Istri Cantik Tuan Muda Kejam 2

Istri Cantik Tuan Muda Kejam 2
Perlakuan manis.


__ADS_3

^^H A P P Y R E A D I N G^^


🌹🌹🌹🌹🌹


Putra mengepalkan tangannya saat mendapatkan penolakan dari Syifa, gadis kecil yang pernah dia janjikan sejuta kebahagian.


Syifa yang lebih memilih Arfan membuat nya semakin marah, apalagi setelah mendengar kata cinta yang keluar dari mulut Syifa.


Bertahun-tahun lamanya Putra mencari keberadaan Syifa, semenjak dia pindah ke rumah yang lebih layak dan mendapatkan biaya untuk melanjutkan sekolah nya dari keluarga Rafasya Putra memang tidak pernah kembali bertemu dengan Syifa.


Tapi meski dia tidak bertemu dengan Syifa cukup lama tidak pernah sedetik pun Putra melupakan gadis di masa lalu nya itu.


"Kenapa Cipa, kenapa kamu lebih memilih dia dari pada aku." ucap nya sambil meremas beberapa foto masa kecil nya dan Syifa yang kala itu selalu menghabiskan waktu bersama.


Seketika bayangan masa lalu kembali teringat kembali.


Dulu Syifa adalah gadis kecil yang menjadi tetangga nya, gadis ceria yang selalu menghibur nya saat Putra kehilangan Ayah nya yang entah pergi kemana.


Syifa kecil dan dia cukup dekat, bahkan tak jarang Putra juga menginap di rumah Syifa karena saat itu ibu nya sibuk bekerja menjadi pelayan di rumah keluarga Rafasya, sedangkan Syifa sendiri sejak kecil dia juga sering di tinggal-tinggal oleh orang tuanya yang kebetulan sama-sama bekerja.


Maka dari itu kedekatan mereka sudah seperti adik dan kakak, tapi hal itu berakhir menjadi sebuah obsesi, dimana Putra yang kala itu berusia 15 tahun selalu tidur bersama Syifa.


Sesuatu yang terjadi tanpa paksaan dan kurang nya peran keluarga di dalam hidupnya membuat Putra menjadi kehilangan kendali, dimana dia selalu menjanjikan segala hal kehidupan yang akan berakhir indah pada Syifa.


Menghiraukan jeritan tangis gadis kecil yang selalu menangis saat menghabiskan waktu berdua bersama nya, dan mulai saat itu Putra juga berjanji akan membahagiakan Syifa.


"Kak, sakit."


"Tidak apa, nanti ngak sakit lagi, Cipa kan sayang kakak."


"Cipa sayang kakak, janji ya ngak akan tinggalin Cipa kaya nenek dan kakek."


"Iya, kakak janji akan selalu bersama Cipa, dan akan menjadikan Cipa gadis paling bahagia."


"Janji kak?."


"Janji."


Tapi pada kenyataannya dia sendiri yang meninggalkan Syifa, bahkan bertahun-tahun lamanya pergi tanpa pamit.


"Maafkan aku Cipa, aku benar-benar tidak bisa melupakan mu, aku tau mungkin apa yang aku lakukan ini adalah salah karena telah egois, tapi aku juga tidak bisa diam saja melihat mu bahagia bersama orang lain, karena pria yang berhak membahagiakan mu hanyalah aku seorang, hanya aku."


Biarlah orang berkata apa, obsesi nya untuk memiliki Syifa sangat besar, bahkan Putra tidak perduli pada apa yang dia miliki sekarang, dan melupakan jasa keluarga yang telah memberikan peluang besar untuk nya.


Di tempat lain nampak Arfan yang bingung melihat Syifa yang sedari tadi nampak murung.


"Bi, apa Syifa sudah makan?." tanya Arfan pada salah satu bibi Pembantu nya.


"Belum tuan, setau saya tadi non Syifa minta bakso, tapi setelah di beliin ehk malah ngak dimakan, dan nyuruh bakso nya di ratus di kulkas." jelas Bibi pembantu.

__ADS_1


Arfan menghela nafasnya panjang, dia sendiri bingung dengan perubahan Syifa.


"Apa mood hamil nya kembali kumat?." batin Arfan menerka-nerka.


"Bi bakso nya panasin aja, kalau Bibi mau bakso nya makan aja ya."


Setelah itu Arfan kembali ke kamarnya,


di lihat nya Syifa yang tiduran, Arfan duduk di tepi ranjang, lalu tangan nya terulur untuk mengelus kepala Istri nya.


