Istri Cantik Tuan Muda Kejam 2

Istri Cantik Tuan Muda Kejam 2
Si tengil.


__ADS_3

^^H A P P Y R E A D I N G^^


🌹🌹🌹🌹🌹


Kabar pernikahan Boy yang mendadak itu sudah sampai di telinga Bian, pria yang sudah memiliki dua orang putra itu ikut bahagia dengan kabar bahagia yang di berikan sepupunya itu.


Terlebih lagi kini sepupunya sudah melepaskan predikatnya yang terkenal sebagai seorang Casanova hot, pria yang ahli dalam ranjang.


"Sayang kamu mau ngasih kado apa sama Boy?." tanya Lisa, dia juga sudah tau akan pernikahan mendadak Boy.


Sebelumnya Lisa mengira jika gadis yang dulu di kunci di kamar mansion tengah hutan yang akan di nikahi oleh pria yang memiliki predikat penjahat ranjang itu, tapi ternyata dugaan nya salah.


Lisa juga mendengar cerita cinta Boy, yang tidak jauh beda rumit nya dengan kisah cinta nya, hanya saja cerita April dan Boy menurut Lisa lebih mengerikan karena harus mengorbankan anak untuk penyatuan cinta nya.


Jalan hidup orang memang berbeda-beda, setiap anak manusia yang ingin mencintai pasti memiliki takdir yang tidak sama, meski pada akhirnya cinta akan melekat selama cinta itu bisa terbalaskan.


"Tidak usah, dia sudah kaya." sahut Bian yang sedang mengajak main kedua putra nya.


Setiap akhir pekan Bian memang sering menghabiskan waktu nya bersama keluarga kecil nya.


dia tidak mau kehilangan momen kedua putranya yang semakin bertambah hari semakin aktif.


"Ko gitu?, kasian tau dulu Boy juga kasih kita mobil." kata Lisa mengingatkan kebaikan Boy yang memberi mereka hadiah pernikahan berupa mobil mewah.


Bian menggelengkan kepalanya.


"Mana ada ngasih mobil, itu mobil belinya pake kartu aku sayang." seru Bian, jelas dia masih ingat jika Boy waktu itu tidak lah sekaya sekarang, apalagi posisi Boy waktu itu hanyalah seorang Asisten manager.


"Terserah, tapi aku mau kasih mereka hadiah." sahut Lisa lagi.


Lisa berjalan mendekati suami dan kedua putranya, lalu mendaratkan bokong nya untuk duduk di karpet bulu yang melingkar di lantai.


mengambil satu bayi nya untuk di beri Asi.


"Haus banget Ziel kaya nya." kata Lisa melihat bayi tampan nya seperti kehausan.


Bian memberikan mainan untuk di pegang oleh tangan putra nya, lalu melihat ke arah Ziel yang sedang meminum Asi yang di berikan istrinya.


"Kaya nya Ziel lebih agresif di banding Zelo." kata Bian melihat tangan putranya yang terus terulur untuk menjambak rambut Istri nya.


Lisa mengusap pipi Ziel lalu melihat ke arah Zelo.


"Iya kamu benar, Zelo itu anteng kalo minum Asi, bahkan yang jarang nangis malah Zelo." Lisa ikut mengangguki ucapan suaminya.

__ADS_1


Dia juga heran kenapa putra keduanya itu jarang menangis, padahal biasanya anak kembar itu pasti manja adiknya, sedangkan kakak nya pasti lebih tenang, tapi ini malah terbalik.


"Mungkin Zelo ngikutin aku." kata Bian, merasa sikap putranya yang tenang itu seperti dirinya.


Dan mungkin Ziel mirip dengan istri nya, yang heboh dan manja.


Lisa terdiam, tak menyahut lagi, membuat Bian heran.


"kenapa?." tanya Bian.


"Kaya harum apa gitu, coba cium bau nya dimana." titah Lisa sambil mengendus-ngendus hidungnya ke semua arah.


Bian pun ikut melakukan hal yang sama dengan istrinya, dan setelah lama mengendus akhirnya Bian menemukan titik bau itu, yaitu dari arah putra nya.


"Zelo.." kata Bian dan Lisa bersamaan.


Dan yang di tuduh hanya diam dan memainkan mainan nya, tak lupa dengan senyuman di wajah bulat nya.


"Cebokin gih, aku mau tidurin Ziel dulu." kata Lisa sambil mengusap pelan kepala Ziel.


Bian menatap putranya yang masih anteng adem ayem itu, masih kecil sudah diam-diam menghanyutkan.


dan setelah itu mau tak mau dia harus mengganti popok putranya.


Sedangkan di tempat lain nampak Arfan yang sedang di buat pusing dengan menghilang nya gadis yang akan dia jadikan sebagai kandidat calon istrinya itu.


