
^^H A P P Y R E A D I N G^^
🌹🌹🌹🌹🌹
"Achel Papi mau bicara." kata Papi.
"Aku cape Pi, mau istirahat." kata Achel sambil masuk ke dalam kamarnya, mengunci pintu lalu berjalan ke arah tempat tidur nya.
Papi Andrian menghela nafasnya panjang, lalu menatap pintu kamar putri nya.
Semalaman Achel tidak pulang dan saat pulang Achel memiliki beberapa titik luka di tubuhnya.
Dan tentu saja hal itu membuat nya khawatir, Achel adalah putri bungsu nya, tidak mungkin dia membiarkan putri nya terluka seperti ini.
"Achel Papi mohon, buka dulu pintu nya sayang."
Tidak ada sahutan, membuat Papi Andrian semakin gelisah, tidak biasanya Achel mendiamkan nya seperti ini, semarah-marahnya putri nya, Achel tidak pernah mengunci dirinya sendiri di kamar
Dan tentu saja sikap Achel yang aneh seperti ini membuat dia semakin cemas, pernah kehilangan putri pertamanya Ansela sewaktu bayi tentu saja membuat Papi Andrian sangat menjaga ketat Achel.
"Pi." panggil Mami Nana.
"Achel masih ngambek kaya nya."
Mami Nana mengangguk.
"Ada Rangga di depan, jangan pake emosi Pi, dengerin dulu apa yang ingin dia katakan, jangan emosi yang di dulu in." kata Mami Nana.
Papi Andrian hanya menjawab dengan anggukan kecil, lalu berjalan menuruni satu persatu anak tangga dengan cepat.
Sampai di ruang tamu Papi Andrian tanpa aba-aba langsung mencengkeram leher Rangga, membuat Mami Nana kaget.
"Papi, stop! "
Mendengar suara sang istri membuat Papi Andrian sadar dengan apa yang di lakukan nya, dia duduk di samping istri nya, Sedangkan Rangga nampak sedang membenarkan kerah kemeja yang sedikit kusut akibat serangan mendadak calon mertuanya.
Ya, mulai saat ini Rangga akan memanggil Andrian dengan sebutan Mertua, karena dia yakin setelah ini Achel benar-benar akan menjadi milik nya.
"Kau apakan putri ku Hah!." tanya Papi Andrian.
"Jangan tanyakan padaku, seharusnya kalian tau apa yang telah di lalui Peri kecilku kemarin." jawab Rangga melirik calon mertuanya.
"Peri kecil?, dia putri ku bukan peri kecil mu." tegas Papi Andrian.
"Ya aku tau calon mertua, tapi putri mu adalah calon peri kecilku."
"Hey, berhenti bermimpi jika putri ku akan menjadi milik mu, Achel tidak akan menjadi milik mu pria tua." kata Papi Andrian marah.
Rangga tersenyum kecut.
__ADS_1
"Oh ya, jadi Achel tidak akan bisa menjadi milik ku?." Rangga menaikan sebelah alisnya ke atas.
Papi Andrian mengangguk.
"Ya, putri ku sudah memiliki calon suami, yang jelas lebih muda dan lebih baik dari mu, dan putri ku akan hidup bahagia selamanya, tentu nya tanpa gangguan dari orang lain."
Mami Nana menggelengkan kepalanya melihat tingkah suaminya yang selalu begini, entahlah Rangga dan Andrian memang tidak pernah akur, entah apa masalah keduanya tapi Rangga dan Andrian memang tidak pernah menceritakan masalah keduanya pada nya.
"Achel akan menjadi milik ku, aku akan melamarnya bulan depan." dan setelah mengatakan itu Rangga berdiri.
"Bulan depan?, bahkan dua Minggu lagi Achel akan aku nikahkan dengan anak teman ku." kata Papi Andrian masih belum mau kalah.
Dan ucapan Papi Andrian berhasil membuat Rangga menghentikan langkah kaki nya.
"Silahkan jika Achel mau, tapi jika dia lebih memilih aku jangan salahkan aku, pesona pria tua memang tidak bisa di kalahkan." kata Rangga lalu pergi meninggalkan rumah calon istri kecil nya itu.
Sebelum benar-benar pergi Rangga menatap ke arah jendela kamar Achel.
"Aku akan memperjuangkan mu, gadis kecil ku." gumam Rangga, lalu berjalan mendekati mobilnya.
Mami Nana menatap suaminya dengan wajah kecewa.
"Seharusnya Papi bisa jaga perasaan Rangga, Papi ngak boleh gitu, dulu Mami juga mau nikah sama Papi yang duda, ko sekarang Papi gitu sih."
"Dulu beda Mi, usia Papi sama Mami itu hanya berjarak 6 tahun, kalau Achel sama Rangga kan usianya sangat jauh, 20 tahun Mi."
