
^^H A P P Y R E A D I N G^^
🌹🌹🌹🌹🌹
Kembali terbangun di malam hari namun kali ini bukan karna rasa lapar di perut, melainkan karena sebuah pesan yang masuk kedalam ponselnya, membuat Lisa tidak bisa memejamkan matanya.
"Apa maksud dari pesan ini." gumam Lisa sambil melihat ke layar ponselnya.
"Hidup orang tuamu ada di tangan mu, jika kamu tidak meninggalkan Suamimu maka sebentar lagi kamu akan mendapatkan kabar kematian orang tuamu."
Isi pesan itu membuat Lisa bingung dan bertanya-tanya dalam hatinya tentang maksud dari pesan singkat itu.
Bukan kah orang tuanya sedang ada di luar negri dan meninggalkan nya?.
"Maaf kamu siapa?.' Lisa membalas pesan itu.
Tak lama kemudian ponselnya menyala lagi, dan datang notif pesan dari nomer yang sama lagi.
"Siapa aku tidak penting, karena yang paling penting sekarang adalah kamu harus meninggalkan Suamimu jika mau orang tua mu itu hidup."
Lisa semakin tertekan, apa yang harus dia lakukan sekarang? apa dia harus memberitahu suaminya jika sebenarnya orang tuanya di culik?, atau sebaliknya pergi sendiri untuk menyelamatkan orang tuanya.
"Waktumu tidak banyak Lisa, jika kmu terlambat aku pastikan orang tuamu akan menjadi santapan macan peliharaan ku."
Degg..
Di liriknya Bian yang masih tertidur lelap, Lisa tau apa yang sedang dia hadapi itu sangat berbahaya, terlebih lagi dia sedang mengandung, sebelum bertindak jelas Lisa harus banyak merenung karna ini bukan hanya masalah nyawa orang tuanya, tapi di badan nya dia juga memiliki tiga nyawa lain nya harus dia jaga.
Drett..
Ponselnya kembali berdering, kali ini bukan pesan yang penuh ancaman lagi, melainkan sebuah Vidio yang entah apa isinya.
Perlahan tangan Lisa tergerak untuk mengusap layar ponselnya, dan saat Lisa melihat Vidio di ponselnya seketika itu juga dia tersentak kaget dan hampir syok.
Di Vidio itu memperlihatkan kedua orang tuanya yang sedang terikat tali dengan tubuh yang sangat tidak terawat, terlihat dari wajah Mama Dini yang nampak tidak segar.
"Mama, papa." Lisa tak bisa membendung air matanya, melihat dua sosok yang dulunya sangat menyayanginya kini nampak terlihat tersiksa di tempat yang sama sekali tidak di ketahui nya.
"Mereka akan aman jika kamu mau menemui ku di tempat yang akan aku tentukan, dan jika sebaliknya maka bersiap untuk melihat jenazah orang tuamu yang akan habis di makan macan.
Sebenarnya apa yang terjadi dengan kedua orang tuanya?, kenapa Mama dan Papa nya di culik oleh orang jahat?.
__ADS_1
Lisa benar-benar tidak mengerti dengan jalan hidup nya saat ini, semuanya serba mendadak, bahkan dia sempat berpikir jika orang tuanya membuang nya.
Saat sedang terisak tiba-tiba saja Lisa ingat tentang sesuatu yang pernah di beri pengacara keluarga nya saat pengusiran Lisa di rumah nya beberapa bulan lalu.
"Surat itu, aku harus melihat isi amplop kuning itu." gumam Lisa, menghapus air mata nya.
Lisa beranjak berdiri, lalu berjalan ke arah tas nya, dia merasa meletakan amplop itu di tas nya.
"Ketemu." kata Lisa, membawa amplop itu ke sopa.
Di bukanya si amplop itu dengan perlahan, isinya ternyata adalah sebuah foto dan selembar surat.
Lisa memilih membaca surat itu terlebih dahulu, saat membaca suratnya air mata Lisa jatuh tak tertahankan lagi, rasanya sangat sakit sekali.
"Lisa sayang maafkan Mama dan Papa, mungkin setelah kamu membaca ini kami sudah pergi jauh meninggalkan mu nak, tapi percayalah kami sangat menyayangimu nak.
banyak hal yang harus kami lakukan di luaran sana, dan kami tidak mau melibatkan mu dengan masalah yang kami miliki sayang."
Orang tuanya pergi meninggalkan nya tanpa memberi tahu apa alasan nya, dan itu cukup menyakiti nya.
