Istri Cantik Tuan Muda Kejam 2

Istri Cantik Tuan Muda Kejam 2
Mertua baik


__ADS_3

^^H A P P Y R E A D I N G^^


🌹🌹🌹🌹🌹


Tidak terasa hari sudah gelap, begitulah hari-hari yang di lalui Bian dan Lisa, pasangan yang sudah di karuniai dua orang putra kembar itu memiliki tugas masing-masing dalam menjalani bidak rumah tangga nya.


Sebagai seorang kepala keluarga sudah di haruskan jika Bian yang mencari nafkah, menjadi sosok pemimpin untuk istri dan kedua putra kembar nya.


Sedangkan Lisa, dia bertugas untuk menjadi istri sekaligus ibu yang bisa di andalkan untuk suami dan kedua putra nya, sebisa mungkin Lisa akan memberikan cinta dan kasih sayang terbaiknya pada keluarga kecilnya.


"Ziel.. Zelo.."Panggil Bian pada kedua putra nya.


Namun yang di panggil malah menatap dengan wajah polosnya, menggerakkan tangan dan kaki nya, membuat Bian gemas melihat si kembar yang banyak perkembangan.


"Astaga kalian benar-benar menggemaskan sayang." kata Bian gemas.


Lisa berjalan dengan rambut basahnya, tak lupa dengan tubuh nya yang hanya di baluti handuk tipis, sengaja Lisa melakukan nya, dia ingin menguji kesabaran suaminya.


Dan benar saja saat ini Bian menatap istrinya dengan wajah yang tidak bisa di artikan.


"Sayang." panggil Bian.


"Jagain Ziel sama Zelo dulu, aku mau pakai baju dulu." kata Lisa yang sedang mengambil pakaian nya di almari.


"Ko tumben pake baju bagus?." tanya Bian aneh, biasanya Lisa hanya memakai daster atau kaos kebesaran jika di rumah, tapi sekarang istrinya malah membawa gantungan baju yang berisi dress cantik berwarna biru gelap.


"Jagan lihat, nanti kepengen." kata Lisa masih dengan memakai pakaian nya.


Bian tidak bisa fokus, pandangan nya terus mengarah ke arah sosok yang sedang memakai pakaian di dekat almari sana, benar-benar membuat nya merasa panas.


Setelah memakai pakaian nya lengkap Lisa berjalan mendekati suaminya.


"Sayang aku gendutan ya." tanya Lisa.


Buru-buru Bian menggelengkan kepalanya, pertanyaan berbahaya ini bisa membuatnya kehilangan jatah malam nya, salah dikit istri nya pasti marah, begitulah wanita jujur salah bohong pun salah, Bian selalu pusing jika menanggapi pertanyaan itu.


"Ko diem, gendut ya." sudah bersiap-siap memperlihatkan wajah kesalnya.


"Ngak kok, kamu seksi dan hot." kata Bian sambil tersenyum, "Malahan malam ini aku mau banget buat adik baru buat Ziel dan Zelo." sambung Bian lagi santai.


Dan hal itu sontak membuat Lisa mencubit pelan lengan suaminya.


"Enak aja, Ziel dan Zelo masih kecil mana boleh punya adek." sahut Lisa tegas.


"Boleh kok, selagi bisa kenapa enggak." ucap Bian sambil mengangkat sebelah alisnya ke atas.

__ADS_1


Lisa menggelengkan kepalanya cepat. "Ngak ada ya, pokonya aku mau KB sampai Ziel dan Zelo usia empat atau lima tahunan." kata Lisa, bukan nya tidak mau menambah momongan, tapi Lisa tidak mau kedua putra nya kehilangan banyak moment bersama dirinya.


Menambah momongan memang bagus, tapi kita juga harus bisa membagi waktu untuk setiap anak, Lisa tidak ingin figur seorang ibu untuk kedua putranya terbatas karena adanya prioritas lain.


"Ya udah ngak papa, tapi boleh kan nanti malem." lanjut Bian dengan wajah menggemaskan nya.


Huhh..


Mana tahan Lisa bisa mengabaikan suaminya, apalagi setelah melihat wajah tampan suaminya, benar-benar menggemaskan.


"Boleh, tapi sekarang jagain Ziel dan Zelo dulu ya, aku mau belanja sama Mama." kata Lisa.


"Loh kok Mama ngak bilang si mau ngajak kamu belanja?." tanya Bian aneh.


"Ngak tau, tanya aja sama Mama, iya kan Ma?." lanjut Lisa sambil berjalan ke arah meja riasnya.


"Iya, Lisa mau shopping, kasihan menantu Mama sejak melahirkan ngak ada yang ngajak cuci mata." kata Mama Alena yang tiba-tiba ada di ambang pintu.


