
^^H A P P Y R E A D I N G^^
🌹🌹🌹🌹🌹
Di sebuah ruangan yang penuh dengan lampu kerlap-kerlip nampak seorang wanita cantik dengan gaun seksi nya, dia tak lain adalah Gladis, wanita dua puluh satu tahun yang memilih menikah muda dengan sosok pria yang seusia Papa nya sendiri.
Gladis terpaksa menikahi pria tua itu karena ingin membalaskan rasa sakit hatinya pada sosok yang sekarang menjadi anak tirinya, dulu April adalah gadis yang sering membully nya, hanya karena Gladis berasal dari keluarga miskin.
Sebenarnya bukan karena itu, Gladis memang sekolah di SMA yang sama dengan April, hanya saja Gladis bisa masuk ke sekolah itu degan beasiswa, dan kesalahan Gladis adalah setiap pria yang di sukai April pasti di dekati, dan April tidak suka jika pacarnya terus di ganggu oleh Gladis yang selalu tebar-tebar pesona pada kekasihnya.
"Eh Dis, kamu beneran hamil? sumpah aku syok banget liat kamu hamil anak si gendut buncit itu." ucap seorang gadis yang berpakaian tak kalah minim dengan Gladis.
"Ih amit-amit deh, mana mau aku hamil anak si bandit tua itu, tidur satu ranjang aja ogah." seru Gladis sambil bergedik ngeri membayangkan nya.
Setiap tidur nya Gladis memang selalu memberikan minuman yang di campur obat tidur pada suaminya, dan selama tiga tahun menikah Gladis belum pernah tidur satu ranjang dengan suami tua nya itu.
"Terus itu USG punya siapa?." lanjut wanita itu, yang tak lain adalah Irene, teman nya April.
"Biasa, nemu di medsos." sahut Gladis santai.
"Dasar nenek sihir, sekarang kamu bisa senang karena mendapatkan apa yang kamu mau, lihat saja nanti Benny akan menjadi milik ku, haha..dasar gadis bodoh." batin Gladis sambil tersenyum.
Irene tertawa mendengar nya, teman nya yang satu ini memang lain dari yang lain, sebenarnya Irene ogah berteman dengan Gladis yang berasal dari orang miskin, tapi karena Gladis membantunya untuk bisa menjadi tunangan Benny mau tak mau Irene harus bersandiwara menjadi teman yang baik untuk Gladis.
"Kalau bukan karena Benny aku ngak akan Sudi berteman sama orang miskin, cantik sih tapi buat apa cantik juga kalau punya suami Om-om." batin Irene mencibir dalam hati.
Tiba-tiba datanglah sosok pria tampan yang mendekati kedua wanita berpakaian minim itu, membuat Irene langsung tersenyum dan memeluk sosok itu.
"Sayang, ko ngak bilang-bilang sih mau kesini." kata Irene sambil memberikan ciuman di pipi tunangan nya.
"Aku kesini dapat kabar dari Mama kamu, harusnya kamu ngak boleh kesini apalagi pakaian kamu begini." kata Benny dengan wajah tidak suka nya.
"Maaf deh, aku kesini mau nemuin ibu hamil yang lagi ngidam sayang, iya kan Dis." Irene memberi kode pada Gladis membuat Gladis mau tak mau hanya mengangguk mengiyakan ucapan teman nya itu.
"Iya Ben, aku lagi ngidam pengen main ke sini, maaf ya aku ajak Irene." dengan malas Gladis harus ikut kedalam drama gila Irene.
Bukan hanya itu, untuk acara pemerkosaan April saat beberapa bulan lalu pun itu adalah ulah Irene, Gladis hanya ingin Irene menyingkirkan anak tirinya, tapi ternyata Irene malah pura-pura di perkosa secara bergilir yang membuat April saat itu menjadi marah besar dan berakhir di tempat seorang Casanova.
Hanya saja Gladis maupun Irene tidak tau siapa pria yang memperkosa April, yang mereka tahu hanyalah April yang leher nya penuh jejak percintaan, dan jalan nya yang seperti orang sakit kaki.
__ADS_1
"Kita pulang." kata Benny memegang tangan Irene.
"Loh ko pulang sih sayang, main dulu yu bentar minum gitu?." tawar Irene masih betah di tempat yang dulunya menjadi tempat kesukaan nya itu.
Benny menggelengkan kepalanya cepat.
"Ngak ada acara minum, kita pulang Mama udah nunggu buat makan malam." lanjut Benny dengan tegas, membuat Irene menghela nafas nya panjang.
"Dis aku pulang dulu, jangan lupa cari berondong, lumayan celup daun muda, kamu tau kan yang tua ngak bisa main lama." ucap Irene sedikit berbisik, dan setelah itu dia pergi bersama tunangannya.
