
^^H A P P Y R E A D I N G^^
🌹🌹🌹🌹🌹
"Hah? selama itu?." Arfan nampak kaget mendengar larangan berhubungan suami istri yang menurut nya terlalu lama, bahkan sebulan ini pun dia sudah puasa, dan sekarang puasanya di tambah lagi selama 40 hari.
Yang benar saja, mana bisa tahan Arfan.
Bukkk..
Pukulan kecil di berikan Kinara yang jengah melihat tingkah kakak sepupunya.
"Dasar sepupu mesum, baru gitu aja udah labil." ketus Anaira ketus.
Semuanya sudah pulang dari rumah sakit, dan kini hanya tinggal Kinara dan Arfan saja yang menunggu Syifa dan Babby Arsy di rumah sakit.
Tadi Ziel dan Zelo meminta untuk ke rumah Mama Alena, jadi dengan terpaksa Mama Alena dan Papa Arka pun harus menyambut kedatangan cucu kembar nya, mengingat si kembar sekarang sangat susah di dekati karena sudah mulai tumbuh besar.
"Heh, anak kecil mana paham, makanya ceper nikah jangan jomblo terus!." drengkus Arfan tak terima.
Anaira menatap sepupunya dengan wajah malasnya, menikah? dia tidak akan membuang masa remaja nya hanya dengan sesuatu komitmen yang masih belum jelas ada nya.
Usianya masih 23 tahun, dan Kinara masih slow dengan urusan cinta, prinsip hidup nya hanya dua.
Membanggakan orang tua, lalu menikmati masa muda sesuai dengan impian nya.
Setelah urusan dua itu selesai baru Kinara akan memikirkan urusan jodoh, begitulah keinginan gadis tomboy yang baru menyelesaikan S2 nya di universitas yang ada di negara tempat tinggal nya.
"Biarin, yang penting ngak kekanakan kaya kamu." kata Kinara lagi.
Arfan mengangkat sebelah alisnya, dari banyak nya sepupunya hanya Kinara lah yang susah di tindas, tidak seperti Achel dan Dilla yang sangat mudah menangis apalagi di senggol masalah pacar.
Tapi sepupunya yang satu ini?, mendengar gosip Kinara punya pacar saja Arfan tidak pernah.
Dia ragu jika adik sepupunya itu masih punya rasa suka terhadap seorang pria, apalagi dengan penampilan nya yang tomboy itu.
"Om sama Tante kenapa ngak ikut, betah banget di negara orang." tanya Arfan, kini nada bicaranya mulai melemah, dia mengajak Kinara untuk duduk di sopa tepat nya di samping nya.
Syifa yang sedang menyusui bayinya hanya tersenyum melihat interaksi Arfan dan Kinara, inilah yang dia suka dari keluarga Rafasya, kekeluargaan nya, dan hubungan keluarga yang sangat erat.
Dia yang sudah tidak memiliki keluarga setelah Papa nya meninggal satu tahun yang lalu, merasa sangat beruntung karena di kelilingi keluarga yang hangat seperti keluarga Rafasya, menerima semua kekurangan nya, meksi Syifa berasal dari kalangan bawah.
"Mamih Papih nyusul, katanya pulang nya pas lamaran Achel." jelas Kinara.
"Achel beneran mau lamaran?, ngak nyangka tuh anak laku juga." celetuk Arfan sambil menutup bibir nya karena dia lupa jika gadis di depan nya itu bukan hanya berstatus sepupunya saja, tapi Kinara juga adik sepupu Achel.
__ADS_1
Bukkk..
Arfan kembali mendapatkan pukulan lagi dari Kinara.
"Enak aja, Achel itu cantik." tegas Kinara menatap tajam Arfan.
Masih ingat jelas saat melihat air mata yang tulus di mata Achel saat pernikahan Arfan dulu, Kinara jelas tau seperti apa rapuhnya kakak sepupunya hanya karena cintanya bertepuk sebelah tangan.
"Ampun suhu." Arfan menyahut dengan gelagak tawanya.
Sepulang dari rumah sakit Kinara memilih pulang, dalam perjalanan pulang tiba-tiba motor kesayangan Kinara malah kempes, dan sialnya lagi jarak dari tempat nya ke bengkel sangat jauh.
"Sial, mana udah lapar banget lagi." gerutu Kinara sambil menendang ban motor nya yang kempes.
Kinara melihat sekeliling nya, sangat sulit sekali untuk mendapatkan taksi yang lewat ke jalanan ini, tapi yang menjadi masalah nya adalah Kinara enggan meninggalkan motor kesayangan nya di pinggir jalan, apalagi dia sudah satu tahun lebih tidak menaiki motor kesayangan nya ini karena Motor kesayangan nya ini di simpan di rumah Om nya.
