
^^H A P P Y R E A D I N G^^
🌹🌹🌹🌹🌹
"Aku berangkat bekerja dulu, kamu ngak apa kan aku tinggal kerja?." tanya Zico yang kesekian kalinya.
Dilla mengangguk cepat lagi.
"Iya ngak apa sayang, kamu kerja aja aku akan ke rumah Mom minta mangga muda." kata Dilla yang juga kesekian kalinya.
Bukan apa-apa Zico cerewet seperti ini, kehamilan Dilla adalah anak pertamanya dan Zico sangat senang tentu nya mendapatkan anugrah nya itu.
Zico ingin selalu ada untuk sang istri, tapi apalah daya nya yang harus bekerja keras untuk masa depan anak istri nya.
Sama hal nya dengan Dilla, sebenarnya dia juga berat di tinggal-tinggal terus saat hamil, tapi Dilla juga harus tau kalau prioritas suaminya bukan hanyalah dirinya, tapi pekerjaan nya pun harus di prioritaskan karena semua itu juga penting untuk kehidupan nya kedepannya.
"Aku mau mandi dulu, cium dulu dong." kata Dilla.
Cup..
Zico memberikan kecupan di pipi sang istri, lalu mengusap perut sang Istri tersayang.
"Jaga Bunda nya ya sayang, nanti Ayah pulang bawain makanan kesukaan Bunda." ucap Zico sambil mengusap perut Dilla yang sedikit membuncit.
Entah Dilla yang makan nya banyak atau kehamilan nya yang mungkin sudah terlihat, tapi usia kandungan Dilla masih di bulan kedua tapi perut Dilla sudah terlihat buncitannya.
"Iya Ayah, Adek bakalan jagain Bunda ko, Ayah juga jaga hati buat Bunda ya, jaga mata dari cewe seksi ya Ayah." sahut Dilla berucap dengan suara yang di buat-buat seperti anak kecil.
"Kalau perlu Ayah akan memakai kacamata agar mata Ayah tidak melirik sana sini." kata Zico sambil terkekeh.
Dilla ikut mengusap perut nya.
"Itu lebih baik, tapi bagusnya lagi kalau pakai penutup mata aja deh, biar ngak bisa liat cwe cantik." kata Dilla lagi yang membuat Zico menggelengkan kepalanya.
"Kalau pakai penutup mata mana bisa, nanti yang ada aku jatuh karena ngak ngeliat jalan sayang." ucap Zico yang langsung mendapatkan ciuman di pipi nya.
"Udah sana pergi, cari uang yang banyak dan I love you." kata Dilla sambil menjauhkan dirinya dari sang suami.
Zico melambaikan tangan nya, lalu tersenyum.
"I love you too." sahut nya sambil berjalan ke dekat pintu, dan membuka pintu.
Dan saat Zico ingin menutup pintu nya dia kaget bukan main karena melihat Nek Kinan yang ada di belakang nya.
"Nenek!" pekik Zico kaget.
Nenek Kinan terkekeh melihat ekspresi kaget mantan gebetan nya itu, lalu melirik sana sini.
__ADS_1
"Nenek mau ngasih makanan ini buat Dilla, istri kamu ada di dalam kan?." tanya Nek Kinan.
"Dilla ada, tapi kaya nya bentar lagi mau keluar." sahut Zico.
"Saya pamit kerja dulu ya Nek." lanjut nya, lalu berjalan meninggalkan Nenek Kinan.
Nenek Kinan membuka pintu Apartemen Zico, dia berjalan masuk lalu melihat sana sini dan tidak menemukan sosok yang sedang di cari nya.
"Bestie..yuhu!" ucap Nek Kinan sambil mendaratkan bokong nya di sopa.
Sebelum nya Nek Kinan dan Dilla memang sudah baikan, keduanya menjadi sahabat berbeda umur, bahkan Nek Kinan memiliki panggilan khusus untuk Dilla, yaitu Bestie.
"Nano!" ucap Dilla kaget melihat kedatangan Nek Kinan.
Jika Dilla di panggil Bestie maka lain hal nya dengan Nek Kinan yang ingin di panggil Nano dan enggan di panggil Nenek.
"Ini untuk mu, ayo makan bersama." ucap Nek Kinan.
Dilla tersenyum lalu mengajak Nek Kinan ke meja makan sederhana nya.
