Istri Cantik Tuan Muda Kejam 2

Istri Cantik Tuan Muda Kejam 2
Calon istri.


__ADS_3

^^H A P P Y R E A D I N G^^


๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน


"Om, kalau ngajak jalan yang bener dong, masa iya udah dandan cantik gini makan di pinggir jalan." kata Dilla sambil melihat sekeliling nya.


Tadi dia mendapatkan pesan singkat yang berisi ajakan makan di luar, dan Dilla kesal karena penampilan nya yang elegan dan menghabiskan waktu cukup lama itu harus berakhir di pinggir jalan.


Bangku kayu yang panjang itu, Dilla bahkan belum pernah duduk di bangku kayu itu.


makan pinggir jalan? apalagi itu, Dilla yang sejak kecil terlahir kaya jelas tidak pernah merasakan makan jajanan di pinggir jalan seperti ini.


"Kamu harus terbiasa, hidup bersama ku akan hemat." kata Zico sambil menarik tangan Dilla untuk duduk di samping nya.


Dia harus menerapkan hidup sederhana pada Dilla, karena itu adalah syarat utama untuk mengambil hati keluarga Dilla.


Mau tak mau Dilla duduk di samping Zico, dia melihat Zico yang nampak manis, apalagi penampilan nya yang santai tidak terlihat seperti Om-om 40 an.


Huh..


Kalau saja bukan Zico yang meminta nya Dilla pasti akan memilih pergi.


tapi apa boleh di kata Dilla sudah kecantol dengan Om-om.


"Mau makan apa?." tanya Zico.


Dilla melihat sekeliling nya, banyak gerobak pedagang kaki lima yang berjejeran, memang sekarang ini mereka ada di taman kota.


"Apa yang enak?." tanya Dilla.


"Nasi goreng, sop buntut, sate, baso?." Zico mengatakan satu persatu dagangan pedagang kaki lima yang ada di sekeliling nya.


Sebenarnya masih banyak lagi, tapi Zico tidak menyebutkan semua nya, dia hanya memilih makanan yang di sukai nya saja.


"Jadi mau makan apa?." tanya Zico lagi.


Dilla terdiam, dia memegangi perutnya yang terasa lapar.


tapi jika makan Dilla juga takut sakit perut.


"Semua aja deh." kata Dilla.


Zico mengangguk, dia memesankan semua makanan yang di sebutkan nya tadi.


sambil menunggu makanan Zico memengang tangan Dilla, membuat Dilla kaget.


"Di mata kamu ada apa tuh."


Hah?


Dilla langsung memegangi matanya, tapi dia tidak menemukan apapun, yang membuat nya terdiam sebentar.


"Jangan-jangan belek kehidupan, astaga kalau iya bener-bener malu aku.". batin Dilla.


Zico mengulurkan tangan nya untuk mengusap bagian bawah mata Dilla, lalu memberikan bulu mata Dilla yang ternyata jatuh.


Dilla mengusap dadanya lega, untung bulu mata, kalau sampai ada belek kehidupan di matanya sudah pasti akan malu berat Dilla, apalagi saat ini dia sedang proses pendekatan dengan Zico.


Sebenarnya Dilla tau jika Zico suka pada nya, tapi Dilla pura-pura tidak tau.


dia ingin melihat sampai kemana Zico mau terus-menerus bersembunyi di balik rasa suka nya.


"Om." panggil Dilla.


"Apa?."


"Ngak jadi, tuh makanan nya pada Datang, cobain dulu sama Om ya." kata Dilla.

__ADS_1


"Semuanya." tanya Zico.


Dan di jawab dengan anggukan kecil dari Dilla.


mau tak mau Zico mencoba makanan yang di pesan nya itu.


Dilla menatap Zico yang sedang makan dengan pandangan berbeda.


"Gimana Om? enak ngak?." tanya Dilla.


Zico mengangguk cepat.


"Enak, cobain nih." kata Zico sambil menyuapi Dilla sate yang masih ada di tusuk nya.