"Terserah Papi, Mami kecewa." kata Mami Nana lalu pergi begitu saja meninggalkan Papi Andrian yang masih betah duduk di sopa.
ingatan nya seolah ditarik kembali ke kejadian masa lalu nya.
Rangga Andrajaya sejak muda dia sudah berkecimpung di dunia bisnis nya, keharusan nya dalam memimpin perusahaan kakeknya membuat Rangga muda tidak pernah bisa memiliki waktu untuk menikmati hidup nya.
Di usia muda dia sudah memiliki tanggung jawab besar untuk perusahaan yang di wariskan sang kakek pada nya.
karena hanya Rangga lah satu-satunya cucu laki-laki nya sang kakek.
Dan kakek nya sendiri tidak memiliki anak laki-laki, hanya memiliki dua anak perempuan yaitu ibu nya, dan Tante nya, yaitu Mama nya Lilly.
"Rangga, kakek sudah tua dan dokter juga sudah mengatakan jika usia kakek sudah tidak lama lagi, apa kamu mau menyenangkan hati kakek?."
"Apa yang kakek mau?, aku akan menuruti keinginan Kakek."
"Usia mu sudah 23 tahun, mau kamu menikah dengan cucu teman kakek."
Deg..
Rangga bingung, satu sisi dia masih belum siap menikah apalagi dia tidak tau siapa wanita yang akan menjadi calon istrinya itu, tapi melihat kondisi kakek nya yang sering sakit-sakitan membuat Rangga memilih mengiyakan nya.
"Terserah Kakek, aku ngikut aja apapun keinginan Kakek itu pasti yang terbaik untuk ku."
__ADS_1
Dan setelah itu pernikahan karena perjodohan pun di lakukan, Rangga menikah dengan cucu teman kakeknya.
tapi satu bulan setelah pernikahan nya kakek nya meninggal dunia.
Siska Herawati, nama wanita yang usianya hanya selisih dua tahun di bawah nya.
Semula Rangga memang menolak pernikahan nya, tapi setelah menjalani pernikahan nya Rangga mulai bisa menerima perjodohan nya, dan benih-benih cinta mulai ada di hatinya.
Sampai akhir nya keduanya mendapatkan hasil dari cinta nya, yaitu buah hati.
tapi di saat itu pula kesibukan menerpa nya, Rangga selalu pulang malam, belum lagi jika ia melakukan perjalanan bisnis yang membuat nya harus pergi selama berhari-hari meninggalkan sang istri.
Hampir 80% warisan semua nya jatuh pada nya, sedangkan Tante nya hanya mendapat kan 20% dan juga saham yang hanya 25%.
Hal itu ternyata mengundang kebencian di hati Om dan Tante nya.
"Mas pulang nya malam kan?, aku tunggu ya mas."
"Maaf ya aku ngak tepatin janji buat ulang tahun kamu, mungkin aku pulang nya besok."
Mungkin itu adalah obrolan terkahir Rangga dengan Istri nya.
wanita yang tengah mengandung calon anak nya yang ternyata berjenis kelamin perempuan.
"Rangga, Siska..hik Siska meninggal."
Deg..
Telpon dari mertuanya seketika menghentikan detak jantung nya, Rangga sudah menyiapkan banyak kejutan dan beberapa kado yang indah untuk sang istri, tapi kabar meninggalnya Siska benar-benar membuat nya sangat terkejut.
Pernikahan nya baru berjalan selama 7 bulan, dan istri nya juga sedang mengandung lima bulan, tapi hari ini dia mendengar kabar kepergian sang istri, wanita yang beberapa bulan ini telah mengisi kekosongan nya?.
Dan menyedihkan nya lagi pelaku yang mengakibatkan kematian istrinya adalah karena harta, ketamakan wanita yang dia panggil Tante.
Ingatan itu membuat Rangga kembali teringat akan kesedihan mendalam nya.
menjadi duda bukan keinginan nya, sulit untuk seseorang yang tidak memiliki siapa-siapa seperti Rangga bisa bangkit dari keterpurukannya.
Hingga akhirnya dia melihat sosok Achel, gadis remaja ceria yang saat itu tiba-tiba memeluk nya, jantung nya kembali berdetak kencang saat gadis bertubuh sedikit berisi itu memeluk nya.
Berkali-kali bertemu dengan Achel membuat Rangga semakin ingin mengenal Achel lebih dalam, dan pada akhirnya dia tau, jika Achel adalah anak dari kakak sepupunya.
Dan di situlah perjuangan Rangga untuk mendapatkan Achel, dimana dia menjadi Mr. misterius yang atau penggemar berat Achel dengan mengirimkan makanan dan barang-barang kesukaan Achel.
Hingga sekarang..
_________
🌹🌹🌹🌹🌹
__ADS_1
Habis ini part nya Zico ya😊
Jangan lupa jejak ♥️