifa dengan menggunakan bahasa Jawa lengkap dengan logat nya.


Kini bukan Syifa yang kebingungan, melainkan Arfan yang kebingungan.


dia tau Syifa berbahasa Jawa, tapi Arfan tidak bisa dan juga tidak mengetahui artinya.


"Woy..!! Arfan." suara teriakan tiba-tiba terdengar di telinga Arfan membuat Arfan langsung melirik ke sumber suara.


Astaga mau ngapain si tomboy ke sini.

__ADS_1


"Nara, kapan pulang?." tanya Arfan seraya berjalan mendekati sepupunya.


Gadis berpenampilan sangat kontras dengan seorang wanita yang berpakaian minim itu nampak santai dengan kaos oblong dan celana jeans sobek nya, rambutnya sebahunya di sembunyikan dengan topi yang di pakainya.


"Malam tadi." sahut Nara seraya berjalan mendekati calon istri sepupunya.


Di tatapnya gadis yang berpakaian modis di depan nya.


Cantik.. tapi sayang nya dia merebut Arfan dari adik ku Achel..


Jelas Nara tau seperti apa perasaan Achel putri Om nya pada Arfan sepupu tengilnya ini, tapi Nara kaget saat mendengar jika sepupunya memiliki kandidat lain, yaitu wanita yang kini sedang menunduk karena terus di tatap tajam oleh nya.


"Hy, aku Kinara, panggil aja Nara, adik sepupu nya Arfan." kata Nara santai sambil mengulurkan lengannya.


Syifa mengambil uluran tangan itu. "Aku Syifa." ucap Syifa mengenalkan dirinya sambil tersenyum kikuk.


"Boleh juga tipe nya Arfan, dia polos dan juga ngak banyak tingkah, hanya saja jangan harap aku merestui hubungan kalian, aku tidak rela jika Achel sedih karena patah hati." batin Nara.


Syifa merasa jika sepupunya Arfan tidak menyukai nya, terlihat dari tatapan nya yang nampak tidak bersahabat.


"Tumben kesini, mau ngapain?." tanya Arfan sambil duduk di tepi ranjang.


Nara melirik sepupunya.


"Sengaja, mau ngerecokin kalian kali aja kamu khilaf salah coblos sebelum halal." celetuk Nara santai.


"Syifa kamu tau kan Arfan itu seperti apa, ko mau aja sih kamu di nikahin Playboy cap narsis kaya dia." kini pandangan Nara beralih pada Syifa.


Yang di tanya nampak bingung menjawab apa, tapi dengan ragu Syifa mengangkat wajahnya.


"Aku menyukai dia karena dia baik, dan juga ramah." ucap Syifa berkata seadanya.


Namun itu bukan jawaban yang bisa membuat Nara puas, "Kalau cuman baik dan ramah pegawai Indomaret sama tukang cilok juga ramah kalau ada maunya, ya misalnya mau barang dagangan nya laku, iya kan Arfan."Nara memukul lengan sepupunya.


Dan membuat Arfan langsung kaget.


"Sakit pea." sungut Arfan kaget.


Syifa terdiam, ucapan Nara tadi mungkin sederhana dan hanya pertanyaan biasa, namun ada rasa tidak enak hati saat Syifa mendengarnya, ucapan sepupunya Arfan itu seperti sedang menyindir nya.


Arfan melirik Syifa yang nampak terdiam, dia tau Syifa pasti tidak nyaman dengan sosok Nara, sepupu nya.


"Nara keluar gih, ganggu calon pengantin aja, makanya ceper kawin, bukan jomblo terus." usir Arfan.


Bukk..


Satu pukulan kembali Arfan dapat kan dari sepupunya yang galak.


"Kawin, kawin nikah woy..!! " sungut Nara sebal, lalu melirik Syifa.


"Hati-hati, awas patah hati." kata Nara, lalu pergi meninggalkan dua insan yang sebentar lagi akan melepaskan masa lajang nya itu.


_________

__ADS_1


🌹🌹🌹🌹🌹


Jangan lupa jejak, ♥️


__ADS_2