Ragu-ragu Dilla mengigit nya, mencoba memakan dengan gerakan mengunyah pelan, Dilla memang pernah makan sate, tapi jelas makanan itu dia beli dari restoran, bukan pinggiran.


Tapi setelah makan sate yang di suapi Zico, membuat Dilla melotot, rasanya benar-benar seenak makanan di restoran bintang lima, apalagi harum nya, memabukkan yang mencium aroma nya.


Tanpa menunggu suapan dari Zico lagi Dilla langsung melahap cepat beberapa tusuk sate yang ada di piring itu, bahkan saat Zico ingin meminta sate nya Dilla malah menatap nya tajam.


"Om berani ngambil makanan aku?."


Yang mana membuat Zico menelan ludah nya lalu menggelengkan kepalanya.


Begitulah Dilla, si gadis muda yang memiliki hobby makan, tapi entah kenapa hal itu justru menjadi daya tarik gadis cantik itu.


Mau tak mau Zico memilih makan SOP buntut nya, sedangkan nasi goreng dan sup buntut nya di bungkus saja, Zico akan memberikan makanan itu pada satpam di Apartemen nya saja.


"Om nambah, dua puluh tusuk aja jangan banyak-banyak." kata Dilla yang kini tinggal tersisa tiga tusuk dari sate yang semula sembilan belas tusuk karena yang satu tusuk nya lagi di makan Zico.


"Ngak kenyang?." tanya Zico.


Dilla menggelengkan kepalanya cepat.


"Masih lapar, hehe."


"Ngak papa, diet nya nanti lagi aja, lagian gendut juga pasti laku ko kalau cantik." celetuk Dilla asal, dengan mulut yang penuh karena mengunyah.


Zico menjadi gemas sendiri melihat tingkah Dilla, dia memesankan lagi dua puluh tusuk untuk gadis pujaan hatinya itu.


"Jangan cepat-cepat, tidak akan ada yang mau mengambil makanan mu." kata Zico.


Tapi belum juga satu menit Dilla sudah terbatuk-batuk karena keselek.


membuat Zico panik karena Dilla seperti orang yang keracunan meminta pertolongan.


Bukkk..


Bukkk..


Plukk..


Daging nya keluar mengenai sup buntut yang di makan Zico, membuat Zico tersenyum miring, tapi saat melihat Dilla, gadis itu nampak memegangi belakang lehernya yang sakit karena tadi di tepuk-tepuk oleh Zico.


"Hua, sakit ihk Om." kata Dilla sambil mengerucutkan bibirnya.


Zico mengusap pelan punggung Dilla.


"Maaf, nih minum." Zico memberikan teh manis hangat untuk Dilla.


Dilla menerima nya dan mulai minum.


sampai akhirnya sate miliknya sudah di antar lagi, membuat Dilla langsung melupakan rasa sakitnya dan malah kembali asyik makan sate.


"Minta satu boleh." tanya Zico.


Tapi Dilla mengabaikan nya, Dilla malah makan dengan lahap seolah masih belum kenyang.

__ADS_1


"Om mau?." Tanya Dilla tiba-tiba.


Zico mengangguk, ingin mengambil tapi tangan nya malah di tepuk oleh Dilla.


"Kata Mami Achel pamali loh Om ngak makan sampai abis, mubajir itu namanya Om buang-buang makanan ngak boleh itu." kata Dilla sambil melahap kembali sate nya.


Mendengar ucapan Dilla membuat Zico tersenyum kecut.


Kalau Dilla tidak melemparkan sate yang ada di mulut nya tadi ke sup buntut nya sudah pasti makanan kesukaan nya itu sudah habis tak tersisa.


"Ngak enak, aku juga udah kenyang." bohong Zico, lalu meminum teh hangat nya sampai habis.


Dilla meneruskan kembali makan nya, sampai tiba-tiba terbesit di pikiran nya untuk memberikan suapan untuk Zico.


"Aaaa.." Dilla memberi kode untuk membuka mulutnya pada Zico.