Apartemen nya memang tidak terlalu luas tapi Dilla senang tinggal di Apartemen nya, Apartemen nya itu akan menjadi saksi bisu bagaimana perjuangan suaminya yang kerja keras untuk kehidupan keluarga kecil nya ke depan nya.
"Tadi kata Zico kamu mau keluar?." tanya Nek Kinan.
Dilla mengangguk sambil menyiapkan makanan nya.
Nek Kinan ikut mendudukkan bokong nya di kursi depan meja.
lalu mulai mengambil nasi dan lauk pauk nya sendiri.
Beginilah kehidupan bertetangga nya sekarang, keduanya sama-sama mengisi waktu kosong nya selama suami-suami nya sedang bekerja.
"Oh iya dua bulan lagi aku pindah, kamu ngak akan sepian kan Bestie?." ucap Nek Kinan.
Dia memang akan pergi berlibur untuk menghabiskan masa tua nya, Karena suaminya sudah mendapatkan pensiunan jadi Nek Kinan memutuskan untuk pergi ke tempat di mana para orang tua seperti nya menghabiskan masa tua nya.
"Berasa cepet banget Nano, tapi it's oke lah, aku ngak akan kesepian paling bakalan kangen masakan Nano aja." kata Dilla sambil memasukkan makanan nya lagi.
"Kamu sehat-sehat ya hamil nya, semoga kalian sehat-sehat sampai hari H nya." ucap Nek Kinan lagi, lalu memasukkan makanan nya lagi.
Dilla melirik Nek Kinan, lalu tersenyum.
"Makasih Nano, semoga Nano juga selalu sehat dan baik-baik sama Nino nya." kata Dilla, Nino adalah panggilan untuk Pak Juan suaminya Nek Kinan.
Siang nya seperti yang sudah di jadwalkan Dilla yang di jemput oleh supir Mom nya sekarang sudah sampai di rumah Mommy Daddy nya.
Terlihat sekarang Dilla yang sedang tersenyum senang melihat ke atas pohon, dimana di atas sana terlihat Daddy Rico yang sedang duduk di atas pohon.
__ADS_1
"Yang itu Dad." teriak Dilla sambil tersenyum.
Membuat Daddy Rico yang ada di atas pohon sana hanya bisa melakukan apa yang di inginkan sang putri, demi ngidam sang putri bungsu dia rela naik ke atas pohon mangga untuk mengambilkan mangga muda nya langsung dengan tangan nya sendiri..
"Yang ini sayang?." tanya Daddy Rico di atas sana.
Dilla mengangguk cepat.
"Iya, tapi yang gede nya Dad, jangan yang kecilnya." teriak Dilla lagi.
Setelah mendapatkan apa yang di inginkan sang putri Daddy Rico langsung turun, dan langsung di sambut dengan senyuman antusias dari Dilla.
"Ye.. makasih Daddy." kata Dilla sambil tersenyum.
"Peluk Daddy nya dong." ucap Daddy Rico merentangkan kedua tangannya.
Membuat Dilla menggelengkan kepalanya lalu mengambil mangga nya saja.
"Ngak mau peluk, tubuh Daddy pasti bikin gatel, emang Daddy mau aku kegatelan gara-gara meluk Daddy." sahut Dilla sambil berjalan menjauh.
Daddy Rico menghela nafas nya panjang.
"Untung sayang." gumam Daddy Rico sambil berjalan mengekori sang putri.
"Mom mana bumbu rujak nya?." tanya Dilla sambil mendudukkan bokong nya di sopa.
Mommy Kelle yang mendengar ucapan sang putri bungsu terdiam kikuk, dia lupa akan pesanan putri bungsunya untuk membuat kan bumbu rujak.
Melihat ekspresi Mom nya Dilla menghela nafas nya, lalu mengerucut kan bibir nya,
dia yakin 100% Mommy nya pasti lupa.
"Mommy mah." Dilla cemberut.
"Maaf sayang, Mommy lupa tapi tenang aja Mommy akan buatkan sekarang, tunggu ya." ucap Mommy Kelle sambil berjalan ke arah dapur.
Akhirnya Dilla hanya bisa menunggu untuk makan rujak bersama Mom Dad nya, Daddy nya sedang mandi dan Mommy nya membuat bumbu rujak.
__________
🌹🌹🌹🌹🌹
Mampir di cerita baru aku yuk kak🙏
judul nya ^^Salah Ranjang (pria buta)^^ ya🤗
Jangan lupa like coment and Vote ya kak ♥️
__ADS_1