Istri Cantik Tuan Muda Kejam 2

Istri Cantik Tuan Muda Kejam 2
Ajakan tiba-tiba.


__ADS_3

^^H A P P Y R E A D I N G^^


🌹🌹🌹🌹🌹


Di sebuah cafe nampak sosok Arfan yang tengah duduk sambil memasang wajah santai nya, setelah mengucapkan keinginan pria yang hari ini genap berusia dua puluh satu tahun itu nampak santai saja dengan wajah tanpa beban nya.


Berbeda jauh dengan sosok gadis berkacamata yang duduk di depan nya, yang memperlihatkan wajah gugup dan tidak percaya nya.


Bagaimana tidak kaget, tiba-tiba Arfan mengajak nya bertemu dan sekarang apa? pria yang suka menggoda nya itu malah terang-terangan mengajak nya menikah muda, yang benar saja.


"Tenang saja Syifa, aku janji akan membuat kehidupan mu menjadi lebih baik, bukan hanya itu aku juga bisa membantu pengobatan ayah mu." kata Arfan lagi.


Arfan benar-benar menganggap semua hal spele, dia memberikan sejuta harapan untuk gadis yang dia pilih sebagai kandidat calon istrinya itu.


"Kenapa harus aku?." akhirnya Syifa membuka suara setelah dia merasa jika Arfan terlalu banyak bicara.


Mendengar ucapan Syifa Arfan terdiam, entahlah dia juga tidak tau kenapa pilihan nya jatuh pada sosok gadis yang jauh dari tipe nya itu, jika di lihat-lihat memang tidak ada sedikitpun yang menonjol pada diri gadis itu, selain kaca mata besarnya itu, pikir Arfan.


Melihat Arfan yang terdiam membuat Syifa menghela nafasnya, lalu ingin beranjak berdiri dia rasa pria yang menjadi teman baru nya itu sudah terlalu banyak memberi harapan palsu padanya, atau hanya ingin mempermainkan nya saja, Syifa sudah biasa di permainkan seperti ini.


"Karena kamu baik." kata Arfan akhirnya mengeluarkan suara lagi, dan itu sama sekali bukan jawaban yang bisa membuat Syifa tertegun melainkan langsung menggelengkan kepalanya.


"Kalau baik tukang parkir juga baik udah mau jagain motor, mobil, tukang sampah juga baik udah ngurangin sampah di bumi." sahut Syifa dengan wajah santai nya.


Dan setelah mengatakan itu Syifa menatap Arfan dengan wajah yang tidak bisa di artikan.


"Kamu masih muda, tampan dan juga baik, cari gadis lain aja, jangan aku karena aku masih delapan belas tahun, aku masih punya tanggung jawab banyak untuk keluarga ku." lanjut Syifa lalu melangkah pergi meninggalkan sosok yang sedang tersedak minum.


Arfan mengelap sudut bibirnya yang basah, lalu beranjak berdiri mendekati sosok yang berjalan ke arah motor metic nya itu.


"Aku serius Syifa, aku mau menikahi mu, kamu akan bahagia jika menikah dengan ku, percayalah." kata Arfan lagi sambil memegang tangan Syifa, berharap gadis itu akan mau di ajak ke rumah nya malam ini, karena malam ini Arfan sudah berjanji akan membawa calon istrinya ke rumah orang tuanya.


Syifa menggelengkan kepalanya, dia bahkan tidak melihat keseriusan di wajah Arfan, dia hanya melihat sosok tengil yang selalu mengatai kaca mata nya yang terlalu besar saja.

__ADS_1


"Syifa cantik." Arfan masih belum kerkehilangan cara untuk bisa meluluhkan Syifa.


Huhh..


"Aku mohon, aku mau pulang dulu, Ayah ku pasti sedang menunggu ku, Arfan." kata Syifa sambil menyalakan mesin motor nya.


"Tapi kamu mau kan menjadi istri ku, menjadi nyonya Arfan?." tanya Arfan masih keukeuh.


Syifa mengangkat bahunya, tidak tau. "Entah lah, aku akan memikirkan nya, tapi jika aku boleh saran usia mu masih terlalu muda Arfan, seharusnya kamu fokus kuliah dulu bukan malah memutuskan untuk menikah muda." kata Syifa, dan setelah mengatakan itu Syifa pergi dengan mengendarai motor metic nya.


Arfan menatap kepergian Syifa dengan wajah kecewa nya, ternyata semua nya tidak semudah yang dia bayangkan, Syifa bukan sosok yang mudah di luluhkan, dan Arfan juga tidak mau memperlihatkan uang nya pada Syifa karena dia ingat saran Opa nya jika ingin mendekati wanita harus pura-pura miskin dulu agar tau seperti apa sifat wanita itu.