Di tatapnya selembar foto yang ada di tangan nya, menampilkan dua sosok yang tidak Lisa ketahui sedang menggendong seorang bayi.
"Apa maksudnya." gumam Lisa, sambil menghapus air matanya.
Buru-buru Lisa menyimpan surat dan foto itu di bawah kaki nya, dia beranjak berdiri dan mendekati suaminya.
"Kok, bangun?." tanya Lisa, seraya duduk di pinggir ranjang.
Bian menatap istrinya dengan intens, dia melihat wajah istrinya yang nampak sembab, membuatnya aneh.
"Kamu kenapa?." tanya Bian, membenarkan posisinya menjadi duduk dan memegang pipi istrinya.
Lisa menggeleng cepat. "Ngak papa ko." sahut Lisa berbohong.
"Jangan bohong, kamu habis nangis kan?." Bian menatap istrinya.
"Engak, cuman kelilipan." seru Lisa sambil membuang wajahnya ke sembarangan arah.
"Tatap aku, bilang sama aku siapa yang membuat mu menangis!." Bian menatap istrinya dengan wajah yang serius.
Ragu-ragu Lisa menatap suaminya, tapi bukan nya menjawab Lisa malah menangis di pelukan suaminya.
__ADS_1
"Hikss.. sayang." ucapnya sambil menangis.
Bian semakin curiga, dia menenangkan istrinya dengan mengelus punggung sang istri dengan penuh kelembutan.
"Siapa yang berani membuat istriku menangis, awas saja aku tidak akan membiarkan dia hidup dengan nyaman." batin Bian.
Lisa terus memeluk suaminya dengan isak tangisnya yang masih tak mau berhenti, itu terus dia lakukan selama beberapa menit, dan hal itu membuat Bian mengepalkan tangan nya saat merasakan getaran hebat di tubuh istrinya.
Dia tau ada sesuatu yang di sembunyikan istrinya, sesuatu yang membuat istrinya sedih dan ketakutan, karena tidak mungkin istrinya menangis sesenggukan seperti ini tanpa sebab.
Setelah di rasa Lisa mulai tenang dan tidak msnangis lagi Bian langsung memberikan istrinya segelas air minum agar Lisa lebih tenang lagi.
"Terimakasih." kata Lisa, kini mulai merebahkan tubuhnya kembali ke ranjang nya.
Bian mengangguk, lalu ikut merebahkan tubuhnya, dia mengusap wajah istrinya dengan penuh sayang, terlihat wajah istrinya yang nampak ketakutan, dan itu membuatnya semakin penasaran.
"Peluk aku, jangan tinggalkan aku." kata Lisa lagi dengan nada yang tidak biasanya.
Dengan cepat Bian menuruti keinginan istrinya, dia membawa tubuh istrinya kepelukan nya, perlahan tangan nya terulur untuk mengusap kepala istrinya, di usapnya dengan penuh kasih sayang.
"Tidurlah, aku akan memelukmu, menjaga mu." ucap Bian.
Lisa tersenyum tapi raut wajahnya masih menampakan ketakutan, "Janji?." tanya Lisa.
Bian mengangguk, "Iya, aku janji." sahut Bian sambil tersenyum.
Perlahan mata Lisa terpejam, dan Bian yang melihatnya tersenyum lalu mengecup kening istrinya dengan lembut.
Cupp..
"Tidurlah sayang." gumam nya sambil melepaskan pelukan nya, dan beranjak berdiri lalu mengambil ponselnya.
Bian berjalan ke arah jendela, dia mengusap layar ponselnya yang menampilkan banyak notif, tapi itu bukan notif pesan untuk nya, melainkan pesan untuk istri nya, lebih tepat Bian telah menyadap watshap istrinya.
Perlahan Bian membaca satu persatu isi pesan yang masuk ke ponsel istrinya, dan tak lama kemudian Bian mengepalkan tangan nya dengan mata yang melotot.
"Siapa yang berani bermain-main di belakang ku?, dia telah salah memilih lawan, tidak akan aku biarkan istri ku meninggalkan ku dan berpaling pada dia." gumam Bian dengan wajah yang penuh amarah nya.
"Mengusik ku sama saja dengan cari mati!." sambung nya, langsung mengirimkan screenan di layar ponselnya pada sepupunya Boy, yang ahlinya dalam dunia hackers.
_________
__ADS_1
🌹🌹🌹🌹🌹
Jangan lupa jejak, ♥️