Istri Cantik Tuan Muda Kejam 2

Istri Cantik Tuan Muda Kejam 2
Tidak bahagia.


__ADS_3

^^H A P P Y R E A D I N G^^


🌹🌹🌹🌹🌹


Entah pernikahan seperti apa yang sedang di jalani pasangan Rere dan Reyhan, tidak ada nya cinta dan saling ketertarikan menjadi faktor utama untuk hubungan keduanya.


Cinta hanya berlaku untuk si dokter tampan tapi tidak untuk Rere yang memang sangat menolak keras pernikahannya.


"Bunda hiks.." Rere menangis di pelukan sang bunda.


Wanita yang berkerudung yang tak lain adalah Bunda Dinar itu mengusap lembut punggung putri sulung nya dengan lembut penuh kasih sayang.


"Ada apa lagi, jangan bilang kamu menangis karna masih tidak bisa menerima suami mu?." Bunda Dinar berkata sambil membenarkan anak-anak rambut yang menghalangi wajah cantik putri sulung nya.


Rere membenarkan posisi nya menjadi duduk, lalu menatap wajah wanita cantik yang selalu memperlakukan nya bak intan permata itu.


"Aku tidak bahagia bunda, aku tidak bahagia." kata Rere, kembali mengulang kata tidak bahagia.


Bukan nya tidak sayang anak tapi bunda Dinar mau yang terbaik untuk putri nya, lagi pula ibu mana yang akan merestui keinginan putrinya yang akan menjadi duri untuk kebahagian orang lain?.


Tidak, bunda Dinar tidak akan membiarkan putri sulungnya terlalu jauh masuk ke dalam kubah kegelapan itu, sudah cukup putrinya menjadi gadis yang berprilaku buruk, dia sudah sering menceramahi putrinya tapi nama nya anak muda sangat susah di beri pengertian.


"Hus..jangan gitu, nanti akan ada kebahagian yang datang, jangan bilang tidak bahagia karena di balik kata tidak bahagia pasti ada rasa kurang mensyukuri kehidupan, kamu harus bisa menerima takdir dari ketetapan yang maha kuasa Rere." kata bunda Dinar bijak.


"Tapi aku tidak mencintainya bunda, hikss..bunda aku mohon aku tidak menyukainya, dia terlalu naif bagiku." kata Rere, kembali memelas dengan harapan ayah bunda nya menyetujui keinginan perceraian nya.


Bunda Dinar melirik suaminya yang duduk di kursi roda, meski pria itu nampak tidak berbicara sepatah katapun tapi bunda Dinar tau bagaimana perasaan suaminya yang sangat menyayangi Rere, meski pada kenyataan nya Rere bukanlah putri kandung suaminya.


"Lihat lah Zeo Ton, anakmu sudah besar bahkan dia sangat mengikuti jejak mu, maafkan aku karena tidak bisa membuat dia menjadi anak yang Sholehah." batin Bunda Dinar, teringat akan sosok pria yang dengan tega nya mencampakkan nya di saat dia tengah mengandung Rere dulu.

__ADS_1


Sedangkan Ayah Andra nampak sedih melihat putri kesayangannya yang menangis meminta bercerai, dia merasa gagal menjadi ayah sambung untuk putrinya bahkan kini kaki dan tubuhnya tidak bisa di gerakan bahkan untuk berbicara pun sangat susah rasanya.


"Andai dulu ayah tidak memanjakan mu nak, mungkin sekarang kamu bisa menjadi putri kesayangan ayah yang Sholehah, ya tuhan tolong jangan biarkan putri ku menjadi wanita yang tidak bisa bersyukur, bukalah mata hatinya agar dia bisa menerima suaminya yang Sholeh itu."


Air mata jatuh tak terasa, membuat Rere yang melihatnya langsung beranjak berdiri dan mendekati kursi roda yang di duduki pria yang menjadi cinta pertamanya.


"Ayah kenapa nangis, hikss ayah jangan nangis." Rere mencium kedua tangan sang ayah, dia sangat menyayangi ayahnya bahkan lebih dari apapun, dan untuk sakit nya sang ayah pun itu karna penolakan nya beberapa bulan lalu yang membuat ayahnya kaget dengan semua penolakan nya dan menjadi struk.


Tangan yang tak berdaya itu ingin sekali mengelus rambut hitam putrinya, tapi sekuat Ayah Andra berusaha masih tetap sama, tangan nya tidak bisa di gerakan.


"Ma..af kan..ay..ah nak." Ayah Andra berkata dengan kata-kata yang sangat sulit di ungkapkan.


Deg..


"Tidak ayah, ini bukan salah ayah, ini salah aku maafkan aku ayah, aku menjadi anak yang tidak menuruti keinginan mu, maaf ayah." Rere menangis sambil memeluk kedua kaki sang ayah, membuat Bunda Dinar yang melihat nya menjadi terisak.


