Istri Cantik Tuan Muda Kejam 2

Istri Cantik Tuan Muda Kejam 2
Kelakuan Arfan.


__ADS_3

^^H A P P Y R E A D I N G^^


🌹🌹🌹🌹🌹


"Bahagia nya diriku telah miliki mu, Takan ku tinggalkan kamu..."


Syifa tengah menyanyi lagu kesukaan nya, lagu yang di populerkan oleh anak salah satu artis senior, yang berkolaborasi dengan artis muda yang memiliki nama inisal A.


Mood hamil membuat Syifa kadang senang kadang juga tiba-tiba mood nya turun, tapi hal itu tidak terlalu membuat Syifa risih.


yang ada Syifa sangat tidak sabar untuk melihat calon anak nya nanti.


"Aaa sayang."


Syifa kaget karena tiba-tiba ada tangan kekar yang melingkar di perutnya.


Dan pemilik nya siapa lagi kalau bukan suaminya, Arfan.


Kini Arfan sedang memeluk nya dari belakang, menciumi leher putih milik sang istri dengan gemas.


"Lagi apa sih sayang nya aku." tanya Arfan masih dengan aktivitas nya, bibirnya terus menciumi leher putih Istri nya dan tangan nya terus mengusap perut buncit sang istri.


"Lagi nonton bola, udah tau lagi bersihin buah nanya lagi, aneh dasar."


Arfan hanya menjawab dengan senyuman, memang begitu bawaan ibu hamil, kadang lembut kadang juga marah, berubah-ubah.


Tapi hal itu tidak membuat Arfan bete, dia sudah terbiasa dan bisa sabar menjaga mood istri nya.


Kini hubungan nya dan Syifa sudah terbebas dari gangguan pebinor (perebut bini orang).


Putra sudah mengakui kekalahan nya, dan sudah berjanji untuk tidak akan mengusik rumah tangga Arfan dan Syifa lagi.


Mudah untuk seorang Arfansya membuat pria seperti Putra tunduk, Arfan mengancam Putra dengan sesuatu yang akan membuat Putra kehilangan semua yang di milikinya, apalagi kalau bukan harta.


Siapapun akan takluk jika di sandingkan dengan harta, begitu pun dengan Putra yang kini sudah memilih mempertahankan apa yang di milikinya, mencari masalah dengan keluarga Rafasya sangat mengerikan, dia tidak mau miskin bahkan buruk nya mati muda.


Tapi meski begitu Arfan sebenarnya hanya mengancam saja, mana bisa Arfan melakukan kejahatan itu, Arfan adalah pria santai, tapi jika di usik tentu saja dia tidak akan diam, Arfan juga menyembunyikan aib istrinya dari keluarga nya, mungkin hanya Mama Alena yang tau masa lalu Syifa, tapi untuk yang lain nya? tidak, Arfan tidak akan membuat nama istrinya buruk di mata keluarganya.


"Kangen ihk, sekarang main nya ngak bisa tiap hari." kata Arfan masih ingin meneruskan aktivitas nya untuk membuat Istri nya kegelian.


"Inget kata dokter apa."


"Ngak boleh main lama-lama, dan itu tandanya cuman ngak boleh main lama, tapi kalau satu dua ronde boleh dong." sahut Arfan konyol.


Membuat Syifa gemas dan langsung mencubit pinggang suaminya.


berjalan meninggalkan Arfan dengan buah anggur yang sudah di cuci di bawa nya.


Semenjak hamil Syifa memang sangat menyukai buah-buahan, terutama Anggur hijau.


Arfan berjalan mengikuti langkah istri nya, duduk di samping sang istri dengan memasang wajah seimut mungkin.


"Yakin ngak mau nih?, imut gini di tolak?."


Syifa memutar bola matanya malas melihat tingkah suaminya.


Ya memang keduanya sudah tidak melakukan itu selama dua Minggu, tapi semua itu dia lakukan atas perintah dokter kandungan nya.


Dan menurut buku panduan kehamilan nya memang ibu hamil juga tidak di anjurkan untuk selalu melakukan itu, boleh tapi ada batasan nya.


Tapi untuk saat ini memang tidak boleh, karena kehamilan Syifa sudah memasuki bulan ke 8 dan tubuh Syifa yang kecil membuat Syifa seperti busung lapar yang membawa perut besar kemana-mana.

__ADS_1


"Suapin dong."


Arfan mengangguk, dan mulai menyuapi anggur ke mulut sang istri.


"Enak?." tanya Arfan.


Syifa mengangguk.


"Iya, nanti beli lagi ya." kata Syifa sambil menatap ke arah televisi.


Tiba-tiba Syifa memegangi perutnya.