Syifa yang dia kenal adalah sosok gadis yang sangat giat dan pekerja keras, dan ini bukan lah sifat Syifa.


"Ini benar-benar mencurigakan." gumam Arfan dengan tangan yang menopang pipi nya.


Kedua gadis di depan nya melirik heran pada sosok yang biasanya membuat ulah itu.


"Katanya mau nikah, ko sampe hari ini masih belum nikah sih." kata Achel dengan wajah yang di tekuk.


Jelas dia kesal karena dia menyukai Arfan, tapi yang di sukai nya malah ingin menikahi gadis lain, membuat harapan Achel hilang.


"Iya, malah keduluan sama kakak aku, kak Boy udah servis duluan sampai punya anak, ya meski keponakan aku udah tenang di surga tapi kak Boy hebat bisa buat anak cepet." sahut Dilla ikut menimpali dengan memuji kakak bule nya.


Dilla tau seperti apa perasaan sahabatnya pada pria yang sedang melamun di atas tempat tidur itu, tapi tidak ada yang bisa dia lakukan ya selain hanya bisa memberikan banyak pilihan teman laki-laki nya yang masih jomblo dengan tingkat ketampanan yang tidak jauh beda dari Arfan.


"Bentar lagi juga nikah, nanti kalo aku nikah jangan lupa nyumbang lagu janur kuning ya, atau lagu harusnya aku yang disana, biar dramatis." kata Arfan sambil berjalan mendekati dua gadis berbadan montok yang ada di atas karpet bulu-bulu.


Sontak saja hal itu membuat Achel mencubit pinggang pria itu.

__ADS_1


"Enak aja, ngak ada acara begituan, yang ada aku sama Dilla akan party melepas si tengil yang suka ngehina badan semok kita, iya kan Dil." melirik Dilla yang sedang memakan cemilan nya.


Dilla mengangguk saja tanpa berkata apapun, dia tidak mau ikut drama kedua teman nya itu.


seharusnya Dilla ikut mempersiapkan acara besar kakak nya yang akan di langsung kan beberapa hari lagi, tapi Dilla tidak melakukan itu, memiliki uang banyak membuat Dilla dan keluarga nya santai-santai, dan masalah pernikahan biarlah uang yang akan bertindak.


"Yakin ngak patah hati, buruan Chel ngaku mumpung aku masih bujangan loh, kalo aku sudah punya istri dan sudah punya teman main di kamar nanti kamu nyesel loh Chel." dengan tengil nya Arfan memasang wajah so kegantengan nya membuat Achel yang melihat nya semakin sebal.


"Apapan sih, sudah sana pulang gangguin kita aja nanti aku aduin sama Pipi Mimi baru tau rasa loh." Achel memilih mengubah tofik pembicaraan nya.


Dan hal itu membuat Arfan mengangkat sebelah alisnya ke atas.


"Yakin Chel? aku ngak lajang dua kali loh." celetuk Arfan masih enggan menyudahi acara menggodanya.


"Ngak akan!, dan ngak mungkin." tegas Achel, "Sudah sana, pulang!, kakak ganggu tau." lanjut Achel marah dan hampir ingin menangis.


"Jangan nangis ehk, si montok si cantik nya aku ko nangis uh cup cup..jangan nangis Chel nanti cantik nya hilang loh." kata Arfan hendak memeluk Achel, namun segera di jewer kuping nya oleh Dilla.


"Kak Arfan pulang gih, nanti Mimi Pipi marah kalo liat kak Arfan di kamar cwe." usir Dilla, lebih tepatnya dia tidak tega melihat sahabatnya yang pasti akan semakin patah hati.


Mau tak mau Arfan berdiri dan berjalan ke arah pintu.


lalu saat selangkah lagi menuju pintu dia berbalik.


"Jangan rindu ya cantik, rindu itu berat kalian ngak akan kuat.. soalnya badan nya montok." kata Arfan sambil cekikikan.


"Tengil..!!!"


Buru-buru Arfan kabur dari kamar yang berisi dua gadis montok itu.


mengelus dadanya lalu berjalan ke arah pintu utama.


Alasan Arfan ke rumah ini karena dia butuh hiburan dua teman main nya, tapi pikiran nya malah tidak sinkron, dan terus memikirkan sosok Syifa.


"Syifa, kamu dimana? apa kamu tidak tau jika pria tampan dan kaya ini sedang memikirkan mu?." gumam Arfan sambil melangkah menuju mobilnya.


________


🌹🌹🌹🌹🌹


Mampir yu di cerita baru Author.


judulnya ^I Love You Boss^^

__ADS_1


Setiap hari Up tiga epsd loh😍


Jangan lupa jejak, ♥️


__ADS_2