Istri Cantik Tuan Muda Kejam 2

Istri Cantik Tuan Muda Kejam 2
Bingung.


__ADS_3

^^H A P P Y R E A D I N G^^


🌹🌹🌹🌹🌹


"Mau kemana si Om?." tanya Dilla sambil melirik Zico yang sedang menyupir di samping nya.


"Kita akan makan siang." sahut Zico, melirik Dilla sekilas lalu kembali melihat ke jalanan lurus.


Dill mengerutkan dahinya aneh, ini masih jam 10 siang, tadi saat mereka melamar pekerjaan memang sudah kesiangan, tapi yang membuat nya aneh bukan nya makan siang seharusnya jam 11:30?.


"Jadi kita kerja apa ni Om?, Sekertaris?, Direktur?, Sekertaris Direktur, Manager?, Asisten Manager, atau apa Om?." tanya Dilla panjang kali lebar.


Yang isinya penuh dengan pekerjaan yang sama sekali belum pernah dia geluti, bahkan untuk bekerja pun ini adalah pengalaman pertama keduanya.


Zico memberi kode dengan melihat ke arah kaca spion nya, dan Rangga yang melihatnya memperlihatkan wajah yang sama bingung nya.


Kedatangan Dilla dan Achel yang mendadak memang membuat keduanya kaget, Rangga masih bingung untuk menempatkan kedua gadis itu di bagian apa, karena sejatinya baik Achel maupun Dilla belum memiliki pengalaman apapun, yang membuat Rangga ataupun Zico ragu.


"Karyawan biasa juga ngak papa ko Om." kata Achel membuka suara nya.


Dilla mengangguk cepat.


"Benar tuh, karyawan biasa juga ngak apa, tadi aku liat ada yang bening-bening laki-laki nya, lumayan lah buat penyemangat kerja." celetuk Dilla yang membuat Rangga dan Zico saling berpandangan lewat kaca spion nya.


"Tidak!." kata Rangga dan Zico bersamaan.


"Kompak banget." ucap Dilla dan Achel bersamaan.


Suasana kembali hening lagi, sampai akhirnya Rangga membuka suara.


"Untuk sementara kalian akan bekerja di ruangan saya."


Hah?.


Achel dan Dilla saling berpandangan.


"Maksud saya Dilla di ruangan Zico, dan Achel di ruangan saya, kerjaan kalian mudah ko, cuman buatin kopi atau apalah, yang mudah-mudah."


"Ngak mau." sahut Dill sewot.


"Iya ngak mau." Achel ikut menimpali.


"Itu kerjaan Ob, kita itu lulusan S1 ya meski otak kita ngak pintar-pintar amat, masa iya jadi tukang buat kopi, enak aja mau di taruh di mana muka cantik gini harus jadi Ob." kata Dilla semakin sewot.


Susah payah dia mengerjakan skripsi nya yang sangat melelahkan ehk pas lulus dia kerja jadi Ob, mana mau Dilla, apa kata kakak nya nanti, bisa-bisa dia di ejek habis-habisan oleh Manny Daddy nya, apalagi kakak nya yang tengil pasti akan senang mendengar pekerjaan apa yang dia dapatkan.


"Mending aku jadi CEO aja di perusahaan Daddy, atau ngak jadi model lagi." lanjut Dilla lagi.

__ADS_1


Achel mengangguk setuju.


"Aku juga, mending ngurus usaha roti Matre aja sama Mami, Papi juga nawarin kerja di perusahaan nya ko." kata Achel ikut menimpali lagi.


Dan penolakan itu membuat Rangga dan Zico berpikir keras, jika menempatkan Achel dan Dilla di defisi karyawan maka itu tandanya sama saja melepaskan mangsa, apalagi kebanyakan defisi karyawan adalah kaum Adam.


Takut jika kedua gadis itu berpaling ke pria lain.


"Bagaimana kalau kalian bekerja di bagian HRD saja." Rangga kembali membuka suara nya.


Sedangkan Zico hanya diam mendengarkan, dia tidak ada hak untuk menentukan seseorang bisa bekerja di perusahaan, karena di sini dia juga adalah seorang pekerja.


Kini Achel dan Dilla nampak terdiam, nampak memikirkan tawaran yang baru di ucapkan oleh Rangga.


Keduanya tidak tau apa pekerjaan itu bisa keduanya pegang?.


"Om?."


"Apa?."


Zico menatap Dilla, dan Dilla juga balik menatap Zico.


"Kerjaan HRD apa?." tanya Dilla polos.


