
^^H A P P Y R E A D I N G^^
🌹🌹🌹🌹🌹
Setelah kejadian dimana April melihat penderitaan si dokter yang membuatnya kehilangan janin nya April benar-benar tidak bisa tidur tenang, dia selalu terbayang dosanya, jika mereka jahat padanya lalu bagaimana dengan dirinya?.
Dia terang-terangan membuat ketidak adilan untuk anak dari dokter wanita itu, membuat anak itu harus tewas karena kesalahan orang tuanya.
Tak April pungkiri jika apa yang di lakukan nya itu adalah kejahatan, dia juga sama jahatnya dengan dokter wanita itu, menyakiti seorang anak yang tidak bersalah.
Perubahan sikap April bisa di lihat oleh Boy, dan hal itu membuat Boy merasa heran.
"Kamu kenapa?." tanya Boy aneh.
"Aku merasa bersalah dengan anak perempuan dokter itu." kata April sambil menghela nafasnya panjang, "Tidak seharusnya kita membunuh nya, dia tidak bisa bersalah dan sama sekali tidak ada kaitan nya dengan ibunya yang telah melakukan kejahatan, aku benar-benar bukan ibu yang baik." sambung April sambil terisak.
Entah mengapa dia terus mengingat tangisan anak perempuan itu di kepalanya, April benar-benar merasa bersalah dengan semua yang telah dia lakukan pada anak perempuan itu.
Boy menyunggingkan senyuman misterius nya, membuat April kesal dan menghentikan acara tangis nya.
"Aku serius, dia kehilangan nyawa nya karena kesalahan ibu nya, seharusnya kita bisa menahan diri untuk tidak menyakiti gadis yang tidak berdosa itu." lanjut April dengan wajah kesalnya karena Boy malah tersenyum.
"Kau percaya jika gadis itu mati?." tanya Boy.
April mengangguk, jelas dia mendengar gadis itu menangis histeris dan meminta di lepaskan.
Hahahaha..!!
Boy malah tertawa.
"Kamu gila? hah..!! " April tidak habis pikir dengan pria di depan nya, bisa-bisa nya tertawa di atas penderitaan orang lain.
Melihat April yang kesal membuat Boy menarik nafasnya perlahan, membuang nya dengan perlahan juga, "Sebenarnya gadis itu tidak mati." kata Boy, membuat April mengerutkan dahinya tidak mengerti.
__ADS_1
Hah?.
"Gadis itu tidak jadi santapan Alena maupun si kembar Leo dan Lea, dia tidak di perkosa atau pun yang lain nya, Gadis itu aku kirim ke luar negri untuk melanjutkan sekolahnya, dan sebagai permintaan maaf kita karena telah memberikan ibunya hukuman, aku sudah memberikan dia fasilitas yang terjamin untuk nya, bagaimana? masih ingin menangis lagi?." Boy berkata dengan wajah santai nya.
Ya, saat itu Boy memang ingin membunuh anak dokter itu, tapi saat melihat air matanya Boy jadi teringat akan adiknya, dia juga memiliki adik yang usianya sama dengan gadis itu, dan Boy merasa tidak tega maka dari itu dia melepaskan gadis itu, dia tidak mau adiknya mengalami nasib buruk seperti gadis itu.
Boy memang marah pada dokter wanita yang membunuh putrinya, tapi semarah apapun Boy dia tidak akan melakukan kesalahan yang sama dengan apa yang di lakukan wanita itu, dia melapeskan gadis itu.
Seketika April tertegun dengan ucapan pria bule di depan nya itu, tidak menyangka jika Boy si pria kejam dan juga Casanova gila bisa bersikap baik,
"Aku tau aku tampan dan baik hati, tidak perlu memuji ku aku sudah sadar jika pria tampan, kaya dan juga memiliki sejuta pesona sepertiku pasti banyak di dambakan kaum hawa." sambung Boy dengan wajah penuh percaya dirinya, membuat wajah April seketika berubah menjadi sebal.
"Ck..percaya diri sekali ya, benar-benar tidak tau malu." sungut April kesal, entahlah sepertinya dirinya belum bisa berdamai dengan kesalahan Boy di masa lalu.