"Sayang." panggil Arfan masih dengan mengelus lembut penuh sayang kepala Istri nya.


Syifa mengeliat kecil, lalu membenarkan posisinya menjadi duduk.


"Maaf aku ketiduran." kata Syifa.


"Ngak apa, pipi kamu kenapa?." tanya Arfan.


Syifa bingung, dia memegang pipinya, lalu melihat suaminya lagi.


"Emang pipi aku Kenapa?." tanya balik Syifa sambil memegangi pipinya.


Arfan menarik tangan istrinya, lalu mendekatkan wajah nya ke wajah istrinya.


Cup..


"Haha, abisnya wajah kamu asem terus, kamu tau ngak pipi kamu itu candu aku banget tau, jadi pengen cium kan." kata Arfan sambil tersenyum.


Syifa tertegun melihat betapa perhatian dan baik nya Arfan padanya, dia benar-benar sangat beruntung karena bisa menikah dengan pria sebaik Arfan.


Sosok yang semula Syifa ragukan akan ketulusan cintanya.


pria yang sekarang menjadi pemilik hatinya, Ayah untuk anak yang ada di dalam perutnya.


"Cie, lagi ngagumin wajah aku ya? aku tau wajah aku itu imut tampan dan berkharisma, semua orang tau itu." celetuk Arfan narsis.


"Ya, kamu ganteng."


"Aku tau." sahut Arfan dengan percaya diri.


"Juga tukang kentut."


Untuk yang sekarang Arfan tidak terima, meski pada kenyataan nya memang Syifa sering menjadi saksi mata saat suaminya kentut.


"Itu rahasia, lagi pula hanya kamu yang tau itu."


Syifa tersenyum lalu memberikan kecupan singkat di pipi suaminya.


"Cie, cium-cium."

__ADS_1


"Ihk, Sayang." Syifa mencubit gemas suaminya yang menggoda nya.


Arfan mengelus pelan perut rata Istri nya, mendekatkan wajah nya dengan perut Istri nya.


"Lihatlan sayang, Mama mu benar-benar mengagumi ketampanan Papa mu bukan, kamu akan bangga karena memiliki Papa yang tampan rupawan dan kaya raya." kata Arfan sambil memberikan beberapa kecupan di perut Istri nya.


Kriuk..


Tiba-tiba bunyi alrm di perut istrinya bunyi, membuat Arfan langsung mendongkak kan wajahnya menatap istrinya.


"Cie yang laper, tapi nahan makan." celetuk Arfan sambil cekikikan.


"Siapa bilang?." tanya Syifa kikuk.


"Bibir bisa berbohong, tapi anak kita, dia pasti sedang kelaparan karena ibunya yang egois."


Deg..


Syifa terdiam, ucapan Arfan barusan seolah menampar keras Syifa yang tidak mengatakan masalah Pria di masa lalunya yang kembali menemui nya.


Melihat Syifa yang terdiam membuat Arfan bingung, tapi sedetik kemudian dia memangku istrinya, membawa Syifa yang ada di pelukan nya.


"Sayang, mau kemana ihk, turunin."


Bukan nya menjawab Arfan malah santai berjalan menuruni satu persatu anak tangga dengan Syifa yang masih dalam pelukan nya.


"Kita akan makan diluar, kamu pasti lapar dan aku tidak akan membiarkan kamu menahan lapar hanya karena mood mu yang berubah-ubah itu." kata Arfan sambil mendudukkan istrinya di jok mobil nya.


Setelah beberapa menit mobil Arfan berhenti di parkiran Restoran.


"Ayo turun." ucap Arfan mengulurkan tangan nya.


Dengan senyuman kecil Syifa menerima uluran tangan itu, dan berjalan masuk beriringan dengan Arfan suaminya.


Arfan memesankan beberapa makanan kesukaan Syifa.


"Ayo makan, aaaa.."


Lagi-lagi Syifa harus terpukau dengan kemanisan Arfan padanya, Arfan benar-benar memperlakukan nya seperti ratu.


membuat Syifa jumawa dan serakah untuk memiliki Arfan selamanya.


"Aku harap Tuhan benar-benar membuatnya menjadi milik ku, bukan hanya untuk membuat aku jumawa dengan semua sikap manisnya."


________


🌹🌹🌹🌹🌹


Jangan lupa Jejak ♥️

__ADS_1


__ADS_2