Istri Cantik Tuan Muda Kejam 2

Istri Cantik Tuan Muda Kejam 2
Hambatan.


__ADS_3

^^H A P P Y R E A D I N G^^


🌹🌹🌹🌹🌹


Cup..


"Udah bangun?, ko ngak bangunin aku sih." Achel membenarkan posisinya.


Dia melihat tubuhnya yang memakai kaos kebesaran, Achel yakin ini pasti ulah suaminya yang tidak ingin membuat Achel tidur tanpa pakaian.


"Sengaja, aku tau kamu pasti cape karena permainan kita tadi." kata Rangga sambil duduk di pinggir ranjang.


Blush..


Pipi Achel memerah bak kepiting rebus mendengar suaminya mengungkit permainan tadi, Achel bahkan masih merasakan rasa ngilu di bagian intim nya.


Suaminya tadi benar-benar membuat Achel tak berdaya, mungkin seperti itulah cara bermain pria berpengalaman, sangat hot.


Kriuk..!!


"Kita makan yu?." ajak Rangga tau akan alrm alam di perut istrinya.


Achel mengangguk kecil.


"Mau, tapi gendong, soalnya masih sakit kalau jalan." ucap Achel malu-malu.


"Dengan senang hati princess." kata Rangga sambil terkekeh kecil.


Dan pada akhirnya Rangga menggendong istri kecilnya, berjalan menuruni satu persatu anak tangga dengan Achel yang ada di gendongan nya.


Sesampainya di lantai bawah Rangga langsung berjalan ke arah meja makan, dia mendudukkan Achel dengan perlahan.


"Mau makan apa?, aku ambil kan ya."


Rangga mengambil piring, lalu dia beri nasi secukupnya, Achel yang melihat nya tersenyum tersanjung kembali dengan perlakuan manis yang di lakukan suaminya.


"Aku mau makan ayam aja." sahut Achel.


"Sayur nya?."


"Aku ngak terlalu suka sayur."


"Harus makan sayur, biar subur, mau ya makan sayur dikit aja."


Karena melihat wajah suaminya membuat Achel mengangguk kecil.


"Iya deh mau, tapi dikit aja." kata Achel.

__ADS_1


Setelah piring milik Achel sudah di isi dengan lauk pauk, Rangga melirik Achel lagi.


"Mau di suapin ngak?." tanya Rangga sambil menaruh piring berisi lauk pauk nya.


"Ngak ahk, aku makan sendiri aja, kamu makan juga." Achel langsung menyuapkan makanan ke mulutnya.


Tidak mungkin dia terus bersikap manja, Achel ingin menjadi istri yang mandiri, dia tidak mau di cap sebagai istri yang manja dan menyusahkan suami.


Rangga dan Achel mulai makan dengan khitmat, sesekali keduanya saling menyuapi satu sama lain.


dan saling tersenyum setelah kembali mengungkit permainan ranjang nya tadi pagi.


Sedangkan di tempat lain tepatnya di Apertemen Zico, pria itu nampak kesepian tinggal sendiri di Apertemen nya.


sebelumnya dia tidak pernah merasakan hal ini, tapi sekarang entah kenapa rasa sepi itu menjadi sesuatu yang membuat nya sedikit sedih.


Bukan senang hidup sendiri selama 21 tahun, dimana tidak ada teman suka duka nya saat dia sedih pun dia harus menahan kesedihannya sendiri.


Andai dia memiliki anak, tentu kesunyian ini tidak akan menjadi penghalang kebahagiaan nya dalam menjalani kehidupan.


Karena masih memiliki pekerjaan Zico pun memilih keluar dari Apertemen nya, dia harus pergi ke kantor karena banyak pekerjaan yang harus dia selesai kan karena Rangga Bos nya akan cuti selama satu Minggu.


"Hallo, lama ngak ketemu tambah ganteng aja." suara terdengar tidak asing, membuat Zico menghentikan langkah kaki nya.


"Ehk Nenek, saya pikir siapa."


"Ngantor ya ganteng?." tanya si Nenek.


"Iya, Nenek sendiri mau kemana?." tanya balik Zico.


"Mau ke depan cari angin, biasa lah nama nya juga janda." menekan kata janda, si Nenek memberikan kedipan maut nya setelah itu.


Zico kikuk, dia ingat pesan Dilla akan ancaman si Nenek yang telah berani mengancam kekasih nya itu.