"Hey kamu tau aku ini tampan, lihat saja jika kamu mengabaikan pria sejuta pesona ini akan ku pastikan kamu menyesal, selain kaya aku juga sangat seksi." lanjut Boy masih dengan pujian untuk nya.
April menggelengkan kepalanya, dia tidak perduli dengan hal itu, yang dia mau sekarang adalah membalaskan rasa sakit hatinya untuk Gladis ibu tirinya.
"Jangan bahas itu, aku mau kamu bantu aku untuk menghancurkan ibu tiri ku, setelah itu aku tidak akan menganggu hidupmu lagi." kata April dengan wajah serius nya.
Entah kenapa Boy merasa tidak suka dengan ucapan terakhir yang terlontar dari bibir tipis April, dia merasa nyaman berada di dekat wanita yang telah pernah mengandung benih nya itu.
"Tentu saja, kenapa tidak aku dan kamu bersama karena ingin keadilan untuk putri kita, lalu apa lagi? bukan kah setelah itu kita selesai?, atau jangan-jangan disini kamu yang tidak rela berpisah dengan ku?." tanya April dengan mengangkat sebelah alisnya ke atas.
Buru-buru Boy menggelengkan kepalanya.
"Tidak, mana ada.. aku tampan dan berkharisma juga kaya, aku bisa membeli wanita manapun yang aku mau, aku punya segalanya." kata Boy dengan wajah santai nya.
April tersenyum kecut mendengar ucapan pria bule di depan nya, sudah dia duga jika Boy bukan pria yang bisa berkomitmen, pria itu terlalu menyepelekan segala hal, uang membutakan mata hatinya sebagai seorang pria dan ayah.
"Kenapa aku merasa kesal mendengar ucapan nya tadi " batin April dalam hati.
Tapi perduli apa April pada pria bule itu, terserah Boy mau melakukan apapun, April tidak akan perduli karena yang utama untuknya sekarang adalah keadilan untuk putrinya, hanya itu.
__ADS_1
"Apa dia benar-benar tidak menyukai ku?, apa dia sama sekali tidak tergoda dengan ketampanan, kekayaan yang aku punya?, atau jangan-jangan dia masih berharap bersatu dengan mantan tunangan nya itu?, jika benar kenapa aku menjadi merasa tidak rela." batin Boy dalam hati.
Selama dua Minggu satu atap dengan April jelas Boy merasa ada yang beda dengan perasaan nya, meski dia tidak menikmati tubuh April seperti dia menikmati tubuh wanita-wanita bayaran nya, entah kenapa dia merasa perasaan ini lain.
April bukan tipe nya, tidak ada sedikitpun yang menonjol pada diri wanita itu, April tidak seseksi wanita penghangat nya, tapi meski begitu entah kenapa Boy masih tidak ikhlas jika pertemuan nya yang kedua ini harus berakhir kata perpisahan lagi.
Apa aku jatuh hati padanya...
"April..!! " panggil Boy.
"Kenapa?." tanya April dengan wajah bingung nya.
Boy menarik nafasnya panjang, dia bukan sosok pria yang bisa menutup dirinya, jika dia mau dia akan berterus-terang langsung, dan tingkat kepedean nya sangatlah tinggi.
"Apa kamu tidak menyukai ku?." tanya Boy hati-hati.
Hahaha..!!
April tertawa mendengar ucapan Boy yang menurut nya sangatlah aneh.
"Jangan tertawa, aku serius." kata Boy dengan wajah serius nya, dia belum pernah seserius ini sebelumnya, tapi mendengar akan ada perpisahan lagi dia merasa tidak rela.
"Oke, aku tidak menyukai mu, puas?." kata April, lalu berjalan begitu saja ke arah dapur.
Buru-buru Boy menyusul, "Jangan masak, tidak ada acara masak." kata Boy sewot sambil mengambil panci yang di pegang April, dia tidak akan membiarkan dapur bersihnya kembali berantakan oleh kelakuan April.
"Aku pusing, aku mau membuat kopi."
Aku akan membuatkan mu kopi." kata Boy, lebih baik dia yang repot dari pada dapur nya hancur lagi oleh tangan bringas nya April.
_______
🌹🌹🌹🌹🌹
__ADS_1
Yakin April jahat?
Jangan lupa like coment dan vote!!