Gladis menatap kepergian Irene dengan wajah kesalnya, lalu setelah itu datanglah dua pria yang sedari tadi sudah melirik ke arah nya.
"Untuk mu Babby." kata salah satu pria itu.
"Terimakasih." ucap Gladis menerima gelas berisi minuman beralkohol itu, lalu meminum nya sedikit demi sedikit.
"Berapa?." tanya Gladis setelah menghabiskan minuman nya.
Kedua pria itu saling melirik dan tersenyum.
"Gratis, hanya untuk mu." kata salah satu pria itu sambil mengusap pipi Gladis.
"Sekali main dua, yakin ngak mau." lanjut pria itu sambil memegang bokong Gladis.
Dan Gladis yang sudah terbawa pengaruh alkohol hanya bisa memejamkan matanya sebentar, lalu mengigit bibirnya, apalagi pria tampan itu meremas bokong nya.
"Lanjut di hotel." kata Gladis sambil berjalan.
Dan tanpa di sadari kedua pria itu mengacungkan jempolnya pada sosok yang memakai topi, lalu mengekori sosok wanita cantik yang akan memberikan mereka kenikmatan sekaligus.
Menyelam sambil minum susu, begitu lah mungkin apa yang di dapatkan dua orang suruhan Boy itu.
Di dalam mobil nampak sosok Irene yang sedang mencoba memegang tangan Benny, namun yang ada hanya omelan yang di dapat nya.
"Aku sudah bilang Irene, aku tidak suka gadis nakal, tapi kamu malah tempat seperti itu." kata Benny kecewa.
"Sayang, aku kan udah bilang kalau Gladis yang ngajak, kasian loh sayang keinginan ibu hamil, nanti anaknya ileran tau." sahut Irene asal.
Alasan yang tidak masuk akal itu semakin membuat Benny kecewa, mana ada ibu hamil ngidam nakal seperti itu, mana pakaian nya sangat minim dan kekurangan bahan lagi, mau jadi apa anaknya jika sudah lahir kalau pas bayi nya juga suka ke club' malam?.
__ADS_1
Benny tiba-tiba teringat akan sosok April, dia rindu sosok yang selama bertahun-tahun menjadi kekasihnya itu, bahkan keduanya hampir menikah tapi semua itu harus gagal karena April malah di nodai oleh orang lain.
Ada rasa kecewa di hati Benny saat ingat hal itu, tapi jika boleh jujur sampai sekarang pun Benny masih terbayang akan sosok mantan kekasihnya yang entah ada di mana itu, sejak hari pembatalan pernikahan nya waktu itu Benny tidak pernah bertemu lagi dengan April.
"April kamu dimana? aku benar-benar tidak bisa melupakan mu, aku mencintaimu." batin Benny.
Melihat Benny yang melamun membuat Irene mengepalkan tangan nya, dia tau pasti tunangan nya itu memikirkan sosok April..
"Kamu mikirin siapa, jangan bilang kamu mikirin si jala*g itu." hardik Irene membuat Benny menghentikan mobilnya di pinggir jalan.
"Katakan, kenapa diam!." teriak Irene lagi.
Benny menatap Irene dengan wajah yang tidak biasanya.
"Kalau iya memang nya kenapa? kamu mau apa?." tanya balik Benny.
Irene tak bisa berkata-kata, hatinya benar-benar hancur saat mendengar nya, padahal pertunangan nya sudah berjalan hampir empat bulan, tapi ternyata Benny masih tetap saja mencintai April teman nya.
"Aku tunangan kamu, kamu ngak boleh mikirin dia, ngak boleh." kata Irene sambil memegang tangan Benny.
"Perusahaan kamu sudah aku bantu, apa ini balasan kamu?, jahat kamu Ben." lanjut Irene sambil pura-pura menangis.
Benny hanya bisa menghela nafasnya kasar, ya alasan utama dia menerima pertunangan tanpa cinta ini adalah karena orang tua Irene telah membantu perusahaan keluarganya nya, dan Benny sebagai anak sulung tidak bisa menolak permintaan orang tuanya, dia hanya bisa menurut.
"Maaf, aku salah." kata Benny akhirnya memilih mengalah.
Irene tersenyum menyeringai.
"Ayo jalan lagi, kita kan mau makan malam." kata Irene sambil mengusap pelan lengan tunangan nya itu, dan Benny hanya bisa mengangguk tanpa bisa menolak.
______
🌹🌹🌹🌹
Jangan lupa like coment and Vote!!
Yuk mampir di cerita Baru, caranya tinggal click profil, nanti akan ada karya ke 10 yang berjudul I Love You Boss, di tunggu ya♥️
__ADS_1