Karena tidak ada pilihan lain Kinara memilih mendorong motor nya sendirian, dia bukan tipe orang yang suka merepotkan orang lain.
Beberapa menit berlalu, entah sudah berapa kilo meter Kinara mendorong motor nya.
tapi sialnya tidak ada satu pun bengkel yang bisa di lihatnya.
"Heran, ini kan kota besar, harusnya bengkel ada dimana-mana, tapi ini? aku bahkan sudah berjalan terlalu lama, tapi letak bengkel terdekat nya saja masih jauh." sungut Kinara sambil terus mendumel.
Setelah merasa lelah terlalu lama berjalan Kinara memilih duduk di batu besar yang ada di pinggir jalan, tak lupa dia juga mengunci dulu motor kesayangan nya agar tidak di ambil orang.
Dia benar-benar haus, beruntung Kinara masih memiliki dua botol lagi minuman botol kemasan.
Kinara memang selalu partisipasi sebelum melakukan sesuatu, seperti sekarang dia bahkan sedang mengunyah permen karet nya.
"Huh, cape banget ya ampun." gumam nya sambil mengikat asal rambut nya yang tidak terlalu panjang itu.
Kinara memegang botol kosong bekas minuman nya yang tadi, kesal dengan situasi yang kini di rasakan nya membuat Kinara replek melemparkan botol kosong itu ke sembarangan arah.
Aaaaaa!!!
Brukkk.!!
Kinara menatap tak percaya saat melihat pengendara bermotor yang tersungkur tepat di hadapan nya.
Tidak menyangka jika botol kosong nya bisa menyebabkan kecelakaan seseorang.
"Duh si Mas malah nabrak, untung ngak kena batu?." kata Kinara santai.
Kinara melihat motor pria itu, yang ternyata satu merek dengan motor nya.
__ADS_1
dia mengusap dada nya lega saat melihat motor itu tidak ada bekas goresan.
"Untung motor nya ngak apa, ngak ada goresan juga." lanjut nya sambil meniup permen karet yang di kunyah nya sebesar mungkin, lalu meletus.
Tup..
Sosok yang tersungkur di atas rerumputan itu langsung berdiri, ia membuka helm nya lalu menatap tajam ke arah Kinara.
Dan jelas saja tatapan itu di balas dengan tatapan tak kalah tajam oleh Kinara.
"Ngapain liat nya gitu?, baru sekali ketemu cwe cantik ya?, biasa aja kali ngak usah seserius itu." kata Kinara menatap sinis pria di depan nya yang ternyata seumuran dengan nya.
"Kamu yang lempar botol tadi kan?." tanya pria itu masih dengan tatapan tajam nya.
Kinara mengangguk santai.
"Iya, sorry gara-gara angin si botol malah nyungsep kesitu."
Pria itu menggelengkan kepalanya, baru kali ini ada orang yang salah tapi tidak mau mengakui kesalahan nya, dan malah menyalahkan angin yang jelas-jelas tidak bersalah.
Tiba-tiba perut Kinara mulai keroncongan, dia mengusap perutnya lalu melirik kresek yang berantakan di rumput itu.
"Apa itu?." tanya Kinara sambil menunjuk ke kresek.
"Mie ayam." jawab singkat dan padat pria itu.
"Boleh minta ngak?."
"Ngak, makanan itu buat___" belum juga pria itu melanjutkan ucapan nya Kinara sudah mengambil kresek berisi mie ayam itu.
"Lumayan belum lima menit, lagian makanan nya ngak tumpah ko." kata nya santai sambil membuka mie ayam nya, Kinara tersenyum senang saat merasakan aroma harum yang berasal dari mie ayam nya.
Dia mengeluarkan dua botol minuman kemasan yang di miliki nya, lalu membagi nya ke pria yang di buat celaka tadi oleh minuman botol kemasan itu.
"Buat kamu, jangan bilang makasih ya karena aku ngak suka pamrih, cuman minuman doang kok." katanya santai sambil membuang bekas permen karet nya ke sembarangan arah.
__________
🌹🌹🌹🌹🌹
Achel dan Dilla kan sama jodoh nya Om-om, terus usianya juga 40 THN an, nah aku bingung kenapa banyak yang komen mereka ngak cocok, apa aku harus ubah usia mereka jadi muda?.
Misal 35 gitu?.
tapi udah tanggung kan part nya udah jauh gini.
__ADS_1
Minta saran dong🤧ngak mungkin kan aku buat Om nya jantungan sebelum nikah😁