"Benar-benar sulit meluluhkan nya, apa aku harus mengandalkan harta ku agar Syifa mau menikah dengan ku?." gumam Arfan sambil mengusap wajahnya dengan kasar.


Di perjalanan Syifa menghentikan motor metic nya di sebuah parkiran apoteker, dia masuk ke dalam apoteker untuk membeli obat sang Ayah yang sedang sakit.


Setelah mendapat kan apa yang dia di amanat kan sang Ayah Syifa pun kembali melanjutkan mengendarai motor metic nya ke arah rumah nya.


Butuh waktu dua puluh menit untuk Syifa sampai di rumahnya, itupun sebelum nya Syifa harus mengendarai motor nya ke jalan di gang-gang kecil dan sempit.


Hening tak ada jawaban membuat Syifa heran, tidak biasanya Ayahnya tidak menjawab salam nya, apa Ayah nya sedang tidur? begitu pikir Syifa.


Ceklek..


Pintu terbuka, dan hal yang pertama Syifa lihat adalah rumah nya yang sudah dalam keadaan berantakan, membuat Syifa langsung berlari ke arah kamar Ayah nya, namun nihil dia tidak menemukan sosok sang Ayah.


"Ayah, astaga Ayah dimana.." lirih Syifa sambil mengadahkan semua pandangan nya kesetiap juru rumah kecil nya yang hanya berukuran satu petak itu.


Dan mata Syifa terarah ke lembaran kertas yang ada di atas kursi kayu yang terbalik.


Matanya seketika membulat sempurna setelah membaca isi dari selembar kertas itu.


Isinya tak lain adalah ancaman untuk membayar hutang-hutangnya nya pada juragan Burhan, Syifa terpaksa meminjam uang pada rentenir untuk mengobati penyakit ibunya yang sakit dan di haruskan oprasi, tapi nasib berkata lain ibunya meninggal setelah selesai oprasi, dan kini hutang yang berawal hanya tiga puluh lima juta malah semakin besar dalam hitungan waktu dua tahun.

__ADS_1


Hutang nya menjadi Sembilan puluh juta, dan Syifa tidak punya uang sebanyak itu, bahkan untuk sehari-hari pun Syifa harus mengutang ke warung karena hasil dari pekerjaan serabutan nya di restoran hanya bisa membayar uang kontrakan rumah nya dan adapun lebihnya Syifa selalu menyisikan uang nya untuk obat sang Ayah.


Setelah meninggal ibunya Ayah nya mengalami kecelakaan dimana Ayah Syifa di tabrak oleh seorang pengemudi yang mabuk, yang membuat Ayah Syifa harus memiliki penyakit gangguan syaraf karena saat tertabrak kepala Ayahnya terbentur keras.


Untuk di titipkan di tempat rehabilitas Syifa tidak memiliki uang nya, dia mengurus Ayah nya di rumah sendiri, dan sekarang Ayah nya telah hilang entah kemana.


"Ayah." lirih Syifa sambil terisak.


Drett..Drett..


"Hallo.. siapa ini?."


"Aku juragan Burhan calon suami mu cantik, menikah lah dengan ku dan setelah itu aku akan menganggap lunas semua hutang-hutang mu cantik."


Degg..


Masalah apa lagi ini..


"Tuan, apa Ayah saya ada di tempat anda?." tanya Syifa hati-hati.


"Tentu saja, mertuaku sedang menikmati masa tahanannya di rumah ku, tenang saja aku tidak akan mengasari nya, asal kamu mau menikah dengan ku semua Masalah nya beres cantik."


Syifa berpikir cepat, dia tidak mau menjadi istri ke lima juragan Burhan, semua orang juga tahu selain kasar dan kejam juragan Burhan juga sering ganti-ganti wanita.


"Saya akan membayar hutang-hutang saya secepatnya Tuan, tapi saya mohon jangan berbuat kasar pada Ayah saya." kata Syifa memohon.


"Satu Minggu, jika selama satu Minggu kamu tidak membayar hutang-hutang mu maka aku akan menikahi mu paksa."


Dan setelah itu telpon nya mati, Syifa hanya bisa menangisi nasib nya, sekarang dia harus memikirkan bagaimana caranya dia mendapatkan uang sebanyak itu untuk membayar hutang nya.


"Ya Tuhan, tolong aku! "


________

__ADS_1


🌹🌹🌹🌹🌹


Jangan lupa Like coment and Vote !!


__ADS_2