Wajar saja dia kan masih pemula, jadi sebelum mau menyetujui pekerjaan nya Dilla rasa dia harus tau apa yang harus dia lakukan saat bekerja.


sampai akhirnya Zico menghentikan mobilnya tiba-tiba, lalu melirik Rangga yang ada di belakang nya.


Seperti nya pekerjaan HRD juga bukan pilihan tepat, apalagi tugas HRD (Human Resource Department) adalah mengawasi karyawan baik dari perencanaan SDM (Sumber Daya Manusia), dan banyak lainnya lagi.


Tapi yang membuat Rangga kembali bimbang adalah karena pekerjaan HRD pasti dekat dengan karyawan, dan dia tidak ingin Achel terlalu dekat dengan pria lain, anggaplah dia posesif, tapi Rangga memang tidak mau kecolongan.


"Jadi aku harus kerja nya nilai orang gitu?, kalau gaji karyawan berarti aku pegang uang dong?, jangan deh Om, aku itu suka nafsuan bawaan nya pengen belanja kalau liat uang banyak." kata Dilla menolak pekerjaan yang akan membuat nya korupsi.


Achel sedari tadi diammerasa tidak nyaman saat duduk bersampingan dengan Rangga.


Apalagi Rangga terus menerus meliriknya, bahkan sesekali pria itu tersenyum ramah padanya.


"Apaan sih Om liatin terus."


"Siapa bilang, aku liatin jalan di samping ko, geer ya."


Huhh..


Nyebelin..!!


Karena gugup Achel memilih untuk bermain ponselnya, saat sedang bermain ponsel tiba-tiba sebuah pesan masuk ke ponselnya.

__ADS_1


Dan Achel cukup kaget saat membaca pesan yang masuk ke ponselnya itu, yang ternyata dari Lucas, pria kasar yang kini sangat di benci nya.


"Maaf untuk perlakukan aku yang kemarin-kemarin, kita sama-sama ngak mau perjodohan ini, dan mungkin cara aku buat batalin perjodohan cukup ekstrim sehingga membuat kamu terluka bahkan takut, sekali lagi maaf ya."


"Dasar pria gila." sungut Achel menggerutu.


Yang mana hal itu membuat Rangga kaget bahkan sampai terbatuk-batuk.


Uhukk.. uhukk..


"Pria mana Chel? yang sebelah ya?." tanya Dilla yang mendengar gerutuan Achel tadi.


Achel langsung tersadar dari kekesalan nya, dia melihat ke arah samping nya yang memperlihatkan wajah si Om yang nampak menatap nya aneh.


"Apa si Om liatin terus." kata Achel lagi kesal.


"Mending Om liatin nya ke arah sana, di sebelah Om kan ada kaca juga." lanjut Achel ketus.


Mood nya saat ini benar-benar buruk.


Bagaimana tidak Lucas pria yang membuat Achel takut akan akan sentuhan laki-laki tiba-tiba meminta maaf, tidak tau apa kalau yang di lakukan dia kemarin-kemarin membuat Achel hampir saja kehilangan sesuatu yang paling berharga nya.


Tidak, Achel tidak akan memaafkan Lucas, pria itu ngak punya hati, maksud nya apa coba menakuti nya sampai Achel di kejar-kejar oleh preman, apa itu yang di maksud dengan penolakan?.


Jika tidak mau di jodohkan tinggal bilang saja, toh punya mulut, kenapa harus melakukan hal yang bisa menyakiti orang lain?, pikir Achel.


Suasana kembali canggung, Zico dan Rangga sama-sama diam, kedua pria yang sudah lama tidak berinteraksi dengan wanita itu nampak gugup untuk memulai, bahkan untuk acara makan siang pun itu hanyalah alasan semata keduanya yang ingin berlama-lama bersama kedua gadis itu.


Sambil memikirkan pekerjaan apa yang cocok untuk kedua gadis itu, apa mereka harus membiarkan Achel dan Dilla bekerja sebagai karyawan saja.


Keduanya bingung, yang mereka inginkan jelas bukan itu.


Rangga maupun Zico sama-sama memiliki harapan lebih dari itu, tapi mereka sadar tidak mudah untuk bisa meluluhkan dua gadis remaja itu.


"Mungkin bersabar akan menambah tua umur ku."


________


🌹🌹🌹🌹🌹


Akan ada cerita si kembar di akhir bulan, haluan lagi banyak pariasi jadi banyak bikin cerita, Alhamdulillah masih bisa Up tiap hari♥️


Itu semua karena semangat dari kalian kakak Online ku, bunda-bunda, makasih selalu stay di cerita ku.


Semoga kalian sehat selalu dan panjang umur, serta di mudahkan rejeki nya sama Alloh🙏aminn.


Jangan lupa jejak ♥️

__ADS_1


__ADS_2