"Sayang, Nenek tetangga Apartemen kamu itu kaya nya suka sama kamu deh, masa iya tadi dia ngancam akan jambak rambut aku kalau aku masih suka main ke Apertemen kamu, malahan si Nenek tadi bilang kalau kamu itu calon suaminya tau."


Calon suami!!.


Zico merinding, dia melirik si Nenek yang memang pakaiannya mulai aneh-aneh, masa iya Nenek umuran 60 tahun lebih memakai pakaian yang ketat, seperti anak muda saja.


"Ganteng, mau anterin aku ngak." si Nenek mendekat, berusaha untuk memegang tangan Zico, namun dengan cepat Zico menghindari nya.


"Maaf Nek, saya buru-buru mau kerja, lain kali aja ya Nek." setelah mengatakan itu Zico langsung masuk ke dalam lift, meninggalkan si Nenek yang memasang wajah cemberut nya.


"Heran deh padahal udah pake pakaian yang modis dan unyu-unyu, tapi masih aja gagal deketin si ganteng Zico." gumam si Nenek menggerutu.


Dia sudah merubah gaya penampilan nya, cara berpakaian nya bahkan rambut nya yang putih pun sengaja dia ubah menjadi kemerahan agar terlihat lebih muda 20 tahun di mata tetangga ganteng nya.

__ADS_1


"Apa aku harus pelet aja si ganteng, tapi nyari dukun jaman sekarang dimana ya, kalau dulu sih jaman aku muda banyak dukun yang bisa bantu cari pacar, tapi sekarang? apa masih ada ya." si Nenek mulai memikirkan yang aneh-aneh.


Karena bingung si Nenek pun memilih berjalan kembali ke Apartemen nya, dia harus meminta uang yang banyak pada anak-anak nya agar bisa menjadi cantik.


Jika susah mendapatkan dukun maka jalan satu-satunya adalah salon, ya si Nenek akan menjadi cantik dengan bantuan salon mahal, dia percaya the fower of make up pasti bisa membantu nya.


"Lihat saja Zico, kamu akan klepek-klepek sama aku, hihi."


Sedangkan Zico yang sampai di area parkiran ingin berjalan ke arah mobil nya, tapi saat berjalan dia malah harus bertabrakan dengan seseorang, membuat keduanya sama-sama mengaduh.


"Zico!."


"Tina!."


Keduanya sama-sama memperlihatkan ekspresi wajah yang kaget.


"Ngak nyangka ya kita ketemu lagi setelah malam itu." Tina tersenyum ramah pada mantan suaminya itu.


"Kamu tinggal di sini?." tanya Tina lagi so akrab.


Dia yakin Zico pasti masih memiliki perasaan untuk nya, terlihat dari wajah mantan suaminya yang seperti kaget melihat nya.


"Aku tau kamu masih cinta aku Zico, aku akan kembali pada mu, kamu yang sekarang benar-benar membuat aku terobsesi lagi pada cinta." batin Tina.


"Aku harus pergi, maaf." Bukan menjawab pertanyaan Tina tadi, Zico malah membalikan tubuhnya dan berjalan ingin meninggalkan Tina, mantan istri nya.


Namun baru dua langkah Zico kembali terhenti karena panggilan Tina.


"Kalau kamu ada waktu, aku mau ngomong sesuatu sama kamu, ini penting Co." ucap Tina.


Zico melihat wanita berpakaian apa adanya di depan nya itu, memang jauh dari Tina yang dulu yang selalu berpakaian seksi dan menggoda iman, Tina yang sekarang lebih keibuan, terlihat dari penampilan nya yang sederhana.


"Tidak ada yang harus di bicarakan lagi Tina, kita sudah selesai setelah kamu memilih kebahagiaan mu dan memilih meninggalkan aku, dan aku harap kamu menjauhiku karena sebentar lagi aku akan menikahi gadis yang aku cinta." jelas Zico.


Dia bukan tipe orang yang menunda kejelasan, dia ingin Tina berhenti menganggu nya karena Zico paling tidak suka jika kehidupan nya yang sekarang di ganggu oleh masa lalu nya, apalagi Tina adalah wanita yang menghancurkan kehidupan.


Tina mengepalkan tangan nya mendengar ucapan Zico barusan.


"Aku tau kamu mau nikah Co, tapi kamu harus tau kalau waktu kita pisah aku hamil anak kamu Co." jelas Tina sambil pura-pura terisak.


Deg..


Hamil?.


_________


🌹🌹🌹🌹🌹

__ADS_1


Apa reaksi Dilla ya kalau tua Tina masih nyoba deketin Hot Daddy nya?.


Jangan lupa jejak ♥️


__ADS_2