Dan dengan senang hati Zico mengikuti perintah Dilla, dengan senyuman bahagia Zico mengunyah makanan nya.


"Wah ternyata disini ada kamu Ko, lagi sama anak nya ya?, cantik juga." ucap seseorang yang tiba-tiba datang dan duduk di depan Zico dan Dilla.


Dilla melirik Zico, meminta jawaban, tapi melihat ekspresi dingin Zico membuat Dilla yakin jika wanita tua di depan nya adalah wanita di masa lalunya, mengingat Zico pernah mengatakan jika dia gagal dalam pernikahan karena istrinya selingkuh.


"Aduh dek Mama nya bodoh banget mau aja sama cwo pengangguran yang ngak ada duit nya, pasti Mama nya di nafkahinkahin pakai wajah ganteng ya, kasian." ucap wanita itu.


Siapa lagi kalau bukan Tina, mantan istri Zico.


"Tente ini apaan sih, udah datang tiba-tiba kaya hantu ehk malah ngatain aku yang nggak-nggak, ngak sopan banget ihk kaya yang ngak sekolah aja tuh mulutnya." kata Dilla sambil melirik sinis wanita yang wajahnya bahkan lebih tua dari Mommy nya yang mantan model fashion itu.


"Heh bocah, kurang ajar ya ngatain aku ngak sekolah, masih bau kencur aja belagu."


Dilla geram, dia mengebrak meja kayu, bahkan sup buntut yang di makan Zico sampai tumpah kuahnya kemana-mana.


"Nantangin nih ibu-ibu, di balikin ngak mau, mau nya apa si?." tanya Dilla sambil menatap tajam Tina.


Zico hanya diam dan kaget dengan respon Dilla, dia tidak pernah melihat Dilla yang bersikap keras seperti ini, yang dia tau Dilla adalah anak rumahan yang hobby nya rebahan dan makan.


"Zico, kamu bisa ngak ngajarin anak kamu sopan santun, pasti istri kamu yang sekarang itu wanita bodoh sehingga anak nya kaya gini." melirik Dilla dari atas sampai bawah, "Cantik sih, tapi mulutnya itu loh." lanjut nya lagi seolah menantang mantan suaminya untuk berbicara.


Dia yakin Zico pasti masih belum move darinya, bahkan saat ini Zico masih enggan menatap nya.


"Tina, hentikan." kata Zico.


"Sayang, dia mantan istri kamu ya? ihk tua banget ya, ngak kaya aku yang cantik." kata Dilla sambil bergelayutan manja di lengan Zico, lalu menjulurkan lidahnya pada Tina.


Melihat Dilla yang mengejeknya membuat Tina memerah karena marah, tangan nya terulur untuk mengambil gelas berisi teh manis hangat itu, tapi baru saja di ingin menyiramkan nya pada Dilla tiba-tiba suara briton terdengar nyaring di telinga nya.


"Mbak Tina, cepetan." teriak seorang gadis berambut panjang.


"Nina, kamu ngapain disini?." tanya Dilla melihat teman sekelasnya.


"Biasa, aku lagi jalan cari makan, heran punya pembantu ngak ada yang bisa masak, jadi mau ngak mau aku harus keluar deh." kata Nina.


Dilla melirik Tina, lalu tersenyum mengejek.


"Oh jadi ibu ini pembantu kamu?, oh.. ternyata.. " Dilla tersenyum penuh kemenangan, apalagi saat melihat Tina yang menunduk malu tak berani menatap nya lagi.


Kerena takut kehilangan pekerjaan nya Tina memilih memesan sate nya, sesekali dia melirik Zico yang juga sedang melirik nya.


hingga akhirnya..


"Kenalin Nin, ini Zico.. calon suami aku."


________


๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน


Dilla gituloh๐Ÿคฃ

__ADS_1


Jangan lupa jejak, biar Author nya bisa Up panjang kaya gini, ngak Vote juga like nya, atau coment nya, biar aku makin rajin buat cerita si Om nya.


__ADS_2