Hal itu membuat Bian mengerucutkan bibirnya sebal karena tidak di ajak.


"Aku ikut." kata Bian.


Mama Alena mendelik tajam ke arah putranya.


"Ngak ada acara ikut, para bapak-bapak di rumah aja jagain anak, urusan shopping biar sama-sama yang cantik-cantik aja." seru Mama Alena sambil memangku Ziel.


Mama dan istrinya benar-benar telah berencana untuk bersenang-senang dengan kartu tanpa batasnya.


"Sayang jagain Ziel ya, aku ngak lama ko cuman cari pakaian untuk cucu-cucu kesayangan kita." kata Mama Alena sambil memberikan Ziel ke pangkuan suaminya.


Papa Arka menerima cucu nya tanpa berkata apapun, tidak seperti Bian yang terus mendumel tidak jelas.


"Jangan lama-lama, kamu bukan gadis lajang lagi, inget udah punya anak dua." kata Bian yang hanya di jawab dengan kata singkat oleh Lisa.


"Iya, sayang."


"Ngak boleh lirik-lirik cwo, inget suami kamu di rumah lebih ganteng, lebih kaya dan lebih segalanya." lanjut Bian masih mengoceh.


"Iya, tampanku."


"Inget___ " ucap Bian terhenti karena Mama Alena ikut bersuara.


"Dasar bawel, istri mau belanja baju anak juga masih aja di curigai, emang nya Lisa kamu yang suka ngumbar-ngumbar pesona." Mama Alena yang mendengarkan mulai jengah.


Bian terkekeh mendengar ucapan Mama nya,

__ADS_1


"Iya deh, tapi pulang nya jangan sore ya, kasihan Ziel dan Zelo pasti kangen Mama nya." kata Bian lagi.


"Mana ada Ziel dan Zelo gitu, yang ad juga Daddy nya yang takut ngak dapet jatah." ucap Mama Alena yang membuat Bian seketika salah tingkah.


Lisa hanya tersenyum melihat interaksi suami dan mertuanya, dia sudah terbiasa dengan tontonan di depannya.


suami dan mertuanya memang selalu begini kalau sudah bertemu, kalau kata Mama Alena sih Bian yang sekarang bukanlah Bian yang dulu, dimana Bian yang sekarang sangat bawel dan bucin.


Hari ini seperti nya hari kebebasan untuk Lisa, dia benar-benar merasa menjadi lajang lagi, dimana urusan rumah bisa dia lupakan sekejap dan menikmati pijatan kepalanya, entah berapa lama Lisa tidak mengunjungi tempat yang di namakan salon ini.


Sejak melahirkan Lisa memang jarang keluar, alasannya karena bayinya belum bisa di tinggal-tinggal, tapi untuk sekarang masalah anak Lisa berikan pada Bian dan Papa Arka dulu, sedangkan dirinya menikmati segarnya perawatan di salon.


"Mam." panggil Lisa.


"Sudah sayang, biarkan saja para bapak-bapak sibuk sama anak-anak, kita sebagai seorang istri juga wajib merawat diri, bukan hanya ngurus anak suami aja tapi tubuh kita juga harus di rawat biar suami tambah nyaman tinggal di rumah." kata Mama Alena yang sedang melakukan medi pedi.


Ya, setelah acara belanja untuk keperluan si kembar Mama Alena mengajak Lisa ke salon terkenal yang ada di Mall, Lisa tidak bisa menolak, lagi pula dia juga sudah merindukan pijatan orang salon.


Sedangkan di tempat lain nampak Bian dan Papa nya yang sedang saling melirik.


keduanya terdiam setelah mendengar suara bom meletus yang berasal dari salah satu bayi kembar nya.


"Kamu cek gih." titah Papa Arka.


Bian menggelengkan kepalanya. "Papa aja." kata Bian malah membalikan.


"Ko Papa, kan kamu yang buat nya, kamu yang enak nya juga." kata Papa Arka lagi.


"Papa kan Kakek nya, Papa aja." kata Bian lagi kembali membalikan nya.


Tiba-tiba..


Tut..Tut..


Keduanya kembali saling terdiam, kini bukan hanya satu yang mengeluarkan kentut, tapi seperti nya keduanya sama-sama sedang ingin mengerjai mereka.


Hufh..


"Papa Ziel, aku Zelo." kata Bian akhirnya memilih satu orang satu, dan Papa Arka hanya bisa menghela nafas nya panjang, mau tak mau dia ikut mengurus cucunya yang sedang pop.


Seolah paham dengan kekesalan kakek dan Daddy nya si kembar malah memberikan ekspresi senyum polosnya, mengejek kedua pria yang sedang sibuk dengan pempers.


__________


🌹🌹🌹🌹🌹

__ADS_1


Jangan lupa jejak, ♥️


__ADS_2