"Kenapa?."


Syifa terdiam, lalu sedetik kemudian dia tersenyum.


"Anak kita nendang nih, kaya nya dia suka banget sama anggur nya." kata Syifa sambil mengusap perut nya.


"Ahk, nendang lagi sayang."


Arfan kepo, dia ikutan menaruh tangan nya di perut sang istri.


dan sedetik kemudian Arfan tersenyum karena kembali mendapatkan tendangan dari anak nya.


Suatu yang tidak bisa di artikan rasa bahagia nya, Sebentar lagi dia akan menjadi seorang Papa.


"Sehat-sehat ya anak Papa, nanti kamu harus jadi jagoan nya Papa ya." kata Arfan sambil mengusap kembali perut istri nya.


"Jadi cantik nya Mama, aja." sahut Syifa.


Ya, jenis kelamin nya memang belum di ketahui, lebih tepat nya Babby nya masih malu-malu untuk memperlihatkan jenis kelamin nya.


Tapi Arfan menginginkan anak pertama nya berjenis kelamin laki-laki, begitupun dengan Syifa yang menginginkan bayi perempuan.


"Sayang.."


Hening tak menadapatkan sahutan lagi.


Yang mana hal itu membuat Arfan panik.


"Sayang.." panggil Arfan lagi.


Dan kembali tak mendapatkan sahutan lagi.


Bebarapa menit berlalu, keduanya sama-sama terdiam, sampai akhirnya Arfan tiba-tiba berdiri lalu berjalan begitu saja ke arah dapur.


Syifa menggaruk kepalanya yang tidak gatal melihat Arfan yang pergi.


"Arfan kenapa? ko kaya marah gitu." gumam Syifa sambil mengusap air matanya.


Dan setelah itu kembali fokus menonton lagi, tapi tangan nya masih tetap aktif memasukan anggur ke dalam mulutnya.


Tiba-tiba terdengar suara bising, membuat Syifa yang mendengarnya langsung melihat ke arah sumber suara itu.


"Astaghfirullah.. ngapain tuh Arfan." gumam Syifa sambil mengusap lembut perutnya, lalu menatap aneh pada Arfan yang membawa sapu yang di pinggir-pinggir nya memiliki tali rapia.


Arfan berjalan mendekati sang istri, lalu dengan santai nya Arfan melakukan aksi nya.


bernyanyi dengan cara memainkan sapu yang dia anggap seolah-olah adalah gitar.


"Yang cantik, nama nya siapa.."

__ADS_1


"Yang imut, istrinya siapa.."


"Yang gendut.."


Sampai akhirnya Arfan merasa perutnya sakit, dan tiba-tiba..


Dutttttttttttt...


Arfan kentut.


Syifa menutup hidung nya, lalu mengipasi wajahnya dengan tangan nya.


"Bau ihk."


"Hihi, maaf sayang."


"Kebiasaan kamu kentut terus."


Arfan menyengir kuda.


"Tapi gini-gini cinta kan?."


Bukan nya menjawab Syifa malah berjalan begitu saja meninggalkan Arfan.


dan Arfan ikut mengintil kemana pun Syifa pergi.


"Sayang cinta kan." Arfan masih tetap mengikuti langkah Syifa.


Tapi kembali tidak mendapatkan jawaban.


Sampai akhirnya Syifa berhenti tepat di kamar nya, membuat Arfan yang ada di ambang pintu langsung tersenyum misterius.


"Jangan mikir aneh-aneh, aku tuh mau mandi." kata Syifa yang duduk di ranjang.


Arfan mengangguk.


"Aku tau, mau mandi bareng kan?." jawab Arfan singkat.


Syifa menggelengkan kepalanya.


"Apaansih enggak ya, Papa mesum sayang." kata Syifa sambil mengusap perut nya lembut.


"Mesum-mesum, tapi suka kan, cinta kan buktinya tuh perutnya jadi bulat." ucap Arfan lagi sambil duduk di samping sang istri.


Ikut mengusap perut sang istri, membuat Syifa sedikit kegelian, karena Arfan mengelitiki dengan memasukkan tangan nya ke bajunya.


"Iya, cinta."


"Ngaku juga."


"Terserah aku dong, hak dong."


Melihat Syifa yang tersenyum seperti itu membuat Arfan gemas.


dia berharap akan selamanya bisa membahagiakan sang istri dengan cara nya sendiri.


______


🌹🌹🌹🌹🌹


Ada yang nanyain Arfan sama Syifa, biar alur nya semakin berwarna jadi ngak terus cerita tentang Dilla, Achel dan si Om ya😊

__ADS_1


Jangan lupa jejak ♥️


__ADS_2