Tiba-tiba datanglah Reyhan, dengan pakaian dinasnya.


Rere yang mendengar suara suaminya langsung segera bangkit dan duduk, dia tidak suka terlihat lemah di hadapan siapa pun, terkecuali orang tuanya.


Reyhan melihat wajah istrinya yang sembab, tak lupa butiran bening di kelopak mata istrinya pun tak luput dari pandangan nya.


Kesunyian melanda, Rere masih kekeuh tidak mau menatap Reyhan, sedangkan Reyhan nampak menunduk malu, merasa gagal menjadi seorang suami untuk istrinya.


Tadi malam dia dan Rere memang bertengkar hebat, yang mana membuat Rere pergi dari rumah, dan untuk menyusul istrinya Reyhan harus melaksanakan kewajibannya sebagai dokter di rumah sakit dulu, maka dari itu dia hanya bisa sore hari ke rumah mertua nya.


"Bunda, Ayah, sebelumnya aku mau minta maaf kalau membuat putri kalian menangis, sesungguhnya aku juga tidak berniat membuatnya menangis dan merasa tertekan dengan pernikahan ini." kata Reyhan dengan wajah yang menunduk, merasa gagal dan malu.


"Tidak nak Reyhan, nak Reyhan tidak gagal seharusnya bunda yang minta maaf karna putri bunda telah membuat nak Reyhan terluka, nak Reyhan pria baik, tapi sepertinya putri bunda memang tidak bisa bersyukur untuk hal itu." Bunda Dinar melihat menantu pilihan suaminya itu dengan pandangan penuh arti, berharap masih ada jalan lain untuk bisa menyatukan lagi pernikahan yang hampir di ujung perceraian ini.

__ADS_1


Rere yang mendengar ucapan sang bunda hanya mendelik tak suka pada Reyhan, masih ingat di kepalanya ucapan Reyhan padanya semalam.


"Hanya wanita nakal yang berkeliaran di tengah malam bersama para pria penggila alcohol."


Ya, Rere akui dia memang nakal dan liar tapi dia begini karna dia punya alasan, dan ucapan Reyhan menyakiti nya, Rere tidak suka di bentak, apalagi tadi malam Rehan berhasil menamparnya.


Adapun perasaan Reyhan sekarang dia merasa bersalah karna telah bertindak kasar pada istrinya, coba suami mana yang tidak marah jika melihat istrinya mabuk, dan lebih parahnya lagi istrinya pulang di antar seorang pria.


Tadi malam mungkin menjadi malam panas untuk keduanya, pertengkaran keduanya membuat Rere semakin membenci Reyhan, apalagi setelah Reyhan memaksa untuk melayani nya, Rere membenci malam kemarin.


"Aku suamimu, layani aku sesuai dengan tugasmu, karna tubuh mu hanya milik pria halal mu, bukan pria yang bukan mahrom mu."


Melihat situasi yang tegang membuat Bunda Dinar paham, dia membawa suaminya ke ruangan lain agar anak dan menantunya bisa berbicara baik dan mencari jalan terbaik untuk keduanya.


"Maafkan aku, aku khilaf." kata Reyhan sambil menatap wajah Rere.


Bukan nya menjawab Rere malah balik menatap Reyhan dengan tatapan yang penuh kebencian, suaminya telah dengan lancang mengambil kesucian nya tanpa seijin nya, dan itu membuat Rere semakin membenci suaminya.


"Aku tau apa yang aku lakukan salah, maafkan aku..aku tidak akan memaksamu lagi, tapi aku mohon jangan mengucapkan kata itu lagi, pernikahan adalah hal yang sakral dan aku tidak mau ada kata perpisahan di pernikahan kita." Reyhan berkata dengan kesungguhan nya.


Dalam hatinya ada sedikit bangga pada istrinya, ya siapa yang menyangka jika Rere yang suka berpakaian minim ternyata bisa menjaga kesucian nya, dia telah soudzon pada istrinya, dan itu adalah kesalahan terbesarnya.


"Aku butuh waktu, pulanglah mas aku masih merindukan kedua orang tuaku." kata Rere, lalu beranjak berdiri dari duduknya.


Sepeninggal Rere Reyhan hanya tersenyum, dia tau bagaimana keras kepala nya istrinya, tapi melihat Rere yang tidak marah-marah lagi padanya membuat hatinya senang, dan berjanji akan membahagiakan istrinya jika Rere mau kembali lagi padanya.


________


🌹🌹🌹🌹🌹

__ADS_1


Jadi pesan di cerita Rere, jangan pandang seseorang dari luarnya saja, Rere memang liar dan tidak bisa di kontrol, tapi jauh dari itu semua dia masih bisa menjaga kehormatan nya, ya meskipun Rere marah karna suaminya tidak meminta ijin darinya.


Jangan lupa jejak, ♥️


__ADS_2